4 Pengobatan Kanker Pankreas Secara Medis

Pankreas merupakan kelenjar yang memiliki panjang sekitar 6 inci, berbentuk seperti buah pir dan terletak di antara lambung dan ginjal. Fungsi utama pankreas dalam tubuh ada 2, yaitu untuk membuat cairan yang membantu pencernaan makanan, serta membentuk hormon seperti insulin dan glukagon yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah. (Baca : Manfaat Apel Untuk Kanker)

Sponsors Link

Enzim untuk mencerna makanan dihasilkan dari bagian pankreas yang berupa sel eksokrin, sementara hormon dibentuk pada bagian sel endokrin. Dari keseluruhan kasus kanker pankreas, rata-rata 95% bermula dari sel eksokrin. Kanker pankreas dapat terjadi karena pengaruh berbagai macam hal, seperti misalnya :

  • Memiliki gen keturunan diabetes atau pankreatitis
  • Memiliki gen keturunan kanker payudara atau ovarium
  • Kebiasaan merokok
  • Overweight (berat badan berlebihan)
  • Memiliki gen keturunan MEN1 sindrom, Lynch sindrom, von Hippel-Lindau sindrom, Peutz-Jeghers sindrom

(Baca juga : Penyebab Kanker Pankreas)

Gejala-gejala seseorang yang terkena kanker pankreas biasanya meliputi kulit serta mata yang menguning, air seni yang berwarna keruh, keluhan rasa sakit dan nyeri di bagian sekitar perut atau punggung, serta berat badan berkurang dalam waktu yang singkat. Seringkali kanker pankreas terlambat dideteksi, karena ciri-cirinya sangat umum dan mirip dengan penyakit lainnya. Selain itu, kelenjar pankreas juga tersembunyi oleh lambung, usus kecil, hati, dan ginjal sehingga jika tumbuh tumor tidak akan terlihat secara kentara dari luar tubuh. (Baca lebih lengkap : Gejala Kanker Pankreas)

Diagnosa awal untuk kanker pankreas dilakukan dengan serangkaian tes untuk menyelidiki bentuk pankreas dan sekitarnya. Proses diagnosis ini berguna untuk menentukan apakah sel kanker tela menyebar luas. Sebelum melakukan pengobatan kanker pankreas, hal ini perlu diketahui untuk menentukan stadium  kanker dan penentuan apakah pengobatan dapat dilakukan dengan cara operasi. Diagnosa kanker pankreas dapat dilakukan dengan beberapa tahapan :

  • Pemeriksaan fisik dan sejarah penyakit : pemeriksaan umum untuk mendeteksi keluhan-keluhan pada tubuh pasien, gaya hidup, dan penyakit terdahulu.
  • Cek darah : untuk menentukan jumlah protein bilirubin yang terdapat dalam darah. Kelebihan bilirubin dapat diindikasikan adanya penyakit.
  • Tes tumor (Tumor marker test) : dengan sampel darah, urin, atau pengambilan jaringan untuk mengukur kadar carcinoembryonic antigen (CEA), komponen yang dihasilkan ketika terdapat tumor dalam tubuh.
  • MRI : menggunakan gelombang radio, magnet, dan komputer untuk menggambarkan bentuk pankreas di dalam tubuh.
  • CT Scan : mengambil gambar bagian dalam tubuh dari beberapa sisi, menggunakan mesin X-ray.
  • Biopsi : pengambilan sampel jaringan dalam tubuh untuk diteliti melalui mikroskop apakah ada tanda-tanda munculnya sel kanker. (Lebih lengkap mengenai biopsi: Biopsi Kanker , Biopsi Kanker Nasofaring )
Sponsors Link

Setelah dilakukan berbagai tes yang dirasa perlu, kemudian paramedis akan menentukan metode pengobatan untuk kanker pankreas. Metode pengobatan tergantung kepada beberapa hal, seperti apakah tumor dapat dihilangkan dengan operasi, stadium kanker pankreas (ukuran tumor dan penyebaran sel kanker ke bagian lain seperti getah bening), kondisi kesehatan pasien, serta jenis kanker (baru muncul atau kembali muncul).

Kanker pankreas hanya dapat dikontrol apabila telah dideteksi sebelum sel kanker menyebar ke jaringan sekitarnya dengan cara operasi. Namun jika sel kanker telah menyebar hingga mencapai kelenjar getah bening misalnya, hal yang dapat dilakukan hanyalah mengontrol gejala dan komplikasi dari kanker pankreas. (Baca juga : Gejala Kanker Getah Bening Stadium 1 )

Berbagai macam cara pengobatan kanker pankreas lebih lengkap dibahas pada ulasan berikut.

