10 Penyebab Kanker Tulang – Stadium dan Jenis Operasi

Kanker tulang merupakan sebuah jenis kanker yang memang dasarnya menyerang bagian tulang manusia dan penyakit ini tak akan memandang bulu. Anak-anak maupun dewasa dapat menderita penyakit ini. Untuk penyebab secara pastinya akan kanker jenis ini memang belum jelas diketahui, tapi ada dugaan-dugaan serta sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kanker tulang. Berikut di bawah ini bisa disimak apa saja faktor tersebut.

Sponsors Link

(Baca juga: ciri-ciri kanker tulang wajib diketahui)

1. Perubahan Struktur DNA

Sebuah kondisi kanker tulang diperkirakan dapat dipicu oleh terjadinya mutasi atau perubahan dalam struktur DNA yang padahal berperan sebagai pengendali pertumbuhan sel. Dengan adanya perubahan tersebut, otomatis pertumbuhan sel-sel akan berada di luar kendali. Sel-sel yang kemudian menumpuk ini malah berpotensi membentuk tumor dan memberikan serangan pada struktur tulang yang ada di dekatnya. Ada kemungkinan lain di mana bakal terjadi penyebaran tumor hingga sampai ke bagian tubuh lainnya.

2. Pertumbuhan Tulang Terlalu Cepat

Ketika pada masa pertumbuhan tulang terlalu cepat tumbuh, ini juga bukan sebuah tanda yang baik karena ternyata kondisi seperti ini juga bisa menandakan kanker tulang. Para remaja yang mengalami masa pubertas, memang pertumbuhan tulang juga penting, namun ketika pertumbuhannya seperti tak terkontrol dan terlalu cepat, ini perlu diperiksakan ke dokter spesialis untuk mengetahui apa ada yang salah di bagian tulang.

(Baca juga: bahaya kanker tulang belakang)

3. Memiliki Penyakit Paget

Paget adalah sejenis penyakit tulang yang juga dapat disebut dengan istilah Osteitis deformans; kondisi seperti ini juga diketahui sebagai sebuah penyakit yang berhubungan dengan metabolisme tulang. Penderita penyakit ini akan mengalami pertumbuhan tulang yang kurang normal dan tidaklah wajar sebab tulang memang menjadi lebih besar, tapi juga lunak. Bagian tulang mana saja bisa terserang kelainan ini, tapi pada umumnya tulang belakang, tulang lengan atas, tulang tengkorak, tulang selangka, tulang kering, tulang paha, dan tulang panggul yang terkena penyakit ini.

Pada kondisi normalnya, tulang tua atau yang kita sebut dengan osteoklas akan dihancurkan oleh sel-sel dan akan ada pembentukan tulang baru atau osteoblas yang dibentuk juga oleh sel-sel tersebut di mana integritas dan struktur tulang bakal dipertahankan di sini. Ketika seseorang menderita penyakit ini, itu tandanya aktivitas osteoklas dan osteoblas pada sejumlah area tulang bakal menjadi berlebih dan akan terjadi peningkatan hebat pada area ini saat pergantian tersebut. Area tersebut akan melalui proses membesar namun terjadi keabnormalan pada strukturnya sehingga melemah dibandingkan area normal.

Kelainan semacam ini biasanya terjadi dan diderita seseorang karena keturunan atau faktor genetik, namun memang tak dijumpai adanya hal spesifik mengenai pola genetik. Bahkan diduga oleh para ahli bahwa penyebab dari penyakit Paget ini adalah infeksi virus. Karena penyakit Paget diduga memicu timbulnya kondisi penyebab kanker tulang, maka perlu diperhatikan gejala-gejala penyakit Paget itu seperti apa.

  • Nyeri pada tulang. Gejala ini adalah yang kerap dijumpai dan nyeri biasanya terasa di daerah persendian tulang atau sekitarnya. Hanya saja nyeri tak ada kaitannya dengan seberapa berat kegiatan yang dilakukan oleh penderita.
  • Pembesaran kepala. Ini terjadi apabila yang terserang adalah tulang tengkorak dan pada keadaan ini, kening bakal tampak lebih besar dan menonjol.
  • Nyeri punggung, terutama di bagian bawah adalah gejala dari penyakit Paget apabila mengenai daerah tulang belakang. Keadaan ini menggambarkan adanya penyempitan kanalis spinalis dan istilah dari kondisi ini adalah stenosis spinalis yang nantinya dapat mengakibatkan kelumpuhan yang diawali dengan mati rasa lebih dulu. Tulang belakang dapat juga menjadi melengkung jika tulang belakang mengalami patah tulang kompresi.
  • Gagal jantung juga adalah kondisi yang perlu diperhatikan karena dapat menjadi salah satu gejala dari penyakit Paget walau anggapannya terlalu dan teramat jarang. Hal ini tetap berpotensi terjadi disebabkan oleh aliran darah yang meningkat lewat tulang abnormal sehingga akan membuat jantung bekerja lebih keras.

