6 Gejala Awal Kanker Ovarium Wajib Diwaspadai

Kanker Ovarium dikenal sebagai kanker yang mematikan bagi sebagian besar kaum wanita. Kanker ini tumbuh pada ovarium atau indung telur. Jenis penyakit kanker yang menyerang ovarium ini sudah berada di posisi ke lima sebagai kategori kanker yang paling sering ditemukan pada wanita. Survey yang dilakukan oleh para ahli menyebutkan bahwa setidaknya sudah sekitar 239.000 kasus kanker ovarium di dunia yang berhasil dideteksi pada tahun 2012 lalu. (baca juga: Tanda Awal Kanker Kelenjar Getah BeningGejala Kanker Mulut)

Sponsors Link

Dilihat dari faktor usia, kanker ini lebih sering ditemukan pada wanita yang sudah dalam masa menopause (usia 50 tahun keatas). Namun, tidak menutup kemungkinan bagi yang berusia relatif muda. Berdasarkan lokasi sel yang diserangnya kanker ovarium terbagi menjadi tiga jenis diantaranya adalah sebagai berikut,

  •  Tumor Epitelial, yakni jenis kanker ovarium yang menyerang jaringan pembungkus ovarium (sebagian besar terjadi pada kebanyakan kasus kanker).
  • Tumor Stromal, adalah jenis kanker ovarium yang menyerang jaringan sel penghasil hormon.
  • Tumor Sel Germinal, yaitu jenis kanker ovarium yang menyerang sel-sel penghasil telur (umumnya diderita wanita muda).

Baca juga:

Perlu diketahui, kanker ovarium memiliki gejala yang hampir mirip dengan penyakit-penyakit yang dianggap biasa. Gejala kanker ovarium sulit dikenali apalagi jika masih dalam tahap awal atau stadium dini. Bahkan pada beberapa kasus terkadang jarang menyebabkan gejala yang berlangsung signifikan. Oleh karena itu, sangat penting kiranya untuk dicatat agar mewaspadai berbagai gejala yang umumnya dialami seperti pada uraian berikut ini.

Artikel terkait: Operasi Kanker PayudaraCara Penyembuhan Kanker Tiroid

1. Konstipasi

Konstipasi biasa dianggap sepele oleh sebagian besar orang. Padahal sejatinya, konstipasi dengan pola buang air besar yang kurang dari 3 kali dalam seminggu termasuk hal yang patut dikhawatirkan. Perubahan pola buang air besar semacam ini juga terjadi pada beberapa pasien kanker. Konstipasi merupakan salah satu gejala kanker ovariun yang harus diwaspadai terutama jika sebelumnya anda tidak pernah mengalaminya. Dalam beberapa kasus , sembelit atau konstipasi ini disertai dengan diare yang juga merupakan bentuk gejala kanker pada tahap awal. (baca juga: Manfaat Daun Sirsak Untuk Kanker , Ciri Ciri Kanker Nasofaring)

Sponsors Link

2. Perut Kembung

Pada penderita kanker akan mengalami perut yang selalu terasa kenyang, penuh atau kembung. Gejala ini juga seringkali menjadi gejala awal yang banyak dianggap ringan oleh beberapa penderita kanker. Perbedaan kembung biasa dengan kembung pada kanker terletak rasa nyeri yang juga menyertainya. Gejala kanker ovarium adalah nyeri, mual, dan muntah yang bersamaan dengan rasa kembung di dalam perut dan berlangsung lama. (Baca Juga: Tanda Awal Kanker Usus Besar , Cara Pengobatan Kanker Usus Besar)

3. Berat Badan Menurun

Kurangnya nafsu makan mengakibatkan berat badan menurun. Menurunnya berat badan merupakan ciri khas dari gejala kanker. Kanker ovarium juga dapat memiliki gejala semacam ini karena ketika perut mengalami konstipasi dan kembung akan berpengaruh pada nafsu makan yang menurun sehingga berat badan juga ikut turun secara perlahan.

