7 Cara Mencegah Kanker Laring Secara Alami

Pencegahan kanker laring dapat dilakukan dengan menghindari rokok, mengurangi alkohol yang diminum dan mengadopsi diet sehat yang penting untuk mengurangi kesempatan timbulnya kanker laring. Laring adalah saluran nafas yang menghubungakn faring dengan bronkus. Pada area ini terletak pita suara yang berfungsi untuk mengeluarkan sumber suara. Karena itu pada kanker laring muncul gejala suara serak atau menghlang. Pencegahan kanker laring diperlukan agar tidak terkena kanker laring.  Berikut adalah cara- caranya

Sponsors Link

Baca juga: gejala kanker paru

1. Berhenti merokok

Rokok adalah musuh utama dari kanker saluran nafas seperti kanker hidung, kanker mulut, kanker laring, kanker tenggorokan dan kanker paru. Rokok berbahan utama tembakau (nicotina tabacum) yang mana penggunaanya untuk merokok dan menyirih dapat mnyebabkan kanker pada tubuhnya. Rokok terdiri dari tembakau, kertas dan filter. Tidak jarang saat ini rokok ditambahkan zat- zat lain seiring bertambahnya berbagai macam jenis rokok. Zat tambahan tersebut dapat meningkatkan efek karsinogen dari rokok.

baca juga:

Asap rokok terdiridari dua jenis yaitu asap utama atau mainstream smoke atau asap sampingan (sidestream smoke). Asap utama adalah asap yang dihirup oleh perokok secara langsung sedangkan asap sampingan adalah asap yang berasal dari puntuh rokok. Kandungan dari asap rokok adalah nikotin, karbon monoksid dan tar. Tar mengandung nikotin, uap air dan kumpulan senyawa PHA (polisiklik hidrokarbon aromatik), dan nitrosamin. Zat- zat ini bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Tar akan masuk ke dalam mulut perokok bersama dengan uap air. Jumlahnya sekitar 3- 40 mg per batang rokok, sedangkan pada rokok filter dapat turun menjadi 5-15 mg. Setelah tar mendingin, tar akan menjadi padat dan membentuk endapan yang berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran nafas dan paru. Endapan ini kemudian dapat menginduksi mutasi sel pada level DNA sehingga dapat menyebabkan kanker mulut, laring, orofaring, hipofaring, esofagus, lambung, pankreas, hati, usus besar, ginjal, kandung kemih, testis, serviks, dan leukimia, paru.

baca juga: gejala kanker tenggorokan akibat merokok

2. Mengatasi kendala berhenti merokok

Sebenarnya 75% dari perokok ingin menghentikan kebiasaan merokoknya, namun sebagian besar hanya berkomitmen untuk berhenti merokok dan sebagian besar lainnya hanya berdasarkan komitmen sendiri tanpa bantuan pihak lain sehingga kemungkinan untuk berhasil sangat kecil. Kendala untuk berhenti merokok dikelompokan menjadi tiga faktor, yaitu faktor biologis/ fisiologis, psikologis dan perilaku, lingkungan sosial.

baca juga: tanda- tanda kanker tenggorokan

  • Faktor biologis

Nikotin adalah zat yang terkandung dalam rokok yang menyebakan seseorang susah untuk berhenti merokok karena dapat menyebabkan adiksi nikotin. Nikotin dapat mempengaruhi pikiran, perasaan dan fungsi pada tingkat seluler. Nikotin pada asap rokok dapat beredar pada saluran darah dan mencapai otak dalam waktu 4- 10 detik setelah seseorang menghisap sebatang rokok. Kemudian kadar nikotin dalam darah akan meningkat 10 kali lipat lebih banyak dalam sirkulai darah setiap orang tersebut menghisap rokok. Mengapa nikotin ini dapat menyebabkan ketagihan? nikotin dakan terikat dengan reseptor asetilkolin nikotinin (nAChRs) dan memelepaskan dopamin yang memberikan rasa nyaman. Kadar nikotin dalam darah akan turun dalam waktu 2 jam sehingga kadar dopamin juga turun dan dapat menimbulkan gejala putus nikotin. Karena itu, perokok akan mengulangi rasa nyaman tersebut kembali dengan merokok kembali.

