22 Ciri-ciri Kanker Kulit Umum Dan Penyebabnya

Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang tak bisa dianggap enteng walaupun memang adanya benjolan atau tumor ini mempunyai potensi kematian yang paling sedikit. Karena kulit pun adalah organ yang posisinya tidak dekat dengan organ vital utama manusia, maka tidak akan menyebar dengan cepat. Karena setiap ciri-ciri kanker ini sangat gampang dikenali sehingga bantuan medis juga dapat diterima dengan lebih cepat pula; berikut adalah sejumlah ciri-ciri kanker kulit yang kiranya bisa membuat kita lebih waspada.

Sponsors Link

(Baca juga: ciri-ciri kanker tulang)

1. Benjolan Berbentuk Asimetris

Kanker selalu ditandai dengan adanya benjolan atau yang bisa sebut dengan tumor. Untuk kanker kulit, salah satu tandanya adalah benjolan yang bentuknya asimetris atau sama dengan tidak beraturan sehingga kalau dilihat secara dekat, bentuk bagian kanan dan kirinya tidak tampak sama. Jadi hati-hatilah bila muncul benjolan kemudian benjolan tersebut datang dengan bentuk yang sudah disebutkan, maka perlu dicurigai dan diperiksakan segera ke dokter kulit demi pencegahan kondisi yang lebih serius.

2. Bagian Pinggir Benjolan Tak Rata

Masih bicara soal benjolan, waspadai pula bila timbul benjolan yang di pinggirannya tampak tidak rata dan bahkan kalau teksturnya cenderung kasar. Maka dari itu, memeriksa sendiri tak ada salahnya apabila ada benjolan, ketahui setiap karakteristik benjolan yang dicurigai sebagai kanker. Dengan merasakannya, kita bakal tahu apakah benjolan tumor ini termasuk dalam ciri kanker kulit atau bukan.

(Baca juga : ciri benjolan kanker payudara)

3. Ukuran Benjolan Kurang Wajar

Selain dari bentuk dan tekstur, ukuran diameter benjolan yang muncul juga perlu diperiksa oleh diri kita sendiri sebelum akhirnya pergi ke dokter kulit untuk memastikan. Besarnya diameter dapat dicurigai sebagai tanda kanker kulit apabila termasuk tak wajar; untuk mengetahuinya, cobalah untuk membandingkan diameternya dengan diameter sebuah pensil dan apabila hasilnya lebih besar, inilah yang patut dikhawatirkan. Penting untuk selalu mengecek keadaan kulit maupun benjolan, apalagi kalau diameternya cukup besar dan kurang terlihat normal; jangan anggap enteng atau mengabaikannya karen sebaiknya didiagnosa lebih dulu.

4. Benjolan Berwarna

Tahukah Anda bahwa salah satu gejala kanker kulit juga adalah timbulnya benjolan dengan warna yang tak merata? Terkadang warna yang dimaksud di sini adalah warna gradasi dan ini akan kelihatan jelas ketika kita melihat ke bagian benjolan secara lebih dekat, seperti misalnya warna gelap berada di tengah dan di bagian pinggirnya ada warna coklat agak muda sampai di bagian batas tepi atau pinggirnya. Hal ini tentu agak kurang wajar, tapi sebagian orang biasanya mungkin menganggap benjolan ini sebagai tahi lalat biasa, maka perlu dipastikan dan diperiksakan ke dokter jika memang menemui ciri-ciri seperti yang disebutkan.

5. Memiliki Tompel

Tompel kerap juga dianggap sebagai sebuah tanda lahir, namun tak jarang juga kita menganggapnya sebagai tahi lalat yang berukuran besar yang biasanya ada pada bagian wajah. Berwarna hitam dan ditumbuhi rambut, biasanya itulah yang dinamakan tompel, bahkan ukurannya pun tidak selalu bulat atau oval karena bisa datang dengan berbagai bentuk. Tompel yang bisa menjadi makin besar perlu diwaspadai karena ini berpotensi juga sebagai ciri ciri kanker kulit yang tidak kita sadari. Jenis benjolan seperti ini pun perlu untuk dicurigai sehingga perlu untuk segera diidentifikasi dan mendapat penanganan medis yang benar agar risiko kematian dapat diminimalisir.

