Vaksin Kanker Payudara – Kandungan, Cara Kerja dan Efek Samping Vaksin

Kanker payudara merupakan penyakit yang cukup menjadi momok bagi kaum hawa. Namun, pada kenyataannya penelitian menunjukan bahwa penyakit kanker payudara ternyata juga dapat diderita oleh pria. Secara definisi, kanker payudara (carcinoma mammae) diartikan sebagai penyakit neoplasma ganas yang berasal dari parenchyma. (baca juga: Gejala Kanker Hati Pada AnakPerbedaan Kanker dan Tumor)

Sponsors Link

Kanker payudara adalah kondisi adanya benjolan pada payudara yang berukuran sebesar 2 cm atau lebih. Benjolan yang masih kecil ini diperkirakan belum menyebar ke dalam kelenjar getah bening. Kanker payudara terbukti merupakan satu diantara jenis kanker yang menelan banyak korban setelah kanker serviks. Hal ini mengakibatkan semakin bertambahnya ketakutan masyarakat terhadap jenis penyakit yang merupakan pembunuh nomer 2 di dunia ini. Beberapa peneliti sudah mengembangkan vaksin untuk kanker payudara sejak satu dekade terakhir. Melalui penelitian tersebut diharapkan pemberian vaksin ini dapat menggantikan peran terapi seperti kemoterapi dan radiasi yang banyak menimbulkan efek samping.
Vaksin adalah nama lain dari sebuah antigen yang diciptakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit tertentu. Vaksin yang berhasil ditemukan saat ini diunggulkan mengurangi efek kemoterapi dan radiasi. Vaksin kanker payudara berfungsi untuk mencegah sel-sel kanker yang menyerang tubuh pasien. Vaksin kanker payudara dapat digunakan untuk dua tujuan utama. Pertama, vaksin kanker yang bertujuan mencegah terserangnya payudara oleh sel-sel kanker. Kedua, vaksin juga dapat diberikan kepada penderita positif kanker untuk pengobatan dan membantu meredakan kanker payudara.

Artikel Terkait: Ciri Ciri Kanker LambungPenyebab Kanker Payudara pada Laki Laki

Kandungan dalam Vaksin Kanker Payudara adalah sejenis antigen karbohidrat yang disebut dengan antigen Peptida. Antigen Peptida mengandung dua jenis asam amino yang membantu tubuh untu mengeluarkan antibodi sebagai kekebalan tubuh pasien. Prinsip kerja sistem imun dalam tubuh berawal dari sel dendritik yang membantu merespon kekebalan tubuh terhadap efek radikal bebas. Sel-sel yang ada di hampir seluruh tubuh ini mendapatkan zat antigen berupa molekul dan terikat pada antibodi seseorang. Hal tersebut akhirnya menyebabkan tubuh dapat mendeteksi adanya molekul pathogen dari sel tumor. Selanjutnya, sel tersebut akan mengaktifkan kelenjar getah bening dan sel-sel T pada sistem imun untuk mengirimkan respon protektif guna melawan sel tumor dan sel kanker tumbuh dan berkembang biak. (baca juga: Manfaat Bekam untuk KankerGejala Awal Kanker Paru Paru)

Vaksin kanker payudara dikembangkan untuk menargetkan mammaglobin-A, sebuah protein yang ditemukan di jaringan payudara. Sistem kerja vaksin ini menyerupai sel darah putih yang akan mampu meningkatkan sistem kekebalan adaptif tubuh, dan dapat menghancurkan sel-sel dengan mammaglobin-A. Para peneliti sempat pula mencatat beberapa bukti terkait pemberian vaksin yang dapat memperlambat pertumbuhan kanker. Bahkan dikatakan pada penderita kanker payudara yang memiliki sistem kekebalan tubuh dalam tingkat yang rendah dikarenakan suatu penyakit atau paparan kemoterapi.

Baca Juga:

Sponsors Link

Dalam uji klinis yang dilakukan, vaksin kanker payudara yang diberikan pada proses pencegahan atau membantu pengobatan terbukti aman. Vaksin dengan kandungan antigen Peptida tersebut dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Dikarenakan vaksin bekerja di rumah protein (mammaglobin-A) maka vaksin kanker payudara ini tidak menimbulkan efek samping yang berarti. Menurut penelitian di School of Medicine Washington University, dengan bantuan mammagoblin-A, sel darah putih dapat lebih efektif menghancurkan sel kanker.

