Sponsors Link
     Sponsors Link

5 Tanda Awal Kanker Usus Besar Paling Berbahaya

ads

Kanker usus besar  merupakan satu diantara jenis kanker yang menyerang sistem pencernaan manusia tepatnya di bagian usus besar. Melihat organ yang diserangnya, kanker jenis ini bisa menyerang dari anak-anak hingga dewasa. Menurut beberapa survei yang dilakukan Dinas Kesehatan pada sepuluh tahun lalu, penyakit kanker usus besar paling banyak diderita oleh penderita usia lanjut (sekitar 50 tahun keatas). Hal tersebut dikarenakan pencernaan   pada usia lanjut seringkali dianggap remeh oleh pemiliknya. Jadi, justru usia dini dan lanjutlah yang penting untuk selalu direspon karena menginjak usia tersebut metabolisme tubuh mulai mengalami penurunan serta tidak stabil. (baca juga: Ciri ciri Kanker Lambung)

Gejala awal kanker usus besar  adalah pembentukan gumpalan berukuran kecil di dalam usus (polip adenoma), yang kemudian menyebar menjadi sel kanker yang lebih besar. Beberapa gejala yang bisa dideteksi sebagai tanda penyakit kanker usus besar diantaranya adalah :

  • Nyeri dan berlanjut kram pada perut
  • Diare dan terdapat darah pada kotoran (tinja), serta tekstur kotoran tidak lagi padat
  • Pendarahan di anus
  • Tubuh lelah, hilang selera makan
  • Kembung, konstipasi

Baca juga : Gejala Kanker Pankreas – Gejala awal Kanker Tulang

Pada uraian berikut dijelaskan satu persatu mengenai tujuh tanda sebagai awal diagnosa manual penyakit kanker usus besar.

Nyeri dan Kram Perut

Kram atau nyeri perut menjadi tanda awal diagnosa bahwa ada problem di saluran pencernaan. Bagi seseorang yang mengalami nyeri pada bagian perut secara akut, melilit, seolah diremas-remas, terkadang hilang dan muncul kembali merupakan satu diantara tanda kanker usus besar. Namun demikian, perlu dilakukan diagnosa lebih lanjut jika kesakitan itu berlanjut selama lebih dari tiga hari.

Diare

Perubahan pada saat buang air besar perlu diamati lebih lanjut setelah mengalami sembelit saat kram perut. Diare adalah perubahan siklus buang air besar secara berlebihan per harinya (3-lebih dalam sehari). Selain intensitasnya, diare dilihat dari perubahan bentuk tinja (kotoran) menjadi cair. Baik intensitas dan perubahan tinja tersebut keduanya saling berkaitan, sehingga hanya bisa disebut diare apabila dua ciri tersebut terjadi selama lebih dari dua hari.

Pendarahan Anus

Gejala berikutnya adalah munculnya darah di bagian anus secara terus-menerus selama buang air besar dan terkadang muncul bersamaan dengan tinja. Terdapat dua kemungkinan terjadinya pendarahan anus seperti wasir dan luka robek pada anus (fissura ani). Dua penyakit tersebut menyebabkan adanya darah saat BAB. Namun, apabila gejala tersebut muncul terlalu sering maka dapat menjadi awal tanda kanker usus besar.

Sponsors Link

Tubuh Mudah Lelah

Tubuh terasa lelah merupakan hal biasa jika terjadi seusai melakukan pekerjaan atau rutinitas setiap harinya. Tetapi kelelahan yang muncul selama beberapa hari bertutur-turut terlebih setelah mengalami diare, bisa jadi tanda awal kanker usus. Hal ini terjadi karena perubahan siklus metabolisme tubuh saat mengalami diare dan hilang nafsu makan sehingga otomatis tubuh akan terasa lelah dan tidak bergairah.

Kembung

Perut kembung dapat terjadi saat terdapat gas berlebihan pada saluran pencernaan (lambung dan usus). Normal bagi manusia saat merasakan kembung dan membuang gas limbah sisa proses pencernaan. Namun berbeda jika hal ini dirasakan terus menerus bersamaan dengan beberapa gejala lain diatas.

Dari beberapa gejala yang dapat dideteksi tersebut, tidak semuanya merupakan gejala yang wajib terjadi pada penderita awal. Namun, jika gejala tersebut dirasakan berkelanjutan sementara pertolongan pertama  tidak menunjukan reaksi, segera periksakan diri Anda agar segera dapat dideteksi :

Faktor Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab kanker sebenarnya berasal dari pertumbuhan sel di bagian tubuh tertentu dan bersifat merusak jaringan sekitar, demikian pula dengan penyakit kanker usus besar. Pada kasus kanker jenis ini, pertumbuhan sel berawal di dalam gumpalan pada lapisan usus bagian dalam. Sel tersebut merusak sel-sel lain disekitarnya hingga menjalar ke seluruh bagian tubuh. (baca juga: Gejala Kanker Prostat)

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan sel kanker pada usus diantaranya :

  • Mengonsumsi alkohol dan merokok
  • Obesitas
  • Usia senja (60 tahun keatas)
  • Kurang olah raga, kurang mengonsumsi serat
  • Gangguan pencernaan seperti radang usus
  • Faktor genetik
  • Mengonsumsi daging merah berlebihan
  • Penderita sindrom Lynch

Faktor- faktor tersebut dapat semakin memicu terjadinya sel kanker atau merusak sel yang baik menjadi sel kanker. Dengan demikian bagi Anda yang termasuk dalam kebiasaan diatas, segera kurangi dan ganti dengan pola hidup sehat.