(Baca juga : ciri-ciri kanker hati)

6. Mempunyai Banyak Tahi Lalat

Memiliki banyak tahi lalat mungkin adalah kondisi yang memang wajar bagi sebagian orang. Namun ketika muncul apalagi dalam bentuk bintik-bintik kecil-kecil tapi bisa bertumbuh lebih besar, ini bukan lagi kondisi yang dianggap normal dan malah bisa menjadi tanda adanya bakal kanker kulit. Perhatikan apakah pada kulit Anda, terutama pada kulit wajah timbul bintik-bintik seperti tahi lalat dan apakah pertumbuhannya tak wajar supaya bisa langsung diperiksakan jika ada yang janggal.

7. Bentuk Benjolan Berubah-ubah

Ciri lainnya yang terjadi adalah benjolan dengan bentuk yang bisa berubah-ubah apabila dari awal kita amati dengan seksama. Untuk bisa membuktikannya, benjolan tersebut sebaiknya difoto di hari pertama atau di awal kita mengetahuinya. Lalu di minggu berikutnya bisa diambil foto berikutnya dan dari situlah kita bisa mengecek apakah ada yang berbeda dan apakah benjolan tersebut memang bentuknya bisa berubah.

Terkadang ukuran dan warnanya juga kemungkinan mengalami perubahan, jadi pastikan bahwa kita mengecek dan memerhatikannya secara jeli supaya kita sendiri bisa mencegah perkembangan benjolan tak normal penyebab kanker kulit. Jangan ragu untuk ke dokter kulit bila memang terjadi hal seperti demikian.

ads

8. Tahi Lalat atau Tompel Terasa Nyeri

Tahi lalat ada yang jenisnya hidup ada yang jenisnya mati, dan biasanya yang hidup itu bisa bertumbuh dari yang dulunya berukuran kecil hingga lama-kelamaan membesar. Tahi lalat yang hidup juga biasanya ditandai dengan tekstur atau bentuk yang timbul di mana ukurannya pun lebih besar dari tahi lalat biasa. Ketika tahi lalat ini terasa nyeri, maka perlu dipertanyakan dan bahkan diperiksakan apakah memang tahi lalat ini bagian dari ciri benjolan pada kanker kulit. Karena tahi lalat yang aman, sekalipun jenisnya hidup, pemilik jenis tahi lalat ini tak akan merasakan nyeri atau sakit.

(Baca juga : gejala kanker tulang sesuai jenisnya)

9. Tahi Lalat Terasa Gatal

Rasa gatal yang terjadi pada bagian tahi lalat kita biasanya bisa juga dianggap sebagai tanda bahwa tahi lalat akan tumbuh lebih besar, tapi hati-hati juga karena rasa gatal bisa menandakan hal yang lebih parah dan serius. Tahi lalat jenis hidup apabila tiba-tiba terasa gatal, lebih-lebih disertai dengan ciri lainnya dapat berkemungkinan menjadi ciri dari adanya kanker kulit. Maka ketika terasa ada yang aneh dan gatal pada tahi lalat di mana frekuensinya cukup sering, jangan ragu untuk datang ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan memperoleh hasil diagnosis yang tepat agar bisa ditangani sedari dini.

Mungkin sebagian dari kita masih terlalu bingung dalam membedakan seperti apa tahi lalat yang dikatakan berbahaya dan seperti apa ciri-ciri tahi lalat yang normal dan dikategorikan aman. Berikut di bawah ini adalah penjelasan singkat yang kiranya cukup menolong:

  • Warna tahi lalat normal adalah hitam atau coklat.
  • Tahi lalat normal memiliki perbatasan yang membedakan dan memisahkan antara tahi lalat dengan kulit yang ada di sekitarnya secara jelas.
  • Bentuk tahi lalat normal adalah bulat atau bahkan oval di mana ukurannya tidak lebih besar dari 6 milimeter atau ¼ inci untuk diameternya. Bila pernah menggunakan pensil dari kayu yang di bagian ujungnya terdapat penghapus, maka sebesar penghapus pensil itulah diameter normal pada tahi lalat.
  • Kebanyakan orang akan memiliki sekitar 10-45 buah tahi lalat di seluruh tubuhnya dan ini bisa menjadi lebih banyak atau berkembang ketika kita memasuki usia 50 tahun. Tahi lalat ada yang bisa hilang seiring bertambahnya usia, tapi ada juga yang tahi lalatnya berubah dari waktu ke waktu.

