Kanker Ginjal

Kanker ginjal adalah sebuah kelainan pertumbuhan sel-sel ginjal (abnormal) karena sel-sel ginjal memperbanyak diri tak terkontrol.  Pertumbuhan sel-sel tersebut tidak diperlukan oleh tubuh dan membentuk massa atau jaringan yang mengganggu dan kemudian dikenal sebagai tumor atau kanker. Biasanya akumulasi sel abnormal akan membentuk jaringan tumor yang menimbulkan masalah bagi kesehatan bersangkutan. Tumor ganas yang akan menyerang jaringan terdekat dan bagian tubuh yang lain.

kanker ginjalKanker ginjal berpeluang ada dan muncul pada ginjal setiap manusia. Sebagaimana diketahui, bahwa manusia memiliki sepasang ginjal yang bentuknya mirip kacang yang besarnya sekepalan tangan. Ginjal  ini berada pada bagian pinggang kanan–kiri pada kedua sisi ruas tulang belakang.

Ginjal berperanan dalam menyaring dan mengeluarkan produk sisa dari darah, dan membentuk dan menyaring urine untuk dieskresikan keluar tubuh. Penderita kanker ginjal biasanya hanya terserang satu ginjal saja, bukan kedua-duanya sekaligus.

Penyebab Kanker Ginjal

Penyebab pasti dari kanker ginjal belum diketahui pasti. Pembedahan biasanya dilakukan untuk mengangkat bagian ginjal yang terkena kanker. Langkah terapi yang dilakukan seperti kemoterapi dan terapi radiasi biasanya tidak berpengaruh baik dalam kanker ginjal. Hal ini biasanya tidak dilakukan, hanya efeknya diketahui telah mampu menghilangkan rasa nyeri akibat kanker. Tingkat ketahanan hidup pasca operasi nepherectomy (operasi pengangkatan seluruh ginjal) sekitar 5-10 tahun. Kerusakan ginjal sering dimasukkan sebagai gagal ginjal.

  • Berbagai macam penyakit yang menyebabkan kerusakan ginjal adalah obstruksi, infeksi, keganasan, peradangan, menelan racun, suplai darah yang terhambat ke ginjal, hipertensi, diabetes, kanker ginjal, serta penyalahgunaan obat, over dosis, alkohol dan rokok.

Jenis Jenis

Ada 3 (tiga) macam kanker ginjal, yaitu

  1. Karsinoma sel-sel ginjal. Yaitu kanker ginjal yang paling sering terjadi pada manusia, sekitar hampir 90% dari kasus penderita kanker ginjal.
  2. Karsinoma sel transisional. kanker ginjal yang terjadi pada pria usia 50 tahun ke atas
  3. Kanker Tumor Wilms yang menyerang secara herediter pada anak-anak.

Stadium Kanker Ginjal

Perlu diketahui, kanker ginjal sendiri memiliki 4 (empat) stadium kanker. Setiap stadiumya bisa dengan melihat perkembangan diamater sel kankernya dan areal penyebarannya.

  • Stadium 1-2 dengan melihat diameter sel namun sel masih terbatas pada areal ginjal yang bersangkutan.
  • Stadium 3-4 bila kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang ada di dekatnya, atau ke  bagian tubuh yang jauh seperti jantung, tulang, hati atau paru-paru.

Semakin tinggi stadiumnya akan semakin parah beban sakitnya. Penyakit kanker ginjal ini masih belum banyak dikenal dan dipahami masyarakat.

Gejala

Kanker ginjal sendiri jarang dimulai dari gejala-gejala spesifik. Ciri-cirinya sangatlah halus sehingga tidak disadari bagi mereka yang berpotensi menderitanya. Meski tidak dimulai dari gejala khas, namun beberapa indikasi seperti adanya :

  • Benjolan di perut, Benjolan pada perut bawah juga agak sulit diraba secara fisik. Pada stadium rendah kadangkala tidak teraba secara fisik.
  • kencing darah, dan
  • nyeri di bagian pinggang menjadi gejala umum kanker ginjal. Sementara rasa sakit di pinggang baru terasa ketika pertumbuhan tumor semakin membesar, terasa sebagai sakit tumpul (sakit terasa monoton dan terus menerus).