Baca juga: gejala awal kanker tenggorokan

  • Faktor Psikologis dan perilaku

Kebiasaan merokok telah menjadi bagian gaya hidup dari perokok. Perokok tanpa sadar telah menjadikan kebiasaan ini menjadi bagian integral dalam kehidupannya dan untuk menghilangkan kebiasaan ini akan teramat susah sekali. Perokok sudah terbiasa merokok setelah bangun pagi, sebelum sarapan, dan selama mereka istirahat di tempat kerja dan lain sebagainya.

Baca juga: ciri kanker tenggorokan yang wajib diketahui

  • Lingkungan sosial

Lingkungan di sekitar yang tidak mendukung untuk dilakukannya upaya berhenti merokok dapat menyebabkan seseorang tidak dapat berhenti merokok. Tanpa kehadiran orang, teman dan keluarga dekat untuk membantu perokok untuk berhenti merokok, perokok akan mudah tergoda untuk merkok kembali.

Baca juga: tanda kanker pita suara

Sponsors Link

3. Mengevaluasi faktor penting kesiapan untuk berhenti merokok

Sebuah teori untuk melakukan perubahan perilaku, mengelompokan perilaku seseorang untuk melakukan perubahan dalam 5 tahap, yaitu prekontemplasi, kontemplasi, siap, tindakan dan pemeliharaan

baca juga: manfaat madu untuk penderita kanker

  • Tahap prekontemplasi

Perokok pada tahap ini tidak siap untuk berhenti merokok dalam waktu 6 bulan kedepan. Perokok belum mengetahui manfaat dari menghentikan kebiasaan merokok dan tidak tahu seberapa besar kerugian yang diakibatkan merokok. Pada tahap ini juga, perokok tidak termotivasi untuk melakukan upaya menghentikan rokok.

baca juga: gejala kanker tonsil

  • Tahap kontemplasi

Pada tahap ini perokok sudah memiliki keinginan untuk menghentikan kebiasaan merokok paling tidak dalam waktu 6 bulan ke depan. Mereka telah menyadari seberapa besar bahaya yang diakibatkan karena kebiasaan merokok dan manfaat yang dibeirkan dengan menghentikan kebiasaan merokok.

baca juga: gejala kanker tiroid

  • Siap

Perokok yang sudah mencapai tahap ini memiliki keinginan untuk berhenti merokok dalam waktu 30 hari ke depan atau pernah berhenti merokok setidaknya hanya 24 jam dalam 1 tahun belakangan. Pada tahap ini, perokok akan mencoba untuk mncari pertolongan agar membantu keinginannya untuk berhenti merokok.

Baca juga: penyebab kanker tenggorokan

ads
  • Tindakan

Pada tahap ini, perokok sedang melakukan kegiatan untuk menghentikan kebiasaan merokok setidaknya untuk 6 bulan ke depan. Pada tahap ini, kegagalan pada minggu pertama percobaan dapat terjadi sebesar 75%. Beberapa perokok akan kembali ke tahap prekontemplasi, mereka dapat kehilangan motivasi untuk berhenti merokok. Karena itu, bila terjadi kegagalan saat mencapai tahap ini, perokok perlu diberikan motivasi agar terus meneruskan program menghentian kebiasaan merokok.

baca juga: penyebab kanker pita suara

  • Pemeliharaan

Pada tahap ini, perokok sudah berhenti merokok selama 6 bulan dan sudah tidak memiliki keinginan untuk melakukan kebiasaan merokok kembali. Perokok yang kambuh hanya sekitar 4 % pada masa 2 tahun pertama setelah tidak merokok kembali.

