Kanker Paru Paru

Kanker paru-paru kini menjadi ancaman bagi perokok aktif maupun perokok pasif.  Paru-paru yang seharusnya berisi dengan udara justru terisi dengan asap, sehingga efek ringan dari merokok adalah akan terkena batuk dan juga sesak nafas. Bahaya rokok memang sering diabaikan oleh perokok, hal tersebut dikarenakan mereka sudah ketergantungan dengan rokok. Selain itu, banyak perokok yang memilih untuk tidak makan dibandingkan dengan tidak merokok. Kanker paru-paru ini tidak boleh diabaikan sebab dari tahun ke tahun angkanya semakin meningkat. Kanker paru-paru jika sudah stadium lanjut akan sulit untuk diatasi dan disembuhkan. Seperti yang kita ketahui, paru-paru merupakan organ vital bagi kehidupan manusia. Jika paru-paru terkena kanker, akibatnya adalah paru-paru tersebut tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik sehingga kualitas hidup manusia tersebut menjadi menurun.

Fakta Tentang Penyakit Kanker Paru-Paru

Paru-paru di dalam tubuh manusia memiliki dua buah fungsi utama. Fungsi yang pertama adalah untuk mengalirkan oksigen ke dalam aliran darah manusia. Aliran darah akan tersebar saat manusia menghirup nafas, sedangkan fungsi yang kedua adalah untuk membuang gas karbondioksida melalui hidung.

Di Indonesia, kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi. Kanker paru-paru yang disebabkan oleh penyebaran sel jenis kanker lain ke paru-paru disebut dengan kanker paru-paru sekunder.  Seperti yang kita ketahui bahwa sel kanker bisa dengan mudahnya tumbuh dan berkembang di organ lain. Hal itu dikarenakan sel kanker termasuk dalam sel tubuh yang abnormal. Sel itu bersifat merusak tubuh manusia sebab akan menyerang sel tubuh yang baik. Yang harus kita ketahui saat ini adalah penyakit kanker paru-paru primer dimana sel kanker pertama kali muncul di paru-paru.

Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan penyakit paru-paru yang harus diketahui :

  • Penyakit kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang bisa dilakukan tindakan pencegahan. Berbeda dengan penyakit kanker lain yang belum diketahui secara pasti pencegahannya.
  • Kanker paru-paru diketahui pencegahannya karena berhubungan dengan kebiasaan serta pola hidup seseorang. Kebiasaan tersebut berpengaruh sekitar 80 sampai dengan 90 persen terhadap kemunculan kanker paru-paru.
  • Saat pertama kali terkena kanker paru-paru, gejala tidak akan dirasakan secara jelas. Namun semakin bertambah stadium kanker paru-paru bisa menyebabkan seseorang mengalami batuk yang berkelanjutan bahkan bisa mengalami batuk berdarah.
  • Di Indonesia sejak tahun 2012, kanker paru-paru merupakan penyakit yang paling mudah untuk didiagnosa, selain itu kanker paru-paru merupakan kanker yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia.
  • Pada tahun 2012 berdasarkan data yang dibuat oleh Badan Internasional Penelitian Kanker dunia menyebutkan ditemukan kasus sebanyak 25.322 pria yang terserang penyakit kanker paru-paru, sedangkan untuk wanita kasus kanker paru-paru tersebut mencapai 9.374 kasus.

Jenis

Selama ini ada 2jenis kanker paru-paru yang bisa menyerang tubuh manusia. Perbedaan jenis kanker paru-paru ini dibedakan berdasarkan degan jenis selnya. Berikut ini adalah jenis kanker paru-paru berdasarkan dengan jenis sel kankernya :

  • Kanker paru-paru non sel kecil. Kanker paru-paru ini memiliki peluang sekitar empat kali lebih besar menyerang tubuh manusia. Kanker paru-paru ini lebih banyak terjadi atau bayak dialami dibandingkan dengan jenis kanker paru-paru yang lainnya.
  • Kanker paru-paru sel kecil. Kanker ini hanya akan menimpa perokok berat dan memiliki sifat penyebaran sel kanker yang lebih pesat dibandingkan kanker paru-paru dengan jenis non sel kecil. Jika paru-paru non sel kecil bisa terjadi pada perokok pasif, paru-paru sel kecil ini hanya bisa menyerang perokok yang berat.