Baca juga:

4. Pembengkakan Perut

Perut pada pasien kanker akan membengkak yang merupakan akibat dari sel kanker yang berada di bagian ovarium. Selain itu, perut juga akan terasa tidak nyaman sebagai pengaruh dari rasa kembung sebelumnya. Biasanya disertai dengan rasa sakit pada bagian panggul dikarenakan peregangan atau adanya penekan pada bagian ini. Selain itu, saat menjelang haid dan sesudahnya nyeri akan semakin terasa menekan, dan tidak berkurang meskipun sudah mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri. (Baca Juga: Manfaat Nanas Untuk Penderita Kanker . Gejala Kanker Ovarium)

5. Sering Buang Air Kecil

Intensitas buang air kecil juga menjadi gejala awal penyakit kanker ovarium. Semakin seringnya buang air kecil bisa jadi semakin besar kemungkinan terkena penyakit ini. Gejala ini dapat diamati secara mudah yaitu, membandingkan cairan yang kita konsumsi seperti air, buah, atau semacamnya, apakah sepadan dengan volume air seni yang dikeluarkan. Selain itu, perbedaan terjadi pada warna atau bau air seni yang tidak seperti biasanya dan terkadang disertai dengan nyeri pada bagian saluran kencing. (Baca Juga: Jenis Makanan Pemicu Kanker Serviks , Manfaat Ace Maxs untuk Pengobatan Kanker Serviks)

6. Nyeri Saat Berhubungan Seks

Pada bagian vagina akan mengalami nyeri saat berhubungan seksual, nyeri tersebut terjadi saat berhubungan dan sesudahnya. Hubungan seksual pada penderita kanker ovarium akan menyebabkan nyeri yang luar biasa. Bahkan pada kasus tertentu disertai dengan pendarahan pada bagian vagina. (Baca Juga: Penyebab Keputihan Pada Kanker Serviks , Penyebab Kanker Kandung Kemih)

Kanker ovarium merupakan salah satu bentuk kanker rahim karena letaknya yang menyerang indung telur dalam rahim. Kanker ovarium adalah keadaan dimana sel ovarium mengalami mutasi DNA, sehingga menyebabkan sel tersebut tidak normal. Kanker ovarium dapat dialami seluruh wanita, namun beberapa wanita yang lebih berisiko terkena penyakit kanker dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

Sponsors Link

  •  Usia, lebih mudah menyerang pada wanita berusia 50 tahun keatas
  • Genetik, penyakit kanker secara umum banyak disebabkan oleh faktor genetik begitu juga dengan kanker ovarium.
  • Belum pernah hamil, risiko penyakit knaker ovarium akan meningkat pada wanita yang sudah berusia dewasa namun belum pernah hamil dan menyusui
  • Terapi hormon tertentu, beberapa kasus kanker ovarium terjadi pada penderita yang sebelumnya melakukan terapi peningkatan hormon tertentu yang seharusnya sudah menurun.
  • Alat kontrasepsi, penggunaan alat KB seperti IUD akan menyebabkan risiko kanker lebih tinggi, lebih disarankan untuk menggunakan pil KB.
  •  Merokok

(Baca Juga: Pil KB Menyebabkan Kanker Serviks ,  Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks)

Semakin cepat kanker ovarium terdeteksi maka semakin besar harapan hidup bagi penderita. Pemeriksaan dini dapat dilakukan dengan USG transvaginal atau Marker darah Ca 125, AFP, b HCG, bahkan menurut para ahli deteksi dini lebih efektif dengan melakukan pemeriksaan pada panggul secara rutin oleh dokter yang sudah berpengalaman.

Artikel Terkait:

Dikarenakan penyebabnya yang belum diketahui secara pasti, maka pencegahan kanker ovarium hanya dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa kebiasaan seperti menjalani pola hidup yang sehat (kurangi merokok), pola makan sehat(non MsG), berolah raga, menggunakan kontrasepsi dalam bentuk pil, serta rajin memeriksa perubahan fisik pada tubuh agar deteksi dapat dilakukan dengan cepat.

Demikian artikel informatif mengenai gejala awal kanker ovarium. Semoga bermanfaat!

, , ,
Oleh :
Kategori : Kanker Ovarium