Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih adalah kanker yang menghantui laki-laki yang ada di dunia ini. Kandung kemih sendiri adalah organ otot yang memiliki rongga di daerah yang ada di sekeliling tulang pinggul dimana tulang pingggul itu disebut dengan panggul. Fungsi kandung kemih adalah sebagai penampung urin yang berasal dari ginjal. Otot yang ada di kandung kemih bisa membantu dalam pengaliran urin keluar dari uretra. Sel-sel yang ada di lapisan kandung kemih tersebut bisa tumbuh secara tidak normal sehingga menyebabkan kanker kandung kemih. Sel-sel yang abnormal tersebut juga bisa memicu pertumbuhan sel tumor ganas yang bersifat kanker.

Kanker kandung kemih di negara Singapura merupakan jenis kanker nomor ke-10 yang sering dialami oleh penduduk pria di Singapura. Kanker ini juga  3 kali lebih sering terjadi pada kaum laki-laki dibandingkan dengan wanita.

Gejala dan Ciri-Ciri

Setiap penyakit yang ada di dunia ini pasti akan menimbulkan gejala. Tergantung tubuh kita sendiri yang peka ataukah tidak terhadap gejala yang ditimbulkan oleh kanker kandung kemih tersebut. Memang gejala stadium awal kanker kandung kemih tidak akan ditemukan. Sampai pada akhirnya stadium itu meningkat dan penderita kanker barulah menyadari jika dirinya terkena penyakit kanker. Kanker ini harus diwaspadai terutama pria yang memiliki umur di atas 40 tahun. Gejala yang akan dirasakan berbeda-beda tergantung dengan stadium kanker tersebut. Berikut ini adalah gejala dan ciri-ciri kanker kandung kemih yang harus diketahui :

1. Infeksi Kandung Kemih

Orang yang mengalami penyakit infeksi kandung kemih lebih rentan untuk terkena penyakit kanker kandung kemih. Hal itu dikarenakan bagian kandung kemih telah terinfeksi dengan kuman dan virus sehingga kuman dan virus itu bisa menyebabkan timbulnya sel yang abnormal di dalam kandung kemih.

2. Nyeri Saat Buang Air Kecil

Sel abnormal yang ada di bagian kandung kemih akan membuat rasa nyeri ketika berkemih. Hal itu dikarenakan sel abnormal yang telah membentuk tumor bisa menekan kandung kemih sehingga rasa nyeri akan muncul.

3. Hematuria

Gejala kanker kandung kemih yang lainnya adalah penderita akan mengalami kencing berdarah. Kencing berdarah tersebut adalah di dalam urin mengandung sel darah merah manusia. Namun tidak semua kencing berdarah adalah kanker, kencing yang disertai dengan darah juga termasuk dalam penyakit ginjal. Berikut ini adalah yang berhubungan dengan hematuria :

  • Orang yang mengalami kanker kandung kemih akan mengalami kencing berdarah hal itu dikarenakan ulserasi sel abnormal yang membentuk tumor bisa menyebabkan pendarahan.
  • Jumlah darah yang terkandung di dalam urin bisa dalam jumlah sedikit maupun banyak. Semakin tinggi stadium kanker kandung kemih jumlah darah yang akan dikeluarkan bersama urin akan semakin banyak sehingga darah tersebut bisa terlihat dengan mata.
  • Untuk jumlah darah yang sedikit, darah tersebut hanya bisa terlihat dengan alat bantu mikroskop. Kencing yang disertai dengan darah disebut juga dengan hematuria.
  • Hematuria pada kanker kandung kemih memiliki dua ciri atau karakteristik. Karakteristik tersebut yang pertama adalah tanpa rasa sakit. Hematuria ini meskipun air urin disertai dengan darah, hematuria dengan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Yang kedua adalah intermiten. Hematuria dengan jenis intermiten kadang-kadang bisa menimbulkan rasa sakit, sehingga rasa sakit itu kadang-kadang ada dan kadang–kadang tidak ada. Rasa sakit itu juga bisa membaik dengan sendiri sehingga penderita tidak menyadari bahwa hematuria tersebut merupakan kondisi gangguan kesehatan yang serius.

