18 Gejala Tumor Kepala Belakang, Leher yang Paling Berbahaya

Kanker di kepala sangat banyak jenisnya. Karena di dalam kepala terdapat organ- organ penting yang mungkin saja dapat menjadi kanker. Contohnya seperti kanker otak neuroblastoma yang dapat menonjol keluar dari rongga tengkorak dan mendesak organ- organ di kepala atau kanker di hidung tentu memberikan gejala- gejala di organ hidung dan lain sebagainya. Untuk mengetahui gejala kanker di area kepala perlu diketahui lokasi tumor itu berasal. Di bawah ini adalah beberapa jenis kanker di kepala yang dapat anda ketahui gejala- gejalanya.

Sponsors Link

Baca juga: gejala kanker kulit kepala

1. Papiloma Hidung

Papiloma adalah sejenis tumor ganas yang tubuh pada hidung. paling sering adalah berasal dari lapisan epitel pipih dari hidung. Gejalanya adalah sebagai berikut

  • tumor berbentuk verrucous atau seperti bunga kol atau seperti jengger ayam
  • berlokasi di vestibulum hidung (rongga hidung)
  • seperti kutil pada kulit
  • Bisa tumbuh single atau multiple, menggantung atau seperti pensil

Baca juga: gejala kanker nasofaring stadium 1

2. Inverted Papilloma Hidung

Dinamakan sesuai dengan asal dari tumor yaitul berasal dari sel epitel yang tumbuh ke dalam dibandingkan tumbuh keluar. Gejala- gejalanya adalah

  • sering ditemukan pada pria
  • usia 40-70 tahun
  • berlokasi di dinding samping hidung
  • terletak di satu sisi. Misalnya ada tumor disebelah kiri ya kiri saja
  • tumor berwarna merah atau abu- abu atau transparan dan bengkak

Baca juga: ciri- ciri awal kanker tenggorokan yang patut diwaspadai

3. Hemangioma Kapiler Hidung

Hemangioma adalah tumor yang berasal dari pembuluh darah dan sering disebut polip septum yang berdarah. Berikut adalah gejalanya

  • tumor dengan permukaan halus, hitam merah, menggantung
  • terletak di bagian depan septum hidung
  • sering mimisan berulang
  • hidung tersumbat

Bca juga: manfaat bawang putih untuk kanker yang paling ampuh

4.Kanker Ganas Rongga Hidung

Kanker primer yang berasal dari rongga hidung sangat jarang terjadi. Biasanya kanker pada rongga hidung merupakan perluasan dari kanker sinus maksila atau kanker sinus ethmoid. Gejala- gejala pada kanker ganas rongga hidung bergantung pada lokasi tumor ganas ini berasal. Berikut adalah gejalanya

  • pada bagian vestibula hidung: terlihat ada massa yang muncul dari dinding samping dan meluas hingga ke belakang dan lantai hidung dan bibir atas. Kanker pada lokasi ini dapat menyebar ke kelenjar parotis.
  • pada bagian septum: berasal dari perbatasan mukokutan dan menyebabkan sensasi terbakar atau rasa nyeri di dalam hidung
  • dinding samping: bagian ini adalah bagian tersering terjadinya kanker ganas hidung. Terlihat tumor berbentuk polipoid. Biasanya tumor ini akan meluas ke sinus ethmoid atau sinus maksila.

Baca juga: manfaat jengkol untuk kanker

Sponsors Link

5. Melanoma Maligna

Bagian depan dari rongga hidung dilapisi oleh kulit. Karena itu keganasan pada kulit juga bisa terjadi di bagian ini, salah satunya adalah keganasan pada sel melanosit. Berikut gejalanya

  • ditemukan pada usia 50 tahun
  • kedua jenis kelamin sangat terpengaruhi
  • massa tumor berwarna abu- abu atau berwarna hitam kebiruan
  • paling sering ditemukan pada bagian depan rongga hidung

Baca juga: manfaat jengkol untuk kanker

6. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah keganasan yang terjadi pada sel saraf reseptor penciuman. Berikut adalah gejala- gejalanya

