Sponsors Link

13 Tanda tanda Kanker Usus – Faktor Risiko, Diagnosa dan Pengobatan Medis

ads

Kanker usus tentu bukanlah hal yang patut diabaikan karena kanker selalu mematikan bila tak segera mendapatkan penanganan tepat. Kanker usus sendiri terjadi karena adanya pertumbuhan sel tak normal yang berada di area usus kecil, usus besar, usus buntu, atau anus. Kemunculan dari kanker usus ini ada di sepanjang usus, tepatnya di sepanjang jaringan tipis dan memiliki gejala-gejala yang cukup jelas.

Terjadinya kanker usus besar bisa dari adanya radang pada usus yang sudah berlangsung cukup lama, seperti radang usus besar yang menyebabkan kita kerap mengalami konstipasi atau sembelit, keguguran atau kegelisahan. Sebelum menuju ke penanganannya, kita perlu melirik satu per satu tanda-tanda kanker usus itu seperti apa. Di bawah ini sejumlah tanda atau ciri yang dapat diketahui sebelum memeriksakan diri dan memastikan kebenaran kita tengah mengidap kanker usus.

(Baca juga: gejala kanker usus)

  1. Nyeri Perut

Karena berhubungan dengan usus, maka jelas bahwa salah satu ciri bahwa seseorang tengah mengalami penyakit kanker usus adalah merasakan adanya nyeri di perut bagian bawah yang kerap muncul dan tak hilang-hilang. Nyeri perut bagian bawah terkadang untuk para wanita yang akan datang bulan atau selama mestruasi pasti akan timbul, namun perlu diselidiki lebih lanjut apabila perut terasa nyeri tanpa adanya alasan yang jelas. Kalau terjadi terus-menerus tentu memeriksakan diri adalah ide yang baik.

  1. Ambeien

Ambeien yang terlalu sering jangan diremehkan karena ini bisa menjadi tanda adanya kanker yang bersarang di usus kita. Ambeien sendiri adalah sebuah kondisi peradangan atau pembengkakan pembuluh darah pada bagian rektum bawah serta area anus. Tak hanya rasa sakit saja yang bakal dirasakan oleh penderitanya, tapi ada rasa malu dan minder juga karena penderita rata-rata bakal sulit hanya untuk duduk.

Penderita juga akan sangat menderita ketika harus buang air besar karena bibir anus akan sangat sakit. Ini mungkin dianggap biasa oleh sebagian orang yang pernah mengalami, tapi padahal ambeien dapat menjadi gejala kanker usus, terutama kanker usus besar. Tanda awal ini perlu dicermati dan memeriksakan diri sebelum terlalu lama akan lebih mudah ditangani.

(Baca juga: makanan pencegah kanker rahim)

  1. Tinja Disertai Darah

Ambeien bukan hanya sekadar ketidaknyamanan dan rasa sakit ketika kita duduk maupun buang air besar. Dari kondisi tersebut buang air besar pun malah dapat mengeluarkan tinja beserta darah yang bila terjadi terlalu sering maka tak akan baik bagi tubuh. Kadar darah dalam tubuh kemungkinan bisa berkurang ketika feses bercampur darah ini frekuensinya cukup sering. Selain adanya darah yang turut keluar, tekstur tinja pun berbeda dari yang biasanya, yaitu lebih tipis dan panjang, maka perlu diperhatikan betul-betul saat kita buang air besar supaya dapat lebih memastikan kondisi yang sebenarnya.

  1. Cepat Lelah

Merasa kelelahan adalah kondisi wajar apabila memang kegiatan kita begitu banyak dan padat. Beraktivitas berat memang membuat kita menjadi gampang lelah, tapi kalau rasa lelah yang muncul tidak wajar dan bahkan disertai pula dengan adanya gejala-gejala lain akan kanker usus, tentu perlu mendapat perhatian lebih. Tubuh yang lelah juga bisa disebabkan oleh anemia, namun anemia atau kondisi kekurangan darah di sini pun ada kaitannya erat dengan kanker usus. Memeriksakan diri sedini mungkin saat merasa tak beres dengan kondisi tubuh adalah bentuk kewaspadaan yang tepat.

