Kemoterapi Kanker Otak : Metode, Efek Samping dan Biaya

Kanker otak adalah salah satu kanker yang bisa diderita oleh laki-laki dan perempuan dengan berbagai usia. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker otak, seperti operasi, radiasi, hingga kemoterapi kanker otak. Biasanya, untuk menentukan jenis pengobatan apa yang bisa diberikan kepada pasien kanker otak, dokter akan mempertimbangkan beberapat faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah letak tumor, stadium tumor dan kondisi kesehatan pasien secara umum.

Sponsors Link

Baca juga:

Untuk bisa mendiagnosa kondisi-kondisi tersebut, dokter akan melakukan tindakan observasi. Tindakan observasi ini bisa melalui MRI, CT Scan, atau CAT Scan. Dalam melakukan observasi ini, dokter mungkin membutuhkan beberapa waktu untuk melihat hasil tes pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan itu lah, dokter akan bisa melihat gejala yang dialami pasien dan menentukan pengobatan apa yang paling tepat untuk diberikan.

Pengobatan Kanker Otak

Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan oleh pasien kanker otak. Pasien bisa melakukan salah satu jenis pengobatan saja atau mengkombinasikan beberapa pengobatan sekaligus. Tentu saja, jenis pengobatan yang dipilih harus disesuaikan dengan jenis kanker, lokasi hingga stadium kanker otak yang dialami. Berikut ini adalah beberapa tindakan yang bisa diberikan kepada pasien kanker otak:

  1. Operasi Pengangkatan

Operasi merupakan pengobatan yang paling umum untuk pasien tumor otak. Jika tumor yang terjadi bermula di otak dan lokasinya berada di area yang aman untuk dilakukan operasi pengangkatan, maka dokter mungkin akan melakukan prosedur ini. Jenis operasi pengangkatan tumor otak yang paling umum dilakukan adalah craniotomy. Melalui prosedur ini, dokter akan melakukan pembedahan kepala dan mengangkat lapisan tulang tengkorak. Dengan terbukanya tengkorak, dokter kemudian bisa mengangkat tumor. Setelah prosedur selesai, dokter akan mengembalikan tulang tengkorak di tempatnya dan menjahit luka bedah.

Baca juga:

Sebenarnya ada banyak pilihan prosedur untuk melakukan operasi pengangkatan tumor di otak, tergantung pertimbangan hasil yang mungkin terjadi dengan meminimalisir efek samping pada otak. Pilihan prosedur lainnya, diantaranya Intraoperative imaging, Image-guided stereotactic surgery, Intraoperative brain mapping, dan neuroendoscopy.

ads
  1. Terapi Radiasi

Terapi radiasi adalah perawatan tumor menggunakan X-Ray dan radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker atau mencegah tumor untuk terus tumbuh dan menyebar. Radiasi bisa digunakan untuk mengobati tumor otak yang sulit untuk diangkat, misalnya karena letaknya berdekatan dengan syaraf yang sangat vital. (Baca juga: Radioterapi Kanker Payudara , Manfaat Daun Sirih Untuk Kanker)

Maka, jika hal ini yang terjadi dokter akan melakukan tindakan radioterapi setelah melakukan prosedur operasi, untuk menghilangkan jaringan tumor yang masih tersisa. Ada dua jenis radiasi yang bisa dilakukan pada pasien tumor otak,  yaitu beam radiation therapy dan stereotactic radiosurgery.

  1. Kemoterapi

Perawatan selanjutnya yang bisa dilakukan oleh pasien kanker otak adalah kemoterapi. Kemoterapi merupakan perawatan yang menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa setelah operasi. Kemoterapi sering direkomendasikan oleh dokter untuk dilakukan. Namun, kemoterapi hanya efektif untuk merawat beberapa jenis tumor otak, seperti tumor otak akibat penyebaran dari organ lain, tumor otak yang kambuh lagi dan beberapa jenis tumor ganas di otak. (Baca juga: Stadium Kanker Otak , Manfaat Vitamin C Untuk Kanker)

Dokter biasanya akan menjadwalkan kemoterapi pada pasien setelah melakukan operasi pengangkatan sel kanker. Terkadang dokter juga akan mengkombinasikannya dengan prosedur radioterapi.

Kemoterapi Kanker Otak

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kemoterapi merupakan salah satu alternatif pengobatan kanker otak dengan memanfaatkan obat-obatab antikanker. Obat-obatan ini berguna untuk memperlambat hingga menghentikan aktivitas sel kanker yang terus membelah diri. Ada beberapa fungsi kemoterapi yang dilakukan pada pasien kanker otak, yaitu sebagai pengobatan utama untuk menghancurkan sel kanker. Hal ini biasanya terjadi jika sel kanker berada di area yang sangat sulit untuk dilakukan operasi. Selain itu, kemoterapi juga bisa bertindak sebagai pelengkap dari perawatan yang lain untuk mengecikan ukuran tumor atau membunuh sisa-sisa sel kanker setelah dilakukan operasi.

Baca juga:

Pada pasien kanker otak stadium lanjut, kemoterapi mungkin tidak akan menghilangkan total sel kanker di tubuh pasien. Namun, kemoterapi bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi gejala kanker yang dialami pasien.