  • dapat terjadi pada kedua jenis kelamin
  • dapat diderita semua kelompok umur
  • massa berwarna merah ceri berbentuk polipoid pada sepertiga bagian atas rongga hidung
  • penderita bisa mimisan karena tumor ini rapuh dan sudah berdarah

Baca juga: efek kanker darah

7. Osteoma

Tumor ini termasuk tumor jinak yang sering terlihat di sinus frontalis. Sinus ini berada di belakang pipi. Tumor ini berasal dari tulang dan awalnya tidak memeberikan gejala. Terapi diberikan jika tumor ini sudah memberikan gejala seperti menyumbat ostium sinus, pembentukan mucocele, gejala tekanan karena pertumbuhan mereka ke rongga mata, hidung atau kranium.

baca juga: yayasan peduli kanker indonesia

8. Displasia fibrosa

Pada kondisi ini, tulang digantikan oleh jaringan fibrosa terutama di sinus maksila, terkadang pada sinus ethmoid dan sinus frontalis. Gejala yang mungkin dialami adalah:

  • bentuk wajah yang tidak sama
  • sumbatan hidung
  • posisi bola mata yang abnormal

Baca juga: gejala kanker otak stadium awal

ads

9. Ameloblastoma (adamantinoma)

Kanker ini adalah kanker yang dapat tumbuh dengan sangat cepat dan berasal dari jaringan odontogen dan menginvasi sinus maksila. Tumor lain yang jarang terjadi adalah hemangioma, meningioma dan inverted papiloma.

baca juga: jenis kanker mata pada anak

10. Karsinoma sinus maksila

Karsinoma ini berasal dari sinus maksila dan tidak menimbulkan gejala apapun dalam waktu yang cukup lama dan memberikan gejala seperti sinusitis. Tiba- tiba kanker sinus sudah menyebar dan menghancurkan tulang yang ada di sekitarnya dan menginvasi struktur disekitarnya. Berikut adalah gejala- gejala kanker sinus maksila.

  • Gejala awal berupa: hidung buntu, lendir bercampur darah, kesemutan pada wajah atau nyeri dan epifora.
  • Gejala lanjut berupa: berdasarkan arah penyebaran dan tingkat pertumbuhan tumor ini.
  • Menyebar ke medial rongga hidung menyebabkan gejala berupa hidung buntu, pilek dan mimisan. Selain itu, dapat menyebar ke sinus ethmoid anterior dan posterior.
  • Menyebar ke depan menyebabkan pembengkakan pipi dan kemudian menginvasi kulit
  • Menyebar ke bawah rongga hidung dapat menyebabkan perluasan alveolus dengan nyeri gigi, gigi patah, tulang gigi yang tidak baik, ulserasi gusi dan bengkak pada langit- langit.
  • Menyebar ke bagian atas dapat menginvasi rongga mata dan penyebabkan kelopak mata turun, pandangan doble, nyeri mata dan epiphora (atau mengeluarkan air mata terus menerus)
  • Menyebar ke beakang ke fossa pterygomaksila, pterygoid plates dan otot dapat menyebabkan trismus. Penyebarannya dapat menyebar ke nasofaring, sinus sphenoid, dan dasar otak.
  • Penyebaran intrakranial dapat melalui sinus ethmoid, cribiformis tau foramen lacerum
  • Penyebaran ke sistem limfa. Metastse ke nodus limfe jarang terjadi pada awal dimulainya penyakit, Ketika sudah dalam tahap lanjut, terdapat perbesaran nodus limfa di submandiladan di vena jugularis atas

Baca juga: penyebab kanker otak pada anak

11. Kanker Sinus Ethmoid

Kanker sinus ethmoid sering berasal dari penyebaran dari knker maksila, gejala awal kanker ini adalah sebagai berikut

  • hidung buntu
  • lendir bercampur darah
  • dan nyeri di belakang mata

Sedangkan gejala lanjutan kanker sinus ethmoid adalah

  • melebarnyanya lebar batang hidung
  • perubahan posisi bola mata menjadi lebih ke samping
  • pandangan dobel
  • meningtis. Bila terjadi perluasan melewati tulang cribiformis.