(Baca juga: gejala kanker darah sesuai dengan jenisnya)

  1. Anemia

Kekurangan darah atau anemia adalah suatu kondisi penyakit yang bisa saja terjadi ketika seorang wanita biasanya tengah dalam masa datang bulan, dan memang rata-rata para wanitalah yang mengalami ini. Namun anemia pun sangat berkemungkinan terjadi ketika seseorang terlalu sering mengeluarkan darah sewaktu buang air besar. Feses yang keluar bersama darah bukanlah hal normal bila terjadi terus-menerus karena ini pun akan memicu kekurangan darah di dalam tubuh sehingga tubuh pun memiliki potensi besar menjadi lemas dan tak bersemangat. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tubuh yang cepat lelah adalah akibat dari anemia ini dan kita perlu curiga akan eksistensi kanker dalam usus kita.

sponsored links
  1. Kulit Berubah Pucat

Antara satu tanda dengan tanda yang lain pasti ada hubungannya dan ketika kita menyadari bahwa kulit kita berubah pucat, ini artinya merupakan sebuah efek dari anemia karena kekurangan darah. Kekurangan darah ini otomatis akan membuat tubuh menjadi mudah tak bersemangat dan begitu lemas yang juga berimbas pada warna kulit kita yang ikut memucat. Darah yang terus keluar apalagi sewaktu buang air besar bukan sesuatu yang perlu dianggap wajar, maka ketika kulit pun telah berubah pucat, segera hubungi dokter atau melakukan pemeriksaan agar kanker usus dapat terdeteksi secara dini.

(Baca juga: virus penyebab kanker kulit)

  1. Turunnya Berat Badan

Berat badan yang turun secara drastis juga patut untuk dicurigai dan diatasi sedini mungkin apalagi kalau kenyataannya kita tidak sedang menjalankan program diet apapun. Saat tengah berdiet untuk mencapai berat ideal yang ditargetkan, normal bila terjadi penurunan berat badan, tapi bila hal ini terjadi tiba-tiba justru harus dipertanyakan. Ini memungkinkan seseorang tengah menderita kanker usus, terutama bila ada gejala-gejala kanker usus besar lain yang terjadi.

  1. Gangguan BAB

Rupanya buang air besar yang disertai dengan darah bukan satu-satunya masalah yang bakal dihadapi, melainkan juga adanya diare serta jadwal BAB yang tak teratur pun menjadi tanda akan adanya kanker di dalam usus kita. Kondisi diare dan BAB yang tidak teratur kerap dianggap kondisi yang umum, tapi bila sampai terlalu sering, perlu segera mendapat penanganan. Ada potensi kondisi menjadi lebih buruk bila didiamkan atau hanya diatasi dengan obat pelancar BAB atau penyetop diare.

  1. Perut Kembung

Perut yang terasa kembung terkadang dapat menjadi suatu tanda seseorang sedang masuk angin, namun ketidaknyamanan ini bisa berlangsung cukup lama yang artinya kita tengah mengalami suatu keabnormalan pada bagian usus. Tanda kanker usus bukan hanya perut yang kemudian terasa nyeri dan sakit, tapi perut pun dapat terasa kembung. Penyebab dari rasa kembung tersebut adalah dari sel-sel kanker yang tengah berada di dalam tubuh dan mencoba menginvasi tubuh kita.

(Baca juga: ciri ciri kanker rahim)

  1. Benjolan di Perut

Untuk kasus kanker usus lebih lanjut atau pada stadium yang lebih tinggi, secara fisik kita akan menemukan adanya benjolan di bagian perut. Bila benjolan terlihat tak biasa, itu bisa jadi adalah tumor yang perlu didiagnosa segera untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan secara tepat. Waspadai akan benjolan yang muncul di perut setelah mengalami serangkaian tanda yang disebutkan di atas, bila benar ada timbul benjolan, jangan tunggu apa-apa lagi untuk segera ke dokter.

  1. Nafsu Makan Menurun

Pada kanker usus di stadium lanjut, nafsu makan pun menjadi ikut menurun yang seiring bertambah kurus dan lemahnya tubuh. Otomatis penurunan berat badan akan terjadi pada fase ini yang memang harus diketahui secara pasti dengan memeriksakannya ke dokter.

(Baca juga: ciri ciri kanker lambung)

  1. Dari Dubur Keluar Darah

Pada fase stadium lanjut jugalah tanda ini akan muncul di mana darah bukan lagi hanya keluar saat kita buang air besar. Dubur kita dapat mengeluarkan darah sewaktu-waktu yang menandakan bertambah parahnya sel kanker dalam menginvasi tubuh. Sebelum berlanjut ke stadium berikutnya serta sebelum penanganan menjadi lebih sulit, dianjurkan untuk menempuh metode diagnosa yang disarankan ahli medis supaya benar-benar ketahuan perkembangan sel kanker tersebut.

