Kanker Adrenal

Kanker adrenal memang tidak setenar dengan kanker usus besar, kanker ovarium, kanker rahim dan juga kanker serviks. Oleh sebab itu jika ada orang yang menyebut kanker adrenal, orang tersebut akan bertanya kanker adrenal itu adalah kanker seperti apa. Di dunia ini memang ada banyak jenis kanker. Banyak manusia yang tidak paham dan tidak hafal dengan karakterisitik satu persatu kanker yang ada. Penyakit kanker akan terus ada selama peradaban manusia di muka bumi ini juga ada. Meski jarang terjadi di Indonesia, tidak ada salahnya warga Indonesia mengetahui tentang penyakit kanker adrenal tersebut.

Tentang Penyakit Kanker Adrenal

Sebelum kita mengetahui lebih lanjut tentang kanker adrenal ada baiknya kita mengetahui apa itu kanker adrenal terlebih dahulu. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan kanker adrenal :

  • Kanker adrenal merupakan sel tumor yang ganas dan terdapat pada kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal sendiri merupakan organ endokrin yang memiliki fungsi penting bagi tubuh manusia, letak dari kelenjar itu adalah di dekat ginjal.
  • Ukuran kelenjar adrenal sangat kecil, namun organ yang kecil itu bisa ditumbuh tumor dengan berbagai macam variasi.
  • Ada tumor yang bentuknya kecil dan bisa ditumbuhi tumor yang bentuknya sedang. Tumor kecil pada kelenjar adrenal memiliki diameter kurang dari 1 cm sampai dengan 3 cm. Sedangkan untuk tumor yang sedang ukuran diameternya bisa mencapai lebih dari 3 cm.
  • Bentuk tumor pada kelenjar adrenal mirip dengan kacang-kacangan, mirip dengan buah persik maupun buah plum, bisa berbentuk seperti apel, buah melon maupun mirip dengan bantal. Meskipun penderita di Indonesia jarang, namun kasus kanker adrenal memiliki peningkatan dari tahun ke tahun. Sehingga penyakit kanker adrenal ini perlu diwaspadai.

Gejala dan Ciri-Ciri

Kanker adrenal akan memiliki gejala maupun ciri-ciri, gejala maupun ciri-ciri tersebut harus diwaspadai dan harus diperhatikan. Untuk mengetahui ketidaknormalan sel di dalam tubuh sebaiknya kita mengetahui tubuh dengan baik. Jika ada sesuatu hal yang dirasa berbeda atau janggal sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Berikut ini adalah gejala dan ciri-ciri kanker adrenal yang harus diwaspadai :

1. Produksi Hormon Adrenalin Berlebih

Gejala maupun ciri-ciri kanker adrenal yang pertama adalah tumor memproduksi hormon adrenalin berlebih. Hal itu dikarenakan tumor yang ada di kelenjar adrenal sifatnya fungsional sehingga, bisa membuat tumor memproduksi hormon adrenalin menjadi berlebih. Untuk tumor yang sifatnya tidak fungsional, tumor tersebut tidak bisa menghasilkan atau memproduksi hormon. Kelebihan produksi hormon inilah yang nantinya bisa merangsang pertumbuhan kanker di dalam tubuh manusia.

2. Meningkatnya Kortisol

Gejala dan ciri lainnya adalah kortisol di dalam tubuh menjadi meningkat. Kelebihan produksi kotisol tersebut bisa menyebabkan seseorang terkena sindrom cushing. Efek dari sindrom cushing itu adalah tubuh menjadi tidak memiliki toleransi terhadap glukosa yang masuk ke dalam tubuh, menyebabkan obesitas, menyebabkan tekanan darah tinggi, memiliki pertumbuhan rambut yang tidak terkontrol, osteoporosis atau pengapuran tulang, mengalami batu ginjal dan yang terakhir adalah menstruasi menjadi tidak teratur.

3. Pendarahan

Hormon yang berlebihan pada tubuh wanita juga bisa menyebabkan wanita tersebut mengalami pendarahan vagina. Pendarahan vagina itu bisa terjadi pada wanita yang sudah masuk ke dalam masa menopause.

