3 Cara Mengatasi Rambut Rontok Akibat Kemoterapi dengan Aman

Penyakit kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak ditakuti karena dapat menyebabkan kematian atau memiliki tingkat harapan hidup yang rendah, seperti umur penderita kanker payudara terutama saat kanker telah berkembang dan menyebar ke berbagai bagian tubuh. Pilihan pengobatan dari kanker sendiri juga tidak beragam, salah satunya yang paling umum dijalani adalah melalui kemoterapi.

Sponsors Link

Kemoterapi sendiri merupakan proses pengobatan kanker dengan menggunakan obat-obat kimia khusus. Tujuannya adalah untuk mematikan sel-sel kanker yang tumbuh dengan pesat. Proses kemoterapi sendiri memiliki efek samping yaitu rambut rontok hingga berpotensi terhadap kebotakan, oleh sebab itu terdapat pula ciri-ciri rambut rontok karena kanker. Walaupun begitu, anda tidak perlu khawatir karena berikut ini ada beberapa cara mengatasi rambut rontok akibat kemoterapi yang perlu anda ketahui.

Kemoterapi dan Rambut Rontok

Rambut rontok sebagai salah satu efek samping kemoterapi memang sudah menjadi suatu rahasia umum, seperti kemoterapi kanker otak, kemoterapi kanker darah , dan lain sebagainya. Bahkan banyak juga para penderita kanker yang akhirnya memutuskan untuk memangkas habis rambut dan menjadi botak. Kerontokan rambut karena kemoterapi sendiri disebabkan karena obat-obat kemoterapi yang memang dirancang untuk membunuh sel-sel yang tumbuh dengan pesat. Salah satu sel yang tumbuh dengan pesat adalah  folikel rambut. Oleh sebab itu obat kemoterapi juga mempengaruhi pertumbuhan folikel rambut yang mana kemudian menyebabkan rambut menjadi lebih mudah rontok.

Kerontokan rambut yang dialami biasa terjadi mulai dari 10 hingga 14 hari setelah pengobatan kemoterapi dilakukan. Bahkan rambut yang rontok tidak hanya pada bagian kepala saja, namun juga berpengaruh terhadap alis, bulu mata, rambut tubuh, bahkan juga berpengaruh terhadap rambut pada kemaluan. Walaupun berpotensi terhadap kebotakan, namun rambut pada pasien kanker dengan pengobatan kemoterapi sebenarnya masih akan tumbuh kembali dimulai sekitar empat hingga enam minggu berbeda-beda pada setiap penderita, dan tergantung juga pada kondisi tubuh masing-masing.

Walaupun menjadi efek samping kemoterapi kanker, namun ada juga beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi kerontokan rambut akibat dari pengobatan kemoterapi yang dijalani. Beberapa cara tersebut pastinya tetap akan memberikan hasil yang bervariasi pada setiap penderita. Beberapa cara diantaranya adalah:

  • Menggunakan topi pendingin

Para ahli dari Jerusalem Hospital di Hamburg, Jerman menciptakan metode penggunaan topi pendingin yang dapat digunakan oleh para pasien kanker saat melakukan proses pengobatan kemoterapi. Penutup kepala tersebut nantinya dapat melindungi kepala dari racun kemoterapi, dan juga dapat membantu memelihara akar rambut. Kondisi tersebut akan mampu mengurangi kerontokan rambut yang terjadi, walaupun pasien tetap akan kehilangan rambut sekitar 10 hingga 30 persen. Namun setidaknya volume kerontokan rambut dapat sedikit dikurangi dengan penggunaan topi pendingin tersebut.

  • Pendinginan kulit kepala

Pendinginan kulit kepala sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan penggunaan topi pendingin untuk mengurangi kerontokan rambut yang terjadi. Berbedanya adalah bahwa metode pendinginan kulit kepala dilakukan dengan mengompres kepala dengan sesuatu yang dingin saat proses kemoterapi dilakukan. Metode ini akan menutup pembuluh darah didekat kulit kepala, sehingga obat-obat kemoterapi dapat berkurang mencapai folikel rambut. Namun dengan metode ini dapat menyebabkan obat tidak mencapai sel-sel kanker yang telah menyebar ke daerah tersebut, sehingga proses kemoterapi menjadi kurang maksimal. Selain itu, mendinginkan kulit kepala juga dapat menyebabkan kulit menjadi sangat dingin dan memberikan rasa tidak nyaman.

  • Memijat kepala

Cara selanjutnya adalah dengan rutin memijat kepala. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aliran darah ke folikel rambut, sehingga rambut tetap bisa mendapatkan nutrisi dan menjadi sedikit lebih kuat. Walaupun begitu, metode ini hanya mampu mengurangi kerontokan rambut dalam jumlah yang minim saja.

Itulah beberapa cara mengatasi rambut rontok akibat kemoterapi yang dapat anda coba. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kerontokan rambut sendiri tidak bersifat permanen, dan rambut akan tumbuh setelah pengobatan kanker dilakukan. Berikut beberapa perkiraan waktu rambut tumbuh setelah kemoterapi.

Sponsors Link

Perkiraan Rambut Tumbuh setelah kemoterapi

Kecepatan tumbuhnya rambut kembali setelah pengobatan kemoterapi memang berbeda-beda pada setiap penderitanya. Namun pada umumnya, rambut akan dapat tumbuh kembali setelah satu bulan setelah pengobatan kemoterapi. Berikut perkiraan rambut akan tumbuh kembali setelah kemoterapi:

  • 2-3 minggu setelah pengobatan : akan muncul titik-titik hitam di kepala yang menandakan mulai munculnya akar-akar rambut kembali
  • 1-2 bulan setelah pengobatan : setelah akar rambut mulai timbul, maka rambut juga akan mulai tumbuh dan dalam volume yang cukup tebal
  • 2-3 bulan setelah pengobatan : pertumbuhan rambut akan menjadi lebih panjang, setidaknya akan ada 2-3 cm rambut tumbuh memanjang
  • 6 bulan setelah pengobatan : rambut akan mulai tumbuh dengan normal, sehingga rambut menjadi lebih panjang kembali

Demikian informasi dan penjelasan mengenai cara mengatasi rambut rontok akibat kemoterapi beserta dengan perkiraan waktu tumbuhnya kembali setelah proses kemoterapi selesai dilakukan. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan memberikan sedikit kepercayaan diri kembali.

, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Doctors Talk

Ingin terbebas dari kanker ? Sudah saatnya rutin konsumsi herbal ini.