Penyebab

Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena kanker paru-paru. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika kanker paru-paru disebabkan oleh kebiasaan dan pola hidup seseorang. Berikut ini adalah penyebab kanker paru-paru yang harus diwaspadai:

1. Merokok

Penyebab utama dari kanker paru-paru adalah merokok. Merokok merupakan kebiasaan dan pola hidup yang tidak sehat. Merokok bisa menyebabkan seseorang terkena kanker paru-paru karena kandungan berbahaya di dalam rokok atau tembakau membuat paru-paru menjadi rusak. Hal itu dikarenakan asap rokok yang dihisap dan masuk ke dalam tubuh berhubungan langsung dengan paru-paru, sehingga paru-parulah yang pertama kali akan merasakan dampak atau efek dari rokok tersebut. Perlu diperhatikan di sini adalah perokok aktif maupun perokok pasif memiliki potensi untuk terkena kanker paru-paru. Hal itu dikarenakan perokok pasif maupun perokok aktif akan sama-sama terpapar dengan asap rokok.

2. Polusi

Semakin banyaknya kendaraan bermotor di Indonesia dan semakin banyaknya kawasan industri bisa membuat kualitas udara semakin menurun. Saat ini polusi udara sudah mendominasi di kawasan kota-kota besar sehingga kualitas udara di kota-kota besar tidak bagus lagi untuk kesehatan. Udara yang sudah tercemar menjadi salah satu penyebab kanker paru-paru. Menurut Badan Kesehatan Dunia, Asia Tenggara berada di peringkat nomor dua sebagai penyebab polusi udara yang terjadi di dunia.

Oleh sebab itu kawasan Asia Tenggara harus waspada terhadap ancaman kanker paru-paru. Sebagai warga Indonesia tentu kita memiliki resiko yang tinggi untuk terkena kanker paru-paru. Hal itu dikarenakan jika tubuh kita menghirup langsung polusi udara yang ada di sekitar kita setiap hari bisa membuat paru-paru mengalami kerusakan. Sebab paru-paru setiap harinya harus terpapar dengan zat-zat kimia berbahaya yang terkandung dalam polusi udara.

3. Kondisi Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja yang tidak kondusif juga menjadi penyebab kanker paru-paru. Pekerja yang bekerja di lingkungan yang tidak kondusif rentan untuk terkena penyakit kanker paru-paru. Pekerja yang rentan untuk terkena penyakit kanker paru-paru adalah pekerja yang setiap harinya harus terpapar dengan zat yang bersifat kanker atau karsinogen, contohnya saja asbes, nikel, batu bara, silika dan arsenik. Orang yang beresiko untuk terkena kanker paru-paru adalah mereka yang bekerja di bagian tambang.

4. Terkena Gas Radon

Udara yang ada di sekitar mengandung radon. Sedikit sekali orang yang mengetahui jika di dalam udara yang kita hirup mengandung gas radon. Gas radon sendiri merupakan gas radioaktif yang bisa muncul secara alami. Gas ini  bersumber pada batuan dan juga tanah serta jumlahnya sangat kecil. Gas radon tersebut bisa mengalami perpindahan melalui media tanah. Gas tersebut akan masuk ke dalam rumah melalui celah yang ada di dalam rumah kta. Celah itu ada di bagian pondasi, bagian pipa, saluran air, ventilasi udara dan masih banyak lagi lainnya. Gas ini tidak bisa terlihat dengan kasat mata, untuk melihat gas ini bisa dengan melakukan pengujian secara sederhana. Orang yang beresiko terkena kanker paru-paru akibat gas radon ini adalah mereka yang memiliki kebiasaan merokok.

5. Meminum Minuman Yang Mengandung Arsenik

Orang yang terlalu lama meminum minuman yang mengandung kadar arsenik bisa menyebabkan dirinya mudah terkena kanker. Salah satu kanker yang bisa diakibatkan oleh minuman yang mengandung arsenik adalah kanker paru-paru. Arsenik merupakan kandungan tembaga dan senyawa logam lainnya yang larut ke dalam air terutama air tanah, kemudian air tersebut dikonsumsi oleh manusia.