  1. Operasi Whipple

Operasi dapat dilakukan jika kondisi kanker pankreas masih belum menyebar ke organ tubuh lainnya, atau yang disebut dengan stadium 1. Pada tahapan ini harapan pasien untuk sembuh masih sangat tinggi. Operasi kanker pankreas dilakukan dengan mengangkat bagian kepala pankreas (ingat bahwa bentuk pankreas seperti buah pir, bagian yang lebih tebal dinamakan kepala pankreas). Pengangkatan bagian kepala pankreas ini dikenal pula dengan nama prosedur Whipple. Pada proses operasi juga diambil sebagian jaringan usus kecil dan kantung empedu yang diperkirakan telah dijangkiti sel kanker. (Baca juga : Pengobatan Kanker Pankreas Stadium 4 , Operasi Kanker Payudara)

ads

Dari kesuluruhan kasus kanker pankreas, hanya sekitar 20% saja yang dapat melakukan prosedurWhipple ini, yaitu untuk mereka yang tumornya dipastikan belum menyebar dari kepala pankreas dan belum terdapat tumor pada pembuluh darah, liver, atau paru-paru. Dengan dilakukannya operasi Whipple, terdapat pula efek samping seperti infeksi, pendarahan, atau kesulitan mengosongkan lambung setelah mengonsumsi makanan. (Baca juga : Cara Mengobati Kanker Rahim)

  1. Operasi Laparoskopi

Berbeda dengan prosedur Whipple yang mengangkat sebagian besar pankreas, operasi laparoskopi dilakukan dengan mnegangkat sebagian kecil potongan pankreas. Keuntungan menjalani operasi laparoskopi adalah lebih sedikit darah yang hilang dari tubuh, lebih cepat waktu pemulihan, serta lebih sedikit komplikasi setelah operasi.

(Baca juga : Pengobatan Kanker Serviks , Pengobatan Kanker Darah Secara Medis , Pengobatan Kanker dengan Stem Cell)

  1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan sebuah proses yang dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan yang bertujuan memusnahkan sel-sel kanker dan menghambat pertumbuhannya. Kemoterapi dapat dilakukan oleh pasien yang sudah selesai menjalani operasi untuk memastikan sel kanker tidak tumbuh kembali, juga dapat dilakukan para pasien yang tidak menjalani proses operasi.

(Lebih lengkap mengenai kemoterapi : Kemoterapi Kanker : Efek Samping dan Sejarah)

Jika kondisi penderita kanker pankreas sudah cukup parah, maka operasi pun tidak dapat membasmi keseluruhan sel kanker karena penyebarannya yang sudah meluas. Solusinya, pasien dianjurkan untuk melakukan kemoterapi untuk menekan pertumbuhan sel kanker.

(Bandingkan Kemoterapi Kanker Darah dan Kemoterapi Kanker Otak)

Pernah melihat penderita kanker yang rambutnya rontok? Hal ini disebabkan adanya efek samping dari kemoterapi. Selain itu, setelah kemoterapi para penderita kanker juga akan kelelahan, merasa mual hingga muntah, sariawan, dan mudah terinfeksi jika luka.

(Baca juga : Efek Kemoterapi Kanker Getah Bening)

  1. Radioterapi

Radioterapi merupakan proses penembakan gelombang berenergi tinggi secara spesifik ke arah bagian jaringan yang dijangkiti sel kanker untuk membunuhnya. Radioterapi memiliki keuntungan tidak terlalu banyak melukai sel-sel tubuh yang sehat, karena gelombang diarahkan tepat ke arah tumbuhnya sel kanker.

Radioterapi juga memiliki beberapa efek samping yang bisa berbeda-beda untuk tiap orangnya. Efek samping awal dapat meliputi rasa mual dan pusing yang tidak berlangsung lama. Namun efek jangka panjang radioterapi juga dapat menyebabkan komplikasi masalah paru-paru atau jantung. (Lebih jauh tentang radioterapi : Radioterapi Kanker Payudara , Radioterapi Kanker Serviks : Proses, Cara, dan Efek Sampingnya)

Demikianlah cara-cara pengobatan medis untuk kasus kanker pankreas. Tentunya mencegah akan jauh lebih baik daripada mengobati. Cegah kanker pankreas dengan menjalani gaya hidup sehat dengan makanan bergizi yang seimbang. (Baca juga : Daftar Tanaman Obat Kanker dan Cara Menggunakannya ,  Manfaat Tomat Untuk Kanker)

, , , ,
Oleh :
Kategori : Kanker Pankreas

Ada keluarga yang terkena kanker ? Jangan panik Silakan berkonsultasi dengan tim fakta kanker, silakan klik icon di bawah ini.

Doctors Talk

Ingin terbebas dari kanker ? Sudah saatnya rutin konsumsi herbal ini.