Sponsors Link

20 Gejala Kanker Hidung Paling Berbahaya

Sponsors Link

Gejala kanker hidung biasanya tidak terlalu spesifik. Gejala yang muncul mirip dengan gejala infeksi saluran nafas atas seperti ISPA. Anda akan lebih banyak menemukan perubahan dari tubuh anda dan hal -hal lain yang dapat menjadi suatu tanda bahwa hal tersebut memerlukan penanganan medis.

Sponsors Link

baca juga: gejala kanker paru

Pasien dengan kanker hidung dapat mengalami beberapa gejala atau tanda di bawah ini. Namun, penyebab gejala mungkin dapat menjadi kondisi medis lain yang bukan kanker. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin dialami penderita kanker hidung.

baca juga: gejala tumor telinga

1. Hidung tersumbat

Hidung tersumbat pada kanker hidung terjadi karena massa tumor yang ada di rongga hidung yang dapat menyumbat hidung. Hidung tersumbat juga dapat terjadi pada pasien rhinitis atau sinusitis dengan pembengkakan mukosa atau selaput lendir di hidung. Penderita akan mengalami hidung tersumbat, susah bernafas dan terjadi secara terus menerus.

Pada kanker hidung, gejala ini tidak membaik dengan pengobatan dengan obat- obatan sedangkan pada infeksi hidung atau sinusitis, gejala hidung tersumbat mungkin akan membaik atau kambuh- kambuhan. Jika tidak membaik segera periksakan diri anda ke pusat pelayanan kesehatan terdekat sehingga anda dapat melakukan general check up untuk memastikan kondisi kesehatan anda agar tidak terlambat mendapat penanganan.

baca juga: gejala tumor kepala

2. Infeksi sinus kronis

Sinus adalah rongga yang terbentuk dan berlokasi di tulang tengkorak. Sinus ini berfungsi untuk meringankan berat tengkorak dan untuk rensonansi suara. Manusia memiliki 4 rongga sinus dalam tulang tengkoranya, yaitu sinus maksilaris, sinus frontalis, sinus ethmoidalis dan sinus sphenoidalis.

Sinus maksilaris adalah sinus yang terbesar ukurannya dan terletak di daerah di tulang rahang atas. Sinus frontalis terletak di daerah dahi, dan sinus ethmoidalis dan sphenoidalis terletak di dalam rongga tengkorak. Tiap sinus dilapisi oleh mukosa dan pada beberapa orang, mukosa sinus dapat mengalami proses radang yang dikarenakan proses alergi, infeksi dan lain sebagainya. Radang pada rongga sinus disebut sinusitis. Sinusitis kronis adalah keradangan pada sinus yang terjadi lebih dari 2 bulan. Gejalanya seperti hidung tersumbat, pilek dan nyeri wajah.

Pada kanker hidung, dapat muncul sinusitis akibat keradangan karena infeksi atau dipicu oleh massa tumor itu sendiri. Biasanya dokter akan memberikan obat- obatan seperti antibiotik, antihistamin, anti-radang serta dekongestan untuk meredakan gejala. Dalam beberapa minggu gejala seharusnya dapat mmbak. Jika tidak membaik dalam 2 bulan maka dapat dicurigai terjadi suatu keganasan pada hidung.

baca juga: ciri- ciri kanker paru paru

3. Sakit kepala

Sakit pada kepala terjadi karena saraf yang mempersarafi sejumlah struktur di wajah mendapat sinyal iritasi atau sinyal bahaya, yang kemudian dikirim ke otak. Di otak sinyal tersebut diterjemahkan sebagai rasa nyeri. Struktur yang dapat menimbulkan rasa nyeri adalah struktur intrakranial dan struktur ekstrakranial. Struktur intrakranial yang menimbulkan rasa nyeri adalah sinus dan vena besar dan pembuluh cabangnya, arteri pada lapisan otak duramater, arteri pada dasar tengkorak serta duramater (lapisan pembungkus otak bagian luar).