(Baca juga: gejala kanker tulang sesuai jenisnya)

ads

4. Pernah Mengalami Retinoblastoma sewaktu Masih Kecil

Bagi yang pernah menderita retinoblastoma atau penyakit sejenis kanker mata ini, potensi untuk mengalami kanker tulang juga besar. Retinoblastoma ini cenderung diderita oleh anak-anak walaupun memang tak menutup kemungkinan untuk diderita juga oleh para orang dewasa. Selaput jala mata atau retina adalah bagian yang diserang dan ini letaknya ada di dinding mata bagian dalam. Penyerangan dapat terjadi baik di salah satu mata saja atau kedua-duanya dan rata-rata justru anak di bawah 5 tahunlah yang mengidapnya.

Retinoblastoma ini merupakan sebuah kondisi penyakit mata yang cukup serius dan kanker dapat muncul disebabkan oleh mutasi genetik sehingga retinoblas yang membentuk retina manusia akan bereproduksi secara terus-menerus sampai akhirnya memicu pertumbuhan tumor di retina. Pertumbuhan kanker ini bisa terjadi sampai seluruh bagian mata dan penyebaran dapat sampai ke area tubuh lainnya, seperti tulang belakang dan otak.

Leukoria adalah merupakan sebuah gejala umum dari retinoblastoma ini di mana ada warna putih di bagian pupil mata ketika cahaya menyinarinya. Namun retinoblastoma juga dapat ditandai dengan adanya mata yang bengkak, kondisi juling, serta kemerahan. Mata yang memerah dan tak segera pulih, perlu segera dibawa ke dokter karena ini menandakan bahwa kondisi mata sudah memburuk. Selain ada kaitannya dengan kanker tulang, bila tak segera di atasi secara benar maka kebutaan adalah akibat paling mengerikan yang harus ditanggung; maka dianjurkan untuk memeriksakan mata secara rutin pada anak.

(Baca juga: penyebab kanker otak dan faktor risikonya)

5. Semenjak Lahir Mengidap Hernia Umbilikus

Seseorang yang sejak lahir menderita penyakit semacam hernia umbilikus atau suatu kondisi yang dialami ketika ada organ dalam yang memberi tekanan serta mencuat lewat otot maupun keadaan celah jaringan yang ada di sekelilingnya menjadi lemah. Khusus untuk hernia umbilikus ini, seseorang dalam mengalamnya ketika sebagian usus atau jaringan lemak keluar dari abdomen dan bisa sampai ke dekat pusar. Hernia jenis inilah yang paling kerap dialami oleh bayi, namun ada kemungkinan untuk sembuh sekitar 90 persen tanpa pengobatan khusus karena hanya seiring pertumbuhan dan pertambahan usia maka hernia ini akan hilang dari si anak.

(Baca juga: gejala kanker kulit)

6. Mengalami Sindrom Rothmund-Thomson

Sindrom satu ini rupanya adalah salah satu faktor risiko penyebab kanker tulang dengan gejala seperti halnya kuku dan gigi yang abnormal, masalah gastrointestinal pada anak, muntah-muntah, diare kronis, pertumbuhan yang melambat sehingga anak akan bertubuh kecil, serta jarangnya bulu, alis dan rambut. Lensa mata pun terkadang juga menjadi terganggu di mana kondisi ini disebut dengan katarak sehingga penglihatan agak kurang jelas. Orang-orang dengan sindrom ini mempunyaki kelainan tulang bila kita memerhatikannya secara seksama, seperti misalnya osteoporosis dan osteoponia.

