Apakah Fibrosis Paru Menular? Ketahui Fakta dan Cara Pencegahannya!

Fibrosis paru merupakan kondisi dimana terdapat jaringan parut yang terbentuk pada organ paru-paru. Jaringan parut sendiri terbentuk karena adanya infeksi atau luka pada paru-paru, sehingga terbentuk jaringan yang kaku atau keras dan menyebabkan paru-paru tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sulitnya paru-paru mengembang tentu berpengaruh dalam proses penghirupan udara sehingga suplai oksigen ke seluruh tubuh pun menjadi terganggu. Fibrosis paru bukanlah jenis kanker, namun kanker paru-paru bisa jadi menjadi penyebab munculnya fibrosis paru. Jadi bisa dikatakan fibrosis paru termasuk salah satu akibat kanker paru-paru yang perlu diwaspadai terutama pasca dilakukannya kemoterapi kanker.

Sponsors Link

Gejala adanya fibrosis paru pada seseorang seringkali ditandai dengan munculnya rasa sesak di dada, sulit menghirup udara, napas seperti terengah-engah, mengalami batuk kering, nyeri otot dan sendi, tubuh lemas, mudah lelah dan berat badan turun serta terjadi pembengkakan pada jari kaki maupun tangan. Gejala tersebut sangat mirip dengan ciri-ciri kanker paru-paru, sehingga terkadang dokter dapat melakukan kesalahan dalam mendiagnosisnya. Adapun penyebab fibrosis paru cukup banyak seperti halnya kanker paru, mulai dari paparan asap rokok dan polusi, zat karsinogen dari makanan yang dikonsumsi, kurang menjaga kesehatan dan asupan makanan bergizi hingga infeksi virus atau bakteri yang menyerang paru-paru.

Perbedaan kanker paru dan TBC serta fibrosis paru biasanya sangat sulit untuk dilihat secara kasat mata, karena ketiga penyakit yang menyerang paru-paru tersebut sering menunjukkan gejala yang hampir sama. Namun tentu saja ketiganya sama-sama berbahaya hingga dapat menyebabkan kematian dan membutuhkan metode pengobatan yang berbeda-beda. Satu hal yang sama dari ketiga penyakit tersebut yaitu adanya infeksi baik oleh virus maupun bakteri yang menyebabkan sel paru-paru mengalami gangguan. Salah satu yang sering terjadi adalah infeksi bakteri Tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC, namun juga berpotensi untuk memicu penyakit kanker paru dan fibrosis paru.

Apakah Fibrosis Paru Menular?

Pertanyaan seputar fibrosis dapat menular atau tidak tentu sangat wajar muncul, mengingat kanker paru pun memiliki resiko untuk menular meski tidak secara langsung. Jika fibrosis paru terjadi akibat makanan, asap rokok, polusi dan pola hidup yang tidak sehat, tentu fibrosis paru tidak menular. Namun jika penyakit tersebut muncul akibat infeksi virus atau bakteri, maka fibrosis paru berpotensi untuk menular. Tentunya bukan jaringan parut pada paru-paru yang menular, tetapi virus atau bakteri yang menginfeksi si penderita yang dapat menular ke orang lain. Jadi penularan yang dimaksud di sini adalah penularan secara tidak langsung, dimana agen penyebabnya yang menular bukan jaringan parut yang terbentuk pada paru-paru seseorang.

Untuk mendiagnosis seseorang mengalami fibrosis paru biasanya dilakukan pengujian sampel darah dan tes fungsi paru dengan menggunakan beberapa alat kedokteran. Sedangkan kanker paru sendiri umumnya didiagnosis dengan melakukan biopsi kanker untuk mengambil sedikit jaringan paru dan memeriksanya di laboratorium. Penyakit ini dapat membahayakan nyawa penderitanya karena sistem pernapasan yang terganggu, karena itu penting sekali untuk mengenali gejalanya lebih awal dan segera bertindak untuk mendapat pengobatan sebelum terlambat.

Cara Mencegah Fibrosis Paru

Sama seperti penyakit kanker paru dan TBC, fibrosis paru pun sebenarnya dapat dicegah sebelum penyakit tersebut menyerang. Tindakan pencegahan dinilai cukup efektif untuk mengatasi fibrosis paru daripada melakukan tindakan pengobatan yang jauh lebih mahal dan memakan waktu dan tenaga. Adapun tindakan pencegahan fibrosis paru yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

  • Rutin mengkonsumsi daftar makanan sehari-hari pencegah kanker agar terhindar dari kanker paru-paru dan pengobatan kemoterapi.
  • Hindari merokok dan mengkonsumsi alkohol, serta jauhi lingkungan dengan paparan asap rokok yang tinggi.
  • Biasakan menjalani pola hidup sehat, tidur yang cukup, makan makanan yang bergizi dan hindari bergadang.
  • Hindari makanan yang banyak mengandung bahan kimia karena dapat bersifat karsinogen bagi tubuh.
  • Rutin berolahraga agar daya tahan tubuh tetap terjaga, minimal 4 kali dalam seminggu.
Sponsors Link

  • Hindari melakukan kontak langsung dengan penderita TBC atau kanker paru yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri agar tidak tertular mikroorganisme patogen tersebut.
  • Bila menderita kanker paru, usahakan untuk menekan resiko dan dampak negatif yang muncul setelah kemoterapi, karena biasanya fibrosis paru muncul setelah menjalani metode pengobatan tersebut.
  • Imunisasi mungkin dibutuhkan untuk mencegah terinfeksi virus Tuberculosis, influenza, pneumonia dan yang lainnya sebelum penyakit tersebut menyerang.

Penyakit fibrosis paru mungkin tidak menular, namun infeksi virus dan bakteri dapat memicu terbentuknya jaringan parut di paru-paru, dimana virus dan bakteri sangat mudah untuk menyebar dan menginfeksi orang lain. Sebaiknya waspadai setiap gejala yang muncul karena jika kondisi ini terjadi pertolongan harus segera dilakukan. Terlambat mendapat penanganan dapat meningkatkan resiko komplikasi yang lebih buruk bahkan dapat menyebabkan kematian.

, , , , ,

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Doctors Talk

Ingin terbebas dari kanker ? Sudah saatnya rutin konsumsi herbal ini.