Gejala ini merupakan “tiga gejala kanker ginjal”  yang utama.  Kebanyakan pasien kanker ginjal hanya muncul satu-dua gejala saja dari 3 (tiga) gejala khas di atas.  Tentu saja untuk mendiagnosa seseorang terkena kanker ginjal masih perlu ditambah dengan diagnosa lain untuk peneguhan diagnosanya. Oleh karena itu pemeriksaan berkala akan sangat penting.

Dari 3 (tiga) gejala di atas, kencing darah paling mudah dilihat karena dapat diamati dengan mata telanjang. Pada saat kencing yang berdarah akan ditemukan gumpalan darah, yang menyebabkan gejala sakit kolik ginjal (perut bawah terasa tegang), nyeri saat buang air kecil, disuria (kurang kencing) bahkan retensi urin (kondisi kantung kemih tidak kosong sepenuhnya).

Biasanya ditambah dengan gejala lain seperti mual, mau muntah tetapi tidak bisa keluar, tekanan darah meningi, anemia, demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, serta disfungsi liver. Kadang disertai gejala metastase (penyebaran ke jaringan lain), seperti batuk berdarah, atau sakit tulang, lelah berkepanjangan. Perut semakin membesar, susah buang air kecil dan besar, dan pembengkakan kaki, tangan dan wajah. Meski tidak spesifik, tanda-tanda umum penyakit kanker ginjal yang sering ditemui pada penderita kanker ginjal adalah sebagai berikut:

  1. Gatal dan Ruam. Muncul rasa gatal, kulit ruam, karena fungsi ginjal dalam membuang limbah dan kotoran terganggu. Akibatnya akan menimbulkan rasa gatal pada kulit gatal ringan atau gatal yang berlebih. Kadangkala ketika digaruk sampai menimbulkan luka serta pembengkakan di berbagai bagian tubuh.
  2. Tubuh menjadi kedinginan dan menggigil. Dingin adalah efek dari berkurangnya kemampuan ginjal dalam memproses aliran darah. Terjadi juga anemia karena otak tidak tersedia oksigen yang cukup. Akibatnya, kepala sering menderita pusing, hilang keseimbangan, susah berkonsentrasi, dan tubuh terasa dingin selama beberapa waktu.
  3. Timbul sesak nafas. Sesak nafas terjadi karena ada penimbunan cairan yang berlebih karena ketidakmampuan ginjal akibat sakit sehingga menutup beberapa saluran seperti saluran di paru-paru, dan bagian tubuh yang lain. Kanker Ginjal juga akan menyebabkan anemia akibat kekurangan oksigen untuk bernafas. Pasien susah tidur karena susah bernafas, aktifitas tubuh terasa berat, perut terasa kembung terus menerus.
  4. Urine penderita berpenyakit ginjal biasanya berubah. Urine ditandai dengan saat buang air seni terasa sakit, jumlah urine sedikit, sering terbangun ingin kencing saat tidur (mirip gejala diabetes), dan perubahan warna struktur air seni (warna urine jauh lebih pekat). Hanya saja mulai ada darah dalam urine, darah berwarna merah muda, merah atau kehitaman. Hal ini terjadi karena ginjal mulai tidak berfungsi dengan baik.
  5. Sakit pinggang. Kondisi sakit pinggang, nyeri yang terjadi pada punggung, terutama di bawah tulang rusuk, yang kadangkala muncul dan tidak hilang-hilang. Tanda-tanda rasa sakit kronis berawal dengan sakit yang muncul sesekali saja, namun dengan berkembangnya penyakit akan membuat rasa sakit berlangsung lebih sering/kerap dan lebih lama.
  6. Bau mulut dan keringat yang tidak enak. Hal ini terjadi karena proses adanya gangguan detoksifikasi (lewat mulut, keringat) yang menumpuk pada mulut dan kulit.
  7. Pembengkakan Kaki, Tangan, Muka. Pembengkakan tubuh terjadi karena cairan oedema yang tertimbun dalam tubuh tertentu akibat terganggunya sistem organ sekresi. Pembengkakan terjadi pada bagian tubuh spesifik seperti pergelangan kaki, tangan, atau muka.
  8. Nyeri pada bagian tubuh dan tanda spesifik lain. Sakit dan nyeri terjadi pada punggung, tubuh  terasa lemah, tidak bertenaga, serta tidak dapat bekerja berat. Didahului dengan rasa gatal-gatal, perut mual, muntah, nafsu makan menyusut, serta turunnya berat badan. Umumnya juga disertai dengan naiknya tekanan darah, anemia, sulit tidur, sesak nafas,

