Fotodinamik Terapi : Metode, Biaya, dan Efek Sampingnya

Kanker yang terdiri dari bermacam-macam jenisnya memang sangat mengkhawatirkan. Pengobatan yang ditemukan seperti kemoterapi, radioterapi dan beberapa jenis pengobatan lainnya dianjurkan bagi pasien kanker untuk mendapatkan kesembuhan. Teknik pengobatan kanker yang biasanya menggunakan obat kimia akan menimbulkan efek samping signifikan bagi penderitanya. Hal inilah yang terkadang menjadi alasan beberapa pasien enggan untuk melakukan terapi. Terdapat satu lagi metode pengobatan kanker berupa  terapi fotodinamik yang dapat menjadi pilihan bagi penderita kanker dengan efek samping yang lebih ringan. (baca juga: krioterapi, Gejala Kanker Serviks Stadium 4)

Sponsors Link

Fotodinamik Terapi atau juga dikenal sebagai PDT (Photodynamic Therapy) adalah suatu metode terbaru bagi pengobatan kanker. Aplikasi ini dapat mengurangi rasa sakit yang dialami penderita kanker sebagai akibat atau efek samping pengobatan kanker lainnya. Metode PDT dilakukan melalui reaksi laser yang mengandung bahan kimia obat untuk disinarkan pada sel kanker. Perlakuan ini tidak seperti radioterapi karena fotodinamik dapat diaplikasikan di area yang sama berkali-kali tanpa risiko terhadap pasiennya. (baca juga:Kanker Rahim Stadium 1 , Pengobatan Kanker Pankreas Stadium 4)

Metode Fotodinamik terapi biasanya diterapkan pada tumor padat yang terdapat di permukaan seperti kulit atau selaput lendir atau tumor yang dapat dijangkau oleh fiberoptik  penghantar foton, sehingga mudah dihancurkan. PDT menggunakan metode bedah non-invasif yang berasal dari reaksi obat dan sinar laser. Jika dibandingkan dengan beberapa metode terapi kanker lainnya PDT lebih terjangkau biaya pelaksanaannya serta tergolong aman bagi penderita. Fotodinamik Terapi juga dikenal dengan nama Fotokemoterapi yang menggunakan beberapa jenis sinar antara lain sinar biru, LED, serta laser untuk membantu reaksi obat yang diberikan dan menghancurkan sel abnormal. Biaya untuk sekali melakukan terapi laser fotodinamik ini dibebankan kepada penderita sekitar Rp. 400.000,- hingga Rp 800.000,- sekali terapi.

Baca juga:

Metode dan Mekanisme Kerja Fotodinamik Terapi

Fotodinamik terapi merupakan prosedur rawat jalan yang boleh dipilih pasien kanker agar mereka tetap dapat beraktifitas seperti biasanya meski tetap dalam pantauan tim medis yang merawat. Pengobatan dengan metode PDT didasarkan pada reaksi kimia yang mendapat penyinaran laser. Berikut ini adalah metode pelaksanaan Fotodinamik terapi lebih lanjut.

  • Fotosensitizer, merupakan bahan kimia obat yang akan bereaksi dengan sinar laser untuk menghancurkan sel kanker. Reaksi fotosensitizer yang berpadu dengan foton (sinar laser) serta oksigen dapat menyebabkan apoptosis (kematian aktif) maupun nekrosis (kematian pasif) dari sel kanker yang dihancurkan tanpa menyebabkan kerusakan sel pada jaringan yang normal. Fotosensitizer diberikan dalam bentuk larutan yang diinjeksikan pada pembuluh darah balik (intravena). Beberapa jenis fotosensitizer yang dapat digunakan antara lain HDP (hematoporphyrin derivative) atau mTHPC (meta Tetra Hydroxy Phenyl Chlorine).
    Sponsors Link

  • Foton, adalah sinar laser yang digunakan untuk mereaksikan fotosensitizer guna menghancurkan sel kanker. Sumber daya laser menggunakan mesin pembangkit semikonduktor dengan daya pasok level rendah dan mudah diatur tekanannya. Biasanya berada pada ukuran 100 mW- 1 W. Dosis energi laser yang dibutuhkan dapat diprogram dan diatur melalui komputer yang sebelumnya sudah terpasang pada mesin pembangkit laser.

