10 Gejala Awal Kanker Rahim Pada Wanita

Kanker rahim yang memiliki sifat ganas memiliki insiden yang sangat jarang terjadi. Angka kejadian keganasan ini kurang lebih 5% dari semua keganasan rahim. Salah satu jenis kanker rahim adalah adenosarkoma. Anda dapat melakukan pencegahan dengan terlebih dahulu mengenali gejala awal dan faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko anda dalam menderita kanker rahim. Berikut gejala awal kanker rahim yang paling umum. (baca juga: bahaya kanker rahim – akibat kanker rahim)

Sponsors Link
  1. Perdarahan dari jalan lahir

Perdarahan pada kanker rahim diluar siklus menstruasi normal atau pada wanita yang sudah menopause terjadi perdarahan yang keluar dari jalan lahir. Jumlah perdarahan dari jalan lahir bisa berjumlah sedikit berupa bercak atau flek-flek yang muncul pada celana dalam atau dalam jumlah yang banyak hingga menimbulkan penyulit berupa gejala anemia. Perdarahan akibat kanker rahim dikeluhkan oleh hampir seluruh pasien yang menderita kanker rahim dengan karakterisitika demografi yaitu populasi orang tua.  Insiden puncak kanker rahim pada tahun ke-70 hingga tahun ke -90. Suatu penelitian menunjukkan bahwa rata- rata usia orang yang menderita kaner rahim adalah 41-65.7 tahun. (baca juga: ciri awal kanker rahim– tanda kanker rahim stadium awal)

  1. Riwayat endometriosis

Kanker rahim 20 kali lipat lebih cenderung berubah menjadi kanker rahim ada wanita yang mengalami endometriosis. Endometriosis adalah perkembangan lapisan jaringan rahim di luar rahim. Gejalanya berupa nyeri perut, durasi menstruasi yang tidak kunjung selesai dan infertilitas. Hubungan definitif antara endometriosis dengan kanker rahim belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan penelitian, terhadap hasil biopsi jaringan rahim dari 1000 orang pasien yang mengalami endometriosis, ditemukan 5.5%nya mengalami kanker rahim. Lapisan permukaan uterus yang bermigrasi diluar rahim mengalami keganasan. Walaupun mekanisme molekuler bagaimana endometriosis mengalami keganasan belum diketahui dengan pasti, namun diduga terdapat jalur umum dimana terjadi kerusakan DNA yang berasal dari stress oksidatif berulang yang diakibatkan oleh menstruasi retrograde dan overload besi.

Baca Juga:

  1. Penggunaan obat tertentu

Terdapat beberapa obat yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kanker rahim. Salah satunya adalah obat tamoxifen. Tamoxifen merupakan modulator reseptor estrogen yang selektif. Obat ini memiliki efek agonis estrogen parsial pada endometrium. Terdapat beberapa laporan kasus mengenai berkembangnya kanker rahim akibat penggunaan terapi tamoksifen atau hormone estrogen pada pasien kanker payudara sebagai bentuk pecegahan. Namun, kasus ini sangat jarang ditemukan. Suatu penelitian dengan kohort menunjukan wanita yang menggunakan tamoxifen untuk mencegah kanker payudara memiliki risiko 2.5 kali lipat lebih besar mengalami kanker rahim dikemudian hari dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakan obat tersebut. Karena itu, seperti riwayat endometriosis, terapi dengan tamoxifen meningkatkan risiko kanker rahim. Hal- hal lain yang meningkatkan risiko kanker rahim adalah riwayat radiasi bagian panggul, paparan estrogen jangka panjang atau paparan terhadap obat yang mengandung modulator reseptor estrogen selektif seperti toremifene. (baca juga: tanda awal kanker payudara –  tanda kanker rahim)

Sponsors Link

  1. Massa berlobus – lobus

Massa tumor kanker rahim berbentuk massa berlobus-lobus polypoid yang halus dengan adanya bukaan atau bentukan kista yang terletak di dalam rongga uterus atau rahim. Massa tumor ini dapat terdiri dari massa polip. Biasanya tumor kanker rahim muncul dan berkembang dari lapisan endometrium dimana lapisan ini terletak pada segmen bawah rahim. Karena itu massa tumor kanker rahim dapat muncul melewati mulut rahim atau lapisan myometrium. Batasan yang dimiliki tumor ini juga jelas. Biasanya ukuran dari massa tumor kanker rahim ini sekitar 1—17 cm dengan dimensi maksimum dengan rata- rata ukuran sebesar 5 cm. (baca juga: kanker rahim endometrium)