Faktor Resiko

Meski demikian, ada beberapa faktor utama yang diduga menyebabkan risiko kanker ginjal. Faktor-faktor spesifik kanker ginjal adalah:

  1. Jenis Kelamin Laki-laki. Kanker ginjal biasanya menyerang jenis kelamin laki-laki, jarang sekali terjadi pada perempuan. Perbandingannya antara pasien penderita pria dan wanita adalah 2:1.
  2. Usia. Usia penderita yang terserang biasanya berusia di atas 50 tahun. Kasus tertinggi terjadi pada penderita usia 50-70 tahun. Penderita jarang sekali ditemukan pada usia muda. Semakin tinggi usia maka risiko terkena kanker ginjal akan semakin tinggi.
  3. Kebiasaan merokok. Risiko mereka yang merokok jauh lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Apalagi mereka yang kecanduan dan menginjak usia 30-40 tahun dan sering mengisap rokok tanpa filter. Risiko akan semakin kecil saat penderita berhenti merokok.
  4. Obesitas (kegemukan). Mereka yang mengalami obesitas akan memiliki ririko yang jauh lebih tinggi terkena kanker ginjal. Risiko obesitas terkait dengan risiko darah tinggi (hipertensi).
  5. Tekanan darah tinggi (hipertensi). Mereka penderita hipertensi (darah tinggi) akan berisiko terkena kanker ginjal lebih tinggi daripada mereka yang tidak darah tinggi.
  6. Pengobatan gagal ginjal. Mereka yang menerima atau pengobatan gagal ginjal jangka panjang akan memiliki risiko tinggi menderita kanker ginjal.
  7. Penyakit Von Hippel Lindau. Sindroma ini memiliki hubungan dengan beberapa jenis kanker.
  8. Keturunan (herediter). Mereka yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker ginjal berpotensi menderita risiko kemungkian lebih tinggi. Sklerosis tuberosa, adalah suatu kondisi herediter (keturunan) yang akan menimbulkan beberapa jenis tumor baru termasuk kanker ginjal (angiomyolipomas). Karsinoma sel ginjal turun temurun akan membuat rentan terkena kanker ginjal.
  9. Makanan dan Obat. Konsumsi produk susu, protein hewani, dan juga lemak berkadar lemak tinggi menjadi faktor tinggi bagi kanker ginjal. Apalagi bila tidak diimbangi dengan konsumsi buah-buahan dan sayuran rutin. Pola makan sehat menjadi salah satu usulan terapinya.
  10. Paparan Sinar Radiasi. Dikhawatirkan paparan sinar radioaktif dalam kadar rendah akan terkumpul dan merugikan penderita.
  11. Pekerjaan Tertentu. Pekerjaan ini ternyata meningkatkan risiko kanker ginjal. Pekerjaan yang terkait dengan hal-hal yang berpotensi meningkatkan risiko, seperti pekerja logam, percetakan surat kabar, pekerja petrokimia, atau pekerja arang batu bara.
  12. Penyalahgunaan bahan. Penderita yang terpapar beberapa jenis racun seperti astrolachia, atau terpapar bahan kimia (seperti asbes dan anilin) yang dapat merusak ginjal, atau penyalahgunaan phenacetin perlu diwaspadai. Bila ginjal tidak berfungsi maka sisa metabolisme yang tidak dikeluarkan tubuh akan menjadi racun bagi tubuh kita sendiri.