baca juga: 7 cara melakukan pencegahan kanker paru-paru

4. Memilih metode berhenti merokok

Metode berhenti merokok terdiri dari 2 cara, yaitu berhenti merokok dapat dilakukan dengan seketika dan berhenti secara bertahap. Metode pertama dilakukan dengan cara misalnya jika hari ini perokok masih merokok, besoknya langsung tidak menyentuh rokok sama sekali. Cara ini merupakan cara yang paling berhasil. Namun, pada perokok berat memerlukan bantuan medis untuk mengatasi efek withdrawal dan adiksi akibat berhenti merokok. Cara yang kedua adalah dengan berhenti merokok secara bertahap. Cara ini dapat dilakukan dengan menunda kebiasaan merokok pada pagi hari selama 2 jam lebih awal dari hari sebelumnya setiap harinya. Misalnya kebiasan merokok pertama rata- rata jam 7 pagi, kemudian selama satu minggu ini jam merokok pertama dikurangi perlahan- lahan hingga pada akhirnya semalam mungkin. Cara berhenti bertahap ini juga dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap setiap harinya hingga pada suatu hari tidak ada rokok yang dihisap.

5. Pendekatan 5A

Pendekatan ini biasanya dilakukan oleh petugas kesehatan yang mendampingi perokok untuk melakukan program berhenti merokok, 5A terdiri dari ask, advice, assess, assist, dan arrange. Ask, dilakukan dengan bertanya apakah perokok merokok selama ini. Jika iya, dilanjutkan dengan advice, yaitu menganjurkan untuk berhenti dan kemudian Assess, yaitu menilai apakah perokok memiliki keinginan untuk berhenti merokok sekarang. Assist, membantu atau mendampingi program berhenti merokok. Arrange adalah tindak lanjut dari semua kegiatan program berhenti merokok yang dilakukan.

6. Kurangi kebiasaan minum alkohol

Jika anda dapat mengurangi atau menghentikan sama sekali kebiasaan minum alkohol maka anda dapat mengurangi risiko kanker laring dan kanker liver. Sebaiknya laki- laki dan wanita tidak minum alkohol lebih dari 14 unit dalam seminggu. Jika anda peminum alkohol berat dengan mengonsumsi alkohol lebih dari 14 unit sebaiknya jangan minum lebih dari tiga hari atau lebih. Satu unit alkohol sama dengan 25 ml normal-strength lager atau spirits. Penelitian menunjukan bahwa risiko menderita kanker laring dapat berkurang secara signifikan dalam waktu 5- 10 tahun jika tidak minum alkohol dan setelah 20 hingga 30 tahun kemudian, risiko menderita kanker laring akan sama dengan seseorang yang tidak pernah meminum alkohol. Hubungi dokter anda jika anda mengalami kesulitan untuk mengurangi jumlah alkohol yang anda minum. Anda mungkin memerlukan terapi tambahan, dimana dapat termasuk konseling, kerja kelompok atau pengobatan.

Baca juga:

7. Makanan sehat

Peneliti menyimpulkan bahwa makanan yang mengandung banyak buah segar dan sayuran segar terutama tomat, buah sitrus seperti jerk, anggur dan lemon, minyak zaitun dan minyak ikan dapat mengurangi risiko menderita kanker laring. Makanan tersebut memiliki antioksidan yang cukup tinggi untuk melawan kanker. Tipe diet ini sering disebut diet mediterranean. Makan banyak buah dan sayuran setiap hari dapat membantu mengurangi risiko kanker laring.

Demikianlah cara- cara yang dapat anda ketahui dan lakukan untuk menghindari kanker laring. Cara- cara ini tidak hanya untuk kanker laring saja namun bisa untuk mencegah kanker yang lain seperti kanker paru, kanker mulut, kanker hidung, kanker faring.

, ,
Oleh :
Kategori : Kisah Kanker

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Doctors Talk

Ingin terbebas dari kanker ? Sudah saatnya rutin konsumsi herbal ini.