Sedangkan struktur ekstrakranial yang dapat menyebabkan nyeri kepala adalah kulit, kulit kepala, jaringan dibawah kulit, fasia, otot kepala, leher dan lapisan pembungkus otot, selaput lendir, arteri, struktur dari mata telinga hidung dan mulut. Hidung adalah komponen dari ekstrakranial yang dapat menyebabkan nyeri jika terjadi kelainan pada hidung.

baca juga: gejala kanker nasofaring stadium 1

4. Nyeri di daerah sinus

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa sinus adalah rongga yang ada di tulang tengkorak. Di setiap sinus terdapat saluran yang menghubungkan rongga sinus dengan rongga hidung. Jika terjadi kelainan pada rongga hidung dapat menyebabkan sejumlah perubahan pada rongga sinus. Seperti sinus yang terisi banyak cairan, sekret dan keradangan. Perubahan- perubahan tersebut dapat menyebabkan nyeri di sekitar daerah sinus. Jika yang radang sinus frontal maka terjadi nyeri pada daerah dahi, jika terjadi keradangan pada sinus maksila maka dapat terjadi nyeri di daerah pipi, dan lain sebagainya.

baca juga: ciri ciri kanker amandel

Sponsors Link

5. Nyeri wajah

Nyeri wajah yang dialami oleh pasien bisa disebabkan karena keradangan pada rongga sinus seperti yang telah disebutkan diatas. Selain itu, nyeri pada wajah akibat kanker hidung bisa disebabkan karena nyeri alih karena tumor hidung. Di wajah terdapat saraf yang mempersarafi otot wajah, fungsinya untuk menggerakan otot wajah juga sekaligus sebagai reseptor nyeri area di wajah.

baca juga: gejala kanker nasofaring

6. Bengkak pada wajah, mata dan telinga

Bengkak merupakan salah satu tanda dari keradangan. Tanda dari keradangan ada 5, yaitu bengkak (tumor), nyeri (dolor), kalor (panas), rubor (merah) dan gangguan fungsi (functiolaesa). Kanker hidung menyebabkan tubuh mengeluarkan zat yang menimbulkan proses inflamasi yang tujuannya untuk mengeliminasi kanker yang dianggap benda asing yang mengancam nyawa oleh tubuh, namun sistem pertahanan tubuh masih kurang kuat melawan kanker sehingga susah memerlukan terapi lebih lanjut seperti operasi dan kemoterapi.

baca juga: gejala awal kanker bibir

7. Mengeluarkan air mata terus- menerus

Mengeluarkan air mata secara terus menerus disebut epifora. Di kedua mata terdapat kelenjar air mata yang berfungsi untuk membasahi permukaan mata agar tidak kering. Air mata membasahi permukaan mata sehingga tidak kering. Saluran kelenjar air mata juga mengarah ke hidung. Jika terjadi sumbatan pada saluran hidung dapat menyebabkan keluarnya air mata secara terus- menerus. Pasien akan mengeluh air mata keluar tanpa sebab yang jelas.

baca juga: tanda kanker tenggorokan

ads

8. Penonjolan salah satu bola mata

Penonjolan salah satu bola mata terjadi jika massa tumor kanker hidung sudah menginvasi salah satu rongga mata yang dapat menyebabkan maSsa tersebut mendesak bola mata dan dapat menyebabkan penonjolan salah satu bola mata. Penonjolan bola mata ini disebut proptosis.

baca juga : ciri ciri kanker lidah

9. Kehilangan penglihatan

Seperti kanker lainnya, kanker hidung dapat menyebar ke daerah sektiar, sAlah satunya adalah ke mata dan saraf mata. Akibatnya, pasien awalnya akan menderita gangguan pada mata dan pada akhirnya dapat terjadi kehilangan penglihatan ada mata. Untuk mengatasi hal ini perlu penanganan dari dokter spesialis mata.

baca juga: gejala kanker tenggorokan akibat merokok

10. Berkurangnya indera penciuman

Hidung adalah organ tubuh yang memiliki reseptor penciuman yang berfungsi untuk menerima rangsangan bau yang dapat disalurkan ke otak dan di otak dianalisa untuk terbaca menjadi informasi bau. Reseptor ini berasal dari saraf kranial nervus satu yang masuk melalui tulang kribiformis dan menjadi indera penciuman. Karena adanya kanker hidung reseptor ini menjadi terganggu fungsi menangkap impuls rangsangan indera penciuman dan akhirnya menjadi penderita tidak dapat mencium bau.