  1. Benjolan pada rahim

Gejala kanker rahim yang paling sering ditemukan sebagai gejala awal adalah adanya benjolan pada daerah perut atau rahim. Benjolan ini berbentuk massa polypoid yang mengisi seluruh rongga rahim. Benjolan pada rahim dapat disertai dengan munculnya gejala perdarahan dari jalan lahir. Hal ini disebabkan karena tumor yang muncul pada rahim sangat mudah berdarah. Selain perdarahan, benjolan pada rahim dapat menimbulkan gejala nyeri pada panggul atau rasa tidak enak serta tidak nyaman dan ditemukan adanya distensi abdomen (perut yang membesar). Namun perasaan tidak enak atau tidak nyaman ini dapat mengarah sebagai gejala kanker ovarium. (Baca Juga: Tanda Tanda Kanker Ovarium , Gejala Awal Kanker Ovarium)

  1. Nyeri saat melakukan hubungan seksual

Kanker rahim memiliki gejala nyeri saat berhubungan seksual yang disebut dispareuni. Gejala ini mungkin juga menunjukkan suatu kanker leher rahim yang letaknya berdekatan dengan rahim. Skrining untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit keganasan ini dapat dilakukan dengan tes pap smear. Perbedaan gejala kanker rahim dan leher rahim adalah adanya perdarahan dari jalan lahir  bersamaan dengan nyeri ketika melakukan hubungan seksual. Gejala ini patut dicuriga terutama pada wanita yang sudah berkali- kali melakukan hubungan seksual. Pada wanita yang melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya, perdarahan dan nyeri saat melakukan hubungan seksual masih terbilang normal karena vagina masih elastis dan masih terdapat selaput dara yang belum robek. Robekan selaput dara akan menimbulkan perdarahan ketika berhbungan seksual pertama kali. (Baca Juga: Gejala Kanker Ovarium , Penyebab Kanker Ovarium )

  1. Obesitas

Wanita yang obesitas memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita kanker rahim. Karena kanker rahim dipengaruhi oleh hormone estrogen dan pada orang yang obesitas mengandung banyak lemak dan menyebabkan banyak hormon estrogen di produksi untuk membentuk lemak pada wanita. (Baca juga: makanan pencegah kanker rahim)

Sponsors Link

  1. Riwayat reproduksi dan menstruasi tertentu

Riwayat reproduksi dan menstruasi pada wanita dapat menentukan seberapa besar risiko yang dimiliki oleh seorang wanita untuk menderita kanker uterus. Riwayat tersebut antara lain riwayat tidak pernah hamil, memiliki riwayat menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun, dan memiliki riwayat menopause saat usia diatas 55 tahun. Wanita yang memiliki riwayat ini adalah wanita yang memiliki paparan dengan hormone estrogen lebih banyak. Hormon estrogen berperan dalam perkembangan kanker rahim. (Baca Juga: Gejala Kanker Usus Kecil , Pengobatan Tradisional Kanker Hati)

  1. Riwayat kesehatan keluarga

Wanita yang memiliki ibu, saudara perempuan atau anak perempuan yang menderita kanker rahim memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan wanita yang tidak memiliki keluarga yang menderita kanker rahim. Selain kanker rahim, keluarga yang memiliki bentuk kanker usus atau kolorektal yang disebut sindrom lynch juga dapat meningkatkan risiko  menderita kanker rahim pada seorang wanita. (Baca juga: penyebab kanker rahim)

  1. Test pap smear di temukan sel ganas

Pap smear adalah tes yang digunakan untuk melakukan penapisan terhadap jenis kanker serviks atau kanker leher rahim. Tes pap smear ternyata dapat mendeteksi adanya sel kanker rahim. Sel ganas yang ditemukan adalah jenis adenosarkoma. Selain itu, kanker rahim dapat ditemukan pada saat dilakukan pengangkatan rahim atau yang sering disebut sebagai histerektomi. Kanker ini ditemukan secara insidentil ketika rahim telah diangkat. (Baca juga: perbedaan kanker rahim dan leher rahim)

, ,
Post Date: Tuesday 06th, June 2017 / 01:54 Oleh :
Kategori : Kanker Rahim