6. Terapi Radiasi

Orang yang memiliki penyakit kanker kemudian melakukan pengobatan menggunakan terapi radiasi bisa rentan untuk terkena penyakit kanker paru-paru. Hal itu dikarenakan paru-paru tidak bisa menahan sinar radiasi yang terlalu kuat. Akibatnya paru-paru fungsinya menjadi terganggu dan timbullah sel abnormal di dalam organ paru-paru.

7. Genetik

Genetik juga berperan dalam penyakit kanker paru-paru ini namun kanker paru yang disebabkan oleh faktor genetik memiliki persentase yang lebih kecil dibandingkan dengan kebiasaan atau gaya hidup.

Diagnosa

Diagnosa akan dilakukna setelah melihat atau mendengar keluhan pasien yang gejala atau ciri-cirinya mirip dengan gejala kanker paru-paru. Diagnosa akan dilakukan pada pasien yang mengeluh batuk berkelanjutan dan tidak kunjung berhenti, batuk disertai dengan gumpalan darah, sesak nafas dan dada terasa panas serta nyeri. Diagnosa yang dilakukan pihak medis untuk mengetahui penyakit tersebut adalah kanker paru-paru atau bukan adalah sebagai berikut ini :

1. Pencitraan

Cara pertama yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosa penhyakit tersebut adalah dengan menggunakan test pencitraan. Test itu bisa berfungsi untuk melihat apakah di dalam paru-paru terdapat tumor ataukah tidak. Berikut ini adalah test pencitraan yang akan dilakukan untuk mendiagnosa tumor yang ada di bagian paru-paru :

  • X-Ray. X-Ray merupakan test pertama yang dilakukan untuk melihat keberadaan tumor yang ada di dalam paru-paru manusia. X-Ray sendiri merupakan sinar yang digunakan untuk melakukan rontgen pada bagian tubuh tertentu. Jika di dalam paru-paru dicurigai terdapat tumor maka tes selanjutnya pun perlu dilakukan.
  • CT-Scan. Test pencitraan yang kedua adalah menggunakan CT-Scan. Jika di sinar X-Ray menunjukkan adanya tumor maka pemeriksaan selanjutnya adalah menggunakan CT-Scan. CT-Scan sendiri merupakan alat yang bisa digunakan untuk melihat sel abnormal meski dalam ukuran yang kecil. Sel abnormal yang sangat kecil tersebut tidak bisa dibaca oleh X-Ray sehingga diperlukan pemeriksaan CT Scan untuk melihat sel abnormal tersebut.
  • PET-CT Scan. Test yang terakhir adalah dengan pemeriksaan PET-CT Scan. Berbeda halnya dengan CT Scan biasa, PET-CT scan ini berfungsi untuk melihat adakah sel di dalam tubuh tersebut yang aktif.

2. Pemeriksaan Terhadap Dahak Pasien

Langkah selanjutnya yang dilakukan untuk mendiagnosa penyakit kanker paru-paru adalah dengan memeriksa kondisi dahak pasien. Dahak yang dikeluarkan oleh pasien akan diperiksa oleh tim medis. Pemeriksaan dahak itu akan dilakukan di bagian laboratorium rumah sakit. Pemeriksaan akan menggunakan alat bantu mikroskop. Pemeriksaan tersebut juga bisa bertujuan untuk melihat apakah ada sel-sel kanker yang ada di dalam paru-paru orang tersebut.

3. Biopsi

Tentu kita sudah tidak awam lagi dengan istilah biopsi. Biopsi sendiri merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mengambil sampel jaringan tumor yang ada di paru-paru. Hanya ada dua cara untuk melakukan biopsi kanker di bagian paru-paru tersebut. Hal itu dikarenakan letak paru-paru yang terlindungi dengan tulang rusuk manusia. Yang pertama adalah dengan operasi besar / menggunakan sayatan, sedangkan yang kedua dengan bantuan tiga batang logam yang memiliki panjang 5 cm dan diameternya 55 mm diletakkan secara membujur di dada pasien. Peletakan batang logam tersebut menggunakan bantuan CT Scan. Cara pengambilan jaringan kanker dengan tiga batang logam tersebut adalah sebagai berikut ini :