Perkembangan Kanker Usus Besar (tahap stadium)

Seperti biasanya, penyakit kanker bisa dideteksi tingkat keganasannya dari berapa lama sel rusak tersebut menghuni organ tubuh penderitanya. Hal tersebut di fungsikan agar ketika masih berada pada tahap awal (stadium 1) sel kanker kemungkinan besar bisa dihilangkan.

  • Stadium 1 (Awal) – Pada stadium awal kanker mulai muncul dan tumbuh dalam usus besar, tetapi belum sempat menyebar. Hal tersebut dikarenakan adanya dinding usus yang menghalangi penyebaran sel kanker ke organ lain.
  • Stadium 2 (Medium 1) – Pada stadium 2 sel kanker sudah mulai menyebar ke dinding usus besar (menembus dinding).
  • Stadium 3 (Medium 2) – Tahap ini adalah mulai rusaknya kelenjar getah bening yang terletak disekitar usus besar karena sudah digerogoti oleh kanker.
  • Stadium 4 (Akhir) – Tahap ini adalah tahap yang paling parah pada penyakit kanker. Pada stadium ini kanker sudah menjalar jauh ke organ-organ penting lainnya (paru-paru, hati).
sponsored links

Terdapat tiga jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker usus besar pada masing-masing tingkatannya. Berikut akan dipaparkan tiga jenis pengobatan yang akan dilakukan oleh dokter untuk kasus kanker usus besar.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah cara membunuh sel kanker dengan pemberian obat khusus kanker usus besar (misalnya: bevazicumab; cetuximab). Kemoterapi pada kanker usus besar dilakukan dengan tujuan mengecilkan sel kanker yang telah menyebar. Selain hal tersebut, pemberian obat khusus kanker dianjurkan sebagai penghilang rasa sakit yang diderita pasien, serta memperlambat penyebaran kanker. Kemoterapi tetap diberikan pascaoperasi agar mencegah kanker tumbuh kembali.

Kemoterapi memiliki efek samping apada pelaksanaannya. Efek samping tersebut dapat berupa mual dan muntah, sariawan, serta rambut rontok. Efek samping akan hilang dengan sendirinya setelah pengobatan dengan kemoterapi berakhir. (baca juga: Kemoterapi Kanker)

  1. Radioterapi

Pengobatan menggunakan jalan radioterapi tidak jauh berbeda dengan kemoterapi, yaitu bertujuan untuk membunuh sel kanker yang telah terlanjur menyebar. Pada radioterapi pengobatan dilakukan dengan memakai efek radiasi. Radioterapi bisa dilakukan dengan tujuan menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker sebelum diputuskan untuk tindakan operasi. Radioterapi juga akan dilakukan usai pasien kanker melakukan operasi agar mencegah sel kanker tumbuh kembali.

Pada pengobatan radioterapi, pasien juga akan mengalami efek samping seperti diare, lelah, mual, dan sering buang air, efek samping lain yang dapat muncul adalah panas di area kulit sekitar anus dan panggul.

  1. Operasi

Tindakan operasi pada pasien kanker usus besar dilakukan dengan melihat indikator parahnya kanker yang diderita (stadium). Apabila kanker masih masuk stadium awal, operasi akan dilakukan melalui kolonoskopi guna menghilangkan pertumbuhan kanker. Namun jika kalonoskopi tidak berhasil, maka dilakukan laparoskopi.

Tahap berikutnya pada operasi sel kanker usus besar disebut operasi kolostomi. Tahap tersebut dilakukan bila kanker sudah menyebar ke dinding usus. Operasi ini biasanya bisa mengangkat bagian usus besar yang telah digerogoti kanker, serta kelenjar getah bening yang ada disekitarnya.

Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Segala penyakit yang timbul sudah pasti dapat dicegah, tidak terkecuali dengan penyakit kanker usus besar. Setidaknya risiko terkena penyakit jenis ini dapat diminimalkan dengan beberapa pola hidup sehat dan pola pikir sehat, seperti pada uraian berikut.

  • Rutin Olah raga
  • Pola makan Sehat
  • Berat Badan normal
  • Berhenti alkohol dan merokok (pasif dan aktif)

Baca juga : Pencegahan Kanker Hati – Gejala kanker paru paru stadium 1

Penderita kanker usus besar memiliki peluang hidup yang besar untuk sembuh. Perkiraan kesembuhan bagi penderita kanker yang terdiagnosis setahun kemudian mencapai persentase 80 persen. Bahkan dengan mencanangkan pola pikir, pola makan, dan pola hidup sehat, pasien yang sebelumnya memiliki peluang hidup hanya 80 persen tersebut, bisa sembuh seutuhnya tanpa takut kembali terserang penyakit mematikan ini.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Monday 19th, December 2016 / 08:11 Oleh :
Kategori : Kanker Usus