Metode Kemoterapi Kanker Otak

Prosedur pengobatan kemoterapi kanker otak dianggap lebih efektif jika diberikan langsung ke aliran darah. Namun, sebenarnya obat-obatan bisa diberikan melalui infus atau obat minum. Kemoterapi kanker otak ini dilakukan berdasarkan tingkat keparahan kanker. Pada umumnya, kemoterapi harus dijalani oleh pasien sebanyak dua hingga empat kali dengan masing-masing proses berlangsung selama beberapa minggu. (Baca juga: Radiasi HP Menyebabkan Kanker Otak)

Setiap kali pasien melakukan kemoterapi, dokter akan mengamati reaksi tubuh pasien. Pasien juga disarankan untuk beristirahat dari pengobatan dahulu untuk bisa dilihat dengan lebih pasti efektivitas dari perawatan kemoterapi yang dijalani. Berikut ini adalah du acara kemoterapi kanker otak yang bisa dilakukan:

  1. Kemoterapi Sistemik

Dengan metode ini, dokter akan memasukkan obat kemoterapi langsung ke aliran darah dan akan dialirkan ke seluruh bagian tubuh. Letak kesulitan untuk melakukan kemoterapi jenis ini adalah menemukan obat yang bisa menembus saluran darah di selaput otak pasien dan mencapai tumor di otak.

Baca juga:

Untuk memasukkan obat kemoterapi, dokter bisa memberi obat minum atau memasukkan obat melalui suntikan. Untuk beberapa jenis kanker otak, obat kemoterapi bisa langsung diberikan pada cairan cerebrospinal. Untuk melakukannya, dokter bisa melakukan operasi implant reservoir atau wadah di bawah kulit kepala. Wadah terhubung pada sebuah tabung yang mengarah ke ventrikel otak dimana cairan cerebrospinal bersirkulasi.

Obat kemoterapi yang umum diberikan kepada pasien kemoterapi kanker otak adalah Temozolomide. Obat ini merupakan obat yang sangat efektif untuk mengobati kanker otak yang ganas. Obat ini akan merusak DNA sel kanker sehingga bisa mencegah sel kanker untuk membelah diri.

Baca juga:

Namun, jika obat Temozolomide diberikan dalam jangka panjang dengan dosis tinggi, sangat mungkin terjadi pasien mengalami kerusakan sumsum tulang. Bahkan, jika pengobatan dilakukan selama 5 hingga 10 tahun, pasien juga bisa memiliki resiko menderita leukimia. Maka, sangat disarankan untuk berhati-hati dalam menjalani pengobatan ini. Biasanya pasien akan menjalani pengobatan ini dengan fase konkomitan 42 hari bersama dengan radioterapi ditambah 6 sikus. Terdapat juga fase penunjang selama 4 minggu plus 6 siklus.

Obat Temozolomide harus diminum saat perut masih kosong, satu jam sebelum makan. Obat tidak boles dijadikan bubuk dan harus ditelan secara utuh agar bisa berfungsi maksimal menuju sel kanker di otak. Selama menjalani pengobatan ini, pasien biasanya mengalami beberapa efek samping seperti rasa mual, muntah, gangguan pencernaan, hingga penurunan berat badan.

  1. Kemoterapi Lokal

Dengan kemoterapi lokal, dokter akan melakukan prosedur kemoterapi langsung terpusat di area kanker otak berada setelah dilakukan prosedur operasi pengangkatan jaringan tumor. Ketika pasien sedang menjalani proses operasi pengangkatan jaringan tumor, dokter akan meletakkan sebuah alat tipis, yang disebut Gliadel wafer di tempat jaringan tumor sebelumnya berada atau di dekat sisa-sisa jaringan kanker yang tidak dapat diangkat. Alat ini secara perlahan akan mengeluarkan obat kemoterapi selama beberapa hari.

Baca juga:

Karena kemoterapi local dilakukan sedekat mungkin dengan letak tumor berada, cara ini bisa meningkatkan konsentrasi obat dan mengurangi efek samping yang biasa dialami jika melakukan kemoterapi sistemik. Tentu saja dengan begitu cara ini dianggap lebih efektif daripada kemoterapi sistemik.

Sponsors Link

Efek Samping Kemoterapi Kanker Otak

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kemoterapi kanker akan menimbulkan beberapa efek samping pada pasien yang menjalaninya. Efek samping yang biasa muncul adalah seperti rambut rontok, rasa mual, muntah dan kehilangan nafsu makan.

Baca juga:

Tidak hanya itu, pasien kanker yang menjalani kemoterapi juga bisa merasakan gejala seperti mudah mengalami infeksi, ruam kulit hingga rasa lelah yang berlebihan. Namun, dokter bisa memberikan obat penghilang gejala untuk mengurangi efek samping kemoterapi yang mungkin timbul. Dokter mungkin akan memberi resep obat untuk mengurangi rasa mual dan mencegah infeksi sebelum atau sesudah melakukan prosedur kemoterapi.

Namun, terlepas dari itu semua, sebaiknya pasien kanker otak tidak menunda untuk menjalani prosedur kemoterapi. Bagaimanapun, kemoterapi akan sangat membantu melawan penyakit kanker dan meningkatkan harapan hidup pasien kanker otak.

Biaya Kemoterapi Kanker Otak

Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor biaya adalah salah satu pertimbangan yang selalu dipikirkan oleh pasien kanker dan keluarganya. Biaya pengobatan kanker otak secara keseluruhan memang tidak murah. Biasanya, pasien kanker harus mengeluarkan biaya mulai 1 juta hingga 15 juta rupiah untuk sekali melakukan kemoterapi, dimana kemoterapi itu sendiri biasanya perlu dilakukan sebanyak 6 kali. Maka, total biaya untuk kemoterapinya saja minimal 6 juta hingga bisa mencapai sekitar 90 juta rupiah.

Baca juga:

Semua biaya di atas masih belum termasuk pengobatan lainnya, seperti operasi atau radioterapi. Sekedar informasi, biaya operasi kanker otak bisa sebesar 20 juta hingga 27 juta, sementara biaya untuk radioterapi adalah sekitar 26 juta untuk satu paketnya.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Kanker Otak