10. Kemerahan di Tepian Tahi Lalat

Tahi lalat pada umumnya tak berbahaya, tapi ada juga yang berisiko buruk bagi kesehatan karena rupanya dapat menjadi cikal-bakal kanker kulit. Salah satu cirinya adalah terjadi kemerahan yang menyebar sampai ke luar tepi tahi lalat dan kemerahan dapat dijumpai di kulit yang ada di sekitar tahi lalat. Mungkin bila disertai rasa gatal, bisa saja orang mengira ini hanya rasa gatal biasa akibat digigit serangga di bagian tersebut, namun bila dalam beberapa hari masih seperti itu, tentu ini bukan keadaan biasa yang boleh diabaikan. Sebelum menyebar terlalu jauh, lebih baik memeriksakan kondisi ini untuk penanganan sedari awal.

(Baca juga: penyebab kanker mata)

11. Perubahan Tekstur dan Perdarahan dari Tahi Lalat

Tahi lalat dapat berbahaya dan ciri kanker kulit berdasarkan kondisi tahi lalat bisa dilihat apakah setelah dari rasa nyeri, timbulnya kemerahan dan rasa gatal berikut terkadang ada pembengkakan, terjadi perubahan tekstur pada tahi lalat tersebut. Kondisi sudah termasuk mengerikan dan perlu mendapat pertolongan medis segera apabila dari tahi lalat yang berubah teksturnya itu terjadi perdarahan alias keluar darah yang tak normal. Keluarnya darah kemungkinan memang bisa dikarenakan lecet atau sebagainya, namun ketika tidak terjadi luka namun berdarah, ini patut mendapat perhatian lebih dan bahkan bantuan medis secepatnya supaya tak telanjur menjadi parah.

12. Rambut Pirang atau Merah

Tentu saja untuk ciri satu ini bukan rambut yang kemerahan atau berwarna pirang karena diberi zat pewarna khusus rambut, melainkan memang rambut yang memang memerah atau memirang dengan sendirinya. Jika ciri satu ini juga dibarengi dengan beberapa ciri yang lain seperti yang telah disebutkan sebelumnya, memang sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter kulit agar dapat dipastikan apakah sebetulnya rambut merah adalah ciri kanker kulit.

(Baca juga: ciri-ciri kanker kulit dari 6 jenis)

13. Kulit Gampang Terbakar

Kulit yang memucat dan disertai gampangnya kulit ini terbakar sinar matahari, maka memang sebaiknya coba diperiksakan ke dokter kulit. Untuk kulit normal sekalipun memang bahaya sinar matahari di siang hari juga akan sangat mengancam, tapi untuk kulit yang pucat dan mudah terbakar memang agak cukup mencurigakan dan perlu pemeriksaan sedetil-detilnya. Kondisi ini dapat kita artikan juga sebagai sebuah gejala kanker kulit melanoma atau faktor yang meningkatkan potensi adanya melanoma pada tubuh.

14. Kulit Mengelupas

Pengelupasan yang terjadi pada kulit biasanya bisa dikarenakan adanya bagian yang kering dan kemudian pengelupasan tersebut adalah bagian dari sel kulit mati yang terangkat. Tapi jika pengelupasan kulit terjadi tanpa adanya alasan yang jelas, memang sebaiknya perlu diperiksakan. Untuk kulit mengelupas sebagai ciri kanker kulit, biasanya ada juga ciri lainnya yang ikut nampak dan bisa dipertimbangkan sebelum benar-benar memeriksakan diri dan menempuh metode diagnosis yang disarankan oleh dokter.

(Baca juga: cara mencegah kanker mulut dengan 8 cara)

15. Kulit Berdarah

Kulit yang tiba-tiba menjadi berdarah tanpa adanya alasan yang jelas bisa jadi adalah tanda ada yang tak beres pada kulit. Tak hanya tahi lalat, terkadang benjolan mencurigakan yang timbul di kulit kita pun bisa berdarah di mana sebelumnya ada perubahan bentuk dan ukuran yang terjadi. Jika sudah begini, segeralah memeriksakan kulit supaya jika terjadi apa-apa masih bisa dicegah menjadi lebih serius.

(Baca juga: makanan penyebab kanker mulut)

16. Kulit Kaki Bersisik

Kanker kulit juga berpotensi menimbulkan munculnya tanda-tanda pada organ kaki kita, seperti misalnya kulit kaki yang timbul benjolan plus ditambah dengan adanya sisik. Tampilan dari ciri ini lebih tepatnya seperti halnya kita ketika menjumpai mutiara yang berwarna putih. Karena ada kemungkinan kanker kulit kaki, maka luka dengan bentuk seperti apapun di bagian kaki sebaiknya diperhatikan betul supaya tidak terinfeksi dan menjadi kanker kulit.