4. Mengalami Perubahan Fungsi Endokrin

Gejala dan ciri-ciri yang paling menonjol adalah tubuh akan mengalami perubahan fungsi endokrin. Perubahan fungsi endokrin itu disebabkan oleh tumbuhnya tumor adrenal. Perubahan fungsi endokrin tersebut bisa mengakibatkan sistem metabolisme menjadi acak-acakan dan menjadikan sistem metabolisme yang acak-acakan tersebut menjadi sel tumor yang baru.

5. Kortikal Adenoma

Kortikal adenoma bisa menyebabkan seseorang mengalami aldosteron. Aldosteron sendiri merupakan gejala atau ciri kanker adrenal. Aldosteron bisa ditandai dengan tekanan darah yang menjadi tinggi, otot mengalami  kelumpuhan dan juga paresthesia. Kondisi aldosteron yang terakhir adalah bisa membuat seseorang ingin minum dalam jumlah yang banyak, poliuria dan nokturia.

6. Gangguan Gonad

Gangguan gonad juga merupakan gejala dari kanker adrenal. Gangguan itu disebabkan oleh tumor adrenokortikal. Tandanya adalah alat kelamin akan membesar sebelum waktunya. Pada wanita bisa mengalami pseudohermafroditisme, wanita juga akan terlihat lebih maskulin

7. Pria Seperti Wanita

Produksi estrogen yang berlebihan pada laki-laki bisa membuat pria terlihat seperti wanita, diikuti dengan pembesaran payudara pada pria.

Jenis

Kanker adrenal merupakan kanker yang sepihak, sebab kanker itu memiliki selaput tipis. Selaput tipis itu bisa membuat jaringan sekitarnya menjadi tertekan. Kanker dengan jenis adrenal jarang ditemui dan biasanya kanker ini diikuti dengan kerusakan pada jaringan sisi ginjal. Berikut ini adalah jenis kanker adrenal yang harus diketahui :

  • Adrenokortikal Karsinoma

Jenis kanker ini meriupakan kanker adrenal yang paling umum dan bisa muncul di wilayah korteks kelenjar adrenal. Kanker ini kebanyakan ditemui pada orang dewasa yang usianya di atas 40 tahun.

  • Pheochromocytoma

Kanker adrenal dengan jenis ini tergolong langka. Kanker ini dimulai dari medula adrenal terutama di bagian sel-sel yang menghasilkan norepinefrin dan juga epinefrin. Kanker ini biasanya menyerang orang dewasa dengan usia 30 tahun sampai dengan usia 40 tahun.

  • Neuroblastoma

Jenis kanker adrenal selanjutnya adalah kanker neuroblastoma. Kanker ini pada mulanya bisa tumbuh dan berkembang di bagian daerah medula kelenjar adrenal. Kanker adrenal biasanya akan menyerang di bagian sel syaraf yang belum berkembang dengan baik. Kanker adrenal ini banyak menyerang anak-anak dan juga bayi. Gejalanya adalah bayi akan mengalami sakit perut dan juga sakit tulang.

Penyebab

Setiap penyakit pasti ada penyebabnya masing-masing. Begitupula dengan kanker adrenal tersebut. Karena jarang terjadi di Indonesia, banyak warga Indonesia yang tidak tahu apa saja yang menyebabkan seseorang bisa terkena kanker adrenal. Berikut ini adalah penyebab kanker adrenal yang harus diwaspadai :

1. Genetik

Faktor pertama yang menyebabkan seseorang terkena penyakit ini adalah genetik. Kanker tersebut mengalami mutasi gen sehingga bisa menurun ke gen yang menjadi tujuan mutasi tersebut.

2. Ketidakseimbangan Hormon

Jika ada wanita maupun pria yang sering mengalami ketidakseimbangan hormon, ia bisa dengan mudah terkena penyakit ini. Oleh sebab itu, diperlukan perawatan dan pengobatan yang intensif bagi pria maupun wanita yang sering mengalami ketidakseimbangan hormon di dalam tubuhnya.

