Kemoterapi Kanker Payudara – Metode, Manfat dan Perawatannya

Kanker payudara adalah salah satu jenis penyakit kanker yang paling ditakuti oleh para wanita setelah kanker serviks. Kanker payudara sering tidak disadari keberadaannya, apalagi jika wanita tidak secara rutin melakukan SADARI (periksa payudara sendiri). Pada penyakit kanker payudara, sel kanker akan tumbuh dan menyerang jaringan payudara, seperti saluran air susu, kelenjar penghasil susu, hingga jaringan lemak yang menunjang payudara.

Sponsors Link

Penyebab kanker payudara sendiri masih belum diketahui secara pasti. Meski begitu, faktor gaya hidup, hormonal, dan lingkungan dianggap sebagai faktor utama yang menyebabkan kanker payudara.

Baca juga:

Perwatan kanker payudara akan disesuaikan dengan stadium kanker payudara yang diderita. Jika kanker yang diderita masih pada stadium awal, maka operasi pengangkatan mungkin bisa menyembuhkan kanker payudara secara total. Namun, jika kanker payudara sudah mencapai stadium lanjut, maka pengobatan seperti kemoterapi dan radioterapi mungkin sangat dibutuhkan untuk meningkatkan tingkat kesembuhan pasien.

Baca juga:

Gejala Kanker Payudara

Kanker payudara akan lebih mudah untuk disembuhkan jika dilakukan penanganan yang segera di stadium awal. Untuk itu, Anda mungkin perlu untuk mengenali gejala awal kanker payudara agar bisa lebih waspada dengan kemunculan kanker di payudara Anda. Berikut ini gejala yang bisa Anda amati:

  1. Munculnya benjolan di payudara, yang merupakan pertanda dari keberadaan tumor atau kanker yang sedang berkembang di payudara Anda. Anda bisa mengenali gejala ini jika Anda secara rutin melakukan pemeriksaan pribadi di rumah dengan meraba bagian payudara Anda. (Baca juga: Ciri Benjolan Kanker Payudara dan Cara Pemeriksaannya)
  2. Warna kulit payudara berubah, atau bahkan terjadi penebalan di kulit payudara. Kulit payudara akan menjadi kemerahan, seperti sedang terkena infeksi. Tidak hanya itu, tekstur kulit bisa berubah menjadi seperti kulit jeruk.
  3. Puting terasa sakit, bahkan bisa keluar cairan di ujung puting atau bentuk puting berubah menjadi seperti melesak ke dalam.
  4. Muncul benjolan di ketiak, yang disebabkan karena jaringan payudara meluas ke daerah ketiak akibat adanya sel kanker. (Baca juga: Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1)

Maka, untuk bisa mengenali adanya gejala kanker payudara di atas, Anda sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri di rumah. Caranya adalah dengan meraba dan melakukan pemijatan ringan di area payudara dan rasakan apakah ada benjolan yang tidak wajar di payudara Anda.

Baca juga:

Jika Anda merasakan ada keganjilan di payudara Anda, jangan segan-segan untuk memeriksakannya ke dokter. Dengan begitu, dokter akan bisa memberi diagnosa yang lebih akurat. Jika Anda memang positif dinyatakan menderita kanker payudara, dokter akan memeriksa pada stadium berapa kanker payudara yang sedang Anda alami. Hal ini akan membantu untuk menentukan pengobatan apa yang harus dan bisa dberikan.

Salah satu pengobatan kanker payudara yang paling umum dan paling sering dilakukan adalah kemoterapi. Lalu, seperti apakah kemoterapi untuk kanker payudara? Apakah ada efek sampingnya? Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas tuntas informasi seputar kemoterapi kanker payudara.

ads

Metode

Pada pasien kanker payudara, jenis kemoterapi yang bisa diberikan ada beberapa macam. Berikut ini adalah beberapa kasus dimana kemoterapi untuk kanker payudara dapat digunakan:

  1. Kemoterapi adjuvant

Kemoterapi adjuvant adalah jenis kemoterapi yang diberikan pasca operasi pembedahan kanker payudara. Kemoterapi jenis ini diberikan kepada pasien kanker payudara yang sel kankernya masih belum menyebar dengan tujuan mengurangi resiko kekambuhan kanker payudara.

