5 Pengobatan Kanker Usus Secara Medis

Insiden kanker usus terus meningkat setiap tahunnya. Kanker usus merupakan salah satu dari lima kanker yang paling sering diderita masyarakat. Penyebab kanker usus dapat disebabkan oleh genetik dan gaya hidup. Karena perubahan zaman, gaya hidup masyarakat cenderung beralih ke makanan yang siap saji dan instan. Makanan- makanan tersebut mengandung karsinogen yang dapat memicu kanker usus dan terebih lagi dapat menyebabkan gejala kanker usus besar stadium 4 yaitu metastasis. Metastasis merupakan bahaya kanker usus yang harus dicegah. Mencegah kanker usus sangat penting dilakukan mengingat gejala awal kanker usus susah dikenali dan pengobatan kanker usus yang terkini masih memiliki outcome yang belum maksimal. Perlu anda ketahui terdapat beberapa pengobatan kanker usus yang terus dikembangkan agar menghasilkan outcome yang lebih baik bagi penderita kanker usus. Berikut adalah macam- macam cara pengobatan kanker usus.

Sponsors Link

1. Terapi dengan endoskopi

Terapi dengan endoskopi adalah suatu metode yang menggunakan bantuan suatu alat seperti selang logam yang dimasukan ke dalam saluran pencernaan yang dilengkapi dengan kamera optik. Kamera ini akan meperlihatkan gambaran usus pasien yang dapat digunakan oleh klinisi untuk mencari dimana tumor kanker usus berada. Setelah ditemukan, tumor tersebut akan dipotong dengan alat khusus yang dimasukan melalui selang endoskopi. Metode terapi ini terdiri dari polipektomi, reseksi mukosa endoskopi dan diseksi submukosa endoskopi. (Baca Juga: Gejala Kanker Usus Halus , Penyebab Kanker Empedu )

Indikasi dilakukannya terapi dengan endoskopi adalah stadium dari kanker usus yang meliputi ukuran, prediksi kedalam dan invasi dan morfologi tumor. Selain itu, tipe jaringan dari tumor juga menjadi pertimbangan pengunaan metode ini. Selain untuk terapi, pemotongan dengan bantuan alat endoskopi ini juga sekaligus dapat difungsikan untuk menegakan diagnosis. Metode ini terdiri dari eksisi biopsi dan kebutuhan untuk mengetahui jenis jaringan dibutuhkan untuk tingkat kesembuhan yang lebih baik. (Baca Juga:  Stadium Kanker Usus (0-4) ,  Ciri Benjolan Kanker Payudara)

Pemotongan en bloc lebih diminati karena keakuratan diagnosis dari status invasi dari karsinoma dalam menentukan batas dan kedalaman area tumor. Dua cm adalah ukuran tumor terbesar yang  dapat dengan mudah dilakukan pemotongan en bloc dengan metode polipektomi atau snare EMR. Karena itu, metode ini dapat memberikan hasil maksimal untuk kanker usus yang menunjukan gejala kanker usus stadium I, gejala kanker usus stadium II, serta gejala kanker usus stadium III, bahkan untuk kanker usus stadium awal. Kekurangan dari metode ini adalah Teknik terapi ini yang sangat susah dan terdapat risiko komplikasi yang sangat tinggi. (Baca juga: stadium kanker usus gejala kanker usus pada anak)

2. Pembedahan

Pembedahan dilakukan dengan melakukan sayat pada perut, dapat dilakukan dengan membuat sayatan melintang atau dengan membuat beberapa sayatan kecil dan memasukan tiga alat yang disebut pembedahan laparoskopi. Pada proses pmbedahan ini juga dilakukan pengambilan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening adalah jalan sel tumor kanker usus untuk menyebar ke organ tubuh yang lain. (Baca Juga: Kanker Usus Besar , Penyebab Kanker Usus Besar)

Tingkat keluasan kelenjar getah bening yang diangkat selama operasi pembedahan kanker usus bergantung pada keadaan klinis pasien sebelum di operasi. Atau bergantung pada tingkat penyebaran kanker melalui kelenjar getah bening dan kedalam invasi tumor usus ke dinding perut yang dapat diamati selama proses pembedahan yang sedang berlangsung. (Baca juga: ciri ciri kanker lambung)

