Sponsors Link

15 Gejala Kanker Nasofaring Stadium Awal Paling Mengerikan

Sponsors Link

Kanker nasofaring merupakan kanker yang jarang terjadi di dunia, dengan prevalensi bisanya kurang dari 1/100000. Kanker nasofaring merupakan kanker yang sangat mematikan di beberapa bagian di dunia terutama cina selatan. Provinsi Guangdong adalah provinsi di negara China bagian selatan yang memiliki prevalensi kanker nasofaring yang paling tinggi di dunia, Prevalensinya adalah sekitar 20-40 kasus diantara 100. 000 orang di daerah tersebut. Penelitian awal menyimpulkan bahwa orang kanton memiliki insiden yang tertinggi untuk menderita kanker nasofaring, yaoti 54.7/ 100.000 penduduk.

Sponsors Link

baca juga: kanker nasofaring stadium 1

Kanker nasofaring biasanya dialami oleh orang berjenis kelamin laki- laki dan saat usia 50 hingga 70 tahun walaupun masih mungkin pada kelompok usia yang lebih tua. Namun sangat jarang menemukan kanker nasofaring pada usia kepala dua dan kepala tiga. Hampir semua pasien kanker nasofaring ditemukan  pada penyakit yang sudah lanjut. Hal ini disebabkan karenak letak kanker nasofaring yang tersembunyi sehinga diagnosis dari kanker nasofaring akan sedikit susah. Gejala kanker nasofaring stadium awal berupa keluhan hidung, telinga dan saraf mata. Hal ini mungkin disebabkan karena daerah nasofaring dekat dengan ketiga area tersebut.

Gejala awal kanker nasofaring memiliki kemiripan dengan penyakit lain yang lebih ringan dibandingkan kanker nasofaring. Penolakan terhadap diagnosis kanker dan keterbatasan ekonomi menyebabkan penundaan pelayanan kanker nasofaring. Di sisi lain, dokter juga berperan terhadap diagnosis kanker nasofaring yang lambat karena tidak menghiraukan atau salah diagnoisis gejala yang tidak spesifik yang menyerupai infeksi saluran nafas atas selama stadium awal kanker nasofaring. Namun, semuanya ini disebabkan karena kekurangwaspadaan tenaga kesehatan di wilayah tertentu terhadap gejala dan tanda awal kanker nasofaring.

baca juga: pengobatan kanker nasofring

1. Hidung tersumbat

Hidung tersumbat dapat disebabkan oleh pertumbuhan massa tumor nasofaring yang tumbuh ke arah depan. Tumor ini dapat menyumbat rongga hidung dan menyebabkan hidung tersumbat. Keluhan ini adalah keluhan yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien kanker nasofaring.

baca juga: biaya biopsi kanker nasofaring

2. Keluarnya sekret dari hidung

Sekret dari hidung atau ingus sebenarnya adalah salah satu pertahanan tubuh manusia di area hidung untuk mencegah berbagai patogen, benda asing dan bakteri untuk masuk dan menginfeksi tubuh. Tumor nasofaring, walaupun asal mulanya berasal dari sel tubuh sendiri, dianggap sebagai benda asing oleh tubuh karena bersifat merusak sel tubuh yang lain, oleh tubuh direspon dengan megeluarkan sekret hidung.

baca juga: ciri- ciri kanker nasofaring

3. Suara sengau

Suara yang dikeluarkan manusia dibentuk tidak hanya berasal dari pita suara saja. Gelombang suara akan beresonansi dengan melewati faring, rongga hidung dan sinus sehingga menghasilkan suara.

Baca juga: gejala kanker nasofaring pada anak

4. Tuli konduktif

Tuli konduktif adalah penurunan pendengaran yang gangguanya terjadi pada proses penghantaran gelombang dari luar ke reseptor saraf pendegaran di tengah dalam. Karena itu letak kelainan berada di daun telinga hingga ke tulang pendengaran. Kanker nasofaring dapat menyebabkan gangguan pada organ- organ telinga karena massa tumor nasofaring dapat menyumbat saluran penghubung antara telinga tengah dan faring. Saluran tersebut berfungsi untuk menjaga tekanan dalam telinga tengah. Jika saluran tersebut terganggu makan tekanan akan berubah dan mneyebabkan sejumlah kelainan telinga dan menyebabkan penurunan pendengaran.