Pada kanker payudara stadium awal, sel kanker bisa keluar dari jaringan payudara mengikuti aliran darah dan menyebar ke organ lain tanpa terdeteksi alat seperti sinar X sekalipun. Tentu hal ini akan meningkatkan resiko penyebaran kanker. Maka, dengan kemoterapi adjuvant, sel kanker yang keluar dari jaringan payudara juga dapat dibunuh dan mencegah terjadinya penyebaran kanker. (Baca juga: Kanker Payudara Stadium 1 : Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatannya)

  1. Kemoterapi neoadjuvant

Jenis kedua, yaitu kemoterapi neoadjuvant. Kemoterapi ini diberikan sebelum dilakukannya operasi pembedahan kanker payudara. Kemoterapi ini sangat bermanfaat untuk mengecilkan kanker yang berukuran besar sehingga akan lebih mudah diangkat saat operasi. Selain itu, dengan dilakukannya kemoterapi neoadjuvant, dokter dapat melihat bagaimana sel kanker di tubuh pasien merespon kemoterapi dan hal ini tentu bisa membantu mengukur efektivitas obat kemoterapi yang diberikan.

  1. Kemoterapi untuk kanker payudara stadium lanjut

Kemoterapi juga bisa diberikan kepada pasien kanker payudara stadium lanjut, dimana sel kanker telah menyebar keluar jaringan payudara dan daerah ketiak. Dokter bisa memberi obat kemoterapi dalam bentuk oplosan (campuran lebih dari satu obat). Pemberian kemoterapi pun dilakukan dalam beberapa siklus, dengan masa istirahat di antara setiap siklus. Siklus pemberian kemoterapi tersebut ditentukan sesuai obat atau kombinasi obat yang diberikan.

Baca juga:

Kemoterapi, meski sedikit menyiksa bagi pasien kanker, terkadang menjadi satu-satunya pilihan yang bisa dilakukan untuk berusaha menyembuhkan kanker. Namun, seringkali kemoterapi diberikan untuk meningkatkan kemungkinan sembuh pasien yang telah atau akan menjalani operasi pengangkatan.

Kemoterapi sendiri akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan perawatan lain. Pada umumnya, kemoterapi akan dilakukan pada saat:

  • Sebelum operasi atau terapi radiasi, untuk memperkecil ukuran tumor sebelum dilakukan operasi pengangkatan
  • Setelah operasi atau terapi radiasi, untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker di tubuh
  • Saat dilakukan radiasi dan terapi biologis, untuk memaksimalkan efektivitas perawatan.

Untuk memberi perawatan kemoterapi pun bisa dilakukan dengan beberapa cara, tergantung jenis kanker yang diderita, yaitu:

  • Topikal, yaitu kemoterapi dengan mengoleskan krim ke kulit atau daerah yang terkena kanker.
  • Oral, yaitu kemoterapi dengan memberi obat berbentuk pil, kapsul atau cairan yang harus diminum.
  • Suntik, yaitu obat kemoterapi diberikan melalui suntikan ke otot atau lapisan lemak.
  • Intraperitoneal, yaitu kemoterapi yang langsung diberikan ke rongga perut.
  • Intra-arteri, yaitu kemoterapi langsung dimasukkan ke pembuluh darah arteri yang menuju ke area kanker.
  • Intra benous, yaitu kemoterapi langsung dimasukkan ke pembuluh darah vena.

Manfaat

Kemoterapi telah dikenal sangat membantu dalam menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh. Meski begitu, kemoterapi akan lebih efektif jika dibarengi dengan pemberian perawatan lainnya, seperti operasi dan radioterapi. Walaupun efektivitas kemoterapi sangat bergantung pada jenis dan stadium kanker yang diderita, berikut ini manfaat kemoterapi secara umum:

  • Meringankan gejala kanker, khususnya pada pasien kanker stadium lanjut. Kemoterapi dapat memperkecil ukuran tumor yang menyebabkan rasa sakit di tubuh. (Baca juga: Kemoterapi Kanker : Efek Samping dan Sejarah)
  • Mengendalikan sel kanker, yaitu dengan mencegah penyebaran kanker, memperlambat pertumbuhannya hingga menghancurkan sel kanker yang mulai berkembang ke bagian tubuh lainnya.
  • Menyembuhkan, yaitu kemoterapi dapat menghancurkan sel kanker dengan sempurna dan mencegah perkembangannya kembali. Namun, kemoterapi juga dapat mempengaruhi sel sehat di tubuh yang akan menimbulkan beberapa efek samping lainnya. Perlu diketahui efek samping tersebut akan hilang begitu perawatan kemoterapi dihentikan.