4. Gejala Obstruksi Saluran Kemih

Gejala yang lainnya adalah kondisi tumor yang akan semakin besar sehingga membuat saluran kandung kemih menjadi tersumbat. Jika hal ini terjadi penderita kanker kandung kemih akan merasakan nyeri pinggang, retensi urin dan juga fungsi ginjal akan menjadi terganggu.

5. Gejala Metastasis

Gejala ini akan dialami oleh penderita kanker kandung kemih jika sel abnormalnya sudah menyebar je bagian kantung kemih dan juga ke bagian getah bening. Hal ini bisa membuat penderitanya merasakan nyeri pada bagian kandung kemih, edema ekstremitas bawah dan juga mengalami vagina fistula. Jika penyebarannya sudah mencapai ke organ lain. Pasien bisa mengalami kondisi nyeri tulang dan juga gejala-gejala lain. Gejala lain itu tergantung dengan bagian organ yang terkena jaringan kanker tersebut.

Diagnosa

Dari gejala yang ditimbulkan oleh kanker tersebut, dokter memerlukan melakukan diagnosa untuk mendeteksi apakah penyakit tersebut adalah kanker atau bukan. Banyak orang yang mengeluhkan terkena hematuria saat akan melakukan pendeteksian apakah penyakit tersebut kanker atau bukan. Memang gejala kanker kandung kemih sulit dideteksi dan gejala tersebut sama dengan penyakit lainnya misalnya, saja adalah sama dengan penyakit ginjal dan penyakit lainnya. Diagnosa baru bisa mengacu ke kanker jika gejalanya sudah masuk ke bagian stadium yang parah. Berikut ini adalah diagnosa yang akan dilakukan tim medis :

1. Pemeriksaan Rutin

Langkah diagnosa yang pertama adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin. Pemeriksaan rutin itu mencakup pemeriksaan urin secara rutin. Pihak medis akan melihat apakah di dalam urin pasien tersebut terkandung sel darah merah di dalamnya. Hal inilah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi pasien mengalami hematuria ataukah tidak. Cara ini juga bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker secara dini. Pemeriksaan ini bisa dilakukan oleh orang yang memiliki resiko untuk terkena kanker ini.

2. Pemeriksaan Sitologi Urin

Diagnosa selanjutnya adalah dengan pemeriksaan sitologi urin. Sitologi urin sendiri merupakan metode yang paling mudah dilakukan oleh pihak medis untuk mendeteksi kanker kandung kemih. Sebanyak 85 persen pemeriksaan sitologi urin bisa menunjukkan ada atau tidaknya kanker kandung kemih pada pasien tersebut. Sehingga bisa dikatakan pemeriksaan ini efektif untuk mendeteksi apakah ada penyakit kanker kandung kemih di dalam tubuh pasien tersebut ataukah tidak.

Pemeriksaan sitologi urin sendiri merupakan pemeriksaan yang menggunakan bantuan mikroskop terhadap sel-sel yang ada di dalam urin. Pemeriksaan sitologi urin juga bisa dilakukan pada penderita yang telah mengalami pengangkatan tumor yang ada di bagian kandung kemih. Pemeriksaan sitologi urin itu merupakan langkah tindak lanjut terhadap penyakit kanker kandung kemih yang diderita. Langkah berupa tindak lanjut itu digunakan untuk melihat apakah ada sel-sel kanker yang ada di kandung kemih muncul kembali atau tidak.

3. Angiography

Langkah diagnosa selanjutnya adalah pemeriksaan angiography. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas terhadap pembuluh darah yang ada di dalam ginjal dan juga saluran ureter. Hasil yang lebih jelas ini akan ditunjukan dengan gambar dan gambar tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya hidronefrosis, infiltrasi di saluran kemih, melihat sejauh mana infiltrasi saat saluran kemih terisi dan yang terakhir adalah melihat infiltrasi tumor.