3. TBC

TBC juga merupakan faktor penyebab kanker adrenal. TBC yang ada pada jaringan adrenal bisa menyebabkan kanker adrenal. Jika bakteri penyebab TBC di kelenjar adrenal bisa terkendali atau terkontrol dengan baik, maka disfungsi kelenjar adrenal yang sudah kronis bisa berkurang.

4. Gangguan Auto Imun

Auto imun yang terganggu bisa menyebabkan kanker adrenal. Hal itu dikarenakan penyakit autoimun yang mendadak dan disebabkan oleh atrofl korteks adrenal dalam dunia medis disebut sebagai penyebab kanker yang paling sering terjadi. Gangguan auto imun itu bisa menyebabkan metabolisme tidak seimbang, sehingga metabolisme yang tidak seimbang itu dijadikan sebagai sel tumor baru.

5. Metastatis

Penyebab lainnya adalah tumor yang sifatnya ganas pada bagian tubuh yang lainnya mampu membelah diri dan tumbuh pada bagian kelenjar adenal. Namun persentasi metastatis akibat tumor lain yang ada di bagian tubuh tumbuh di kelenjar adrenal hanya sekitar 25 persen saja. Metastasis sebanyak 50 persen akan terjadi di bagian pencernaan sehingga, menjadi kanker pencernaan. Di bagian paru sehingga menjadi kanker paru paru, di kelenjar tiroid sehingga menjadi kanker tiroid, melanoma, kanker payudara dan masih banyak lagi lainnya.

Diagnosa

Ketika merasakan gejala dan ciri-ciri kanker adrenal, dokter atau pihak medis tidak serta merta langsung menduga kanker tersebut adalah kanker adrenal. Diperlukan beberapa tahapan medis yang dilakukan untuk mendiagnosa apakah gejala tersebut merupakan ciri-ciri dari kanker adrenal. Berikut ini adalah cara mendiagnosa kanker adrenal yang akan dilakukan oleh pihak medis :

1. Pemeriksaan Darah Dan Urin

Untuk mendiagnosa kanker adrenal atau tidak bisa menggunakan pemeriksaan darah dan juga urin pasien. Dari pemeriksaan darah dan juga urin tersebut bisa terlihat perbedaan adenoma fungsional dan juga adenoma non fungsional.

2. Pemeriksaan Ultrasonik

Pemeriksaan ultrasonik akan dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya sel kanker di dalam kelenjar adrenal. Pemeriksaan ultrasonik itu meliputi skrinning untuk tumor adrenal. Skrinning juga bergfungsi untuk mengetahui status kanker, ukuran kanker dan juga penyebaran sel kanker di jaringan sekitarnya.

3. CT Scan

CT scan juga bisa digunakan untuk mendiagnosa kanker adrenal yang dimiliki oleh tubuh manusia. CT Scan bisa untuk mendiagnosa ukuran tumor yang ada dan juga volume tumor. Berikut ini CT Scan yang dilakukan untuk tiap-tiap jenis kanker adrenal :

  • Adrenal karsinoma kortikal. Penyakit ini jarang ditemui, banyak dialami oleh wanita berusia 30 sampai dengan usia 60 tahun. Jika dilakukan CT Scan, akan menunjukkan diameter tumor lebih dari 5 cm, memiliki kontur yang tidak teratur, tumor memiliki tepi blur, ada di sekitar organ adhesi, kepadatan low density, pusat pencairannya berlebihan. Pada beberapa pasien pusat lesinya menyebar di seluruh tubuh dan mungkin terdapat transfer jaringan yang saling berdekatan.
  • Metastatik karsinoma adrenal. Kanker adrenal yang paling banyak ditemukan. Jika dilakukan CT Scan, hasil CT Scan akan menunjukkan ukuran antara bilateral dan unilateral tidak sama, terjadinya pendarahan, tumor memiliki kepadatan yang tidak rata, mudah mengalami degenerasi kistik. Banyak yang melakukan CT Scan dengan alasan lain namun ternyata penyakit justru mengarah ke kanker.
  • Adrenal neuroblasma. Penyakit kanker adrenal ini jarang terjadi dan jarang ditemui. CT Scan yang dilakukan akan menunjukkan masa tumor atau isi tumor tidak teratur, jaringan otot lebih rendah, mengalami nekrosis tumor concurrency. Terdapat kistik yang menjadi pemicu pendarahan, kepadatan tumor tidak merata, jika dilihat seksama bagian tumor itu ada lapisannya, tumor bisa membesar lebih dari 3 cm diameternya dan tumor tersebut sangat ganas sehingga bisa memakai lapisan yang melapisinya untuk menyebar ke jaringan sekitar tumor tersebut.