  • Ketiga batang logam itu diletakkan secara berbeda di bagian dada penderita kanker paru. Tepatnya batang logam itu diletakkan pada jaringan yang didiagnosa sebagai jaringan sel kanker.
  • Ketiga batang logam tersebut akan ditarik sehingga membentuk garis lintasan ke bagian jaringan kanker yang ada di bawah batang logam tersebut.
  • Dari ketiga batang logam itu, dipilih satu batang logam yang digunakan sebagai patokan. Ketiga batang logam tersebut harus benar-benar berada di lokasi yang ideal sehingga bisa dijadikan sebagai tempat untuk penancapan jarum biopsi.
  • Setelah lokasi penancapan jarum biopsi telah ditentukan, lokasi itu akan diberi tanda oleh pihak medis dan sekitar lokasi penancapan jarum tersebut akan diolesi dengan krim antiseptik agar tidak terjadi infeksi. Anestesi bersifat lokal juga akan diberikan agar pasien tidak merasakan sakit ketika jarum biopsi ditancapkan.
  • Paru-paru tidak memiliki syaraf perasa, syaraf perasa pada paru-paru hanya ada di bagian pleura sehingga paru-paru tersebut tidak perlu diberikan suntikan anestesi.
  • Ketika jarum bioosi ditancapkan, arah jarum tersebut akan selalu dimonitor dengan menggunakan CT Scan.
  • Arah jarum yang sudah benar bisa memungkinkan jarum biopsi ditancapkan lebih dalam lagi sehingga bisa mencapai jaringan kanker tersebut. Pengukuran kedalaman jarum biopsi bisa menggunakan bantuan alat CT Scan.
  • Setelah jarum ditancapkan mendekati jaringan kanker, harus diperiksa kembali menggunakan CT Scan. Hal itu dikarenakan kemungkinan letak jarum akan tertutupi dengan tulang rusuk atau tulang dada.
  • Ketika ujung jarum telah mencapai titik kanker, akan diambil sampel jaringannya dan sampel jaringan itu akan diperiksa di bagian laboratorium pathology.
  • Kesulitan dalam melakukan proses biopsi tersebut adalah menentukan jaringan kanker secara tepat. Terutama pada jaringan kanker yang sudah membesar. Untuk pasien dengan ukuran kanker sebesar 3 cm atau lebih diperlukan ketelitian dalam melakukan pembidikan lokasi kanker.

Diagnoha Stadium Kanker Paru-Paru

Sama seperti jenis kanker yang lainnya, kanker paru-paru memiliki tahapan/ grade/ stadium. Berikut ini adalah diagnosa untuk stadium kanker paru-paru yang harus diketahui :

  • Stadium 1 – Pihak medis akan mendiagnosa penyakit kanker paru-paru masih dalam tahap awal jika jaringan kanker yang ada di dalam tubuh manusia hanya sebatas paru-paru saja. Kanker itu belum menyebar ke bagian sekitar paru-paru lainnya terutama di bagian tulang rusuk maupun di bagian getah bening. Untuk jaringan kanker yang masih stadium 1 ukuran tumornya di bawah 5 cm.
  • Stadium 2 – Pihak medis akan mendiagnosa kanker paru-paru yang dialami sudah masuk ke dalam stadium 2 jika jaringan kanker tersebut telah menyebar ke bagian tubuh lain. Pada stadium 2 ini sel kanker akan juga muncul di bagian rongga dada, getah bening dan juga bagian diafragma. Untuk ukuran tumornya sendiri, kanker paru stadium 2 memiliki ukuran lebih dari 5 cm.
  • Stadium 3 – Dokter akan mendiagnosa kanker yang ada di dalam tubuh pasien tersebut stadium 3 jika sel kanker telah menyebar jauh dari organ paru-paru. Bisa dikatakan pada stadium ini tumor sudah memiliki ukuran yang sangat besar. Stadium ini lokasi penyebarannya bisa mencapai organ yang berada di dekat kelenjar getah bening.
  • Stadium 4 – Dokter akan mendiagnosa kanker yang ada di dalam tubuh pasien sudah berada di stadium 4 jika penyebaran sel kanker itu sudah tidak terkendali lagi. Misalnya saja adalah sel kanker itu telah menyebar ke bagian otak dan juga hati. Sel kanker itu juga sudah tumbuh di bagian jantung.

