11 Ciri ciri Tumor Ganas Paling Berbahaya

Tumor ganas terdiri dari sel yang tidak normal. Sel ini memiliki kecepatan pembelahan yang sangat cepat dan berpotensi menginvasi dan metastasis. Kanker ganas berasal dari sel epitel yang disebut karsinoma. Sedangakan kanker yang berasal dari mesenkimal (jaringan ikat) disebut sarkoma. Namun, tidak semua kanker memiliki nomenklatur seperti itu, kanker otak dan kanker  darah memiliki penamaan sendiri.

Sponsors Link

baca juga: jenis kanker tulangkanker mata pada anak 

1.Morfologi tumor ganas

Ciri- ciri morfologi dan fungsional sel tumor ganas adalah memiliki inti sel yang besar, berukuran tidak sama, irreguler dan memiliki bentuk yang bervariasi. Anak inti sel yang jelas terlihat dibawah mikroskop. Sitoplasma sel sangat kasrt dan berwarna gelap atau bisa juga berwarna pucat.

baca juga: ciri ciri kanker parupenyebab kanker testis

2.Nukleus (inti) sel tumor

Nukelus sel tumor berperan sangat penting terhadap berbagai perubahan utama pada sel kanker. Perubahan tersebut dapat nampak dari permukaan, volume dan rasio nukleus dan sitoplasma, ukuran dan kepadatan, struktur dan homogenitas. Jika diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran yang sangat besar dapat terlihat ultrastruktur yang dimiliki inti sel kanker.

Inti sel memiliki segmentasi nukleus, invaginasi, perubahan struktur kromatin (materi DNA sel) seperti reduksi heterokromatis, peningkatan granul interkromatin dan perikromatin, peningkatan lubang membran nukleus, pembentukan inklusi. Anak inti sel bercirikan hipertrofi, makr0- dan mikrosegregasi, pergerakannya terhadap membran, peningkatan numerik dan pembentukan sistem kanalikuler intranukleus antara membran inti sel dan anak inti sel.

baca juga: penyebab tumor jinak menjadi ganas

3.Sitoplasma sel tumor ganas

Sitoplasma sel tumor ganas mengalami beberapa perubahan, yaitu munculnya struktur yang baru atau struktur yang normal menghilang. Akumulasi dari beberapa protein yang menyebabkan warnanya menjadi kebiruan. Sel ganas memilihi jumlah sitoplasma yang sedikit dan terutama terdiri dari vakuola- vakuola. Beberapa organela penghasil protein berganti menjadi ribosom bebas yang menunjang produksi protein besar- besaran yang digunakan untuk proses pertumbuhan sel tumor. Aparatus golgi pada sel ganas sangat buruk diferensiasinya di mana melibatkan hubungan positif dengan dengan differensiasi sel yang buruk.

Sel ini dapat kehilangan diferensiasi secara sporadis yang memperlihatkan aparatus golgi. Organ mitkondria adalah organ yang menghasilkan energi. Volume mitokondria akan berkurang seiring dengan berkembangnya tumor. Mitokondria akan memperlihatkan variasi bentuk dan volume. Biasanya terjadi perbesaran ukuran karena terjadi metabolisme energi yang tidak normal pada membran mitokondria yang sering disebut fenomena warburg. Perubahan kristal mitokondria terjadi, inklusi pada matriks dan gambaran pyknotik yang dapat muncul. Distribusi longitudinal mitokondria melibatkan insufisiensi sitokrom oksidase.