4. MRI Scan

MRI Scan merupakan pemeriksan yang melibatkan seluruh jaringan tubuh. MRI Scan sangat berarti untuk melakukan diagnosa terhadap penyakit kanker pheochromocyoma. Hal itu dikarenakan karakteristik pada kanker adrenal jenis tersebut tidak bisa dideteksi menggunakan CT Scan. Kelebihan dari MRI Scan ini adalah bisa menggambarkan karakteristik yang tidak bisa terlihat menggunakan pemeriksaan CT Scan.

Pengobatan

Jika diagnosa sudah mengarah ke penyakit kanker adrenal, ada baiknya segera dilakukan tindakan medis secara tepat dan cepat. Tindakan pengobatan yang akan dilakukan berdasarkan dengan tingkat keganasan kanker, stadium kanker , lokasi penyebaran sel kanker dan masih banyak lagi lainnya. Berikut ini adalah pengobatan yang dilakukan pihak medis untuk menangani kanker adrenal :

  • Pembedahan

Pembedahan akan dilakukan untuk mengangkat tumor yang ada di kelenjar adrenal tersebut. Pembedahan pun merupakan metode utama dalam mengatasi kanker adrenal. Untuk pasien kanker yang tidak mengalami metastasis jauh, pengangkatan tumor primer juga akan dilakukan di bagian kelenjar getah bening, yang letaknya dekat dengan kelenjar adrenal dan harus dibuang. Pemeriksaan patologis pun diperlukan satu per satu untuk mengetahui apakah tumor tersebut benar-benar tidak mengalami metastasis yang jauh. (baca juga : kanker kelenjar getah bening)

Jika pasien telah mengalami metastasis yang jauh, tumor yang merupakan induk kanker masih bisa dibuang, untuk tumor yang menyebar ke bagian lain juga harus dibuang. Apabila tumor primer dan juga tumor yang memiliki penyebaran ke bagian lain dibuang atau diangkat, efek obat-obatan dan juga efek dari obat kemo bisa meningkat sebab tumor-tumor tersebut telah diangkat dan dibuang.

  • Radioterapi

Cara kedua untuk mengobati kanker adrenal adalah dengan cara radioterapi. Radioterapi cocok untuk digunakan dalam pengobatan kanker adrenal yang mengalami metastasis yang jauh. Lokasi penyebaran tumor ke daerah kelenjar limfa cocok jika melakukan pengobatan dengan cara ini. Hal itu dikarenakan tumor kelenjar limfa akan lebih sensitif terhadap cahaya yang ada di sinar radioterapi. Radioterapi yang dilakukan berupa radioterapi stereotactik dan juga radioterapi conformal. Penggabungan dari kedua radioterpi tersebut juga bisa menghasilkan pengobatan yang lebih baik atau lebih bagus dalam mengatasi kanker.

  • Kemoterapi

Cara ketiga dalam mengobati kanker adrenal adalah dengan cara kemoterapi kanker. Kemoterapi untuk mengatasi kanker adrenal hanya digunakan sebagai metode pendukung saja. Sehingga jika kanker masih dalam stadium awal, kemoterapi tidak akan dilakukan yang dilakukan mungkin hanya sebatas radioterapi saja. Efek kemoterapi kanker justru bisa merusak sistem imun secara bersamaan dengan sel kanker. Sehingga jika stadium kanker masih awal mengguanakan metode pengobatan ini , tubuh justru akan mengalami gangguan sistem imun. Gangguan sistem imun bisa meningkatkan stadium kanker, sehingga banyak penderita kanker adrenal stadium awal yang menolak berobat dengan cara ini.

