Apakah Penderita Kanker Payudara Bisa Menyusui Bayi?

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang banyak menyerang kaum wanita, walaupun memang ada pula beberapa kasus dimana laki-laki juga dapat terkena kanker payudara. Kanker payudara yang menyerang wanita dalam kondisi normal saja sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi jika kanker payudara menyerang wanita dalam masa menyusui. ASI merupakan sesuatu yang penting untuk diberikan kepada bayi, karena pemberian ASI dapat berpengaruh pada tumbuh dan kembang bayi nantinya. Namun bagaimana dengan pemberian ASI oleh penderita kanker payudara? Apakah penderita kanker payudara bisa menyusui? Berikut penjelasan lebih lanjutnya.

Sponsors Link

Kanker Payudara dan Menyusui

Kanker payudara terjadi karena adanya mutasi gen atau sel-sel payudara normal menjadi abnormal, dimana sama seperti jenis kanker lainnya yang penyebabnya juga masih belum diketahui secara pasti. Hanya saja ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara, seperti faktor genetik, pola hidup, hormon didalam tubuh, dan lain sebagainya. Tidak hanya penyebabnya saja yang membuat resah, namun juga gejala awal kanker payudara yang biasanya sulit dideteksi sejak dini.

Kanker payudara pastinya memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas menyusui, karena ASI yang dikeluarkan memang berasal dari organ payudara. Oleh sebab itu banyak juga yang resah apakah penderita kanker payudara tetap bisa menyusui atau tidak, terlebih lagi gejala kanker payudara pada ibu menyusui juga sulit dideteksi. Memang belum ada penelitian khusus mengenai boleh tidaknya penderita kanker payudara menyusui. Namun menurut beberapa pakar laktasi, penderita kanker payudara masih bisa memberikan ASI bagi bayinya atau juga masih bisa menyusui bayinya. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan sel kanker yang menyerang payudara tidak berada di sel-sel pembuat ASI. Hanya saja memang diperlukan beberapa pertimbangan penting, seperti:

  • Penderita kanker payudara yang menyusui tidak dalam proses pengobatan kimiawi.

Jika anda dalam proses pengobatan kimiawi untuk mengatasi kanker payudara anda, maka anda perlu mempertimbangkan kembali untuk menyusui. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan obat-obatan dalam proses pengobatan kanker dapat mengalir didalam darah dan kemudian larut kedalam ASI. Sehingga menyusui dapat memberikan efek obat pada bayi yang mendapatkan ASI tersebut. Sebagai contoh seperti, ketika seorang penderita kanker payudara sedang menjalani pengobatan kemoterapi, maka sangat tidak disarankan untuk menyusui bayinya karena zat-zat kimia dari pengobatan kemoterapi dapat memberikan efek obat pula pada bayinya jika tetap menyusuinya.

  • Tidak dalam metode pengobatan radiasi

Metode pengobatan kanker payudara memang sangat beragam, salah satunya adalah melalui metode pengobatan radiasi atau radioterapi kanker payudara. Ketika penderita kanker payudara menjalani metode pengobatan radiasi ini, maka tidak dianjurkan bagi penderita kanker payudara tersebut untuk menyusui bayinya.

  • Metode lumpektomi bagi penderita kanker payudara

Jika penderita kanker payudara menjalani metode pengobatan lumpektomi, maka besar kemungkinannya untuk tetap bisa menyusui bayinya. Metode lumpektomi sendiri merupakan operasi kanker payudara atau pengangkatan sel atau jaringan kanker payudara, dimana pengangkatan ini tidak mengangkat payudara secara keseluruhan. Karena sifat dari pengobatan lumpektomi adalah ekstensif, maka tidak akan mempengaruhi kemampuan untuk menyusui.

  • Metode mastektomi bagi penderita kanker payudara

Metode lumpektomi dan metode mastektomi memang sama-sama metode pengangkatan payudara pada penderita kanker payudara. Hanya saja metode mastektomi dilakukan ketika payudara terserang kanker secara penuh, jadi akan dilakukan pengangkatan payudara. Dalam kondisi ini memang bisa mencoba untuk tetap menyusui bayinya.

Sponsors Link

Itulah beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan. Walaupun dalam kondisi kanker payudara saat menyusui pasti ada kondisi yang berbeda, seperti produksi ASI berkurang, perubahan kompleks pada puting aerola yang berdampak pada sulit menempel dan juga menimbulkan rasa sakit saat menyusui, dan lain sebagainya, penderita kanker payudara tetap bisa mencoba menyusui selama tidak dalam masa pengobatan.

Selain itu, penderita kanker payudara juga dapat mencoba menyusui dengan payudara yang tidak terkena kanker, dengan catatan memang sedang tidak dalam masa pengobatan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap penderita kanker payudara juga berbeda-beda, oleh sebab itu akan lebih baik jika sebelum memutuskan untuk tetap menyusui anda melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Terlebih lagi kondisi fisik para penderita kanker payudara juga berbeda satu sama lainnya.

Menyusui dan Risiko Penurunan Kanker Payudara

Selain adanya kemungkinan bagi para penderita kanker payudara untuk tetap menyusui selama tidak dalam masa pengobatan, ada pula beberapa anggapan mengenai menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara. Bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, dengan menyusui maka risiko terkena kanker payudara dapat berkurang hingga 59%. Hal tersebut berdasarkan pada penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat. Namun begitu, segala sesuatu perlu untuk di waspadai sejak dini, sehingga lebih baik untuk mencegah dari awal dan melakukan konsultasi dengan dokter atas segala kemungkinan yang dapat terjadi. Terutama jika anda sudah merasakan beberapa gejala maupun perubahan yang tidak normal pada daerah payudara anda.

Demikian penjelasan mengenai apakah penderita kanker payudara bisa menyusui, dimana dimana dapat disimpulkan bahwa kemungkinan bisa menyusui bagi penderita kanker payudara masih ada selama tidak dalam masa pengobatan. Karena proses pengobatan dapat berpengaruh atau memberi efek obat pada bayi yang mendapat ASInya.

, , , ,

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Doctors Talk

Ingin terbebas dari kanker ? Sudah saatnya rutin konsumsi herbal ini.