Baca juga: makanan penyebab kanker nasofaring

5. Otits media serous atau suppurative

Pada kanker nasofaring terjadi fenomena oklusi tuba eustachius. Tuba eustachius adalah sebuah saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Akibat penyumbatan tuba ini, telinga tengah akan terisi cairan, jika cairan itu seperti lem atau steril (tidak ada infeksi bakteri) disebut otitid media serous. Namun, jika oklusi tuba tidak ditangani dan terjadi secara terus menerus maka cairan semakin lama akan semakin banyak dan akhirnya dapat menyebabkan kebocoran pada gendang telinga dan mengakibatkan gangguan pendengaran karena radang telinga akut.

baca juga: gejala awal kanker tulang belakang

Sponsors Link

6. Telinga berdenging

salah satu Gejala kanker nasofaring stadium awal adalah telinga berdenging. Telinga berdenging atau tinntius disebabkan karena penghantaran gelombang suara yang kurang baik akibat kelainan pada organ telinga yang dipengaruhi pertumbuhn massa tumor kanker nasofaring.

baca juga: ciri- ciri awal kanker tenggorokan

7. Pusing

Tumor nasofaring yang sudah berkembang cukup besar dapat menyebabkan gangguan keseimbangan karena mengganggu organ keseimbangan sehingga penderita dapat merasakan kepalanya pusing. Informasi keseimbangan manusia di terima oleh reseptor yang ada di telinga, mata dan kulit. Kemudian info tersebut di bawah ke otak dan otak kecil. Selain itu, kanker nasofaring dapat secara langsung menginvasi otak kecil, Sebagaimana yang kita ketahui otak kecil adalah pusat keseimbangan tubuh manusia dan mengatur sejumlah gerakan yang memerlukan koordinasi yang baik.

baca juga: manfaat ciplukan untuk kanker

8. Pandangan dobel

Kanker nasofaring dapat menyebar di daerah sekitar, karena letaknya yang dekat dengan saraf- saraf kepala yang keluar dari otak, kanker nasofaring dapat menyebabkan gangguan dari saraf kranial yang terganggu fungsinya. Pada kanker nasofairng yang menginvasi saraf kranial III, IV dan VI dapat menyebabkan padangan dobel. Karena ketiga saraf ini memiliki fungsi mempersarafi otot pengerak bola mata, jika salah satu saraf lumpuh dapat menyebabkan gangguan penglihatan berupa pandangan dobel.

baca juga: penyebab kanker bola mata

9. Nyeri wajah

Nyeri wajah dapat terjadi karena terangsangnya saraf yang mempersarafi wajah jarena iritasi dai tumor kanker nasofaring. Saraf nyeri yang mempersarafi wajah dibawa oleh cabang saraf kranial V1, V2, dan V3. Saraf kranial V1 adalah cabang saraf kranialis V1 yang mempersarafi bagian frontalis atau dahi, cabang saraf kranialis V2 mempersarafi bagian maksilaris atau bagian rahang atas sedangkan saraf kranial V3 adalah saraf yang mempersarafi bagian mandibula atau bagian rahan bawah. Dan saraf kranial V ini berfungsi sebagai sensoris. artinya menerima rangsangan. Sedangkan saraf yang mempersarafi otot wajah dan berfungsi motoris atau yang menggerakan otot wajah adalah saraf kranialis VII

naca juga: ciri- ciri kanker kelenjar getah bening

ads

10. Berkurangnya reflek kornea

Reflek kornea adalah suatu reflek yang dihasilkan ketika kornea diberikan rangsangan berupa sentuhan halus dari kapas. Pasien diminta untuk menoleh dan pemeriksa akan menyentuhkan kapas pada kornea, refleknya akan menjadi positif jika kelopak mata berkedip. Namun, harus dipastikan bahwa penderita tidak melihat datangnya arah kapas. Reflek kornea ini dipersarafi oleh saraf kranial ke- V, yaitu saraf kranial trigeminus.

