Benarkah Penyebab Kanker Payudara Karena Sering Diremas?

Hingga saat ini, kanker payudara termasuk jenis kanker yang paling banyak menyerang kaum wanita dan menjadi jenis kanker paling mematikan di dunia. Kanker payudara umumnya ditandai dengan tanda-tanda kanker payudara berupa benjolan, kulit yang mengkerut, rasa nyeri yang hebat hingga perubahan bentuk payudara. Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti, namun sejumlah faktor resiko dapat memperbesar resiko seseorang terkena kanker payudara. Meski penyakit ini umumnya menyerang wanita, namun dapat pula menjadi penyebab kanker payudara pada laki-laki.

Sponsors Link

Penyebab Kanker Payudara Karena Sering Diremas

Dari sekian banyak faktor penyebab kanker payudara, mungkin banyak yang mempertanyakan penyebab kanker payudara karena sering diremas. Pertanyaan tersebut memang wajar saja muncul, mengingat aktivitas meremas payudara yang dilakukan pasangan saat berhubungan seksual sudah pasti hampir selalu dilakukan. Umumnya meremas payudara dilakukan untuk meningkatkan gairah, meskipun memang tetap ada dampak buruk jika dilakukan terlalu sering. Namun yang perlu ditekankan adalah aktivitas meremas payudara tidak akan menyebabkan penyakit kanker payudara.

Meremas payudara justru dapat menyehatkan payudara, karena otot dan kelenjar yang ada di dalam payudara seakan mengingatkan kembali sel-sel yang melakukan aktivitas menyimpang untuk kembali ke jalan yang lurus. Jadi bibit kanker payudara akibat sel yang rusak bisa kembali menjadi normal dengan meremas payudara. Tentunya meremas yang dimaksud tidak sembarangan dan terlalu kencang sehingga membuat payudara sakit dan justru mengalami trauma. Meremas payudara agar menjadi sehat perlu dilakukan secara lembut dan diperlukan juga teknik khusus yang menjaga agar payudara tetap kencang.

Jadi meremas payudara tidak menyebabkan kanker payudara seperti yang dikhawatirkan banyak orang selama ini. Beberapa penyebab munculnya kanker payudara antara lain sebagai berikut.

  • Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Makanan yang dimaksud yaitu makanan yang mengandung banyak penyedap, pengawet, penguat rasa, pewarna, makanan yang dibakar, makanan yang diasinkan ataupun manisan yang termasuk dalam makanan penyebab kanker payudara.
  • Faktor keturunan, usia dan ras tertentu. Sifat gen yang rusak dapat diwariskan sehingga penyakit tersebut dapat muncul pada keturunan seseorang bila tidak menjalani pola hidup sehat. Usia wanita yang sudah di atas 50 tahun dan wanita bule lebih beresiko terkena kanker payudara.
  • Kepadatan payudara. Jaringan payudara yang terlalu pada juga dapat meningkatkan resiko wanita terkena kanker payudara, karena sel payudara menjadi terdesak sehingga memicu sel menjadi abnormal.
  • Penggunaan bra yang terlalu ketat. Penggunaan bra yang ketat dan dalam waktu yang lama juga membuat payudara terus tertekan sehingga tidak dapat bernapas. Bahkan aliran darah di sekitar payudara pun menjadi tidak lancar dan menyebabkan sel payudara mengalami kerusakan hingga menjadi kanker.
  • Menstruasi yang lebih cepat. Jika seseorang mengalami menstruasi yang lebih dini yaitu di bawah usia 12 tahun, maka wanita tersebut akan lebih rentan mengalami kanker payudara karena perubahan hormon di dalam tubuhnya.
  • Radiasi. Seseorang yang pernah menjalani pengobatan dengan metode terapi radiasi akan berpeluang mengalami kanker payudara, terutama jika penyinaran dilakukan di area tubuh seperti leher, dada dan punggung.
  • Obesitas. Obesitas memang sangat merugikan karena penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat berlebih dapat memicu berbagai penyakit termasuk kanker payudara.
  • Implan pada payudara. Melakukan implan payudara agar terlihat besar dan kencang sebenarnya tidak perlu dilakukan, karena justru dapat menyebabkan payudara mengalami gangguan hingga beresiko terkena kanker.
  • Terapi pengganti hormon. Terapi pengganti hormon memang dapat menyelamatkan wanita yang mengalami gangguan pada kelenjar penghasil hormonnya, namun hal ini juga memberikan resiko lebih besar untuk mengalami kanker payudara.
Sponsors Link

  • Merokok dan minum minuman beralkohol. Senyawa kimia yang terkandung dalam asap rokok dan minuman beralkohol dapat membahayakan kesehatan sekaligus memicu mutasi genetik pada sel payudara.
  • Melakukan pekerjaan tertentu yang memicu kanker payudara. Beberapa pekerjaan tertentu dapat memicu kanker payudara seperti pabrik plastik, kaleng, asbes, otomotif dan pekerjaan lainnya yang dilakukan di malam hari.

Penyakit kanker payudara memang sangat berbahaya, terkadang penyakit ini tidak menunjukkan gejala sama sekali sehingga baru dapat terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Pengobatan yang umumnya dilakukan untuk mengatasi kanker payudara adalah kemoterapi kanker payudara dan radioterapi kanker payudara. Kedua pengobatan tersebut dapat menyebabkan efek samping yang cukup parah seperti mual, muntah, sariawan, rambut rontok, tubuh lemas dan sebagainya.

Untuk menghindari penyakit ini tentu diperlukan cara mencegah kanker payudara seperti mengetahui ciri-ciri kanker payudara saat masih stadium awal dan memperoleh vaksin kanker payudara. Kegiatan meremas payudara juga bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah kanker payudara, karena saat meremas kita justru terkadang dapat menemukan keganjilan atau perubahan pada payudara sehingga bisa segera diperiksakan ke dokter. Jadi meremas payudara tidak menyebabkan kanker payudara justru bermanfaat untuk menyehatkan payudara jika dilakukan dengan teknik yang benar.

, , ,