20 Tanda Tanda Kanker Payudara pada Wanita

Saat ini, kanker payudara adalah penyakit yang paling banyak mengancam wanita dan menjadi penyebab kematian wanita. Sejak dua dekade ini, peneliti telah meneliti secara mendalam mengenai penyakit ini dan pengobatannya sehingga ditemukan terapi yang lebih efisien dan tidak terlalu berbahaya. Peningkatan kewaspadaan public terhadap penyakit ini dan peningkatan penapisan telah merujuk pada diagnosis kanker payudara pada tahap awal sehingga dapat segera dilakukan operasi komplit dan terapi kuratif.

Sponsors Link

Tingkat kelangsungan hidup penderita kanker payudara usia muda mengalami peningkatan yang cukup signifikan dewasa ini. Kanker payudara biasanya tidak nyeri pada tahap awal. Namun, beberapa hal dapat menjadi tanda dari kanker payudara atau benjolan pada payudara yang bukan kanker. Karena itu segera periksakan diri anda ke dokter di rumah sakit agar mendapat pemeriksaan lengkap. Berikut adalah gejala, tanda dan factor risiko kanker payudara yang perlu anda waspadai.

Baca juga: makanan penyebab kanker payudara

1. Perubahan ukuran salah satu payudara

Benjolan pada payudara dapat menyebabkan perubahan ukuran pada salah satu payudara. Penapisan dengan memeriksa payudara sendiri secara rutin setiap bulan dapat mendeteksi perubahan ukuran salah satu payudara. Mungkin pada saat itu anda belum merasakan adanya benjolan pada payudara. Perubahan ukuran dapat menjadi tanda paling awal adanya kanker payudara.

baca juga: perbedaan tumor payudara dan kanker payudara

2.Perubahan bentuk salah satu payudara

Sama seperti perubahan ukuran, perubahan bentuk dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Anda dapat membandingkan kedua bentuk payudara anda didepan cermin untuk melihat apakah ada perbedaan bentuk antara payudara yang satu dengan yang lain. JIka anda menemukan perbedaan, sebaiknya anda memeriksan diri anda.

baca juga: pencegahan kanker payudara secara alami dan efektif

3.Benjolan pada payudara

Benjolan pada payudara tidak selalu merupakan kanker payudara. Anda dapat memeriksakan benjolan yang muncul pada payudara. Benjolan pada payudara, dapat anda deteksi pada payudara dengan palpasi pada payudara.Benjolan dapat teraba keras, kenyal atau kistik.

baca juga: ciri ciri kanker payudara stadium 3

4.Benjolan pada ketiak

Jaringan payudara berbentuk seperti komet dengan ekornya mencapai ketiak, sehingga dapat juga muncul benjolan pada daerah ketiak. Namun, benjolan pada ketiak biasanya merupakan kanker yang lain seperti limfoma atau kanker kelenjar getah bening.

baca juga: ciri kanker payudara pada ibu menyusui

Sponsors Link

5.Kulit kemerahan yang tidak menghilang

Kanker payudara biasanya tidak memberikan rasa nyeri atau tanda- tanda keradangan. Kanker payudara yang memberikan keradangan memiliki beberapa kemungkinan bisa jadi merupakan kanker payudara yang sudah terlambat, kanker payudara yang bertipe radang, atau penyakit lain selain kanker payudara. Namun jika tidak membaik maka perlu dicurigai gejala awal kanker payudara.

baca juga: tanda kanker payudara stadium awal

6.Keluar cairan dari putting susu selain ASI

Kanker payudara yang berasal dari sel pada saluran kelenjar payudara dapat memicu terbentuknya cairan pada payudara. Pada kanker yang sudah pada tahap lanjut akan timbul perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah baru yang terbentuk dari kanker payudara. Darah atau cairan yang berasal dari putting susu perlu diwaspadai sebagai gejala awal kanker payudara.

baca juga: kemoterapi kanker payudara

7.Usia tertentu

Payudara dapat ditemukan pada usia yang cukup muda, yaitu 17 tahun. Risiko berkembangnya kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Melalui data yang berasal dari Surveillance, Epidemiology, and End Ruslts (SEER) menunjukan kemungkinan seorang wanita di Amerika mengalami kanker payudara selama hidupnya adalah 1: 8 dan 1: 202 pada kelompok usia dari lahir hingga usia 39 tahun, 1: 26 pada kelompok usia 40- 59 tahun dan 1: 28 pada kelompok usia 60- 69 tahun.

baca juga: gejala kanker payudara stadium 4

8.Memiliki riwayat personal yang berisiko tinggi kanker payudara

Riwayat personal tertentu merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berkembangnya kanker payudara kedua yang berada pada satu sisi atau sisi sebaliknya dari lokasi benjolan payudara yang pertama. Faktanya, kanker yang paling banyak ditemukan diantara survivor kanker payudara adalah kanker payudara kontralateral metachronous. Faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara kedua adalah diagnosis inisial dari DCIS, stage IIB, kanker payudara yang reseptor hormonnya negative dan usia muda.

baca juga: radioterapi kanker payudara

ads

9.Riwayat Keluarga

Wanita yang memiliki peningkatan risiko kanker payudara jika memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker payudara juga. Pada penelitian Nurse’s Health Study follow-up, wanita dengan ibu yang terdiagnosis kanker payudara sebelum usia 50 atau usia lebih tua dari 50 memiliki risiko lebih besar dibandingkan wanita yang tidak memiliki keluarga yang tidak memiliki riwayat ibu yang menderita kanker payudara. Riwayat saudara dengan kanker payudara juga dapat meningkatkan risiko terdiagnosis kanker payudara pada usia 50 tahun. Intinya, seorang wanita memiliki risiko paling besar menderita kanker payudara.