Pengobatan

Pengobatan kanker akan disesuaikan dengan stadium dan tingkat keganasan kanker tersebut. Jika kanker sudah masuk ke stadium 4, pihak medis akan melakukan perawatan bukan pengobatan sebab survivor kanker dengan stadium 4 tidak bisa disembuhkan namun, perlu dilakukan perawatan secara intensif. Berikut ini adalah berbagai jenis pengobatan kanker paru paru yang akan dilakukan oleh pihak medis :

1. Operasi Atau Pembedahan

Operasi atau dilakukannya pembedahan merupakan langkah yang sering diambil oleh pihak medis dalam mengatasi berbagai macam jenis kanker. Namun yang harus diingat di sini adalah pembedahan dan pengangkatan kanker bisa dilakukan jika sel kanker hanya ada di satu sisi paru-paru saja dan belum menyebar ke bagian paru-paru yang satunya lagi. Kondisi kesehatan pasien juga harus diperiksa apakah kondisi pasien tersebut memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi.

Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan tindakan pembedahan atau pengangkatan kanker pada pasien kanker paru-paru :

  • Operasi pembedahan dan pengangkatan kanker akan dilakukan bersamaan dengan pengangkatan sebagian dari bagian jaringan sehat yang ada di sekitar paru-paru. Pengangkatan jaringan sehat tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi jika sel kanker telah menyebar ke bagian jaringan tersebut.
  • Operasi kecil akan dilakukan untuk mengangkat sebagian kecil jaringan yang ada di bagian paru-paru. Disebut operasi kecil sebab tumor yang ada di dalam paru-paru tersebut memiliki ukuran yang kecil.
  • Operasi lobektomi juga termasuk dalam pengobatan dengan jenis pembedahan atau pengangkatan sel kanker. Operasi lobektomi merupakan operasi yang digunakan untuk melakukan pengangkatan seluruh bagian lobus di dalam paru-paru. Lobus sendiri merupakan bagian paru-paru yang memiliki batas secara jelas. Setiap bagian paru-paru terdapat lobus. Bagian paru-paru kanan terdapat tiga lobus sedangkan pada bagian paru-paru kiri terdapat dua lobus. Lobektomi akan melakukan pengangkatan seluruh lobus yang terserang kanker. Paru-paru masih bisa berfungsi jika ada lobus yang belum terserang kanker sehingga paru-paru masih bisa berfungsi menggunakan lobus yang tersisa tersebut.
  • Operasi pneumonektomi merupakan pengangkatan sel kanker pada salah satu sisi bagian paru-paru. Operasi dengan jenis ini bukan tindakan pertama yang dilakukan jika seseorang terkena kanker paru-paru. Dokter akan melakukan tindakan dengan operasi ini jika kanker berada di tengah-tengah pada salah satu bagian paru-paru. Pengangkatan juga akan dilakukan jika sel kanker pada bagian paru-paru tersebut telah menyebar di seluruh bagian salah satu sisi paru-paru.
  • Meski dilakukan pengangkatan, paru-paru akan tetap bisa bernafas dan mengembang meski dalam waktu yang lama. Dibutuhkan pemulihan waktu yang lama untuk sembuh setelahh dilakukan operasi paru-paru.
  • Komplikasi akan terjadi setelah dilakukan operasi pengangkatan paru-paru. Komplikasi itu misalnya saja adalah pendarahan hebat, paru-paru mengalami peradangan dan juga mengalami penggumpalan darah.

2. Radioterapi

Radioterapi juga merupakan langkah pengobatan dan perawatan yang bisa dilakukan oleh pihak medis dalam mengatasi kanker. Mengapa disebut dengan pengobatan dan perawatan? hal itu dikarenakan bisa dilakukan untuk mengobati kanker pada stadium 1 sampai dengan stadium 3. Radioterapi juga bisa digunakan sebagai perawatan sebab bisa dilakukan untuk penderita kanker yang sudah masuk stadium 4 dan tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi kembali.  Radioterapi merupakan pengobatan yang menggunakan energi sinar atau radiasi dalam membunuh sel kanker. Radioterapi ini banyak dilakukan setelah penderita kanker melakukan tindakan operasi.

Radioterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker yang tersisa setelah induk kankernya diangkat melalui tindakan pembedahan atau operasi. Radioterapi pada pasien kanker stadium lanjut digunakan untuk memperlambat penyebaran sel kanker di dalam tubuh orang tersebut. Radioterapi pada pasien kanker stadium lanjut juga digunakan sebagai pereda rasa sakit. Setiap pengobatan kanker memiliki efeknya masing-masing. Efek dari pengobatan kanker paru-paru menggunakan radioterapi adalah berikut ini :

  • Mengalami batuk yang hebat bahkan mengeluarkan dahak yang bercampur dengan darah.
  • Sakit serta nyeri pada bagian dada, terutama ketika pasien mengalami batuk.
  • Sulit untuk menelan sesuatu.
  • Kulit lebih sensitif sehingga kulit akan terasa perih, panas dan juga berwarna merah.
  • Mudah lelah meski tidak melakukan aktvitas yang berat.

3. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker tingkat tinggi menggunakan dosis yang tinggi. Kemoterapi akan dilakukan secara berkala sebab pasien akan diberikan waktu untuk memulihkan diri pasca melakukan tindakan kemoterapi. Kemoterapi ini akan dilakukan secara berkala baik itu tiap minggu maupun tiap bulan. Kemoterapi akan menggunakan obat-obatan dosis tinggi untuk membunuh sel-sel kanker, memperlambat pertumbuhan sel kanker dan juga bisa menghambat penyebaran sel kanker.

Obat kemoterapi itu bisa berupa cairan seperti cairan infus dan juga bisa dalam bentuk obat atau pil. Tidak semua pasien kanker bisa melakukan pengobatan kemoterapi. Kemoterapi kanker akan dilakukan jika kondisi pasien benar-benar fit. Sebelum melakukan kemoterapi pasien akan dicek dahulu kondisi kesehatannya di laborat. Pasien akan diambil sampel darahnya untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien. Pasien dengan kadar hb rendah dan juga kadar albumin rendah belum bisa melakukan tindakan kemoterapi. Pasien itu harus melakukan transfusi darah terlebih dahulu sebelum tindakan kemo dilakukan. Kemo juga bisa dilakukan sebelum operasi. Tujuannya adalah menyusutkan sel kanker sehingga memudahkan sel itu untuk diangkat. Fungsi kemoterapi lainnya adalah membuat gejala kanker menjadi berkurang sehingga rasa sakit yang diakibatkan oleh kanker tersebut juga akan berkurang.

Efek kemoterapi sering dikeluhkan oleh pasien kanker. Hal itu dikarenakan obat-obatan kemo yang diberikan juga bisa menyerang sel baik yang ada di dalam tubuh. Efek paling sering yang dialami oleh pasien kanker adalah mual, muntah, pusing, demam atau menggigil, sariawan di seluruh bagian mulut, kelelahan fisik dan rambut mengalami kerontokan. Rambut tidak kuat dengan obat kemo yang diberikan sehingga rambut itu akan rontok setelah kemo dilakukan. Ada yang rontok setelah melakukan dua kali kemo, tiga kali kemo dan maksimal rambut bisa bertahan setelah mengalami kemo yang keenam.

4. Terapi Biologis

Langkah terakhir untuk mengatasi kanker adalah dengan terapi biologis Terapi ini akan menggunakan obat seperti erlotinib dan juga gefitinib untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dilakukan untuk pasien kanker paru-paru non- sel kecil. Sifat paru-paru non sel kecil yang mudah menyebar tidak memungkinkan pasiennya untuk berobat dengan jalan operasi, radioterapi maupun dengan cara kemoterapi. Sehingga terapi biologis merupakan terapi yang tepat untuk mengatasi penyakit kanker paru-paru  non sel kecil.

Artikel Dalam Kategori Kanker Paru Paru