Apakah Kanker Serviks Bisa Sembuh? Ketahui Cara Mengobatinya!

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling sering menyerang kaum wanita setelah kanker payudara, dan kanker ini sangat ganas sehingga sering menyebabkan kematian bagi penderitanya. Kanker ini menyerang leher atau mulut rahim, yang disebabkan oleh infeksi dari virus HPV sebagai penyebab kanker serviks paling utama. Umumnya penyakit ini jarang terdeteksi pada stadium awal, karena tidak ada gejala yang terlihat jelas saat bibit kanker mulai menyerang. Ciri-ciri kanker serviks mulai dapat dirasakan saat kanker sudah mulai menyebar atau memasuki stadium 2 ke atas sehingga akan lebih sulit untuk diobati.

Sponsors Link

Deteksi dini kanker serviks merupakan cara yang paling mudah dilakukan untuk mendapat pengobatan dan mencegah penyakit tersebut menyebar ke jaringan lain. Dengan melakukan tindakan pencegahan dan pendeteksian dini maka kesempatan untuk sembuh dari kanker serviks masih cukup besar. Cara mencegah kanker serviks umumnya adalah dengan melakukan hubungan seksual yang aman, mendapatkan vaksin HPV dan menghindari zat karsinogen masuk ke dalam tubuh. Tentunya mencegah lebih baik dilakukan sebelum penyakit tersebut menyerang, karena jika sudah terkena kanker butuh pengobatan yang cukup lama untuk bisa sembuh.

Benarkah Kanker Serviks bisa Disembuhkan?

Pertanyaan seputar kanker serviks seperti apakah kanker serviks bisa sembuh tentunya sangat sering diajukan bagi para penderita kanker yang seakan telah putus asa dengan keadaannya. Penyakit ini memang sangat berbahaya dan mematikan, namun jangan buru-buru panik jika Anda mengalaminya. Menurut dokter dan ahli medis, penyakit ini dapat disembuhkan bahkan hingga sembuh total bila dapat dideteksi pada tahap awal. Karena itu deteksi dini seperti melakukan pap smear minimal 3 tahun sekali sangat dianjurkan untuk mengetahui adanya infeksi atau bibit kanker di leher rahim.

Bisa atau tidaknya penderita kanker serviks disembuhkan, itu tergantung dari kondisi kesehatan pasien, stadium penyebaran kanker dan tingkat keparahannya. Biasanya dokter akan menentukan seseorang dapat sembuh dari kanker serviks dilihat dari persentase harapan hidup atau survival ratenya dalam 5 tahun. Jika dapat dideteksi sejak awal, maka penderita memiliki survival rate hingga 93 persen. Namun saat memasuki stadium 2 angka survival rate dapat menurun hingga 60 persen. Dalam 5 tahun apabila penderita tidak mengalami kanker berulang, maka penderita tersebut dapat dinyatakan bebas dari penyakit kanker. Karena itu sangat penting untuk dapat mendeteksi dini adanya bibit kanker serviks sebelum sel kanker berkembang dan menyebar ke organ tubuh yang lain.

Cara Mengobati Kanker Serviks

Dalam penyembuhan kanker serviks, tentunya perlu dilakukan serangkaian pengobatan medis yang dilakukan secara bertahap, dan lamanya tergantung dari stadium kanker dan kondisi fisik pasien. Dokter akan memeriksa secara detail dengan melakukan pemeriksaan seperti MRI, CT scan, PET scan, USG, X-ray atau rontgen untuk memastikan sejauh mana sel kanker telah merusak jaringan tubuh. Umumnya pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan kanker serviks adalah sebagai berikut.

  • Kemoterapi. Pengobatan ini sangat sering dilakukan dan dianggap sebagai metode pengobatan kanker yang paling utama. Bahan kimia dan jenis obat tertentu dimasukkan ke dalam tubuh lewat suntikan atau diminum langsung, untuk menghancurkan sel kanker secara menyeluruh. Namun sel sehat dalam tubuh pun ikut diserang sehingga kemoterapi menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, pusing, sariawan, rambut rontok dan tubuh menjadi lemah.
  • Radioterapi. Raditerapi atau terapi radiasi dilakukan dengan menggunakan sinar berenergi khusus yang diarahkan pada bagian tubuh yang terdapat sel kanker. Radioterapi kanker serviks juga dapat menghancurkan sel kanker secara menyeluruh, namun sel sehat juga ikut terganggu sehingga menimbulkan efek samping seperti halnya kemoterapi.
  • Operasi. Tindakan operasi yang disebut histerektomi merupakan tindakan pengangkatan seluruh rahim agar sel kanker dan akarnya dapat ikut terangkat secara otomatis tubuh akan terbebas dari kanker. Namun resikonya kesempatan memiliki anak sudah tidak ada lagi karena itu banyak yang menghindari pengobatan dengan cara ini.
Sponsors Link

  • Terapi Hormon. Terapi hormon diberikan dalam bentuk tablet, yang diminum langsung oleh pasien. Terapi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengganti hormon progesteron di dalam tubuh, sekaligus mengecilkan ukuran tumor agar tidak semakin berkembang. Terapi hormon pun memiliki efek samping yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman.
  • Pengobatan herbal. Dikarenakan biaya pengobatan medis yang sangat mahal, sebagian penderita kanker serviks memilih untuk menempuh metode pengobatan herbal dengan memanfaatkan tumbuhan obat yang dipercaya mampu mengatasi kanker. Meski belum dapat dibuktikan secara ilmiah, beberapa orang dapat sembuh dari kanker serviks lewat pengobatan alternatif.

Kanker serviks memang dapat sembuh bila cepat terdeteksi dan mendapat pengobatan yang tepat. Namun lebih baik untuk menghindari penyakit tersebut dengan cara menjalani pola hidup sehat, konsumsi makanan yang bergizi, olahraga secara teratur dan mendapatkan istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh selalu dalam kondisi prima.

, , , , ,