baca juga: vaksin kanker payudara

10.Kerentanan genetik

Sekitar 20%-25% pasien kanker payudara memiliki riwayat kekuarga yang menderita kanker payudara namun hanya 5%-10% kasus kanker payudara menunjukan penurunan genetic secara autosomal dominan. Alel genetic yang memiliki predisposisi risiko tinggi kanker payudara adalah mutasi BRCA1 dan BRCA2.

baca juga:operasi kanker payudara

11.Menarche pada usia yang lebih awal

Menarche adalah menstruasi awal yang di alami seorang wanita. Menarche pada usia yang lebih awal memiliki faktor risiko bagi wanita yang pre- dan postmenopause untuk mengembangkan kanker payudara. Keterlambatan menarke selama 2 tahun dibandingkan dihubungkan dengan penurunan risiko kanker payudara sebesar 10%. Berdasarkan data dari European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition, dalam penelitian cohort menemukan wanita yang meiliki menarke sebelum usia kurang dari 13 tahun menunjukan risiko menderita kanker payudarayang positif menunjukan reseptor hormon dua kali lipat lebih tinggi.

baca juga: benarkah susu kedelai penyebab kanker ?

12.Riwayat Paritas

Wanita yang tidak pernah hamil dan melahirkan memiliki risiko menderita kanker payudara yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang pernah mengalami kehamilan dan melahirkan. Wanita yang hamil di usia muda memiliki efek protektif untuk keseluruhan hidupnya sedangkan pada keluarga wanita yang hamil untuk pertama kalinya pada usia yang sudah tua memiliki risiko kanker payudara yang lebih besar dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah hamil dan melahirkan.Dibandingkan wanita yang tidak pernah hamil insiden kumulatif kanker payudara pada wanita yang berusia 20 tahun, 25 tahun dan 35 tahun secara berturut- turut adalah sebagai berikut 20% lebih rendah, 10% lebih rendah dan 5% lebih tinggi.

baca juga: penyebab kanker payudara pada laki- laki

13.Menyusui

Fakta menunjukan bahwa menyusui memiliki efek melindungi terhadap perkembangan kanker payudara. Menyusui mungkin menunda siklus ovulasi dan mengurangi kadar hormone seks endogen dalam tubuh. Telah diperkirakan bahwa pengurangan 4.3% risiko kanker payudara untuk sertiap satu tahun menyusui.

baca juga: penyebab kanker payudara stadium 1

14.Peningkatan kadar hormone testoteron dalam darah

Kadar hormone testoteron dalam darah meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita yang mengalami premenopause dan postmenopause. Kadar testoterin yang tinggi pada wanita yang mengalami postmenopause berhubungan dengan peningkatan risiko berkembangnya kanker payudara.

15.Penggunaan hormone dari luar

Fakta menunjukan bahwa terhadap hubungan yang signifikan antara penggunaan terapi hormone pengganti (HRT) dan risiko kanker payudara. Kanker payudara berhubungan dengan penggantian terapi hormone adalah kanker payudara yang menunjukan positif reseptor estrogen. Ketika dibandingkan antara pasien yang menggunakan HRT dengan yang tidak, risiko kanker payudara lebih tinggi padapenderita yang menggunakan HRT.

16.Sering mengonsumsi alkohol

Konsumsi alcohol dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker payudara yang secara statistik berada pada level yang signifikan. Intake alcohol pada awal dan lanjut kehidupan manusia dewasa secara independen berhubungan dengan risiko kanker payudara.

Sponsors Link

17.Aktivitas Fisik

AKtivitas fisik yangrutin dilakukan secara konsisten menunjukan penurunan risiko kanker payudara yang hubungannya bergantung pada dosis aktivitas fisik. AKtivitas fisik yang paling rongan dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 2% dan aktivitas fisik yang cukup berat dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 5%.

18.Obesitas

Obesitas secara spesifik pada wanita yang suda menopause menunjukan peningkatan risiko kanker payudara. Pada studi kohort prospektif multisenter EPIC, wanita yang sudah mengalami menopause dan tidak menggunakan terapi pengganti hormone mengalami peningkatan risiko kanker payudara karena peningkatan berat badan, indeks massa tubuh, dan lingkaran pinggang

19.Paran radiasi

Paparan radiasi dari berbagai sumber yang xukup bervariasi termasuk terapi medi dan peningkatan ledakan nuklir, meningkatkan risiko kanker payudara. Radiasi untuk terapi kesehatan pada area dada untuk kanker semasa kecil meningkatkan risiko kanker payudara yang linier dengan dosis radiasi dada. Efek radiasi terhadap kanker payudara akibat radiasi ledakan bom nuklir di Hiroshimadan Nagasaki berhubungan secara positif terhadap wanita yang mengalami radiasi tersebut saat berusia lebih mudah dari usia 35 tahun. Selain itu insiden kanker payudara juga meningkat pada area Belaru dan Ukraina. Risiko kanker payudara pada area tersebut meningkat dua kali lipat karena kecelakaan nuklir Chernobyl.

20.Patologi jaringan kanker payudara

Penyakit payudara yang berkembang cukup cepat berhubungan dengan risiko kanker payudara. Lesi pada payudara yang proliferative tanpa kelainan sel, termasuk hyperplasia ductal biasa, intraductal papillomas, sclerosing adenosis dan fibroadenoma yang mengembangkan kanker payudara sekitar 1.5-2 kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

, , ,
Post Date: Tuesday 05th, September 2017 / 05:29 Oleh :
Kategori : Kanker Payudara