7 Efek Kemoterapi ke 3 pada Penderita Kanker

Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan bagi penyakit kanker, dimana berperan dalam membunuh sel-sel kanker yang tumbuh dan berkembang didalam tubuh. Oleh sebab itu, kemoterapi memiliki peran yang penting dalam melawan sel-sel kanker. Jenis kemoterapi kanker yang dilakukan oleh penderita kanker juga berbeda-beda tergantung pada jenis dan lokasi kanker, tingkat atau stadium kanker, hingga juga faktor-faktor seperti apakah ada masalah kesehatan tertentu lainnya didalam tubuh.

Sponsors Link

Walaupun kemoterapi menjadi salah satu harapan bagi para penderita kanker, namun metode pengobatan tersebut ternyata juga memiliki efek samping yang signifikan dan bahkan tidak sedikit. Apa saja efek samping tersebut? mari simak ulasan berikut mengenai efek samping kemoterapi ke 3.

Kapan Dilakukan Kemoterapi?

Waktu pengobatan kemoterapi memang akan berbeda-beda pada setiap penderita kanker, seperti adanya kemoterapi kanker payudara, kemoterapi kanker otak, da lainnya. Namun biasanya pada kemoterapi dosis rendah maka akan berlangsung selama 12 minggu dengan siklus 1-2 minggu sekali. Sehingga setidaknya membutuhkan waktu 3 bulan. Waktu tersebut juga merupakan perkiraan waktu tercepat dalam proses kemoterapi.

Selain itu, kemoterapi terkadang akan dilakukan bersama-sama dengan tindakan pengobatan kanker lainnya. Sebagai contoh seperti dengan operasi, terapi radiasi, maupun juga terapi biologis lain. Berikut beberapa proses kemoterapi yang dilakukan:

  • Kemoterapi dilakukan sebelum operasi atau terapi radiasi, dengan tujuan untuk mengecilkan ukuran tumor terlebih dahulu
  • Kemoterapi dilakukan setelah operasi atau terapi, sehingga dapat menghancurkan sel-sel kanker yang masih tersisa
  • Kemoterapi dilakukan saat atau bersamaan dengan proses terapi radiasi atau terapi biologi, dengan tujuan untuk memaksimalkan efek pengobatan yang dilakukan

Terlebih lagi kemoterapi juga dilakukan saat upaya pencegahan kembali pertumbuhan sel kanker maupun mencegah adanya penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya.

Efek Samping Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi memang dikenal memberikan efek samping yang tidak sedikit bahkan juga dapat dilihat secara langsung dan tidak hanya didalam tubuh saja. Bahkan juga akan sulit memprediksi seberapa berat penderita kanker akan mengalami efek samping kemoterapi karena adanya perbedaan reaksi oleh tubuh. Walaupun begitu, pengobatan kemoterapi tetap menjadi salah satu metode yang efektif bagi penderita kanker.

Adanya efek samping dari kemoterapi sendiri dikarenakan obat-obat kimia yang digunakan tidak mampu membedakan antara sel kanker dan sel normal didalam tubuh, seperti efek kemoterapi kanker getah bening. Dimana hal tersebut disebabkan karena kedua sel sama-sama berkembang secara pesat. Misalnya seperti pada sel kulit sel darah, dan sel-sel didalam tubuh lainnya akan sangat mudah mengalami efek kemoterapi. Berikut beberapa efek samping kemoterapi terutama pada efek kemoterapi ke 3:

  • Rambut rontok

Rambut rontok merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang sudah menjadi rahasia umum, oleh sebab itu banyak juga cara mengatasi rambut rontok akibat kemoterapi. Pada kemoterapi ke 3, juga akan memberikan efek samping berupa rambut yang semakin rontok. Bahkan kerontokan rambut yang dialami bukan hanya pada bagian kepala saja, namun juga pada bagian tubuh lain seperti ketiak, wajah, hingga juga kemaluan.

Walaupun demikian, kerontokan yang dialami biasanya hanya bersifat sementara. Artinya bahwa rambut bisa tumbuh kembali setelah proses pengobatan selesai, baik secara alami maupun juga dapat dibantu dengan vitamin penumbuh rambut setelah kemoterapi.

  • Mual dan Muntah

Tidak hanya rambut rontok saja yang menjadi efek samping kemoterapi yang banyak diketahui, namun efek samping seperti mual dan muntah juga menjadi efek samping yang wajar dialami dalam pada proses kemoterapi. Oleh sebab itu, biasanya dokter juga akan memberikan obat lain untuk mengurangi rasa mual dan muntah yang dialami.

  • Sembelit

Pada proses pengobatan kemoterapi, penderita kanker juga akan mengalami efek pada pencernaan didalam tubuh. Salah satu yang akan dialami pada kemoterapi ke 3 adalah kondisi sembelit atau susah buang air besar. Terlebih lagi dengan penambahan obat pengurang mual dan muntah yang diberikan menyebabkan penderita kanker lebih mengalami sembelit.

  • Kembung

Selain sembelit, efek yang terjadi pada pencernaan juga menyebabkan penderita kanker pada kemoterapi ke 3 mengalami perut kembung. Kondisi tersebut menyebabkan sering buang angin dan juga sendawa.

Sponsors Link

  • Kesemutan

Efek samping selanjutnya adalah kesemutan yang dialami pada ujung-ujung jari. Biasanya efek samping ini akan dirasakan selama sekitar 3 hari, dan lebih terasa lagi ketika terkena oleh benda-benda yang dingin.

  • Demam

Pada efek kemoterapi ke 3 juga memungkinkan penderita kanker mengalami demam. Dimana suhu tubuh dapat meningkat hingga 39 derajat.

  • Kelelahan

Efek samping yang terakhir adalah kelelahan, dimana hampir semua penderita kanker yang menjalani proses pengobatan kemoterapi akan mengalami efek samping yang satu ini. Oleh sebab itu, dalam pengobatan kemoterapi akan dianjurkan untuk mendapatkan istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas yang dapat membuat tubuh semakin kehilangan energi maupun kelelahan.

Itulah beberapa efek samping kemoterapi ke 3 yang dapat dialami oleh para penderita kanker dalam proses pengobatannya. Walaupun demikian, bukan berarti semua penderita kanker akan mengalami efek samping tersebut, karena kesehatan dan respon tubuh setiap orang akan berbeda-beda. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Doctors Talk

Ingin terbebas dari kanker ? Sudah saatnya rutin konsumsi herbal ini.