  1. Menyempit dan Tersumbatnya Bagian Anus

Kalau sudah merasa tak nyaman di bagian anus dan diketahui ada penyumbatan di sana, itu sebuah tanda bahwa kanker usus telah berada pada stadium lanjut. Hal ini pun otomatis mengartikan adanya penyempitan dari anus sehingga tak dapat bekerja normal seperti biasanya.

(Baca juga: penyebab kanker lambung)

Faktor Risiko Kanker Usus

Sel-sel yang tumbuh dan berkembang di bagian tubuh tertentu secara tak terkontrol kemungkinan besar pun akan dapat menimbulkan kerusakan tubuh dan inilah yang kita sebut dengan pemicu kanker. Khusus untuk kasus kanker usus, sel-sel bersifat perusak itu akan tumbuh di dalam gumpalan sel yang bertempat di lapisan usus dalam, lalu kemudian menyebar dan dapat melakukan penghancurkan ke sel-sel lainnya. Bahkan ini bisa terjadi di beberapa daerah tubuh yang lain sehingga cukup mengkhawatirkan.

Penyebab pasti akan kanker usus belumlah diketahui, tapi selalu ada sejumlah faktor penting yang mampu menaikkan risiko kita berpeluang besar mengidap kanker usus. Berikut di bawah ini adalah hal-hal yang memicu kanker usus berkembang di dalam tubuh.

  • Mengidap penyakit atau kondisi genetika sehingga menimbulkan pertumbuhan gumpalan polip atau sel di dalam usus besar.
  • Mengidap sindrom Lynch.
  • Faktor genetik di mana misalnya memiliki saudara kandung atau orang tua yang sudah pernah mengidap kanker usus.
  • Jarang aktif berolahraga.
  • Terlalu sering dan berlebihan dalam mengonsumsi daging merah.
  • Mengidap diabetes.
  • Memiliki penyakit yang berhubungan dengan pencernaan, seperti misalnya radang kronis pada usus besar atau kolitis ulseratif.
  • Usia telah mencapai 60 tahun lebih.
  • Kegemukan atau kelebihan berat badan.
  • Punya kebiasaan merokok.
  • Tubuh kekurangan serat.
  • Punya kebiasaan mengonsumsi minuman keras.

(Baca juga: penyebab kanker usus)

Dari faktor-faktor risiko tersebut, kanker usus besar dapat mengalami perkembangan dari stadium 1 hingga stadium 4 yang paling serius. Berikut penjelasan singkat mengenai keempat stadium kanker usus.

  • Stadium 1 adalah fase di mana pertumbuhan kanker berada di dalam usus besar, tapi penyebaran masih belum terjadi karena dinding usus kita masih menjadi penghalangnya.
  • Stadium 2 adalah fase di mana penyebaran kanker sudah terjadi dan ini tandanya seluruh dinding usus besar sudah terkena dan bahkan tertembus.
  • Stadium 3 adalah fase di mana letak kelenjar getah bening yang tidak jauh dari usus besar sudah mulai digerogoti oleh sel kanker usus besar.
  • Stadium 4 adalah fase di mana sudah terbilang paling buruk dan mematikan karena penyebaran kanker telah menggila. Di fase inilah penyebaran kanker snagat meluas sehingga organ-organ kita yang lain seperti hati dan paru-paru pun ikut terserang.

(Baca juga: stadium kanker usus 0-4)

Sponsors Link

Metode Diagnosa Kanker Usus

Sekadar melihat dan merasakan gejala tanpa adanya proses diagnosa tentu belum cukup untuk mengatakan bahwa kita sudah terserang kanker usus. Untuk lebih pastinya, pasien yang diduga menderita kanker usus bisa menjalani rangkaian diagnosa supaya memperoleh info yang lebih detil. Dokter pada awal metode diagnosa akan bertanya pada pasien tentang segala gejala yang terjadi, lalu juga riwayat kesehatan sang pasien.

Dari jawaban pasien, pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan oleh dokter di mana prosesnya tergolong sederhana. Berikut ini adalah metode-metode yang akan dilakukan oleh dokter.