Jika kelenjar getah bening dicurigai mengalami metastasis berdasarkan temuan klinis sebelum operasi, maka kelenjar tersebut dapat diambil bersama dengan tumor kanker usus. Sebaliknya, jika dari klinis sebelum operasi tidak didapatkan penyebaran kanker kelenjar getah bening, maka keputusan untuk mengangkat kelenjar getah bening adalah berdasarkan kedalaman invasi tumor usus terhadap dinding perut. (baca juga: biopsi kanker usus besar)

Sponsors Link

3. Pembedahan laparoskopi

Pembedahan laparoskopi adalah salah satu pembedahan transabdominal. Indikasi dilakukannya pembedahan ini ditentukan berdasarkan pengalaman dan kemampuan ahli bedah dan juga faktor dari tumor itu sendiri, seperti lokasi dan derajat perkembangan kanker. Selain itu faktor dari pasien juga mempengaruhi keputusan dilakukannya operasi laparoskopi yaitu obesitas dan riwayat operasi open abdominal sebelumnya.

Baca juga:

4. Kemoterapi

Kemoterapi terdiri dari kemoterapi adjuvan dan kemoterapi untuk mencegah kekambuhan postoperasi dan kemoterapi sistemik untuk kanker usus yang tidak dapat dilakukan pembedahan. Secara umum, obat anti kanker yang telah aman digunakan untuk pengobatan kanker usus adalah obat oral dan obat injeksi.

  • Kemoterapi adjuvan

Kemoterapi adjuvan adalah kemoterapi yang dilakukan setalah dilakukan operasi untuk mencegah kekambuhan dan meningkatkan prognosis pasien yang telah melakukan pembedahan. Prinsip umum yang mendasari indikasi kemoterapi sistemik adalah

  • kanker usus stadium III yang telah dilakukan operasi
  • fungsi organ tubuh mayor masih baik yang ditandai dengan jumlah sel darah putih diatad 4000/mm3 , hitung platelet masih lebih dari 100000/mm3 , bilirubin total <2mg/dL, AST/ALT <100 IU/L, serum kreatinin tidak melebihi batas atas normal
  • stasus performance baik
  • pasien telah pulih dari komplikasi post-operasi
  • pasien telah mekakukan persetujuan tertulis
  • pasien tidak memiliki komplikasi yang serius seperti sumbatan usus, diare atau demam
  • untuk pasien yang menderita kanker usus stadium II dan memiliki risiko kekambuhan yang tinggi, pemberian kemoterapi adjuvan dilakukan setelah pasien memberikan persetujuan tertulis.

Baca juga:

Sponsors Link

5. Radioterapi

Radioterapi digunakan untuk menerapi pasien yang memiliki kanker usus yang stadium lanjut. Radioterapi dapat diberikan sebagai terapi tambahan atau adjuvant setelah operasi untuk mencegah kekambuhan atau sebelum operasi untuk mengurangi ukuran tumor dan mempertahankan spinchter anus. Selain itu, radioterapi dapat digunakan sebagai bagian dari terapi paliatif untuk menghilangkan gejala dan memperpanjang waktu bertahan hidup pasien yang memiliki tumor yang tidak dapat dioperasi. (Baca Juga: Manfaat Vitamin E Untuk Pengobatan Kanker )

  • Radioterapi adjuvan

Radioterapi adjuvan diklasifikasikan menjadi tiga kategori berdaarkan waktu operasi, yaitu radioterapi preopratif, radioterapi intraoperatif dan radioterapi popst-operatif. Tujuan dilakukannya terapi adjuvan adalah untuk meningkatkan control lokal dan tingkat bertahan hidup pasien kanker usus. Sebagai tambahan, tujuan preoperasi radioterapi adalah untuk mempertahankan sphincter anal dan tingkat reseksi. (Baca juga: Gejala Kanker Anal , Tanda-tanda Kanker Usus)

  • Radioterapi paliatif

Radioterapi paliatif dapat dilakukan didalam rongga panggul (pelvis) atau diluar rongga panggul. Tujuan dilakukan radioterapi paliatif di dalam rongga panggul adalah untuk menghilangkan gejala kanker usus seperti nyeri perdarahan, gangguan pergerakan usus yang disebabkan tumor dalam rongga panggul. Sedangkan, roadioterapi diluar rongga panggul dilakukan terutama jika sudah terjadi penyebaran ke tulang dan menjadi kanker tulang yang menyebabkan ciri kanker tulang seperti nyeri, patah tulang patologi dan kelumpuhan saraf pusat spinal.

, ,
Oleh :
Kategori : Kanker Usus

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Doctors Talk

Ingin terbebas dari kanker ? Sudah saatnya rutin konsumsi herbal ini.