17. Benjolan Bersisik pada Kaki Berubah Warna

Bila pada bagian kaki ada perubahan warna pada benjolan bersisik tadi, dari yang warnanya putih menjadi coklat agak hitam, maka ini menandakan adanya kondisi yang semakin serius. Jika mengetahui adanya perubahan pada benjolan bersisik yang tadinya berwarna putih kemudian bisa menjadi gelap, ini kemungkinan adalah ciri ciri kanker kulit. Biasanya benjolan pun akan berubah dan bertumbuh ketika terkena paparan sinar matahari.

(Baca juga: penyebab kanker mulut paling utama)

18. Bibir Kering dan Panas

Kanker kulit tak sebatas hanya di bagian wajah atau kaki, bahkan untuk kulit bibir sekalipun juga dapat terjadi di mana cirinya adalah bibir selalu cepat kering. Memang bibir yang kekeringan dapat menandakan bahwa tubuh tengah kekurangan air atau cairan, tapi kalau bibir selalu kering dan juga terasa panas, maka ini sebaiknya diperiksakan. Ada rasa panas yang dapat muncul di sekitar area bibir dan rasanya pun agak gatal-gatal sehingga merupakan kondisi yang kurang begitu normal.

(Baca juga: kanker mulut)

19. Benjolan Kecil, Kasar, Bersisik dan Berwarna Merah Muda pada Bibir

Kanker kulit yang terjadi di bagian bibir salah satu ciri yang tampak adalah benjolan dengan ukurna kecil, memiliki sisik, bertekstur kasar dan juga berwarna merah muda. Jenis kanker kulit ini diketahui juga dengan istilah karsinoma sel skuamosa yang memang cenderung lebih banyak dialami oleh para orang dewasa. Ketika terjadi hal yang mencurigakan di bagian kulit bibir, seperti halnya ciri satu ini, maka jangan ragu untuk periksa segera supaya langsung ditangani.

(Baca juga: ciri-ciri kanker mulut)

20. Benjolan di Tepi Telinga

Ada juga ciri kanker kulit yang menyerang bagian telinga di mana jenis kankernya kita bisa sebut dengan istilah sel skuamosa. Jenis kanker kulit semacam ini lebih umum terjadi di telinga bagian luar dan akan ada benjolan berwarna kemerahan sebesar mutiara yang akan tampak oleh penglihatan kita di bagian tepi telinga. Bila memang sebelum-sebelumnya benjolan ini kecil atau tidak ada, boleh langsung coba dibawa ke dokter agar segera didiagnosa.

21. Benjolan Keras dan Bersisik pada Tepi Telinga

Benjolan yang berwarna kemerahan pada pinggiran telinga tadi cobalah untuk dirasakan. Bila memang ini ciri kanker kulit, maka benjolan tersebut akan bersisik dan bertekstur keras. Jadi jika ada benjolan yang tak begitu wajar tampak oleh mata kita saat bercermin, pastikan bagaimana permukaannya saat disentuh supaya kita bisa menjelaskannya kepada dokter sewaktu memeriksakan kondisinya.

(Baca juga: penyebab kanker pita suara)

22. Benjolan pada Telinga Mudah Memborok

Untuk kasus kanker kulit pada bagian telinga, benjolan merah yang timbul sebesar ukuran mutiara itu tak hanya terasa keras dan bersisik, tapi juga akan timbul rasa tak nyaman, nyeri dan sakit di bagian dalamnya. Bila tak sembuh atau ada tanda mereda selama 1 bulan, bisa-bisa juga akan berlanjut dengan perdarahan pada bagian tersebut. Benjolan yang berdarah kemudian bakal lebih gampang berubah memborok.

(Baca juga: virus penyebab kanker kulit)

Sponsors Link

Faktor Penyebab Kanker Kulit

Kanker kulit tentu tidak secara tiba-tiba muncul dan menggerogoti tubuh kita karena selalu ada faktor risiko di baliknya. Segala jenis kanker selalu ada penyebabnya dan berikut di bawah ini adalah beberapa faktor yang mampu menaikkan potensi kita terserang kanker kulit :

  • Radiasi Sinar UV

Apabila tipe kulit kita termasuk yang memiliki sensitivitas tinggi, otomatis kulit kita bakal sangat gampang terbakar matahari ketika di siang hari. Beraktivitas di luar ruangan dapat membahayakan kulit karena radiasi sinar ultraviolet sehingga kulit akan menjadi lebih sering terpapar sinar matahari. Itulah mengapa sangat disarankan untuk menggunakan pelindung ketika berada di luar ruangan, khususnya jika harus sampai panas-panasan. Menggunakan sunblock adalah cara paling oke untuk dilakukan karena penggunaan sunblock akan otomatis membuat risiko terkena kulit kanker menjadi menurun.