Perubahan peroksisome hanya muncul pada organ yang terkandung di dalamnya dan mengalami gangguan. Glikogen adalah glukosa yang tersimpan di dalam jaringan. Pada kanker, jumlahnya bertambah banyak dan banyak ditemukan di sel hepar dan ginjal. Namun, pada efek kanker hati dan kanker serviks kadar glikogen ini ditemukan sedikit pada kedua organ tersebut. Namun, penurunan glikogen disertai peningkatan lipid. Lisosom adalah organel sel yang berfungsi untuk menghancurkan berbagai patogen seperti bakteri atau virus yang bersifat membahayakan bagi sel. Pada penderita kanker, organel sitoplasma ini mengalam penurunan jumlah

baca juga: pengobatan kanker nasofaring

Sponsors Link

3.Perubahan sel degeneratif

Perubahan degeneratif pada sel ditunjukan dengan gumpalan- gumpalan protein pada sitoplasma. Di beberapa jenis kanker mekanisme bunuh diri selnya berjalan dan meninggalkan sisa- sisa tubuh apoptosis seperti serabut- serabut pada sel. Kapasitas invasi dan metastasis pada sel kanker bergantung pada kemungkinan untuk pindah dan memastikan isi proteinnya.

baca juga: gejala kanker usus pada anak

4.Perubahan pada membran sel

Membran sel adalah selubung yang melingkupi sitoplasma, organel dan inti sel. Membran sel sangat berperan penting dengan terjadinya proses malignansi. Perubahan molekuler permukaan sel berhubungan dengan keganasan dan dapat berpengaruh pada evolusi tumor sama seperti reaksi host terhadap lesi. Protein dan karbohidrat yang berperan sebagai enzim dan reseptor permukaan sel akan melakukan perubahan- perubahan tertentu seperti peningkatan atau penurunan beberapa reseptor permukaan yang berperan untuk kesensitivitasnya sel.

Perubahan protein strukturan atau reseptor permukaan yang tidak lagi bereaksi dengan ligand, adanya molekul permukaan yang baru yang bercirikan jaringan embrio dimana tersembunyi dibalik sel orang dewasa. Molekul permukaan yang abnormal dapat berperan sebagai antigen dan dikenali melalui mekanisme pertahanan seluler dan humoral. Akibatnya, sel tumor akan dikelilingi kompleks imun di mana memperbolehkan komplemen untuk menghancurkan sel yang diselubungi antibodi dan menyebabkan fagosit untuk menyerang sel tersebut.

baca juga: gejala kanker mata pada anak

ads

5.Hilangnya membran basal

Pada tumor ganas membran basal dapat hilang dan hancur karena berbagai enzim yang dikeluarkan sel kanker. Kehilangan membran basal merupakan kriteria fundamental dari diferensiasi morfologi dan biologikal antara tumor jinak dan tumor ganas.

baca juga: ciri ciri kanker kelenjar getah bening

6.Mitosis

Mitosis adalah istilah yang menamai pembelahan sel. Jumlah mitosis yang meningkat disertai kelainan bentuk dari sel- sel anak karena tidak adanya benang spindle. Benang spindle sangat dibutuhkan pembelahan sel untuk menarik kromosom ke polar atau kutub sel induk yang berlawanan sehingga tiap sel anak memiliki materi genetik yang jumlahnya sama dengan sel induk.

Jika hal ini tidak terjadi dengan baik maka dapat terjadi penghilangan beberapa atau penambahan materi genetik yang akan mengganggu produksi protein dan berbagai signaling pada sel. Pada akhirnya timbulah sel kanker.

7.Sifat sel kanker

Sifat sel kanker yang dapat membelah dengan cepat disebabkan karena hilangnya sinyaling dan bahan aktif yang menghambat atau mengontrol pembelahan sel seperti hormon pertumbuhan, hormon, molekul seperti hormon, enzim litik dan lain sebagainya. Enzim litik adalah enzim yang mempercepat proses penghancuran sel tumor dalam sistem kematian sel secara otomatis. Enzim litik terdiri dari kolagenase, cathepsin dan plasmogen activator.

8.Perubahan metabolisme sel kanker ganas

Metabolisme tubuh dijalankan oleh sel- sel tubuh. Metabolisme adalah proses pemecahan nutrisi makanan dari molekul yang besar menjadi molekul yang berukuran kecil yang dapat digunakan sebagai sumber energi sel dan tubuh. Terjadi perubahan yang cukup besar pada metabolisme energi pada sel kanker jika dibandingkan pada sel normal.