Cara pemeriksaan ini adalah dengan menyuntikkan zat bernama radioopak ke dalam pembuluh arteri ginjal. Angiography adalah pemeriksaan yang intensif untuk menilai aliran darah yang menuju ke bagian ginjal.

4. Sistokopi Dan Biopsi

Diagnosa kanker kandung kemih akan menggunakan cara sistokopi dan juga biopsi. Semua jenis kanker yang ada di dalam tubuh kebanyakan pemeriksaan dan pendeteksiannya akan menggunakan langkah ini. Menggunakan sistokopi, pihak medis akan tahu pertumbuhan sel kanker, lokasi kankernya dimana, ukuran kanker, bentuk kanker dan jumlah kanker tersebut. Sistokopi dipadukan dengan pemeriksaan biopsi kanker juga merupakan perpaduan yang tepat untuk mendiagnosa penyakit kanker.

Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan sistokopi dan juga biopsi dalam pemeriksaan kanker kandung kemih :

  • Sistokopi merupakan pemeriksaan dengan menggunakan tabung yang memiliki lensa. Tabung itu kemudian dimasukkan melalui uretra ke dalam kandung kemih seseorang. Melalui tabung itu akan terdiagnosa adanya kelainan yang ada di dalam kandung kemih dan juga di saluran kemihnya. Alat untuk pemeriksaan sistokopi adalah sistokop.
  • Cara pemeriksaan sistokopi adalah pasien akan berbaring di tempat tidur pemeriksan. Dokter akan memasukkan alat sistokop melalui uretra dan juga kandung kemih. Kandung kemih akan dikosongkan. Setelah dikosongkan kandung kemih akan diisi dengan air bersih. Hal itu dikarenakan air bersih bisa menciptakan pandangan yang lebih baik di bagian dinding kandung kemih.
  • Komplikasi yang terjadi akibat sistokopi ini adalah infeksi, terjadinya pendarahan, terjadinya kerusakan yang diakibatkan oeh kecelakaan kerja alat sistokop di bagian dinding kemih ( jarang terjadi ). Faktor yang bisa menyebabkan komplikasi ini terjadi adalah infeksi yang sudah aktif, penyakit diabetes dan juga adanya kegagalan koagulasi.
  • Biopsi merupakan pemeriksaan yang sering dilakukan untuk pemeriksaan kanker. Biopsi ini merupakan pengambilan sampel jaringan dan diteliti apakah jaringan itu bersifat kanker ataukah tidak. Biopsi yang dilakukan akan melibatkan dokter patologi. Dokter patologi itu bertugas untuk melakukan identifikasi apakah ada perubahan pada jaringan tubuh. Pemeriksaan itu akan melibatkan alat bantu berupa mikroskop untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker.
  • Pengambilan jaringan bisa dilakukan dengan cara dokter akan memasukkan alat bernama resektoskop melalui saluran kemih menuju ke bagian kandung kemih. Cara ini mirip dengan sistokopi namun perbedaannya jika sistokopi terdapat kamera yang bisa digunakan untuk melihat kondisi kandung kemih. Sedangkan untuk biopsi ini alat resektoskop dilengkapi dengan logam ataupun kawat yang melingkar di bagian ujung untuk bisa digunakan dalam pengangkatan jaringan

5. USG

USG juga bisa digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya kanker di bagian tubuh seseorang. Dengan USG pihak medis bisa mengetahui ada atau tidaknya tumor di dalam kandung kemih seseorang. Tumor itu berupa benjolan tidak normal di dalam tubuh seseorang dan bisa terlihat menggunakan USG. Pemeriksaan USG yang dilakukan untuk pendeteksian kanker kandung kemih adalah saat kandung kemih penuh, di bagian dinding mukosa akan merenggang. USG bisa digunakan untuk pengukuran lokasi pertumbuhan  tumor dan menentukan tingkat infiltrasi mukosa. Scan menggunakan USG bisa menunjukkan deformiasi di bagian dinding kandung kemih dan melihat ada atau tidaknya rongga di kandung kemih.

