Kanker Tiroid Papiler – Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya

Kanker tiroid merupakan jenis kanker yang menyerang kelenjar tiroid, sebuah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher. Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang mengatur pertumbuhan dan metabolisme tubuh, jadi jika kelenjar tersebut mengalami masalah, produksi hormon akan terganggu. Kanker tiroid lebih banyak diderita oleh wanita dengan perbandingan 3:1 dengan laki-laki, dan biasanya lebih banyak diderita oleh orang yang berusia antara 20-40 tahun dan di atas 70 tahun.

Sponsors Link

Kanker tiroid terbagi atas 4 jenis, yaitu kanker tiroid papiler, kanker tiroid folikuler, kanker tiroid meduler dan kanker tiroid anaplastik. Dari semua jenis tersebut, jumlah penderita kanker tiroid paling besar mengidap kanker tiroid papiler, yaitu sekitar 80 persen dari seluruh kasus kanker tiroid. Kanker tiroid papiler termasuk kanker yang perkembangannya cukup lambat sehingga kebanyakan pasien bisa disembuhkan dengan catatan belum memasuki stadium akhir. Kanker ini juga lebih mudah dideteksi karena biasanya akan membentuk benjolan pada leher, akibat sel kanker yang membentuk benjolan pada kelenjar tiroid.

Penyebab Kanker Tiroid Papiler

Penyebab kanker tiroid paling utama belum bisa dipastikan, namun terdapat beberapa faktor yang diduga kuat sangat mempengaruhi munculnya sel kanker pada kelenjar tiroid. Beberapa penyebab kanker tiroid papiler yaitu antara lain sebagai berikut.

  1. Paparan radiasi. Radiasi merupakan penyebab utama dan paling sering terjadi munculnya kanker tiroid papiler. Seseorang yang terpapar radiasi nuklir, sinar radiasi dalam pengobatan medis dan radiasi hp yang terpapar cukup lama pada bagian kepala, leher dan dada akan memiliki resiko sangat besar terkena kanker tiroid ini.
  2. Faktor genetika. Faktor keturunan juga bisa menyebabkan seseorang terkena kanker tiroid papiler, apalagi jika sifat genetik tersebut langsung diturunkan dari orangtuanya.
  3. Keracunan natrium. Mineral natrium memang dibutuhkan tubuh namun jumlahnya cukup kecil. Terlalu banyak mengkonsumsi sumber natrium seperti makanan asin, seafood dan sebagainya bisa memicu keracunan natrium dan menyebabkan kanker tiroid papiler.
  4. Penyakit autoimun. Penyakit autoimun merupakan penyakit yang menyebabkan sel imunitas tubuh mengalami gangguan dan akhirnya justru menyerang sel sehat tubuh. Jika sistem imunitas tubuh menyerang sel kelenjar tiroid maka kelenjar tiroid dapat terganggu dan sel-selnya bisa bermutasi menjadi sel kanker.

Gejala Kanker Tiroid Papiler

Gejala kanker tiroid cukup banyak dan pada tahap awal mungkin dianggap sebagai gejala penyakit ringan. Semakin cepat kita dapat menyadarinya atau terdiagnosis oleh dokter maka penyakit tersebut akan lebih mudah untuk disembuhkan. Adapun gejala kanker tiroid papiler yang umumnya dirasakan oleh penderitanya adalah sebagai berikut.

1. Benjolan di Leher

Gejala yang paling mudah dirasakan adalah munculnya benjolan pada leher, karena sel kanker telah membentuk massa atau benjolan di kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat membesar jika tidak segera ditangani. Benjolan yang kurang dari 1,5 cm biasanya cukup mudah untuk diatasi dan pasien bisa sembuh dengan cepat. Bahkan kemungkinan sembuh total mencapai 100 persen. Namun jika besarnya benjolan sudah lebih dari 1,5 cm dibutuhkan pengobatan yang lebih intensif agar pasien bisa disembuhkan.

2. pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Tidak hanya kelenjar tiroid saja yang mengalami gangguan saat kanker tiroid papiler menyerang, namun kelenjar getah bening pun ikut terpengaruh dan biasanya mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini juga dapat menyebabkan munculnya benjolan di leher dan dapat dengan mudah diraba. Bagi orang awam, pembesaran kelenjar getah bening sering dianggap kanker kelenjar getah bening di leher, padahal tidak semua benjolan di leher merupakan kanker meskipun jika ini terjadi harus segera diperiksakan ke dokter.