Sejumlah kelainan ini dapat memberikan pengaruh bagi perkembangan tulang pada ibu jari dan lengan yang disebut dengan istilah malformasi ray radial. Sindrom ini akan membuka peluang lebih besar bagi seseorang untuk mengidap kanker tulang di mana tumor tulang sendiri pada umumnya akan mengalami perkembangan ketika seseorang masih dalam masa kanak-kanak. Namun, beberapa jenis kanker kulit pun bisa juga terjadi pada orang-orang yang mengidap kelainan ini.

(Baca juga: kanker mata – pengobatan kanker mata)

7. Menderita Penyakit Sindrom Li-Fraumeni

Penyakit ini terbilang langka namun berkemungkinan besar juga untuk memicu kanker tulang. Sindrom ini sebetulnya ada hubungannya erat dengan mutasi germline dari gen supresor tumor p53 di mana gen ini mengkode faktor transkripsi yang normalnya mengatur siklus sel serta membantu pencegahan mutasi genom. Mutasi seperti ini bisa saja terjadi karena faktor turunan, tapi cukup berbahaya juga bila sampai harus menderita kanker tulang.

(Baca juga: bahaya kanker kelenjar getah bening)

8. Mengidap Sindrom Marfan

Bagi yang memiliki sindrom satu ini, kemungkinan menderita penyakit tulang pun akan menjadi lebih besar. Sindrom Marfan ini termasuk dalam penyakit genetik di mana jaringan ikat akan terganggu, padahal jaringan inilah yang berperan untuk menjaga struktur tubuh tetap sempurna. Memang benar bahwa penyakit ini termasuk jarang atau langka karena persentase kasusnya saja hanya sekitar 0,03 persen di mana tingkat keseriusan dari kondisi ini tidaklah sama antara satu kasus dengan yang lain karena penyakit ini dapat ringan tapi juga bisa dapat berat bersama dengan munculnya komplikasi.

Untuk berjaga-jaga supaya dapat mencegah penyebab kanker tulang, kita pun perlu tahu gejala apa saja dari sindrom marfan ini agar dapat dicegah lebih awal sebelum menjadi lebih serius dan berimbas pada kesehatan tulang.

  • Muncul tanda kerutan atau stretch mark di punggung bagian bawah, pundah, serta panggul yang bakal menjadi pudar dan akan mengalami perubahan sehingga warnanya menjadi perak seiring berjalannya waktu.
  • Sendi terasa lemah dan lunglai seperti tak ada tenaga.
  • Bentuk kaki ceper dan juga membesar bila dicek.
  • Mata berubah menjadi lebih cekung.
  • Rahang bawang tak begitu besar dan malah termasuk kecil.
  • Gigi bertumpuk-tumpuk secara tak teratur.
  • Dada dapat menjadi cekung ke dalam atau bahkan menonjol keluar.
  • Jari tangan dan kaki yang ramping dan panjang, mungkin ini cukup normal bagi sebagian orang yang kurus dan tinggi, tapi biasanya kondisi jari juga disertai dengan ketidakproporsionalan dnegan panjang lengan.
  • Tulang belakang pun akan menjadi melengkung dan kondisi ini dianggap kurang wajar.
  • Tubuh kurus dan juga tinggi tapi tampak tidak normal.
  • Terjadi dislokasi lensa mata di mana posisi lensa mata diketahui bergeser ke tempat yang tak normal yang akhirnya malah menjadi mengganggu penglihatan kita.
  • Mengalami ablasio retina, miopia atau rabun jauh, glaukoma, serta katarak.
  • Salah satu tulang belakang terjadi pergeseran sehingga bakal maju sedikit.
  • Otot punggung kaki dan punggung terasa sakit.

(Baca juga: kanker kandung kemih)

9. Mengalami Sindrom Apert

Sindrom apert diketahui sebagai sebuah kondisi kelainan pada tubuh secara genetik di mana akan diperlihatkan adanya bentuk wajah yang beda dari yang lain. Contoh bentuk wajah berbeda ini antara lain seperti halnya hidung yang bengkok disebabkan malformasi di bagian tengkorak, kaki, wajah, dan tangan yang pemicunya adalah penutupan dini sutura, serta tidak berkembangnya rahang. Sutura tersebut merupakan sambungan tulang yang tugasnya adalah membuat keenam tulang kranial di bagian tengkoran tertahan dan membuat bentuk kelapa terjaga dengan baik saat otak tengah dalam masa berkembang.