6. CT Scan

CT scan adalah pemeriksaan yang akurat untuk melihat dan mendeteksi ada atau tidaknya sel kanker di dalam tubuh. CT Scan ini juga bisa digunakan oleh pihak medis melihat kandung kemih dan area kandung kemih. CT Scan sendiri menggunakan bantuan sinar X-ray untuk mengetahui daerah kandung kemih dan sekitar kandung kemih.

Penyebab

Ada berberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena kanker kandung kemih. Penyebab kanker kandung kemih itu harus diketahui sebab dengan mengetahui penyebabnya setidaknya bisa menghindari penyebab tersebut. Berikut ini adalah penyebab kanker kanung kemih yang harus diketahui :

1. Usia

Laki-laki yang memiliki usia di atas 40 tahun akan lebih rentan untuk terkena kanker kandung kemih. Hal itu dikarenakan semakin bertambahnya usia seseorang otot di bagian dinding kandung kemih semakin menurun elastisitasnya. Semakin berkurang kemampuan otot kandung kemih tersebut membuat resiko seseorang terkena kanker kandung kemih semakin tinggi.

2. Merokok

Faktor kedua yang menyebabkan seseorang terkena kanker kandung kemih adalah merokok. Banyak orang yang terkena kanker ini karena diakibatkan oleh merokok. Mereka yang melakukan pemeriksaan ke pihak medis banyak yang mengatakan jika diri mereka adalah perokok. Untuk orang yang sudah berhenti merokok selama 10 tahun juga masih rentan untuk terkena penyakit ini, oleh sebab itu bagi yang sudah berhenti merokok harus mengatakan ke pihak medis jika pernah memiliki riwayat merokok.

3. Lingkungan Pekerjaan

Orang yang berkerja dan sering terpapar dengan zat-zat berbahaya bisa rentan untuk terkena kanker kandung kemih. Hal itu dikarenakan jika sering berpaparan langsung dengan zat yang bersifat kanker bisa menimbulkan zat tersebut bisa menumpuk di dalam tubuh. Ketika zat tersebut sudah terkumpul banyak akibatnya adalah zat tersebut bisa memicu petumbuhan sel abnormal di dalam tubuh. Sel abnormal tersebut membentuk tumor yang bersifat kanker

Orang yang bekerja di indutri karet, industri kayu, industri pertambangan dan kulit harus berhati-hati. Memeriksakan kondisi kesehatan secara rutin bisa mencegah terjadinya kanker yang ada di dalam tubuh pekerja industri tersebut.

4. Bahan Kimia

Bahan kimia juga bisa menimbulkan kanker. Misalnya saja adalah memakan makanan dan minuman yang mengandung bahan-bahan kimia. Bahan-bahan kimia yang bisa menimbulkan kanker adalah makanan yang mengandung pewarna tekstil, pewarna buatan, pemanis buatan, boraks, formalin dan bahan kimia berbahaya lainnya. Untuk saat ini, berhati-hatilah dalam mengkonsumsi makanan. Hal ini dikarenakan banyak penjual makanan tidak bertanggung jawab yang menggunakan bahan-bahan kimia di dalam makanan tersebut.

5. Iritasi

Kandung kemih yang mengalami iritasi juga bisa membuat kanker kandung kemih. Hal itu dikarenakan iritasi pada kandung kemih banyak disebabkan oleh parasit. Parasit yang tumbuh dan berkembang biak di dalam kandung kemih bisa memicu pertumbuhan sel abnormal di dalam kandung kemih seseorang. Selain itu, batu ginjal atau batu ginjal pada kandung kemih juga bisa meningkatkan resiko seseorang untuk terkena penyakit kanker kandung kemih.

6. Arsenik

Orang yang sering meminum air yang sudah terkontaminasi dengan arsen bisa menyebabkan seseorang terkena kanker kandung kemih. Arsen juga bisa menyebabkan seseorang terkena keracunan. Arsen merupakan tembaga yang bisa meracuni air, sehingga jika kita meminum air yang terdapat kandungan arsen di dalamnya hanya akan membuat keracunan. Namun lama kelamaan air yang menganung arsenik tersebut tidak bisa diuraikan oleh ginjal sehingga, bisa memberatkan ginjal dan juga memberatkan kandung kemih. Resiko kanker pun bisa terjadi pada orang yang mengkonsumsi air yang terdapat arseniknya secara berkali-kali.

