4 Perbedaan Kanker Serviks dan HIV Aids yang Mudah Dilihat

Wanita sangat rentan terkena berbagai jenis penyakit pada organ reproduksinya, seperti kanker serviks dan HIV aids. Sebenarnya kedua penyakit tersebut sangat berbeda baik dari gejala, penyebab maupun cara pengobatannya. Namun keduanya saling berhubungan dengan organ kelamin wanita, dimana kanker serviks menyerang leher rahim wanita sehingga sering juga disebut kanker leher rahim. Sedangkan HIV aids tidak menyerang organ kelamin, namun penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut dapat menular lewat hubungan seksual yang melibatkan kontak kelamin.

Sponsors Link

Kanker serviks dan HIV aids sangat berbahaya dan keduanya dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. Hingga saat ini kanker serviks menjadi pembunuh wanita nomor satu di dunia, dan HIV aids sendiri masih belum ditemukan obat yang tepat untuk menyembuhkannya. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui secara detail perbedaan kedua penyakit tersebut agar kita bisa lebih waspada dan bertindak dengan cepat saat mengalami gejalanya.

Perbedaan Kanker Serviks dan HIV Aids

1. Pengertian

Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang menyerang leher rahim, dimana sel-sel pada leher rahim mengalami mutasi genetik dan melakukan aktivitas yang abnormal. Akibatnya muncul sel kanker yang secara perlahan mulai merusak sel sehat di sekitarnya hingga menyebar semakin luas hingga ke organ lainnya. Sedangkan HIV aids merupakan penyakit yang berhubungan dengan penurunan sistem kekebalan tubuh. Penyakit HIV aids sangat berbahaya karena secara perlahan namun pasti virus penyebab penyakit tersebut akan melumpuhkan sel T yang berperan dalam menangkal berbagai serangan patogen dan bibit penyakit. Akibatnya, penyakit ringan sekalipun dapat menjadikan kondisi kesehatan kita dalam keadaan yang membahayakan nyawa.

2. Penyebab

Kanker serviks disebabkan oleh virus papiloma manusia atau disebut juga HPV tipe 16 dan 18, yang keseringan menular lewat hubungan seksual. Virus ini terdiri dari banyak tipe dan kebanyakan sebenarnya tidak berbahaya. Virus HPV juga dapat menyebabkan munculnya kutil kelamin, yang sering terjadi pada orang yang sering berganti-ganti pasangan. Penyebab lainnya yang diduga kuat turut memicu munculnya kanker serviks yaitu merokok, penggunaan pil KB jangka panjang, faktor keturunan, diet ketat, penurunan daya tahan tubuh, dan kehamilan pertama di bawah usia 17 tahun.

Sedangkan HIV aids yang disebabkan virus human immunodeficiency virus (HIV) juga dapat menular salah satunya lewat hubungan seksual, dimana virus ini akan masuk ke dalam tubuh lewat organ kelamin. Pria dan wanita memiliki resiko yang sama terhadap penyakit tersebut, karena itu sangat penting untuk mengetahui riwayat kesehatan pasangan sebelum berhubungan dan hindari seks bebas agar tidak tertular virus HIV. Selain itu virus ini juga dapat menular lewat penggunaan jarum suntik yang dipakai secara bergantian dan lewat transfusi darah.

3. Gejala

Penyakit kanker serviks ditandai dengan munculnya gejala seperti perdarahan vagina yang abnormal atau jumlahnya sangat banyak, baik saat sedang tidak haid, sedang berhubungan, setelah BAB maupun setelah melakukan pemeriksaan panggul. Gejala awal kanker leher rahim juga dapat dirasakan karena adanya nyeri pada bagian panggul atau perut bagian bawah, nyeri saat berhubungan, keputihan yang berlebihan dan warnanya tidak bening, bisa kecoklatan , hijau hingga kemerahan dan berbau busuk.

Sponsors Link

Untuk penyakit HIV aids sendiri gejala yang bisa dirasakan mirip seperti flu biasa pada tahap awal seperti batuk, demam, diare dan sebagainya sehingga jarang terdeteksi pada tahap awal. Setelah gejala tersebut muncul, selama bertahun-tahun ke depan penderita tidak merasakan apa-apa sama sekali dan tetap terlihat sehat. Setidaknya dalam 10 tahun ke depan baru mulai terasa tubuh yang semakin mudah lelah, sering berkeringat, mudah berdarah, demam yang tidak kunjung sembuh, mudah terinfeksi jamur dan bakteri hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Bahkan HIV dapat menyebabkan seorang wanita terkena kanker serviks karena daya tahan tubuh yang menurun menyebabkan HPV dapat dengan mudah menyerang leher rahim.

4. Pengobatan

Kanker serviks dapat diobati dengan metode pengobatan kanker seperti kemoterapi kanker, terapi imun, terapi radiasi hingga tindakan operasi untuk mengangkat seluruh sel kanker dari tubuh si penderita. Sedangkan untuk penyakit HIV aids, pengobatan lebih bersifat untuk menjaga agar tubuh penderita dapat lebih lama bertahan terhadap virus HIV  dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dan menkonsumsi beberapa jenis antibiotik.

Nah, itulah perbedaan kanker serviks dan HIV aids yang perlu untuk diketahui. Dengan menjaga kesehatan dan melakukan cara mencegah kanker serviks secara alami kita dapat terhindar dari kanker serviks. Menghindari penggunaan jarum suntik bergantian dan juga seks bebas dapat menghindari kita dari bahaya HIV aids. Semoga bermanfaat.

, ,
Post Date: Wednesday 25th, October 2017 / 04:33 Oleh :
Kategori : Kanker Serviks