(Baca juga: kanker umum)

Sponsors Link

10. Menderita Osteomielitis

Penyakit seperti infeksi tulang atau yang juga bisa kita sebut dengan istilah osteomielitis juga mampu memperbesar risiko seseorang mengidap kanker tulang. Gejala osteomielitis pada umumnya yang wajib untuk diketahui dan diwaspadai antara lain adalah munculnya rasa nyeri di bagian tulang dan untuk mengobati biasanya justru antibiotik yang diberikan demi kesembuhan infeksi serius ini. Kalau infeksi menjadi semakin parah, maka operasi adalah solusi pengobatan yang perlu ditempuh oleh penderitanya.

Osteomielitis sendiri biasanya akan menyerang beberapa bagian tulang, seperti halnya tulang lengan serta tulang belakang. Bila rasa nyeri hadir di tulang dan hal ini disertai dengan adanya pembengkakan pada daerah kelenjar getah bening, sebaiknya memang langsung diperiksakan. Menempuh diagnosis yang disarankan dokter akan memperlihatkan kondisi tulang kita yang sebenarnya.

(Baca juga: kanker adrenal)

Stadium Kanker Tulang

Berbagai kanker selalu ada stadiumnya, yaitu tahapan yang menjadi penentu apakah suatu kanker sudah termasuk parah atau belum dan di bawah ini adalah ulasan singkat tentang stadium pada kanker tulang:

  • Stadium 1 – Fase ini adalah di mana kanker hanya baru menyerang satu bagian tulang dan belum ada tanda penyebaran ke bagian tulang lainnya maupun organ tubuh.
  • Stadium 2 – Fase ini adalah fase di mana hampir mirip dnegan stadium pertama karena kanker masih ada pada satu bagian tulang tertentu dan penyebaran belum terjadi. Hanya saja, di fase ini akan mulai nampak terlihat agresivitas dari kanker.
  • Stadium 3 – Fase ini adalah fase di mana telah terjadi penyebaran kanker ke lebih dari satu daerah tulang yang sama sehingga sudah dianggap cukup serius dan parah.
  • Stadium 4 – Fase ini merupakan fase terakhir yang tentunya menggambarkan sudah terlalu parahnya kanker tulang yang dialami. Ini dikarenakan tulang digerogoti oleh kanker yang sudah menyebar sampai ke organ dalam tubuh lainnya meliputi otak, hati dan paru-paru.

(Baca juga: kanker kelenjar getah bening di leher)

Jenis Operasi sebagai Solusi Kanker Tulang

Kanker tulang dan pengobatannya secara umum perlu kita kenal dan mengerti. Cara mengobati kanker tulang cukup beragam dan ini tergantung dari seberapa serius kanker telah menyebar dan menginvasi tubuh kita. Jenis kanker dan lokasi kanker juga turut menjadi penentu jenis obat apa yang akan diberikan kepada si penderita. Meski begitu, operasi adalah solusi yang paling umum dan sering dianjurkan oleh dokter. Namun ada 2 jenis operasi yang perlu diketahui lebih dulu, yakni:

  • Operasi Pengangkatan Tulang. Cara pengobatan seperti ini pada umumnya bakal ditempuh apabila penyebaran kanker belumlah sampai di luar tulang. Bagian sendi maupun tulang yang sudah terkena infeksi kanker bakal diangkat yang setelah itu bakal diganti dengan sendi atau tulang buatan. Prosedur ini penerapannya juga berlaku pada penderita kanker tulang yang penyebaran kankernya baru sampai di jaringan-jaringan dekat tulang.
  • Amputasi. Kalau operasi pengangkatan tulang dirasa dan telah dibuktikan kurang efektif, maka amputasi menjadi jalan operasi berikutnya. Namun tak perlu khawatir, amputasi ini biasanya justru diperlukan saat penyebaran kanker sudah begitu luas, seperti sudah sampai ke kulit, pembuluh darah dan bahkan menuju saraf.

(Baca juga: penyebab kanker tulang berdasarkan jenisnya)

Demikianlah informasi mengenai penyebab atau faktor yang diduga menjadi pemicu kanker tulang berikut juga dengan sedikit ulasan mengenai tahapan dan jenis operasi kanker tulang. Bila merasakan kejanggalan pada tulang Anda, segera periksa supaya penanganan bisa dilakukan sebelum terlambat.

, ,
Post Date: Friday 17th, June 2016 / 06:51 Oleh :
Kategori : Kanker Tulang