baca juga: pengobatan tradisional kanker hati

12. Mucocele

Mucocele adalah sejenis tumor jinak yang berkonsistensi kistik dan biasanya terletak di bibir bagian bawah. Pasien akan mengeluhkan sebagai benjolan di bawah bibir yang sudah lama. Mucocele terjadi karena retensi kista pada kelenjar ludah minor yang ada pada bibir bawah. Biasanya kist ini berwarnanya kebiruan dan permukaanya halus. Terapi yang dianjurkan adalah eksisi.

baca juga: manfaat tomat untuk kanker

13. Ranula

Ranula adalah kista transparan yang sering ditemukan pada lantai mulut pada salah satu sisi frenulum dan sering mendorong lidah keatas. Ranula berasal kelenjar ludah di bawah lidah yang disebabkan sumbatan dari saluran kelenjar ludah. Beberapa ranula meluas hingga kel leher.

14. Dermoid

Dermoid adalah tumor yang berasal dari mukosa di atas otot mylohyoid. Tumor ini merupakan massa putih yang berkilau dan terlihat dari selaput lendir. Sangat berbeda dengan ranula yang merupakan massa transparan. Sedangkan dermoid yang tubuh di bawah dagu disebut dermoid submental. dermoid ini tumbuh di bawah otot mylohyoid dan bergejala sebagai pembengkakan belakang dagu.

15. Leukoplakia

Leukoplakia adalah lesi prekanker, artinya lesi yang menjadi cikal bakal sebuah kanker. Lesi ini berbentuk bercak putih pada bagian mukosa mulut yang dapat disebabkan karena iritasi kronik seperti konsumsi rokok dan alkohol. Lokasinya biasanya pada mukosa pipi atau kommisura dan terjadi pada orang yang sudah berusia 40 tahun atau 50 tahun. Dan pria lebih sering 2-3 kali menderita lesi ini.

Sponsors Link

16. Eritrhroplakia

Hampir sama dengan erithroplakia dimana merupakan bercak puith, eritroplakia adalah lesi prakanker yang berwarna kemerahan pada permukaan mukosa. Warna merah ini dikarenakan penurunan keratinisasi dan sebagai hasil akhir dari jaringn ikat pembuluh darah yang terlihat dari mukosa mulut. Gejalanya adalah sebagai berikut

  • Letak predileksinya ada pada mukosa gusi bagian bawah, lekukan di antra gusi dan pipi bagian dalam dan lantai mulut
  • tidak ada perbedaan insiden kasus ini berdasarkan jenis kelamin

17. Kanker bibir

Kanker bibir berasal dari keganasan sel pipih arau sel skuamous. Gejalanya adalah sebagai berikut :

  • Penderita biasanya berjenis kelamin pria
  • Kelompok usia 40- 70 tahun
  • Sering menyerang pria dibandingkan wanita
  • Lebih sering berlokasi di bibir bawah
  • Predileksi bibir antara garis tengah dan komisura bibir
  • Lesi memiliki tipe eksofitik atau ulseratif
  • Pembesaran nodus limfe pada area dibawah dagu dan dibawah rahang setelah kasus berlanjut

kemudian pembesaran ini akan berlanjut ke nodus limfe servikal. Gejala ini di keluhkan dengan adanya benjolan pada area bawah dagu , rahang, serta leher.

18. Kanker langit- langit mulut

Kanker langit- langit mulut berasal dari kelenjar ludah minor yang ada di langit- langit mulut dan mungkti berbentuk seperti adenoid kistik. Gejala- gejalanya adalah sebagai berikut.

  •  sering pada orang yang merokok dengan posisi rokok terbalik. Bagian api di dalam mulut.
  • pria dan wanita dapat mnderita kanker ini
  • kanker diawali dengan lesi ulkus permukaan dengan tepi yang tidak rata
  • tidak nyeri, namun hanya terada sensasi tidak rata pada langit- langit jika dirasakan dengan lidah
  • dapat menyebar ke gusi, bibir, dan tulang maksila

, ,
Post Date: Friday 21st, July 2017 / 07:39 Oleh :
Kategori : Kanker Otak