Apakah Kanker Paru-paru Penyakit Keturunan? Ketahui Fakta yang Sebenarnya!

Penyakit kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling banyak merenggut nyawa penderitanya. Kanker satu ini sangat ganas, dan sel kanker dapat menyebar dengan sangat cepat sehingga penderitanya kebanyakan tidak dapat disembuhkan. Kanker paru-paru umumnya diderita oleh pria yang memiliki kebiasaan merokok, namun tidak menutup kemungkinan wanita pun dapat mengalaminya. Bukan hanya perokok aktif saja yang beresiko terkena kanker paru-paru, bahkan perokok pasif pun juga rentan mengalami penyakit yang sama. Karena itu sangat penting untuk menghindari asap rokok dimanapun kita berada. Penyebab kanker paru-paru lainnya yaitu polusi, gas racun seperti gas radon, minuman bersoda dan terapi radiasi, serta faktor genetik.

Sponsors Link

Gejala kanker paru-paru umumnya mirip dengan gangguan pernapasan biasa atau sering dikaitkan dengan penyakit TBC. Penderita awalnya akan sering mengalami batuk, sesak napas, nyeri di dada dan sakit tenggorokan, yang semakin lama akan semakin parah. Kebanyakan penderita kanker paru-paru baru terdeteksi mengidap kanker saat sudah memasuki stadium 3 dan 4, padahal kondisi tersebut sudah membuat penderita mengalami kesakitan yang luar biasa dan sangat sulit untuk disembuhkan. Jadi jika Anda mengalami gejala tersebut dan tak kunjung membaik setelah meminum obat, sebaiknya segera periksakan ke dokter di rumah sakit.

Kanker Peru-paru dapat Menurun

Lalu bagaimana dengan pertanyaan apakah kanker paru-paru penyakit keturunan? Mungkin ada sebagian orang berpendapat atau mungkin mendengar bahwa kanker paru-paru bisa menurun ke generasi berikutnya. Artinya seseorang yang mengalami kanker paru akan memiliki anak yang juga beresiko terkena kanker paru. Apakah kanker faktor keturunan dan bagaimana kanker bisa terjadi memang sering dipertanyakan. Untuk faktor keturunan sendiri, sebenarnya memang ada sedikit pengaruhnya, namun tidak sebesar pola hidup seseorang yang dijalaninya setiap hari.

Jika orang tua baik ayah atau ibu ada yang menderita kanker paru-paru, maka saat mereka memiliki anak sifat gen yang rentan terhadap pertumbuhan sel kanker juga akan ikut dimiliki anak. Meski begitu, faktor keturunan tidak sepenuhnya memberikan kontribusi terhadap seseorang yang menderita kanker. Gaya hidup yang tidak sehatlah yang paling besar peranannya terhadap munculnya sel kanker di paru-paru. Pewarisan gen yang rusak dari orang tua merupakan faktor utama menurunkan penyakit kanker pada anak. Biasanya penyakit kanker yang menurun atau diwariskan adalah kanker payudara dan kanker ovarium, namun tidak menutup kemungkinan kanker paru-paru pun memiliki resiko yang sama.

Seseorang dikatakan rentan terkena kanker paru-paru yang diwariskan, bila jumlah penderita kanker tersebut di dalam keluarga baik garis keturunan ayah maupun ibu lebih dari 2 dan usia mereka saat terkena kanker di bawah 50 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan pewarisan gen yang rusak memang terdapat dalam keluarga tersebut, sehingga pemeriksaan kesehatan secara rutin perlu dilakukan untuk pendeteksian dini sel kanker pada paru-paru. Jika memang orang tersebut positif memiliki bibit sel kanker, gen yang rusak atau justru terdapat gejala pra kanker, dokter dapat segera bertindak untuk mengatasinya. Dengan begitu penyakit ini dapat lebih mudah disembuhkan dan diantisipasi agar tidak bertambah parah.

Tindakan Pencegahan

Meski jika di dalam keluarga terdapat penderita kanker paru-paru, bukan berarti Anda langsung divonis mengidap kanker paru-paru juga. Fakor luar juga tak kalah penting dalam memicu sel kanker muncul pada tubuh seseorang. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya kanker paru-paru, yaitu sebagai berikut.

  1. Menghindari kebiasaan merokok dan hindari lingkungan yang banyak asap rokoknya.
  2. Gunakan kendaraan umum saat bepergian, sehingga polusi dapat dikendalikan dan tidak mengotori udara lingkungan.
  3. Hindari konsumsi alkohol demi alasan apapun. Alkohol tidak hanya merusak paru-paru namun juga merusak jantung, hati dan ginjal sehingga sangat berbahaya bila dikonsumsi baik oleh pria maupun wanita.
  4. Jagalah kebersihan lingkungan, hindari membakar sampah karena pembakaran sampah dapat menghasilkan asap yang mengotori udara di sekitar. Jika terhirup maka zat racun di dalamnya akan mengendap di paru-apru dan menyebabkan peradangan.
  5. Lakukan olahraga secara rutin, terutama di pagi hari. Selain menguatkan daya tahan tubuh dan otot, olahraga di pagi hari terutama yang dilakukan di luar rumah bermanfaat untuk menghirup udara segar.
  6. Mengkonsumsi makanan yang bergizi, perbanyak makan buah dans sayur serta makanan yang mengandung vitamin C untuk menambah imunitas tubuh.
  7. Hindari makanan cepat saji atau junkfood karena kandungan bahan kimia seperti pengawet, pewarna dan penguat rasa dapat menyebabkan aktifnya bibit sel kanker sehingga kanker bisa terjadi.
Sponsors Link

Kanker paru-paru memang dipengaruhi oleh gen rusak yang diwariskan dari orang tua ke anak, namun penyakit ini sendiri sebenarnya bukanlah penyakit keturunan. Penyakit ini sangat berbahaya, sehingga cara mencegah kanker paru seperti yang telah dijelaskan perlu dilakukan agar kita bisa menghindarinya sedini mungkin. Penerapan pola hidup sehat tentu lebih mudah dilakukan dan sangat banyak manfaatnya, karena itu hindari kebiasaan hidup yang buruk dan biasakan untuk hidup dengan sehat. Jika terlanjur terkena penyakit tersebut, pengobatan kanker paru-paru dapat dilakukan seperti kemoterapi kanker, meskipun efek kemoterapi kanker dianggap cukup menyiksa dan membutuhkan biaya yang mahal.

, , , , , , ,

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Info Dokter

Apa kanker paling bahaya ? Mengapa ? Yuks simak penjelasan dokter spesialis Kulit dan Kelamin dari RSPAD Gatot Soebroto, jangan lupa subscribe untuk penjelasan dokter lainnya.