Benarkah Nyeri Payudara Tanda Kanker? Ini Penjelasannya!

Setiap wanita pasti merasa cemas dan takut jika pada payudaranya terasa nyeri bahkan berlangsung cukup lama. Hal ini wajar terjadi mengingat payudara merupakan aset berharga wanita dan banyak sekali wanita yang terserang kanker payudara seiring perubahan zaman. Karena itu banyak yang merasa panik jika mendapati payudaranya yang sakit padahal sedang tidak menstruasi, dan mengaitkannya dengan penyakit kanker. Namun benarkah nyeri payudara tanda kanker? Apa saja yang menyebabkan payudara terasa begitu nyeri? Kanker payudara memang sangat mengerikan sehingga sangat ditakuti semua wanita. Namun rasa nyeri bukanlah satu-satunya pertanda adanya kanker sehingga tidak perlu merasa cemas berlebihan.

Sponsors Link

Kanker payudara memang masih menjadi jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita, dengan ciri-ciri kanker payudara yang umum diketahui masyarakat adalah munculnya rasa nyeri dan benjolan. Padahal nyeri payudara belum tentu pertanda kanker, justru kanker payudara jarang menimbulkan nyeri pada tanda kanker payudara stadium awal. Ciri-ciri kanker payudara yang mudah dikenali dapat dilihat dari adanya benjolan, perubahan warna dan tekstur kulit, hingga perubahan pada puting yang tidak wajar. Jadi jelas bahwa Kanker payudara memang dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat, namun nyeri payudara tidak selalu menandakan penyakit kanker. Beberapa kondisi berikut ini dapat menyebabkan nyeri payudara yang tidak berkaitan dengan siklus menstruasi tanpa mengindikasikan adanya sel kanker.

1. Ukuran Bra Tidak Pas

Penggunaan bra yang tidak pas seperti terlalu kecil ternyata dapat menyebabkan payudara mengalami nyeri. Nyeri terjadi karena payudara terlalu tertekan sehingga terasa sesak dan sakit. Namun jika bra diganti dengan ukuran yang pas sesuai dengan ukuran payudara, maka rasa sakit atau nyeri akan berangsur-angsur hilang sehingga kondisi ini tidak perlu dicemaskan.

2. Ukuran Payudara terlalu Besar

Ternyata ukuran payudara pun dapat menentukan kesehatan payudara. Nyeri pada payudara juga bisa disebabkan ukurannya yang terlalu besar, apalagi jika tidak sesuai dengan postur tubuh. Tumpukan lemak di dada tentu akan terasa berat dan menjadi beban tubuh, sehingga membuat dada, leher dan punggung terasa nyeri. Bahkan hal ini dapat membuat seorang wanita mengalami lordosis atau terlihat membungkuk karena payudaranya yang besar.

3. Perubahan Hormon

Dalam tubuh wanita terdapat hormon yang mengatur segala aktivitas organ terutama organ reproduksi. Selain dikarenakan masa menstruasi, masa menopause pun juga dapat membuat payudara terasa sakit karena kadar hormon yang tidak stabil. Rasa sakit tersebut bisa berlangsung lama tergantung kondisi hormon di dalam tubuh. Selain itu, stres dan faktor lainnya juga dapat mempengaruhi perubahan hormon sehingga nyeri payudara yang juga mirip bahaya tumor ganas payudara dapat terjadi.

4. Mastitis

Mastitis merupakan peradangan yang terjadi pada payudara dan umumnya dialami pada wanita menyusui. Mastitis dapat menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa, disertai pembengkakan, warna payudara memerah dan rasa sakit seperti ditusuk jarum. Mastitis ringan dapat diatasi dengan obat yang diresepkan dokter, namun jika sudah sangat parah dapat dilakukan tindakan operasi untuk mencegah kerusakan jaringan payudara yang lebih parah.

5. Konsumsi Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan seperti anti depresan, obat penyakit jantung dan KB hormonal juga dapat menyebabkan nyeri payudara hingga gejala kanker getah bening stadium 1. Obat-obatan tersebut dapat mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh sehingga muncul rasa sakit pada bagian tertentu payudara. Karena itu konsultasikan dengan dokter jika ingin mengkonsumsi obat tertentu dan bicarakan jika obat tersebut menimbulkan efek samping yang membuat tidak nyaman.

Sponsors Link

6. Kista Payudara

Umumnya kista payudara berupa benjolan dengan isi cairan, dan terkadang menimbulkan nyeri. kista payudara tidak berbahaya dan dengan jalan operasi biasanya bisa disembuhkan. Namun jika kondisi ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan menjadi kanker payudara yang justru membutuhkan pengobatan tumor ganas payudara seperti kemoterapi kanker payudara dan radioterapi kanker payudara.

7. Asupan Makanan

Berbagai jenis makanan yang sebaiknya dihindari adalah yang mengandung bahan kimia dan banyak lemak. Makanan dengan kandungan asam lemak yang tinggi dapat memicu perubahan hormon, bahkan menyebabkan perubahan materi genetik pada sel payudara. Kondisi ini menyebabkan payudara sering terasa sakit, karena itu usahakan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang sehat untuk menjaga kesehatan tubuh.

8. Cedera pada Bagian Tubuh Lain

Saat mengangkat beban berat atau aktivitas lainnya terkadang kita mengalami cedera karena terlalu memaksakan tubuh. Dampaknya, cedera pada otot lengan, ketiak, bahu dan punggung ternyata dapat menjadikan pemicu munculnya rasa nyeri pada payudara. Namun gejala tersebut akan segera hilang saat cedera mulai sembuh.

Jadi ada banyak hal yang dapat memicu munculnya nyeri pada payudara, sehingga nyeri payudara tidak selalu menandakan adanya penyakit kanker. Jika nyeri terus berlanjut hingga berminggu-minggu dan muncul gejala lainnya yang mencurigakan, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Jika memang diketahui ada gejala kanker payudara, pengobatan bisa segera dilakukan sehingga gejala kanker payudara stadium 4 dapat dihindari.

, , , , , ,