Penyembuhan

Kanker ginjal belum banyak diketahui penyebab pasti dan terapinya. Diperlukan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah agar kanker tidak berkembang. Deteksi dini adalah kunci bagi proses penyembuhan kanker ginjal. Sesuai dengan faktor risikonya, maka diperlukan ketertiban bagi penderita kanker ginjal. Penderita kanker ginjal sebaiknya memperhatikan pola hidup sehat dan pola makan sehat. Pola makan sehat dengan memakan makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran. Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran serta mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi. Buah-buahan dan sayuran yang sangat berperan penting bagi penyembuhan kanker ginjal adalah:

  1. Minum Air Putih. Air putih akan sangat membantu untuk membersihkan ginjal. Cobalah minum 8 (delapan) gelas air putih setiap hari yang akan membersihkan ginjal.
  2. Semangka. Buah semangka sangat baik untuk kesehatan ginjal.
  3. Kulit manggis. Kulit manggis banyak sekali mengandung zat xanthone, merupakan kandungan antioksidan yang sangat tinggi bahkan melebihi kandungan antioksidan yang terkandung dalam Vitamin C dan Vitamin E. Zat Xanthone mampu menangkal sekaligus menghancurkan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Salah satu penyakit yang terpicu oleh radikal bebas adalah berbagai jenis kanker (ginjal, paru-paru, prostat, hati dan otak).
  4. Daun Sirsak. Daun sirsak banyak mengandung zat acetogenin, yaitu sebuah zat antikanker yang mampu mengancurkan sel kanker. Daya kerjanya (menurut riset) bahkan sampai 10.000 kali lebih kuat dibandingkan kemoterapi. Zat acetogenin bersifat selektif dan hanya menghancurkan sel-sel jahat dan berbahaya.
  5. Bawang Putih. Suplemen bawang putih membantu mengurangi tekanan darah dengan cepat. Bawang putih juga mampu menghambat kemampuan pengumpalan darah.
  6. Mengurangi Makanan  yang Mengandung Lemak Tinggi. Lemak merupakan pensuplai kolesterol dan mempengaruhi kerja ginjal, akibatnya aktifitas ginjal semakin meningkat dan aliran darah ke seluruh tubuh terganggu.
  7. Berhenti Merokok. Rokok meningkatkan risiko terjadinya kanker ginjal dan berbagai masalah kesehatan. Berhenti merokok dapat mencegah terjadinya kanker ginjal, dan menurunkan tekanan darah tinggi.
  8. Berhenti Minum Alkohol. Minuman alkohol akan membuat ginjal bekerja keras, hal ini akan mengurangi ketegangan pada ginjal.
  9. Obesitas. Perhatikan berat badan  agar tidak terhindar dari obesitas. Obesitas merupakan salah satu penyebab gagal ginjal karena terjadi penumpukan plak obesitas yang akan memperkecil pembuluh darah.
  10. Olahraga Teratur. Lakukan olahraga secara teratur karena akan membuat pembuluh darah mengalir dengan lancar.
  11. Rosella Hitam. Bermanfaat untuk menurunkan kolesterol tinggi, menurunkan tekanan darah, antioksidan, mengurangi sel-sel kanker, dan memperlancar pembuluh darah.
  12. Madu Murni. Mempunyai zat-zat antioksidan, stamina dan untuk penyehatan tubuh.

Bila gejala sakit mengarah seperti kanker ginjal, sebaiknya penderita jangan menunda terlalu lama. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis. Dokter akan memberikan advis spesifik tentang program pengobatan. Lakukan juga pola hidup sehat seperti dengan olahraga secara teratur, dan cukup beristirahat setiap harinya.

Artikel Dalam Kategori Kanker Ginjal