3. Sulit Menelan dan Bernapas

Adanya benjolan di leher tentu dapat menghambat saluran napas dan pencernaan makanan sehingga penderita kanekr tiroid papiler kerap mengalami sesak napas hingga kesulitan menelan makanannya. Gejala ini mungkin mirip dengan sakit tenggorokan biasa, namun tidak kunjung sembuh meski telah diobati. Cara memastikan ada tidaknya kanker adalah dengan memeriksakan secara detail di rumah sakit oleh dokter spesialis.

4. Nyeri pada Leher hingga Suara Serak

Rasa sakit yang muncul di leher dan tenggorokan membuat penderita kanker tiroid papiler mengalami suara yang serak bahkan hingga menyebabkan suara tidak dapat dikeluarkan. Selain itu tenggorokan dan leher begitu nyeri tak tertahankan dan berlangsung cukup lama. Kondisi ini tidak boleh diremehkan dan harus segera diatasi agar tidak menjadi semakin parah atau menyebar ke organ lain.

5. Batuk Terus Menerus

Akibat adanya benjolan dan sel kanker yang beraktivitas di sekitar leher, tentu saja penderita kanker tersebut beresiko mengalami batuk panjang yang semakin lama semakin memburuk. Batuk ini tidak akan sembuh meski telah meminum obat batuk biasa. Hal ini dikarenakan tenggorokan mengalami infeksi sehingga menyebabkan batuk yang terjadi terus menerus.

Pengobatan Kanker Tiroid Papiler

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker tiroid papiler, yang disesuaikan dengan jenis kanker, usia, dan keparahan kanker itu sendiri. Cara mengobatinya antara lain sebagai berikut.

  1. Tiroidektomi. Cara ini merupakan tindakan pengangkatan kelenjar tiroid baik sebagian maupun secara keseluruhan, tergantung sudah seluas apa persebaran sel kankernya. Cara ini dianggap cukup efektif dalam mengatasi kanker tiroid papiler. Jika benjolan atau tumor masih cukup kecil, biasanya hanya diangkat satu lobus atau bagian kecil saja, namun jika sudah membesar kemungkinan akan dilakukan tiroidektomi total demu menghindari sel kanker menyebar ke organ tubuh lainnya.
  2. Radioiodine. Metode ini dilakukan dengan cara menekan tiroid agar kanker tersebut tidak kambuh kembali, dan sangat efektif untuk mencegah kematian. Namun radioiodine hanya efektif pada penyakit kanker tiroid papiler yang masih dalam stadium awal, dan kurang efektif untuk yang sudah memasuki stadium akhir.
  3. Kemoterapi. Cara ini dilakukan jika pasien sudah masuk stadium lanjut dan kondisi kanker sudah cukup parah. Kemoterapi dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan kimia ke dalam tubuh, dimana cairan tersebut akan menghancurkan sel kanker. Namun sel sehat juga ikut diserangnya sehingga biasanya memberikan efek samping yang cukup parah.

Tindakan Pencegahan

Agar dapat terhindar dari kanker tiroid papiler, maka kita harus melakukan tindakan pencegahan sehingga sel kanker tidak sampai menyerang kelenjar tiroid kita. Adapun tindakan pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menhindari radiasi. Hindari penggunaan sinar radiasi di rumah sakit dan hindari penggunaan hp dalam waktu yang lama, karena radiasi hp menyebabkan kanker otak.
  • Tes kesehatan secara rutin. Hal ini dilakukan agar segala penyakit dapat lebih cepat terdeteksi dan bisa dilakukan pengobatan segera agar dapat seger sembuh.
  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi. Makanan yang cukup banyak mengandung nutrisi akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  • Hindari rokok dan alkohol. Rokok dan alkohol memberikan dampak buruk terhadap orang yang terpapar karena mengandung senyawa kimia berbahaya.
  • Pola hidup sehat dan cukup tidur. Batasi konsumsi pengawet dan penyedap rasa serta penuhi kebutuhkan tidur setiap hari agar imunitas selalu terjaga.

Cara mencegah kanker tiroid tersebut cukup efektif menjaga kita agar terhindar dari kanker termasuk kanker tiroid papiler. Selain itu kita juga perlu minum cukup air putih, olahraga yang teratur dan mengkonsumsi makanan sehari-hari pencegah kanker sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat.

, , , , , , ,