Apakah Kanker Usus Bisa Menular? Ini Jawabannya!

Penyakit kanker termasuk penyakit yang unik, namun sekaligus sangat berbahaya. Dikatakan unik karena karakteristik sel kanker pada setiap orang berbeda meski menyerang organ yang sama. Karena itu penyakit kanker yang diderita setiap orang akan berbeda jenis kankernya begitu pula dengan pengobatan dan lama penyembuhannya. Salah satu jenis kanker yang cukup berbahaya dan sering terjadi adalah kanker usus, termasuk juga kanker usus besar. Gejala kanker usus besar stadium awal dapat dirasakan dengan munculnya gangguan pencernaan dan tubuh merasa sangat lemas. Tanda-tanda kanker usus sebenarnya dapat dirasakan sejak dini, namun seringkali dianggap sepele karena mirip dengan gejala penyakit ringan seperti kembung, mual, dan diare.

Sponsors Link

Untuk mendiagnosis seseorang terkena kanker usus biasanya dokter akan melakukan biopsi kanker, yaitu mengambil sedikit jaringan yang diduga kanker untuk diperiksa secara mikroskopik. Dengan cara tersebut dapat diketahui kanker usus yang diderita termasuk ganas atau tidak. Setelah diketahui hasil dari biopsi tersebut, barulah dapat ditentukan pengobatan kanker usus yang paling tepat. Cara pengobatan kanker usus besar memang bisa dibilang cukup sulit, sehingga tidak jarang orang-orang mencari pengobatan alternatif kanker usus. Umumnya penderita kanker usus yang belum parah masih bisa disembuhkan, tentunya dengan dibarengi penerapan pola hidup sehat.

Apakah Kanker Usus bisa Menular?

Maraknya jumlah penderita kanker usus yang kian bertambah, membuat kebanyakan orang terutama yang berhubungan keluarga dengannya memiliki pertanyaan, apakah kanker usus bisa menular atau tidak. Hal ini dilandaskan pada penyakit dalam organ pencernaan yang sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan dapat berpindah tempat dari satu orang ke orang lain. Namun kenyataannya, kanker usus bukanlah termasuk jenis kanker yang menular. Penyakit kanker bukanlah penyakit yang menular, karena penyakit tersebut merupakan hasil dari mutasi genetik akobat pola hidup tidak sehat yang dijalani oleh seseorang.

Memang benar terdapat beberapa jenis kanker yang dianggap dapat menular, namun sifat menular tersebut bukan secara langsung sel kankernya yang menular. Yang menular di sini adalah mikroorganisme penyebab kanker tersebut, seperti misalnya kanker serviks yang disebabkan virus HPV atau kanker hati yang disebabkan virus Hepatitis. Jadi yang menular adalah virusnya, bukan sel kankernya. Namun pada kanker usus, penyakit ini sama sekali tidak menular karena kanker usus bukan disebabkan infeksi mikroorganisme, melainkan gaya hidup buruk yang dijalani dalam waktu yang lama.

Tindakan Medis untuk Penderita Kanker Usus

Untuk membantu mengatasi dan mengobati kanker usus, ada beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan. Tindakan medis tersebut harus disesuaikan dengan kondisi pasien seperti kekuatan fisiknya, usia, jenis kanker dan tingkat keganasannya. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.

1. Tindakan Operasi

Operasi dilakukan jika pasien masih mengalami kanker usus stadium awal. Sel kanker masih terdapat pada satu titik saja, sehingga mudah untuk diangkat secara total hingga ke akarnya. Terkadang kelenjar getah bening di sekitar perut juga ikut diangkat karena melalui kelenjar tersebut sel kanker dapat bermetastasis.

2. Kemoterapi

Kemoterapi tentu sudah tidak asing didengar sebagai metode pengobatan kanker. Umumnya kemoterapi dilakukan melalui suntikan pada infus, dan efek samping dari pengobatan ini begitu luar biasa. Mual, muntah, pusing, tubuh lemas dan rambut rontok adalah dampak umum dari kemoterapi.

3. Radioterapi

Pengobatan kanker dengan teknik penyinaran ini juga memiliki efek samping yang tidak jauh berbeda dengan kemoterapi. Radioterapi dapat dilakukan dalam beberapa tahap, dengan mengarahkan sinar radiasi ke bagian tubuh yang terkena kanker.

Sponsors Link

4. Imunoterapi

Imunoterapi merupakan terapi untuk menguatkan sistem imunitas tubuh, agar pasien lebih kuat dan mampu melawan penyakit kanker usus dari dalam tubuhnya. Tindakan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan kemoterapi atau radioterapi agar tingkat keberhasilan untuk sembuh semakin besar.

5. Terapi Adjuvan

Terapi adjuvan sebenarnya merupakan kemoterapi yang yang dilakukan pasca operasi. Tujuannya untuk membunuh sisa sel kanker atau sisa akarnya yang mungkin masih tertinggal dalam tubuh pasien. Pengobatan ini dilakukan dengan memberikan obat oral, dimana senyawa kimia dari obat tersebut akan langsung menyasar pada sel kanker.

6. Terapi Endoskopi

Terapi endoskopi merupakan pengobatan kanker usus dengan menggunakan alat berupa selang logam dengan dilengkapi kamera optik. Saat selang dimasukkan ke dalam usus, kamera akan menunjukkan bagian yang terserang tumor atau kanker, setelah itu akan dipotong dengan alat khusus yang juga dimasukkan melalui endoskopi.

Penyakit kanker usus tidak menular dan untuk mengatasinya terdapat beberapa tindakan medis yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi pasien. Untuk membantu proses penyembuhan, kita juga bisa mengkonsumsi makanan untuk penderita kanker usus dan buah yang boleh dimakan penderita kanker usus. Dengan makanan yang sehat kanker usus dapat segera diatasi dan sembuh secara total.

, , , , ,

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Doctors Talk

Ingin terbebas dari kanker ? Sudah saatnya rutin konsumsi herbal ini.