Dalam penelitian yang berlanjut pada indikasi munculnya efek samping, uji coba dilakukan dalam dua tahap. Pertama, peneliti melakukan penilaian terhadap keamanan vaksin. Kedua, vaksin dapat diberikan dalam skala besar kepada penderita jika pada tahap sebelumnya tidak menimbulkan alergi atau kelainan tertentu. Pada uji coba yang dilakukan, memang ditemukan adanya efek samping pada kesehatan pasien diantaranya adalah lebam di bagian kulit, flu ringan, demam pada tahap awal, dan nyeri. Namun, efek samping tersebut dinilai tidak terlalu berbahaya bagi jiwa pasien. Pemberian vaksin juga membuktikan berkurangnya risiko tumbuh kembali sel kanker yang sudah sembuh selama beberapa tahun kedepan.

Baca juga:

Tindakan pencegahan serta sosialisasi sudah banyak dilakukan kepada masyarakat terutama bagi wanita usia produktif yang memang berisiko tinggi mengidap penyakit ini. Beberapa strategi pencegahan dapat dilakukan dengan berawal dari lingkungan. Seluruh peneliti sepakat bahwa tindakan pencegahan yang efektif adalah melalui pola hidup yang berkaitan dengan lingkungan sekitar dan melakukan deteksi dini sebelum terlambat. Terdapat tiga tingkat pencegahan yang dilakukan yakni pencegahan primer, sekunder, dan tertier. (baca juga: Ciri Ciri Kanker ServiksTanda Awal Kanker Usus Besar)

Pencegahan primer terhadap kanker payudara adalah pencegahan yang dilakukan pada orang yang sehat jasmani. Artinya, individu tersebut belum terdeteksi penyakit kanker dan masih dalam kondisi yang bugar. Upaya ini dilakukan untuk menghindarkan seseorang dari segala akibat yang disebabkan oleh paparan radikal bebas dan menerapkan pola hidup sehat. Pencegahan ini dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat, tanggap terhadap segala informasi terkait kanker, dan melakukan deteksi dini dengan memeriksa payudara sendiri secara rutin setiap harinya. (baca juga: Metode Pengobatan Kanker TulangKemoterapi Kanker Darah)

Sponsors Link

Pencegahan sekunder dilakukan kepada individu yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara. Tindakan pencegahan sekunder dilakukan dengan cara deteksi dini melalui beberapa metode diantaranya seperti Skrining mammografi yang diyakini memiliki keakuratan 90% untuk mendeteksi kanker payudara. Namun, paparan yang dihasilkan dari proses skrining tersebut dapat juga menjadi faktor munculnya sel kanker karena masih merupakan bagian dari radiasi. Oleh sebab itu, beberapa ahli mencanangkan tindakan skrining boleh dilakukan dengan beberapa pertimbangan antara lain :

  • Wanita yang menginjak usia 40 tahun yang disarankan melakukan cancer risk assessement survey
  • Wanita normal dapat melakukan mammografi setiap 2 tahun sekali hingga usianya 50 tahun
  • Wanita dengan faktor lebih berisiko dapat melakukannya setiap tahun.

Baca juga:

Pencegahan tertier dilakukan terhadap seseorang yang sudah terindikasi atau positif menderita kanker payudara. Tindakan ini lebih efektif disebut sebagai penanganan yang tepat kepada penderita kanker payudara sesuai dengan stadium penyakitnya. Penanganan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita dan mencegah komplikasi penyakit serta meneruskan pengobatan. Tindakan ini dapat berupa operasi pengangkatan, kemoterapi, atau pada stadium tertentu penanganan dapat diberikan dengan simptomatik dan disarankan untuk pengobatan alternatif dengan herbal.

Baca Artikel terkait:

Demikian artikel mengenai vaksin kanker payudara, serta tindakan pencegahannya. Semoga bermanfaat!

, , , , ,
Post Date: Tuesday 07th, February 2017 / 09:19 Oleh :
Kategori : Kanker Payudara