7. Ras

Ras juga bisa menyebabkan seseorang terkena kanker kandung kemih. Orang yang rentan untuk terkena kanker kandung kemih adalah bangsa dengan ras kulit putih, contohnya saja adalah Amerika dan juga Eropa. Sedangkan untuk ras Asia sangat jarang sekali atau orang Asia memiliki resiko kecil terkena kanker ini.

8. Jenis Kelamin

Jenis kelamin juga menjadi penyebab seseorang terkena penyakit kandung kemih tersebut. Kanker kandung kemih banyak menyerang kaum laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Laki-laki memiliki resiko terkena kanker kandung kemih dua sampai tiga kali lebih besar dibandingkan dengan perempuan.

9. Genetik

Yang menjadi penyebab kanker kandung kemih yang terakhir adalah genetik. Genetik bisa didapatkan karena mutasi gen. Sehingga jika ada saudara yang terkena penyakit ini maka peluang untuk mendapatkan penyakit yang sama cenderung tinggi.

Tingkatan Stadium

Sama halnya dengan kanker lainnya, kanker kandung kemih memiliki tingkatan kanker. Berikut ini adalah tingkatan kanker kandung kemih yang harus diketahui :

  • Stadium 1

Pada tahapan ini, kanker kandung kemih barulah tahap awal. Sehingga jika pengobatan dilakukan ketika stadium masih tahap satu kemungkinan pengobatan yang dilakukan bisa membawa hasil yang maksimal. Pada tahap ini jaringan kanker baru ada di lapisan di dalam kandung kemih namun belum sampai menyebar ke bagian dinding kandung kemih.

  • Stadium 2

Pada stadium ini, kanker telah menyerang dinding kandung kemih. Namun pada stadium 2 jaringan kanker tersebut masih sebatas di dalam kandung kemih saja belum ke luar dari area kandung kemih.

  • Stadium 3

Jika sudah stadium 3, pasien akan merasa was-was sebab stadium kanker tersebut akan mudah sekali meningkat menjadi stadium 4. Pada stadium 3 ini sel kanker telah menyebar ke luar kandung kemih melalui dinding kandung kemih. Bagi pria yang mengalaminya, kanker kandung kemih pada stadium 3 ini bisa mudah sekali menyerang ke bagian prostat. Untuk wanita yang mengalaminya, kanker ini telah menyebar ke bagian rahim, ovarium maupun pada bagian vagina wanita.

  • Stadium 4

Jika sudah masuk ke dalam stadium 4, pengobatan yang dilakukan hanya bisa digunakan untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker bukan untuk mengobati atau membunuh sel kanker tersebut. Pada stadium ini sel kanker telah menyebar ke bagian kelenjar getah bening dan juga sudah bisa merambat ke bagian paru-paru, ke bagian tulang dan juga bagian hati.

Baca juga :

Pengobatan

Setelah terdiagnosa memiliki penyakit kanker kandung kemih, pengobatan secara cepat dan tepat diperlukan untuk menghentikan penyebaran sel kanker di kandung kemih tersebut. Pengobatan yang dilakukan harus berdasarkan dengan stadium kanker tersebut. Berikut ini adalah beberapa pengobatan kanker kandung kemih yang bisa dilakukan :

1. Pengobatan dengan Jalan Operasi

Pengobatan kanker secara medis biasanya banyak yang menggunakan tindakan operasi. Operasi yang dilakukan berupa tindakan pembedahan yang digunakan untuk mengangkat tumor yang ada di bagian kandung kemih tersebut. Sayangnya operasi itu hanya bisa digunakan untuk mengambil atau mengangkat induk dari kanker tersebut, sedangkan untuk jaringan yang sudah terlanjur menyebar di beberapa bagian kandung kemih tidak bisa diambil dengan cara operasi.

