7 Perawatan Kanker Leher Rahim yang Sangat Disarankan

Kanker leher rahim atau sering juga disebut kanker serviks merupakan jenis kanker yang menjadi penyakit paling sering menyerang kaum wanita setelah kanker payudara. Kanker ini sangat ganas, bahkan banyak artis yang tidak dapat tertolong setelah terserang kanker leher rahim. Tingkat keparahan kanker rahim dapat dilihat dari stadium kanker serviks dimana stadium 1 masih dalam tahap awal sedangkan stadium 4 sudah memasuki stadium akhir. Ciri-ciri kanker serviks dapat dilihat dari gejala yang sering ditemui seperti keluarnya darah dari vagina selain pada siklus menstruasi, keputihan yang tidak normal dan rasa nyeri yang sering terjadi di perut bagian bawah. Jika kita bisa menyadari ciri tersebut lebih dini tentu penyakit tersebut sebenarnya masih bisa disembuhkan.

Sponsors Link

Untuk mencegah dan mengobati penyakit kanker leher rahim tersebut, diperlukan perawatan kanker leher rahim yang tepat dan tentunya sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter. Pengobatan kanker serviks memang bisa dibilang sangat sulit, memakan waktu yang lama dan seringkali menelan biaya yang sangat besar sehingga banyak orang yang tidak sanggup untuk menjalaninya. Padahal tindakan yang lebih awal dapat memperbesar peluang kesembuhan. Tentunya di samping melakukan pengobatan secara medis ada beberapa tindakan perawatan yang bisa dilakukan untuk mendorong proses penyembuhan penyakit tersebut, dan mencegah akibat penyakit kanker serviks menjadi lebih buruk. Berikut ini merupakan beberapa cara pengobatan dan perawatan kanker leher rahim agar dapat sembuh lebih cepat.

1. Kemoterapi Kanker

Kemoterapi kanker sering dianggap sebagai jalan utama untuk mengobati dan merawat agar kanker leher rahim dapat segera disembuhkan. Cara ini memang lebih mudah, karena metodenya cukup dengan menyuntikkan senyawa kimia ke dalam tubuh pasien lalu senyawa tersebut akan membidik sel kanker dan mulai menghancurkannya. Meskipun tetap ada resiko dan efek samping dari cara ini, yaitu sering mengalami mual, muntah, sariawan, rambut rontok hingga tubuh semakin lemah.

2. Radioterapi

Metode pengobatan dan perawatan kanker leher rahim lainnya yaitu radioterapi, dengan menggunakan teknik penyinaran menggunakan sinar berenergi khusus dan membidik langsung bagian tubuh yang terkena kanker. Tujuan penyinaran dengan teknik radiasi ini yaitu untuk menghancurkan sel kanker hingga ke akarnya yang hampir sama dengan metode kemoterapi. Sayangnya, radioterapi juga menimbulkan efek samping yang kurang menyenangkan, yaitu tubuh semakin lemah, menimbulkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang disinari, membuat rambut kemaluan rontok dan nyeri di seluruh tubuh.

3. Operasi atau Pembedahan

Tindakan operasi atau pembedahan mungkin akan dilakukan dokter jika sel kanker belum terlalu luas menyebar. Jika sel kanker masih berada pada leher rahim saja, maka sel kanker bisa diangkat sehingga penyakit tersebut bisa disembuhkan. Biasanya tindakan operasi tersebut ditentukan sesuai dengan jenis kanker, usia pasien dan tingkat keganasannya. Ada operasi yang hanya mengangkat leher rahim saja dan ada juga yang mengangkat seluruh rahim sehingga menyebabkan kemandulan. Ada pula metode operasi yang dikhususkan jika kanker yang dialami merupakan penyakit kambuhan dari kanker sebelumnya.

4. Radiopartikel

Metode ini mungkin lebih jarang terdengar, namun radiopartikel tetap dapat menjadi pilihan untuk mengobati dan merawat pasien kanker leher rahim. Caranya yaitu dengan menanamkan biji partikel seluas 1,7 cm dalam tubuh yang terdapat sel kanker. Biji partikel tersebut akan memancarkan sinar gamma dan menghancurkan sel kanker tanpa mengganggu sel sehat tubuh. Namun belum diketahui secara pasti efek negatif dari cara tersebut meskipun masih tergolong aman untuk dilakukan.

Sponsors Link

5. Perawatan Kanker saat Kehamilan

Jika seorang wanita menderita kanker leher rahim saat sedang hamil, hal ini dapat meningkatkan resiko keguguran atau kelahiran prematur. Diperlukan pertimbangan yang sangat matang untuk memutuskan tindakan paling tepat, dan ibu hamil tersebut harus selalu dalam pengawasan dokter. Jika kanker masih dalam tahap awal dan kelahiran bayi sudah dekat, pengobatan mungkin dapat ditunda sampai proses melahirkan selesai.

6. Pengobatan dan Perawatan Tradisional

Selain tindakan medis, memang ada alternatif yang masih banyak diminati banyak orang yaitu pengobatan tradisional. Meski terkadang belum terbukti secara ilmiah, ada juga yang berhasil sembuh dengan mengkonsumsi obat herbal secara rutin. Tentunya perlu dilakukan konsultasi dengan ahli herbal untuk menetukan dosis yang tepat sehingga penyakit bisa disembuhkan.

7. Perawatan Sehari-hari

Di samping metode di atas, ada pula beberapa tindakan perawatan sehari-hari yang bisa dilakukan baik untuk membantu mengobati kanker leher rahim maupun untuk mencegahnya. Beberapa di antaranya yaitu rutin mengganti pembalut dan celana dalam, gunakan pembalut yang bahannya benar-benar aman, rutin berolahraga, makan makanan yang bergizi termasuk makanan sehat untuk penderita kanker serviks, mendapatkan vaksin HPV, melakukan pap smear secara berkala dan melakukan pemeriksaan secara teratur untuk memantau perkembangan sel kanker.

Nah, itulah perawatan kanekr leher rahim yang perlu dilakukan demi menunjang proses penyembuhan penyakit tersebut. Kanker serviks pada wanita memang sangat berbahaya, karena itu perlu kesadaran yang tinggi pada setiap wanita untuk selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan organ reproduksinya.

, , ,
Info Dokter

Apa kanker paling bahaya ? Mengapa ? Yuks simak penjelasan dokter spesialis Kulit dan Kelamin dari RSPAD Gatot Soebroto, jangan lupa subscribe untuk penjelasan dokter lainnya.