Pada sel normal, produksi energi yang efisien adalah melalui siklus glikolisis dan sikus kreb dengan menghasilkan energi 36 ATP dari setiap molekul glukosa. Metabolisme ini diperantarai oleh penggunaan oksigen dan mewakili jalur produksi energi utama dari semua mayoritas sel. Sedangkan, pada sel kanker terjadi anomali pada siklus glikolisis dan siklus kreb. Ciri ciri sel kanker adalah penggunaan oksigen yang buruk sehingga penggunaan glukosa sangat masif namun hanya menjadi asam laktat.

Akibatnya, sel kanker ganas akan mengambil glukosa darah 5- 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan sel normal dan mereka dapat memproduksi asam laktat yang sama banyaknya dan nantinya dapat diubah menjadi glukosa di daam hati. Ciri- ciri tumor ganas yang seperti ini bersifat parasit bagi organisme karena menyerap banyak energi. Karena itu, pasien kanker ganas mengalami kondisi yang cepat lelah dan mengantuk.

9.Proliferasi sel yang cepat

Proliferasi adalah salah satu ciri ciri tumor ganas. Sel akan terus tumbuh tanpa berhenti. Pada tumor ganas terjadi proliferasi yang masih memiliki batatsan, sedangkan pada tumor ganas, pertumbuhan selnya akan invasif dan masif. Walaupun ada fase diam, namun fase tersebut kemudian akan diikuti oleh fase pertumbuhan yang tidak terkontrol.

Secara normal, sel normal akan berkembang melewati 4 fase pembelahan sel, yaitu fase S, G2 , M dan G1. Sel kanker akan mengalami percepatan dari semua fase sel tersebut. Pada kasus dimana kecepatan pembelahan sel tidak dipercepat, proliferasi neoplasma adalah hasil dari gangguan maturasi sel. Sehingga jumlah sel yang membelah terus menerus menjadi sangat banyak. pada beberapa tumor, ritme kematian sel secara otomatis melambat yang dijumpai pada tumor limfoid.

Sponsors Link

10.Kehilangan diferensiasi

Kehilangan diferensiasi ditentukan oleh berkurangnya organel sel seperti retikulum endoplasmic dan aparatus golgi yang berperan untuk memproduksi protein. Selain itu, sel yang kehilangan diferensiasi dapat kehilangan polaritas organela dan membran sel sehingga morfologi sel menjadi tidak beraturan dan juga fungsinya menjadi tidak normal. Sel kanker akan serupa seperti sel janin yang terus membelah.

Pada kenyataanya, kompleks sel tumor ganas terdiri dari tiga tipe berbagai sel dimana tidak hanya kehilangan diferensiasi namun juga prosesnya menjadi tidak beraturan bersamaan dengan sel yang normal, maturasi yang berlebihan dan sintesis dari substansi yang baru. Hal ini akan yang menyebabkan variasi jaringan pada populasi sel tumor. Diferensiasi yang multi arah menyebabkan munculnya substansi atipikal, selain itu epitel sel tumor dapat membentuk kolagen sendiri.

11.Apoptosis

Apoptosis berasal dari bahasa yunani, yaitu kata “apo” yang artinya dari dan “ptosis” yang artinya jatuh. Apoptosis dalam bahasa yunani mengekspresikan kejatuhan daun atau kelopak bunga. Pada biologi sel, terminologi ini digunakan untuk fungsi vital yng berhenti dan menyebabkan kematian tanpa adanya intervensi dari faktor luat. Sel memiliki mekanisme biologis dan kimia yang dapat menentukan kematian sel.

Apoptois merupakan proses yang fisiologis yang dapat memicu aktivasi kerusakan sendiri genetik tubuh manusia. Karena adanya perubahan pada reseptor membran sel, terjadi gangguan mekanisme apoptosis. Sehingga sel lama tetap ada dan sel baru akan terus terbentuk yang menyebabkan sel itu akan berkumpul dan membentuk gejala kanker berupa benjolan.

, ,
Post Date: Monday 10th, July 2017 / 06:53 Oleh :
Kategori : Tanda Umum