Operasi dari pasien satu dengan pasien yang lainnya berbeda. Hal itu tergantung dengan stadium kanker, tingkat dari keganasan kanker dan juga hasil pemeriksaan jenis tumor, posisi atau letak tumor dan memastikan apakah tumor tumbuh mendekati organ yang berbahaya sehingga membahayakan fungsi dari organ tersebut.

2. Radioterapi

Pengobatan yang kedua adalah dengan menggunakan radioterapi. Radioterapi ini bisa dilakukan sebelum operasi dilakukan atau setelah operasi dilakukan. Radioterapi merupakan pengobatan dengan cara penyinaran. Radioterapi ini kebanyakan dilakukan pada penderita kanker kandung kemih stadium lanjut. Radioterapi juga bisa dilakukan bagi pasien kanker kandung kemih yang menolak untuk dilakukan tindakan operasi atau kankernya kambuh/ tumbuh lagi setelah dilakukan operasi. Radioterapi pada tiap pasien berbeda-beda, tergantung dengan stadium dari kanker tersebut. Semakin tinggi stadium kankernya maka jumlah radioterapi yang dilakukan pun semakin banyak. Radioterapi juga sering digabungkan dengan kemoterapi. Setelah paket kemoterapi selesai, akan dilanjutkan dengan radioterapi.

3. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan penting bagi penderita kanker. Kemoterapi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan hasil pengobatan dan juga bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker kandung kemih. Kemoterapi kanker memiliki berbagai macam metode diantaranya adalah intravasical, kemoterapi sistemik, kemoterapi intra-arteri dan juga kemoterapi yang bersifat selektif. Kemoterapi ada yang menggunakan infuse atau cairan dan ada yang menggunakan obat.

Efek kemoterapi sering ditakuti oleh penderita kanker, sebab selain bisa membuat rambut rontok, mual, muntah badan terasa menggigil, tidak nafsu makan, seluruh badan terasa sakit dan masih banyak lagi lainnya. Kemoterapi sendiri terbagi dalam beberapa paket, paket satu terdiri dari 6 kemoterapi, paket dua sebanyak 12 kemoterapi dan seterusnya.

4. Pengobatan Herbal

Untuk mengobati kanker kandung kemih bisa menggunakan cara pengobatan herbal. Pengobatan herbal ini menggunakan obat-obatan tradisional negeri China. Sudah lama herbal tradisional China dipercaya dalam berbagai pengobatan. Pengobatan herbal ini akan cocok jika dikombinasikan dengan operasi, radioterapi dan juga pengobatan kemoterapi. Angka penyembuhannya bisa ditingkatkan dengan menggabungkan obat tradisional China dengan obat-obatan secara medis. (baca juga : tanaman obat kanker)

5. Imunoterapi

Pengobatan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah imunoterapi. Imunoterapi juga biasa disebut dengan terapi biologi. Terapi ini akan menggunakan sinyal di sistem kekebalan tubuh manusia untuk membantu dalam melawan sel kanker. Terapi untuk pederita kanker kandung kemih biasanya akan dilakukan melalui uretra dan langsung masuk ke dalam kandung kemih. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan imunoterapi :

  • Obat – Obat yang digunakan dalam terapi biologi adalah bakteri yang bisa untuk merangsang kekebalan tubuh manusia. Bakteri itu adalah bacilli camette-guerin atau BCG yang merupakan bakteri dalam pemberian vaksin TBC atau tuberkulosis. Bakteri BCG ini bisa menimbulkan iritasi pada bagian kandung kemih mausia dan juga mengiritasi darah yang ada di dalam urin. Orang yang diberikan terapi ini akan memiliki flu setelah pemberian vaksin.
  • Pelaksanaan terapi – Terapi ini bisa dilakukan pada penderita kanker yang telah menjalani seluruh pengobatan kanker. Fungsi dari terapi ini adalah mencegah sel kanker muncul atau kambuh kembali.

Artikel Dalam Kategori Kanker Kandung Kemih