Efek Samping

Kemoterapi kanker payudara memang akan sangat membantu dalam penyembuhan pasien kanker payudara. Meski begitu, pengobatan ini juga akan memberi beberapa efek samping pada tubuh pasien. Efek samping yang diberikan pun akan berbeda-beda, tergantung pada jenis obat kemoterapi yang diberikan. Selain itu, dosis serta lama pemberian obat juga akan memberi efek samping yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa efek samping kemoterapi kanker yang umum terjadi pada pasien kanker payudara:

  1. Rambut rontok ꟷ merupakan efek samping kemoterapi yang paling umum dan sering dialami oleh pasien kanker. Hal ini dikarenakan kemoterapi menargetkan pada semua sel yang membelah dengan cepat, dimanaa sel rambut termasuk salah satunya.
  2. Nafsu makan hilang ꟷ karena pasien kemoterapi sering merasakan efek mual dan hal ini pun menyebabkan pasien kehilangan nafsu makan.
  3. Mudah terinfeksi ꟷ kemoterapi akan menurunkan jumlah sel darah putih di tubuh sehingga akan membuat kekebalan tubuh pun menurun dan pasien menjadi mudah sakit. Tidak hanya itu, pasien juga akan mudah mengalami sariawan.
  4. Perubahan siklus menstruasi ꟷ efek samping ini biasa terjadi pada wanita. Bahkan, pada beberapa wanita perubahan siklus menstruasi bersifat permanen meski perawatan kemoterapi dihentikan.
  5. Mudah lelah ꟷ akan dirasakan oleh pasien kanker yang menjalani kemoterapi karena sel darah merah di tubuh berkurang dan tubuh pun akan merasa lemas dan lemah.
Sponsors Link

Selain efek samping kemoterapi yang umum terjadi di atas, ada beberapa efek samping lainnya yang cukup berbahaya. Misalnya, kerusakan saraf akibat kemoterapi menggunakan beberapa jenis obat tertentu. Jika ini terjadi, pasien akan merasakan nyeri, kebas, kesemutan atau menjadi terlalu sensitive terhadap suhu dingin atau panas. Tidak hanya itu, bisa juga pasien mengalami kerusakan hati akibat menggunakan jenis obat kemoterapi tertentu dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga:

Perawatan Pasca Kemoterapi

Dengan banyaknya efek samping kemoterapi seperti di atas, maka pasien kanker yang menjalani kemoterapi mungkin perlu menjalani beberapa perawatan pasca kemoterapi. Perawatan pasca kemoterapi ini akan sangat membantu pasien dalam meminimalisir efek samping yang mungkin akan dirasakan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menghadapi efek samping kemoterapi kanker payudara yang dapat dilakukan:

  1. Mengatasi kerontokan, karena tidak bisa dicegah, pasien bisa mencoba menggunakan wig atau penutup kepala untuk menutupi kepala yang mulai kehilangan banyak rambut.
  2. Mengatasi rasa mual, pasien tetap harus cukup makan untuk menjaga terpenuhinya kebutuhan gizi. Pasien bisa menghindari makanan yang beraroma jeruk, yang memiliki rasa terlalu manis, berlemak dan pedas. Cobalah membuat teh dengan aroma jahe atau mint yang memberi efek relaksasi. (Baca juga: Manfaat Jahe Untuk Penderita Kanker)
  3. Mengatasi sariawan, pasien bisa mencoba berkumur dengan baking soda atau garam. Cara ini bisa meminimalisir tumbuhnya bakteri yang bisa menginfeksi. Gunakan juga sikat gigi yang lembut sehingga mencegah terjadinya luka yang menyebabkan sariawan.
  4. Mengatasi rasa lelah, pastikan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup. Lakukan olahraga secara teratur juga untuk membantu menjaga tubuh tetap fit.

, , ,
Post Date: Friday 03rd, March 2017 / 06:35 Oleh :
Kategori : Kanker Payudara