(Baca juga: kanker payudara stadium 2)

  • Riwayat Kesehatan Keluarga

Cobalah untuk memeriksa dan menanyakan anggota keluarga Anda, apakah di antara saudara, ayah dan bahkan ibu Anda ada yang pernah mengidap penyakit kanker kulit? Jika salah satu dari mereka memang ada yang memiliki kanker kulit, kemungkinan besar kita pun memiliki peluang untuk mengidapnya juga. Walaupun kerabat yang menderita kanker kulit adalah kerabat yang agak lebih jauh, seperti neke, kakek atau bahkan sepupu, risiko juga tetap ada bagi Anda untuk terkena penyakit ini, hanya saja persentasenya bakal lebih kecil bila dibandingkan dengan keluarga kandung.

  • Pemakaian Tanning Bed

Bagi orang-orang yang tak puas dengan kulitnya yang putih dan ingin membuatnya lebih coklat agar tampil seksi dan eksotis, tanning bed kini bisa menjadi pilihan selain dari berjemur ketika di pantai. Tanning bed ini memang agaknya masih kurang begitu terkenal di tanah air, tapi tentu masyarakat kita pun sebagian pasti mengenalnya dan bahkan pernah merasakan berada di tanning bed untuk membuat kulit lebih coklat. Proses tanning sebenarnya termasuk sama seperti ketika kita berjemur saat di pantai, tepatnya di bawah teriknya cahaya matahari.

Namun rupanya tanning bed ini diketahui memiliki efek lebih buruk dan jahat karena alat ini akan lebih mudah menaikkan risiko kita terserang melanoma. Terkesan lebih mudah dan lebih instan memang dalam membuat kulit lebih coklat, namun efek sampingnya perlu dipikirkan juga, apalagi kalau menggunakan alat ini terlalu sering. Orang yang terlalu kerap memakai alat ini bakal berpotensi 74% lebih besar untuk mengidap melanoma dibanding mereka yang tak pernah sama sekali menyentuh apalagi mencoba menggunakan alat ini.

  • Kurangnya Melanin

Pigmen yang ada di setiap makhluk hidup disebut dengan melanin dan melanin inilah yang memainkan peran sebagai pemberi warna di bagian kulit kita, rambut serta mata. Bahkan melanin jugalah yang memberikan proteksi tinggi pada kulit terhadap bahayanya sinar ultraviolet. Jadi bisa terbayangkan bagaimana bila sampai kulit kita kekurangan melanin di mana kulit akan berubah memucat dan terlalu putih. Ketika melanin berkurang, ini akan membuat potensi terjadinya kanker kulit meningkat.

Setelah mengetahui berbagai ciri-ciri kanker kulit secara umum begitu juga berbagai faktor risikonya, segera cek apakah kulit Anda berada pada kondisi normal dan kelihatan sehat tanpa ciri-ciri tersebut. Untuk mengetahui adanya kejanggalan atau tidak pada kulit, segera lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Periksakan tubuh Anda secara lengkap, yakni bagian depan yang meliputi bagian perut, leher, dada, paha bawah, paha atas, serta bahkan area vital.
  • Periksakan tubuh bagian samping juga di mana pada prosesnya, Anda bisa mengangkat tangan kedua-duanya ke atas. Periksalah sebelah kanan dan kiri tubuh Anda.
  • Periksa juga bagian punggung dengan membelakangi cermin dan pakailah cermin kecil supaya lebih enak digenggam di tangan. Lalu, ceklah bagian punggung, termasuk juga bagian leher belakang, kedua lengan bagian belakang serta pinggul. Atau, mintalah bantuan saudara maupun pasangan Anda untuk pengecekan kalau tak dapat melakukannya sendirian untuk bagian belakang tubuh.
  • Bagian kaki pun sebaiknya tidak luput dari pemeriksaan, baik itu bagian telapak kaki, jari-jari, dan tumit.

(Baca juga: manfaat glucogen untuk kanker)

Apabila memang ada kejanggalan dan Anda melihat serta merasakannya sendiri, langsung temui dokter sebelum akhirnya tumor atau sel kanker berkembang terlalu jauh.

, ,
Post Date: Thursday 16th, June 2016 / 16:07 Oleh :
Kategori : Kanker Kulit