  • Pengobatan Invasif

Pengobatan invasif bisa dilakukan untuk pasien kanker adrenal yang mengalami kekambuhan. Karena kambuh, penderita itu tidak bisa menjalani operasi kembali. Selain itu, penderita yang harus berobat dengan cara invasif adalah penderita yang mengalami penyebaran sel kanker justru setelah tindakan operasi. Pengobatan invasif yang bisa dilakukan adalah cryosurgery, RFA, penanaman biji partikel dan lain-lain. Kelebihan dari pengobatan ini adalah memiliki luka yang kecil, pemulihan yang lebih cepat, efek dari pengobatan yang tidak terlihat.

  • Cara Pengobatan Tradisional Cina

Pengobatan lainnya yang bisa digunakan adalah dengan menggabungkan tindakan medis dengan obat-obatan maupun teknik pengobatan tradisional Cina. Pengobatan yang dilakukan dengan metode ini adalah mengkonsumsi obat-obatan tradisional, metode tusuk jarum, menjaga kestabilan yiin dan yang, meningkatkan dan menjaga sistem imun. Pegobatan ini cocok bagi penderita kanker yang memiliki kondisi tubuh yang lemah sehingga, tidak memungkinkan untuk menjalani proses radioterapi dan juga kemoterapi.

  • Pola Hidup Sehat

Pengobatan yang tidak kalah penting adalah dengan menjaga pola hidup dan pola makan yang lebih sehat. Jangan pernah memakan makanan yang bisa memicu pertumbuhan kanker kembali, istirahat yang cukup da olahraga secara teratur bisa mengobati penyakit kanker secara efektif.

Perawatan

Selain pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan oleh pihak medis, pasien kanker adrenal harus tahu bagaimana menjalani perawatan jalan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Berikut ini adalah perawatan jalan yang harus dilakukan oleh survivor kanker adrenal :

1. Membangun Rasa Percaya Diri Dan Positive Thinking

Mind set seseorang bisa berpengaruh terhadap penyembuhan seseorang. Hal itu dikarenakan jika pikiran berfikir positif, tubuh pun akan memberikan reaksi yang positif pula. Jika tubuh didorong untuk berfikiran negatif, hasilnya pun akan buruk pula. Yang harus ditekankan pada penderita kanker adrenal adalah dia harus meyakinkan dirinya bahwa ia bisa mengatasi penyakit kanker yang dideritanya. Percaya bahwa apa yang dialaminya merupakan kehendak dari yang Maha Kuasa. Percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian atau cobaan di luar batas kemampuan hamba Nya.

  • Istirahat Cukup

Penderita kanker harus menjalani istirahat yang cukup. Hindari aktivitas yang berlebihan dan menghindari aktvitas yang menggunakan otot perut. Kurang istirahat bisa membuat sistem imun menjadi melemah, jika sistem imun lemah sel kanker tersebut bisa tumbuh kembali.

  • USG

Pasien kanker akan selalu dipantau oleh pihak medis. Survivor kanker yang sedang menjalani perawatan jalan, kondisi fisiknya akan terus dipantau oleh tim medis. Salah satu cara tim medis untuk memantau kondisi kesehatan pasiennya adalah dengan menggunakan USG. Jika hasil USG tidak menunjukkan adanya sel abnormal di dalam tubuh, itu tandanya tubuhnya masih bersih dari sel aknker.

  • Pola Makan

Hindari memakan makanan yang pedas, makanan berlemak, makanan berkolesterol tinggi, makanan berminyak, makanan yang dikalengkan, makanan yang diasinkan, makanan yang sudah terkontaminasi, makanan dipanggang atau dibakar dan yang terakhir adalah makanan yang mengandung pengawet. Makanan itu akan mudah membuat sel kanker tumbuh kembali.

  • Mencegah Infeksi

Survivor kanker sebisa mungkin harus terhindar dari infeksi. Infeksi yang masuk ke dalam tubuh bisa menyerang sistem imun. Jika sistem imun terserang, sel kanker bisa dengan mudah masuk dan tumbuh kembali.

Artikel Dalam Kategori Kanker Adrenal