baca juga: ciri- ciri kanker amandel

11. Penonjolan mata

Kanker nasofaring dapat yang menginvasi secara langsung ke mata dapat menyebabkan posisi mata menjadi lebih ke depan yang disebut eksoftalmus. Gejala ini biasanya sering terlihat pada penderita hipertiroid. Jika penonjolan mata atau eksoftalmus ini tanpa kelainan pada kelenjar tiroid, perlu dicurigai suatu keganasan di daerah nasofaring.

baca juga: pengobatan kanker tiroid

12. Kebutaan

Perkembangan massa tumor kanker nasofaring bisa menyebar ke daerah tertentu di otak dan bisa menyebabkan buta pada penderita. Jika kanker nasofaring berada di puncak rongga mata tumor nasofaring dapat menyebabkan gangguan pada saraf optikus yaitu saraf kranial ke- II. Lokasi puncak rongga mata dilewati oleh saraf kanial II, yang membawa impuls rangsangan visual dari reseptor saraf di retina dan membawanya ke organ otak untuk dianalisa menjadi informasi.

Baca juga: Ciri Ciri Kanker Mata

13. Sindrom foramen jugular

Sindrom foramen jugular disebabkan karena keterlibatan saraf kranial IX, X dan XI. Sindrom ini terutama disebabkan karena perbesaran kelenjar getah bening yang ada di leher. Kelenjar getah bening yang ada di leher terletak di sekita pembuluh darah jugular, sehingga jika terjadi perbesaran kelenjar getah bening maka akan menyebabkan gangguan yang berada di seputar pembuluh darah balik jugular. Sindrom ini ditandai dengan gejala hilangnya indera perasa pada sepertiga posterior lidah pada (fungsi saraf kranial ke IX), kelumpuhan pada pitas suara dan otot langit- langit mulut (saraf kranial ke X) serta kelemahan otot trapezius dan otot sternocleiodomastoid (saraf kranial ke XI)

14. Sindrom horner

Sindrom horner adalah serangkaian gejala yang disebabkan keterlibatan rantai simpatetik servikal. Sindrom horner terdiri dari trias gejala yaitu, kelopak mata yang terus menutup, keringat yang berkurang pada sisi wajah yang dipersarafi saraf yang mengalami gangguan serta miosis yaitu pengecilan bintik hitam mata.

15. Benjolan di leher

Benjolan di leher mungkin merupakan satu- satunya manifestasi dari kanker nasofaring. Benjolan di leher bisa merupakan kelenjar getah bening yang mengalami perbengkakan akibat metastase dari kanker nasofaring. Benjolan ini muncul pada kelenjar yang ditemukan antara sudut rahang dengan mastoid dan beberapa kelenjar ditemukan membesar pada aksesoris spinal di daerah belakang segitiga leher. Metastase ke kelenjar getah bening dialami oleh 75% pasien ketika pertama kali ditemukan, sekitar setengah dari kelenjar getah bening ditemukan membesar pada kedua sisi. Selain ke kelenjar getah bening, kanker nasofaring yang sudah stadium advaned dapat mengalami penyebaran ke organ yang lain seperti ke tulang, paru, liver dan organ yang lainnya. Namun, 60-90% metastase kanker nasofring adalah kelenjar getah bening di daerah leher.

Baca juga:

Gejala- gejala di atas tidak pasti menunjukan seseorang menderita kanker nasofaring. Karena letak nasofaring yang tersembunyi perlu dilakukan pemeriksaan tambahan dengan nasoendoskopi,  rhinoskopi posterior dan pemeriksaan lainnya. Krena itu, kanker nasofaring masih banyak yang kurang tertangani dengan baik di negara berkembang. Di negara berkembang, hal yang paling efekif adalah dengan dilakukan pencegahan kanker nasofaring seperti tidak merokok, tidak sering mengonsumsi makanan yang dimasak dengan cara di bakar atau dengan menghirup asap.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Sunday 13th, August 2017 / 01:03 Oleh :
Kategori : Kanker Nasofaring