Apakah Setelah Vaksin Kanker Serviks Boleh Berhubungan Intim

Penderita Kanker serviks di Indonesia termasuk cukup tinggi penderitanya. Kanker ini bisa dikatakan sangat berbahaya dan bisa membuat penderitanya meninggal. Sampai saat ini, cara mengobati kanker serviks hanya bisa dilakukan dengan jalan operasi atau kemoterapi.

Sponsors Link

Untuk pencegahan terhadap kanker serviks, para wanita bisa melakukannya dengan sebuah vaksin. Banyak jenis vaksin kanker serviks  yang bisa digunakan tergantung kebutuhan dan juga usia. Lalu, untuk penerima vaksin kanker serviks yang sudah menikah, apakah masih bisa melakukan hubungan intim setelah mendapatkan vaksin? Untuk mengetahui jawabannya, Anda harus mengetahui dulu apa saja yang harus dilakukan pengguna saat akan divaksinasi kanker serviks

Metode Vaksinasi Kanker Serviks

Umumnya untuk wanita yang sudah menikah dan akan dilakukan vaksin kanker serviks, maka dia akan dilakukan metode pap smear terlebih dahulu. Pap smear sendiri adalah rangkaian tes pemeriksaan wajib yang dilakukan oleh wanita dewasa. Khususnya, metode ini digunakan pada wanita yang sudah menikah atau yang sudah aktif secara seksualitas.

Tes ini dilakukan untuk melihta perubahan di dalam sel-sel daerah serviks atau sel yang berada di daerah leher rahim. Dengan melakukan rangkaian tes Pap Smear ini, maka dapat diketahui apakah pasien terdapat gejala kanker serviks atau tidak.

Pada saat tes berlangsung pasien tersebut akan dimasukan ke dalam vagina. Hal tersebut dimaksudkan agar alat tersebut dapat mengambil sampel terkecil di bagian sel-sel permukaan leher rahim. Nantinya sampel tersebut akan disebar pada sebuah slide Pap Smear atau bisa juga dicampur ke dalam fiksatif cair. Fiksatif cair sendiri adalah sebuah sitologi yang berbasis cairan. Setelah sampelnya sudah didapatkan, nantinya akan dicek ke dalam laboratorium sehingga di situlah baru terlihat apakah wanita tersebut berpotensi terkena kanker serviks atau tidak.

Setelah wanita dilakukan Pap Smear, barulah dia bisa diberikan vaksin kanker serviks yang sesuai dengan kebutuhan dan juga saran dari dokter. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dimasukan vaksin ini adalah sebagai berikut.

  1. Wanita tersebut belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya (bagi wanita yang belum menikah).
  2. Keadaan fisik dalam kondisi yang sehat
  3. Tidak digunakan pada wanita yang sedang hamil
  4. Lebih bagus diterapkan pada wanita yang telah menginjak usia 10 sampai 55 tahun. Sedangkan untuk pria usianya sekitar 10 sampai 26 tahun.

Disarankan untuk wanita yang akan dilakukan vaksinasi kanker serviks ini sebaiknya perlu dilakukan sebanyak tiga dosis selama tiga kali pemakaian. Pertama, vaksin diberikan saat masih remaja, yakni sekitar umur 11 sampai 12 tahun. Kedua, vaksin dilakukan kembali setelah vaksin pertama sekitar satu sampai dua bulan setelahnya. Terakhir adalah vaksin ketiga diberikan setelah enam bulan sejak vaksin pertama.

Sponsors Link

Apakah aman Setelah Vaksin Kanker Serviks Boleh Berhubungan Intim?

Nah, pada dasarnya berhubungan seksual setelah menerima vaksin kanker serviks boleh-boleh saja. Namun tentunya, dengan berbagai catatan dan pertimbangan sebagai berikut.

  • Tidak mengeluarkan darah saat proses Pap Smear

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa cara melakukan pap smear adalah memasukan alat ke dalam vagina. Apabila setelah proses tersebut tidak mengeluarkan darah, maka proses Pap Smear tidak terdapat masalah yang berarti.

Akan tetapi, jika Anda sempat mengeluarkan darah setelah proses Pap Smear, maka sebaiknya jangan dulu melakukan hubungan Intim. Pendarahan tersebut masih dianggap wajar apabila terhenti dalam beberapa waktu. Namun akan menajdi masalah yang cukup gawat jika pendarahan terus menerus keluar. Apabila hal tersebut terus terjadi, segera periksakan ke dokter.

Sponsors Link

  • Tidak berhubungan intim sebelum hasil Pap Smear keluar

Pada saat Pap Smear telah dilakukan dan belum ada hasilnya, sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar hasil tesnya dapat diketahui apakah Anda memiliki tanda-tanda kanker serviks atau tidak. hal ini juga mencegah pasangan tertular penyaikit yang mematikan apabila hasil tesnya belum keluar.

  • Tidak terkena efek samping vaksinasi

Pada umumnya, vaksinasi tidak menimbulkan efek samping yang cukup parah. Kalaupun terkena efek sampingnya, biasanya hanya sementara dan akan hilang dengan sendirinya. Efek samping yang terjadi setelah dilakukan vaksinasi kanker serviks ini adalah bengkak, terjadi kemerahan di sekitar bekas suntkan, dan nyeri pada beberapa anggota tubuh.

Apabila Anda merasakan beberapa hal yang disebutkan di atas, maka sebaiknya jangan dulu melakukan hubungan intim. Apabila beberapa keluhan di atas masih terus berlanjut setelah dilakukan vaksin kanker serviks, sebaiknya segera hubungi dokter setempat.

Semoga artikel ini dapat memberikan banyak manfaat. Anda juga bisa mendapatkan informasi lainnya mengenai jenis makanan pemicu kanker serviks di berbagai macam sumber terpercaya. Tetap sehat selalu untuk pembaca semuanya.

, , ,
Oleh :
Kategori : Kanker Serviks

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Doctors Talk

Ingin terbebas dari kanker ? Sudah saatnya rutin konsumsi herbal ini.