Artikel Terkait: Cara Pengobatan Kanker Lidah, Tanda Awal Kanker Mulut

Fotosensitizer yang sudah diberikan dalam bentuk injeksi akan menempatkan molekulnya pada sel kanker dan dapat lebih tinggi konsentrasinya daripada sel normal. Kondisi ini akan menyebabkan kepadatan molekul fotosensitizer yang cukup tinggi pada sel tumor. Selang beberapa saat akan dilakukan penyinaran dengan laser (iluminasi) untuk mereaksikan kandungan fotosensitizer. Tahap berikutnya adalah penyinaran menggunakan fiber optik. (baca juga: Biopsi Kanker Usus Besar, Radioterapi Kanker Payudara)

Pada kondisi berikutnya, reaksi akan menghancurkan sel kanker melalui kerusakan di beberapa area seperti mitokondria, dinding sel, serta sitoplasma. Fotodinamik terapi mampu menimbulkan kerusakan pembuluh darah yang sejatinya berfungsi memasok kebutuhan darah bagi sel kanker. Akibat rusaknya pembuluh darah tersebut maka sel kanker akan kehilangan energi untuk tumbuh dan akhirnya mengecil hingga terjadi kematian sel kanker. Situasi inilah yang dimanfaat oleh tim medis untuk melakukan operasi guna menghilangkan sel kanker yang mati secara tuntas.

Artikel terkait : Vaksin Kanker Payudara, Gejala Kanker Mulut

Efek Samping Fotodinamik Terapi

  • Nyeri, pada pasien yang baru menjalankan terapi ini akan mengalami tasa nyeri di satu bagian yang mendapat penanganan medis PDT. Hal tersebut disebabkan adanya nekrosis (kematian) jaringan sel kanker. Nyeri dapat dikurangi dengan mengonsumsi obat pereda rasa sakit yang sudah dianjurkan doketr.
  • Peka Cahaya, pasien akan mengalami kepekaan pada cahaya baik yang berasal dari lampu maupun sinar matahari langsung. Pengaturan pencahayaan pada ruangan akan membantu mengurangi efek samping ini dan pasien dapat beraktifitas seperti biasa.
  • Pada tumor yang berada pada pembuluh darah besar dapat terjadi pendarahan
  • Pembengkakan dapat terjadi pada area tertentu dan akan hilang secara bertahap

Jenis Kanker yang Disarankan Menggunakan PDT

  • Kanker saluran cerna
  • Kanker paru-paru
  • Kanker kulit
Sponsors Link

Beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker serviks, kanker hati, kanker prostat sedang menunggu tahap penelitian lebih lanjut untuk dapat disarankan memilih jalur pengobatan Fotodinamik terapi ini. Untuk jenis obat lain yang dianjurkan  bagi teknik pengobatan PDT diantaranya adalah sodium porfimer, asam aminolevulinic, dan ester metil. Pengobatan PDT memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah hanya dapat digunakan untuk menghancurkan sel tumorpadat atau jaringan kanker yang berada di permukaan (baik kulit maupun selaput lendir). Tumor yang bisa dihancurkan harus berukuran kurang dari 1 cm. Dengan kedalaman yang terbatas dan ukuran yang kecil tersebut teknik PDT hanya sesuai bagi kanker yang masih baru tumbuh atau berada pada stadium awal saja.

Baca Juga:

Pada dasarnya pengobatan PDT bukan merupakan teknik pengobatan untuk menghilangkan kanker secara tuntas. Keberadaan metode PDT hanya digunakan untuk membantu tim medis melakukan operasi pembedahan karena PDT mampu mengecilkan ukuran sel kanker yang ada. Setidaknya, teknik pengobatan PDT dapat diaplikasikan untuk menambah harapan kesembuhan bagi penderita kanker.

Artikel terkait: Tanda Awal Kanker Gusi, Bahaya Kanker Kulit Melanoma

Demikian artikel informatif mengenai teknik pengobatan menggunakan fotodinamik terapi. Semoga bermanfaat bagi anda!

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan