10 Gejala Kanker Prostat – Diagnosa dan Pencegahannya

Prostat adalah salah satu organ berupa kelenjar kecil yang masih tergolong sistem reproduksi pria pada bagian panggul pria. Tugas dari prostat ini adalah untuk memroduksi cairan yang memberikan perlindungan terhadap sperma dan menyuburkannya. Prostat letaknya ada di bagian bawah kandung kemih dan posisinya ada di depan rektum di mana uretra dikelilingi oleh kelenjar prostat. Urin dibawa oleh saluran yang disebut uretra ini ke penis dari kandung kemih.

Sponsors Link

Saat ejakulasi, cairan yang melindungi sperma dan menyuburkannya dikeluarkan oleh prostat menuju uretra. Keluarnya cairan tersebut akan mengalir dengan sperma secara bersamaan dan dianggap sebagai air mani. Pada tahap awal, tidak ada gejala kanker prostat apapun yang ditimbulkan oleh kanker prostat, namun saat prostat sudah membesar sehingga kinerja uretra terpengaruh, hal ini perlu diwaspadai. Gejala kanker prostat yang dapat timbul bisa dilihat di bawah ini.

1. Kesulitan pada Waktu Berkemih

Kesulitan di sini artinya adalah muncul rasa ingin berkemih namun saat dilakukan sama sekali tidak keluar atau bahkan bisa berhenti pada proses berkemih. Perasaan lainnya yang muncul adalah perlu sesering mungkin pergi ke toilet karena proses berkemih keluarnya tidak bisa langsung banyak alias sedikit-sedikit. Gejala ini justru akan terasa pada waktu kelenjar prostat sudah membesar di area saluran kemih sehingga berkemih pun terganggu.

Gangguan pada proses berkemih ini dipicu oleh adanya tumor yang terdapat di bagian dalam saluran kemih. Kelenjar prostat bisa menjadi lebih besar ketika usia seseorang bertambah. Jangan ragu untuk datang ke dokter demi memastikan apakah memang prostat membesar karena proses yang alami atau Anda terkena penyakit kanker prostat.

(Baca juga : Penyebab Kanker Kandung Kemih)

2. Berkemih dan Mengeluarkan Darah

Saat berkemih, Anda kemungkinan dapat mengeluarkan darah dan walau gejala ini tergolong langka, jangan pernah mengabaikannya sebagai masalah biasa. Ini bisa jadi salah satu gejala kanker prostat di mana perlu segera diperiksakan ke dokter. Entah darah berwarna merah muda, terlihat samar atau keluar sedikit, tetap wajib untuk menemui dokter demi mengetahui gejala apakah kondisi ini. Gejala ini juga muncul saat terjadi infeksi saluran kemih.

(Baca juga : Ciri Ciri Kanker Prostat)

3. Terasa Sakit Sewaktu Berkemih

Ketika saluran kemih mendapat tekanan dari kemunculan tumor prostat, tidak heran jika rasa sakit akan muncul ketika melakukan proses berkemih. Rasa sakit ini dapat juga disebut dengan rasa nyeri yang sebaiknya tidak diabaikan sama sekali sebab nyeri ini dapat termasuk tanda terjadinya infeksi prostat atau prostatitis. Atau, nyeri saat berkemih juga bisa menjadi gejala dari gangguan yang bukan kanker, seperti hiperplasia prostat; itulah mengapa penting untuk menempuh prosedur pemeriksaan agar dapat secara jelas diketahui kondisi apa yang tengah Anda alami.

(baca juga : Gejala Kanker Kandung Kemih)

4. Sperma Bercampur Darah

Kondisi gejala seperti ini mirip ketika Anda mengeluarkan urin yang disertai darah dan darah tersebut biasanya keluar secara kurang jelas, seperti terlihat samar atau bahkan warnanya hanya merah muda (bukan darah kental berwarna merah). Walaupun darah yang keluar berwarna samar atau merah muda dikarenakan jumlahnya yang tidak banyak, kondisi ini tetap mengkhawatirkan. Ini bisa juga gejala kanker prostat sehingga perlu menemui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang benar.

ads

5. Kesulitan Buang Air Besar

Letak dari kelenjar prostat diketahui berada di bawah kandung kemih dan dapat dijumpai pada bagian depan rektum. Maka sebagai akibatnya, pencernaan akan terkena imbasnya sehingga menjadi terganggu karena timbulnya tumor. Kesulitan BAB yang dialami dalam waktu yang cukup panjang juga dapat menjadi tanda bahwa prostat Anda terjadi pembesaran dan hal ini biasanya dikarenakan adanya tekanan di bagian kelenjar secara berkelanjutan.

Gangguan pencernaan yang menyebabkan sulitnya buang air besar dapat menjadi indikasi bahwa Anda mengidap kanker usus besar. Itulah mengapa Anda perlu memeriksakan diri sesegera mungkin karena dikhawatirkan Anda mengidap salah satu kanker, antara kanker prostat atau kanker usus besar. Mengetahuinya lebih awal akan memudahkan proses pengobatan dan kemungkinan untuk sembuh pun menjadi lebih besar.

6. Terasa Nyeri pada Tubuh Bagian Bawah

Kanker prostat kerap memberikan efek nyeri pada tubuh bagian bawah, seperti wilayah paha (terutama paha dalam yang ada di area atas), panggul, dan bahkan punggung bagian bawah. Rasa sakit ini termasuk tidaklah normal jika Anda tidak melakukan kegiatan berbahaya yang bisa mencederai bagian tersebut. Sulit dijelaskan rasa nyeri yang muncul di bagian-bagian tersebut dan jangan sampai mengabaikannya karena bisa jadi ini menandakan terjadinya gangguan pada prostat.

7. Urin Tak Dapat Ditahan

Kondisi seperti ini hampir mirip seperti gejala inkontinensia urin alias urin yang tidak bisa ditahan dan biasanya penderita akan lebih mudah ngompol. Ketika seseorang tidak mampu menahan urin tersebut, maka urin akan otomatis keluar dan menetes dengan sendirinya tanpa bisa dikendalikan. Bisa juga keluarnya urin alirannya tidak begitu kuat sehingga Anda akan berada di kamar mandi cukup lama.

8. Berkemih pada Malam Hari

Jika Anda terlalu sering terjaga saat tidur di malam hari di mana kejadian ini terjadi tidak hanya sekali dan justru berkali-kali, lalu Anda terbangun hanya ingin berkemih, ini bukan kondisi yang wajar. Pada jangka waktu yang lama atau bila terjadi setiap malam, maka Anda perlu memeriksakan diri ke dokter sebab ini bisa dianggap salah satu gejala dari penyakit kanker prostat.

9. Kesulitan Ereksi

Hati-hati ketika Anda mengalami kondisi di mana ereksi menjadi sangat sulit karena ini tandanya aliran darah menuju penis tidaklah lancar. Padahal, seharusnya ada peningkatan aliran darah ke penis dan ini bisa jadi terhambat oleh karena adanya tumor prostat. Akibatnya, ereksi menjadi sulit dan bahkan bisa juga menjadi pemicu tidak bisanya Anda ejakulasi sesudah ereksi. Namun, ini perlu dipastikan langsung dengan mendatangi dokter dan melakukan pemeriksaan sebab kemungkinan kondisi ini merupakan pembesaran prostat.

10. Kandung Kemih Terasa Penuh

Mungkin Anda juga akan merasakan rasanya di bagian kandung kemih selalu penuh. Ini bisa jadi juga tanda bahwa Anda mengidap kanker prostat meski hal ini juga dapat termasuk gejala penyakit lainnya. Pastikan apa yang terjadi pada kandung kemih Anda dengan mendatangi dokter supaya kondisi jelas dan bisa mendapat pengobatan yang benar.

Tahap-tahap pada Kanker Prostat

Agar dokter bisa memutuskan penanagan serta pengobatan seperti apa yang perlu diberikan kepada Anda, tahapan dari kanker prostat pada tubuh Anda perlu dideteksi. Berikut ini beberapa stadium atau tahapan yang bisa diketahui oleh dokter melalui diagnosis dan serangkaian tes yang ditempuh pasien:

  • Stadium 1 adalah tahap di mana sel kanker belum membesar dan menyebar karena masih terlampau kecil. Pada tahapan satu ini, kanker tidak ditemukan menyebar ke bagian luar kelenjar prostat.
  • Stadium 2 adalah tahap di mana ukuran kanker menjadi lebih besar dari sebelumnya. Hanya saja pada stadium ini penyebaran kanker belumlah mencapai area luar kelenjar prostat.
  • Stadium 3 adalah tahap di mana penyebaran kanker sudah mulai terjadi dan telah diketahui keluar dari kelenjar prostat. Meski demikian, kanker letaknya ada di jaringan sekelilingnya, seperti uretra.
  • Stadium 4 adalah tahap di mana penyebaran sudah semakin parah karena terlampau jauh. Penyebaran kanker di tahap ini bahkan telah sampai di bagian rektum, kandung kemih, maupun bagian tulang.

Cara Mencegah Kanker Prostat

Untuk menghindari kanker prostat atau setidaknya menurunkan risiko terkena penyakit ini bisa dilakukan dengan sejumlah langkah berikut ini. Pola hidup sehat seperti di bawah ini akan dapat membantu mengurangi risiko terserang kanker prostat:

  1. Meminum jus delima dipercaya dapat membantu mencegah kanker prostat dengan membuat tingkat PSA pada darah pria menurun. Asupan tambahan ini tampaknya bekerja dengan sangat baik, apalagi dengan meminumnya setiap hari.
  2. Mengonsumsi 2 liter air putih per hari juga akan menjadi penolong bagi tubuh untuk membuat buang air kecil lebih lancar sehingga kebersihan saluran kemih tetap terjaga dengan baik.
  3. Mengonsumsi sayuran seperti kembang kol, kol, serta brokoli serta buah-buahan seperti semangka, melon dan buah beri serta apel akan membantu mengurangi risiko kanker prostat pada pria karena kandungan fruktosanya yang sangat baik. Zat lycopene pada tomat juga akan mampu mengurangi gangguan-gangguan yang terjado pada prostat. Bahkan ukuran tumor prostat dapat diperkecil dengan mengonsumsi tomat.
  4. Mengonsumsi bawang putih serta kedelai juga rupanya dapat menjadi penyelamat Anda. Sulfur terkandung di dalam bawang putih yang diketahui mampu menangkal kanker, sementara pada kedelai, ada kandungan genisten yang bisa membantu membuat pertumbuhan kanker terhambat.
  5. Berolahraga secara rutin telah terbukti ampuh dalam menjaga kesehatan dan mampu menjauhkan tubuh dari kanker. Pria yang setiap harinya meluangkan waktu untuk olahraga diketahui dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat menurut sebuah penelitian. Olahraga paling ringan yang bisa dilakukan adalah berenang, bersepeda atau sekadar berlari/jogging.
  6. Menjaga bobot tubuh dengan melakukan diet sehat serta olahraga rutin mampu membuat Anda terhindar dari kanker prostat dan penyakit serius lainnya. Makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti daging merah sebaiknya tidaklah dikonsumsi, tapi justru makanlah sereal dan makanan-makanan lain yang rendah kalori dan lemak.
  7. Memberikan asupan zinc pada tubuh secara cukup mampu memberikan perubahan metabolisme steroid pada tubuh yang akan mencegah terjadinya pembesaran prostat. Minyak gandum dan biji labu adalah contoh makanan berkandungan zinc.
  8. Mengonsultasikan kondisi Anda ke dokter adalah pilihan dan keputusan tepat karena penyakit ini tidak boleh diremehkan maupun diabaikan. Sekalinya Anda mengalami gejala di luar normal, berkonsultasi dengan dokter akan membantu Anda mengatasi masalah ini seawal mungkin.
Sponsors Link

Metode Diagnosis Kanker Prostat

Setelah mengalami beberapa tanda yang disebutkan sebelumnya, gejala-gejala tersebut bisa saja memang menunjukkan adanya kanker prostat pada tubuh Anda. Metode diagnosis yang perlu ditempuh oleh Anda adalah sebagai berikut.

  1. Tes dengan Colok Dubur

Pada prosedur pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa dengan memasukkan jari yang telah ia bungkus dengan sarung tangan (sarung tangan ini juga diolesi menggunakan pelumas) ke dalam rektum. Hal ini dilakukan agar kelenjar prostat dapat diperiksa secara detil, termasuk lokasi serta posisinya yang ada di sebelah rektum. Bila ada yang tidak wajar pada ukuran, bentuk serta tekstur kelenjar prostat, dokter akan mampu menemukan dan merasakannya. Ada tes lanjutan yang perlu dilakukan bila memang ditemukan ketidaknormalan.

  1. Tes Prostate-Specific Antigen/PSA/Antigen Khusus Prostat

PSA adalah sebutan bagi protein yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dan pada dasarnya darah memiliki kadar PSA yang sedikit pada semua pria. Hanya saja, seiring usia seorang pria yang bertambah dari tahun ke tahun, maka diketahui kadar PSA pun akan makin banyak. Tes PSA ini juga dikenal dengan istilah tes darah PSA yang dilakukan untuk mengetahui ukuran kadar PSA yang terdapat di dalam darah seorang pria secara detil.

Namun perlu diketahui bahwa kanker prostat tidak dapat dideteksi secara spesifik melalui tes PSA sendiri sebab peningkatan PSA yang ada pada darah juga bisa dikarenakan oleh adanya prostat yang mengalami peradangan. Selain itu, tidak semua orang dengan kanker prostat akan memiliki kadar PSA yang naik. Kadar PSA yang meningkat hanya dialami sekitar 45 persen saja oleh para penderita kanker prostat.

  1. Biopsi

Biopsi adalah langkah pemeriksaan selanjutnya di mana sampel jaringan prostat perlu diambil untuk dokter bisa menelitinya lebih jauh apakah di dalamnya terdapat sel kanker atau tidak. Prosedur satu ini dapat diandalkan ketika Anda menginginkan diagnosis kanker prostat yang tepat dan benar.

Pemeriksaan lainnya yang kiranya akan dibutuhkan antara lain adalah MRI, pemeriksaan tulang, dan prosedur CT-Scan. Proses diagnosis tersebut perlu ditempuh apabila Anda berpikir bahwa Anda ingin memeriksa apakah sel-sel kanker telah menyebar ke bagian organ dan tubuh lainnya.

, ,
Post Date: Wednesday 07th, September 2016 / 07:37 Oleh :
Kategori : Kanker Prostat