baca juga: tanda kanker tenggorokan

11. Nyeri gigi atau mati rasa

Kanker hidung dapat mengganggu saraf yang mempersarafi gigi, yaitu saraf nervus VII. Terganggunya saraf nervus VII ini dapat menyebabkan nyeri pada gigi ataupun dapat menyebabkan mati rasa pada area gigi. Karena itu, jika gigi terus mengalami iritasi atau trauma kecil yang dapat menyebabkan kerusakan pada gusi yang tidak disadari oleh penderita. Akibatnya gigi akan lebih mudah tanggal sebagai manifestasi lanjutan dari gigi yang mati rasa.

Baca juga: biaya biopsi kanker nasofaring

12. Gigi tanggal

Gigi yang mudah tanggal dapat diakibatkan dari gigi yang mati rasa. Mati rasa pada gigi disebabkan oleh gangguan saraf wajah oleh tumor hidung. Walaupun tumor hidung sudah teratasi, pasien masih memerlukan gigi palsu karena giginya tidak dapat kembali tumbuh.

13. Benjolan pada wajah, hidung atau di dalam mulut

Benjolan dapat menjadi tanda yang paling awal diketahui sebagai tanda kanker hidung. Benjolan pada hidung dapat ditemukan melalui pemeriksaan dengan alat- alat dari dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorok. Benjolan mungkin akan lebih terlihat melalui kaca yang dimasukan melaui mulut. Pada tumor hidung yang sudah advance, benjolan sudah mulai terlihat pada wajah.

14. Sering Pilek

Pilek yang terlalu sering disebabkan oleh gangguan dari sel penghasil lendir yang menyebabkan seseorang menjadi sering pilek. Jika pilek ini tidak diketahui penyebabnya seperti alergi, infeksi dan sebagainya maka dapat dicurigai bahwa pilek ini disebabkan oleh kanker hidung.

15. Sering mimisan

Massa tumor hidung yang terus berkembang menjadi lebih besar divaskulrisasi oleh pembuluh darah. Sifat pembuluh darah ini sangat rapuh dan mudah pecah sehingga mengalami perdarahan, perdarahan ini yang nantinya menjadi mimisan.

Sponsors Link

16. Kesulitan membuka mulut

Kesulitan membuka mulut yang diakibatkan tumor hidung mengiritasi otot rahang yang dapat menyebabkan seseorang kesulitan membuka mulut karna terasa nyeri.

17. Benjolan atau nyeri didalam hidung parah

Benjolan atau nyeri tidak selalu menandakan bahwa anda menderita kanker hidung, anda harus waspada jika benjolan atau nyeri tersebut tidak membaik walaupun sudah diberikan obat- obatan.

18. Mudah lelah

Pasien kanker hidung akan mengalami perasaan mudah lelah karena tumor hidung dapat menyebabkan tubuh menjadi kekurangan energi akibat tumor yang sering menggunakan energi dari tubuh untuk berkembang menjadi besar.

19. Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas

Seperti penderita kanker yang lain, penderita mengalami penurunan berat badan lebih dari 10 % berat badan awal. Dan penurunan berat badan tersebut tidak diketahui penyebabnya secara jelas.

20. Benjolan di leher

Benjolan di leher terjadi karena kanker hidung yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Kelenjar getah bening dapat membesar dan teraba sebagai benjolan di leher. Bahkan, benjolan di leher ini dapat menjadi tanda awal dari kanker hidung

Terkadang, orang yang mengalami kanker tersebut tidak menunjukan gejala- gejala ini, sehingga banyak kanker hidung yang terdiagnosis pada tahap lanjut kanker hidung. Biasanya penderita hanya diterapi sebagai sinusitis atau penyakit inflamasi yang lain. Jika menemukan berbagai gejala diatas sebaiknya mengonsultasikan ke dokter atau dokter gigi.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Friday 11th, August 2017 / 06:41 Oleh :
Kategori : Kanker Hidung