  1. Sigmoidoskopi – Dengan alat inilah dokter akan memeriksa keadaan anus pasien untuk mengecek ada tidaknya pembengkakan. Alat ini wujudnya adalah selang berukuran kecil dengan kamera dan lampu pada bagian ujung yang dokter akan masukkan ke usus besar melalui anus. Dari monitor yang tersedia, tanda-tanda kanker usus besar akan dapat dilihat.
  2. Kolonoskopi – Metode ini perlu ditempuh pasien apabila dokter merasa metode pertama belumlah cukup. Dengan alat berbentuk panjang ini, jangkauan bakal lebih dalam sehingga gambaran yang didapat oleh dokter juga menjadi lebih jelas di bagian-bagian usus besar yang diserang kanker dan dirasa tak wajar. Pasien perlu menenggak obat pencahar yang diberikan sendiri oleh dokter supaya kotoran yang ada di perut dapat bersih dan hasil yang dokter dapatkan pun bisa menjadi lebih jelas dan detil.
  3. Biopsi – Dokter kemungkinan akan menyertakan biopsi kanker sebagai salah satu prosedur diagnosa apabila memang sangat diperlukan. Dokter akan mengambil sampel menggunakan alat khusus bersama dengan kolonoskopi. Baru setelah sampel terambil, dokter akan lanjut dengan penelitiannya di laboratorium supaya kanker dapat terdeteksi.
  4. Kolonoskopi Virtual – Nama lain dari tes satu ini adalah CT colonography di mana pada umumnya pemeriksaan ini bakal pasien tempuh apabila tak mampu melakukan kolonoskopi yang telah dijelaskan sebelumnya disebabkan adanya alasan medis lain. Pada metode ini, dokter memakai selang khusus yang perlu dimasukkan ke anus pasien, dan memompakan gas lewat selang sehingga terjadi pengembangan pada usus pasien. Selanjutnya, keadaan usus pun dapat diamati oleh dokter dari segaala sudut yang dibantu dengan CT Scan.

(Baca juga: pengobatan kanker kelenjar getah bening)

Cara Mengobati Kanker Usus

Pengobatan kanker usus akan dilakukan dan ditawarkan oleh dokter berdasarkan tingkat keseriusan dari kondisi pasien. Setelah melihat pada stadium berapa pasien mengidap kanker usus, barulah metode pengobatan diputuskan oleh dokter. Pada kanker usus, berikut ini adalah 3 metode pengobatan yang dokter akan lakukan.

  • Kemoterapi – Para penderita kanker pada umumnya akan melewati proses pengobatan kemoterapi kanker karena dengan cara ini sel-sel kanker bisa terbunuh oleh obat-obatan yang diberikan oleh dokter. Terkadang obat yang diberikan berupa kombinasi antara infus dan tablet, tablet saja yang perlu diminum atau infus saja. Tapi selalu ada efek samping akibat menjalani proses kemoterapi, seperti rontoknya rambut, sariawan, panas dan gatal pada tangan dan kaki, lelah, mual dan muntah, serta diare. Tapi setelah berakhirnya proses kemoterapi, efek samping tidak akan berlanjut.
  • Radioterapi – Jenis pertama adalah radioterapi eksternal di mana penghancuran sel kanker akan dilakukan dengan pemancaran gelombang radiasi pada tingkat tinggi. Terapi ini butuh dilaksanakan seminggu 5 hari sampai sekitar 5 minggu. Pasien akan menghabiskan waktu kurang lebih sampai 15 menit saja untuk setiap sesinya. Jenis kedua adalah radioterapi internal di mana penyusutan kanker usus akan dilakukan dengan memakai selang radioaktif yang letaknya ada pada sisi kanker. Khusus jenis kedua radioterapi ini bakal pasien tempuh sesesi tepat sebelum melaksanakan operasi. (Baca juga: radioterapi kanker serviks)
  • Operasi – Operasi dapat dilaksanakan melalui kolonoskopi apabila kanker usus masih stadium awal dan tujuan operasi ini adalah untuk mencegah pertumbuhan kanker. Operasi kolostomi berbeda lagi karena operasi ini akan dilaksanakan saat penyebaran kanker sudah menembus dinding usus; inilah operasi pengangkatan usus besar yang kanker sudah gerogoti berikut juga pengangkatan kelenjar getah bening yang berada di sekeliling usus besar.

(Baca juga: efek kemoterapi kanker getah bening)

Mengetahui setiap tanda-tanda kanker usus secara jelas akan membantu kita lebih waspada dan dapat menangani kanker usus dari awal. Tingkat keparahan kanker ususlah yang akan menentukan seberapa besar peluang kesembuhan si penderita, jadi sejak muncul gejala bisa langsung diperiksakan dan memperoleh diagnosanya.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Wednesday 08th, June 2016 / 14:59 Oleh :
Kategori : Kanker Usus