Sponsors Link
     Sponsors Link

10 Gejala Kanker Usus Besar Paling Berbahaya

ads

Kanker usus jelas menjadi salah satu penyakit paling serius yang menjadi momok bagi banyak orang. Kanker usus memiliki ciri atau gejala yang beragam yang mungkin terkadang gejala tersebut dianggap sepele sehingga tidak secara langsung mendapatkan penanganan. Di bawah ini ada sejumlah tanda kanker usus yang tidak hanya perlu diketahui namun juga perlu diwaspadai sehingga mampu mengatasinya secara cepat.

1. Darah pada Feses

Ketika buang air besar dan tinja atau feses kelihatan berbeda dari biasanya, seperti dari tekstur, warna dan ukurannya, maka perlu dicurigai. Selain perubahan bentuk, warna dan ukuran, tanda utama kanker usus maupun jenis kanker lain adalah keluarnya darah bersamaan dengan feses tersebut. Para penderita kanker usus dapat pada umumnya mengeluarkan feses yang bentuknya menjadi lebih tipis dan panjang bersama dengan darah.

Untuk mengetahui benar seperti apa kondisi tubuh Anda, memerhatikan warna, aroma dan bentuk feses akan sangat membantu. Di bawah ini adalah ciri-ciri feses yang menunjukkan bahwa tubuh Anda dalam kondisi sehat.

Warna Feses

Warna dari feses menunjukkan apa yang Anda konsumsi karena warnanya jelas akan bermacam-macam. Berikut ini adalah warna-warna feses yang otomatis menunjukkan bahwa Anda sedang tidak dalam keadaan sehat.

  • Warna hijau tua artinya tubuh Anda tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup.
  • Warna putih atau cendering abu-abu artinya Anda diduga menderita hepatitis atau kanker pankreas.
  • Warna merah cerah artinya feses keluar bersama darah dan pada bagian bawah pencernaan Anda pun tengah mengalami pendarahan.
  • Warna hitam artinya di dalam pencernaan tengah mengalami pendarahan, terutama di daerah tenggorokan atau lambung. Warnanya hitam karena darah akan melalui cairan asam lambung pada proses oksidasi.
  • Warna kuning artinya kandungan lemak terdapat banyak sekali pada tinja Anda dan ini artinya Anda mengonsumsi terlalu banyak makanan berkandungan lemak yang tinggi.

Aroma Feses

Aroma feses tentu tidak ada yang sedap, namun aroma feses yang begitu busuk menandakan bahwa ada parasit atau bakteri di dalamnya. Jika ditambah dengan fakta bahwa warna feses yang keluar berwarna hitam, maka pencernaan kemungkinan mengalami infeksi.

Bentuk Feses

Feses yang keluar dari tubuh tentu amat bervariasi, hanya saja Anda bisa mengatakan bahwa feses Anda sehat apabila teksturnya tidak begitu lembek dan juga tidak begitu keras. Bila feses sangat gampang keluar dan juga Anda tidak merasakan sakit, maka jelas kondisi Anda sehat. Namun, feses yang tipis dan lebih panjang, dapat menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres, terutama di bagian usus. Feses disertai minyak atau lendir juga menunjukkan hal yang kurang baik karena mengindikasikan Anda menderita penyakit pankreas.

2. Ketidaknyamanan di Perut

Seseorang dapat dikatakan positif menderita kanker usus apabila perut senantiasa tidak merasa nyaman. Contoh rasa tidak nyaman yang dapat dirasakan adalah kembung, inflamasi, sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dapat dipicu oleh invasi yang dilakukan oleh sel kanker sehingga rasa tidak nyaman bukan hanya akan timbul sesekali melainkan berkali-kali dan frekuensi yang sering.

Nyeri dan Sakit

Perut akan terasa sakit atau terasa nyeri dan biasanya bentuk rasa sakit ini bisa berupa kram. Diketahui rasa kram ini berasal dari invasi sel kanker. Pada keadaan seperti ini, penderita biasanya akan merasa seperti ususnya tidak pernah kosong dan ini semua disebabkan adanya dinding usus yang ditempeli tumor. Tumor tersebut akan membuat sistem pencernaan menjadi terganggu dan bisa membuat penderita merasa ada sesuatu yang mengganjal. Jalannya masuknya makanan akan dihambat oleh pertumbuhan tumor pada bagian dinding usus sehingga sulit dicerna.

Kembung

Perut yang terasa kembung bukan selalu gara-gara sakit masuk angin biasa. Kembung ini juga bisa menjadi kondisi dari gejala kanker usus. Kondisi kembung seperti ini juga dialami pada : kanker ginjalciri ciri kanker lambung

Inflamasi

Kondisi inflamasi yang dialami perut ini bisa juga dianggap sebagai kondisi peradangan dan kanker usus dapat menjadi komplikasi dari radang yang terjadi di perut. Inflamasi pada perut juga umumnya disertai dengan rasa nyeri yang dirasakan di bagian perut serta buang air besar yang encer bercampur darah.

3. Berat Badan Turun Tanpa Alasan

Turunnya berat badan yang terjadi secara drastis akan cukup mengejutkan, khususnya jika penderita tidak dalam program diet. Apabila nafsu makannya terbilang besar dan baik sebelum-sebelumnya, maka patut dicurigai mengapa berat badannya bisa berangsur menurun dengan cepat.

Kondisi seperti ini juga terjadi pada : gejala kanker kelenjar getah beningciri ciri kanker mulutgejala kanker darah

sponsored links

4. Kebiasaan Buang Air Besar Berubah

Bagi Anda yang dapat secara rutin buang air secara normal, hal ini akan berubah dengan frekuensi yang berkurang atau justru malah bertambah apabila memiliki kanker usus. Tidak hanya itu, Anda juga akan merasakan adanya keinginan atau hasrat untuk buang air, tapi setelah dicoba hasilnya tidak bisa keluar. Terjadinya kondisi ini dipicu oleh adanya kotoran yang ukuranya dan diameternya mengalami perubahan. Buang air besar disertai kram di perut dapat terjadi apabila Anda memiliki keinginan buang air yang meningkat dan Anda di mana keadaan ini lebih tepat dikatakan sebagai kondisi diare yang ditambah dengan sembelit.

5. Sembelit

Pada tahap yang sudah kronis, maka penderita akan mengalami sulit buang air besar selama beberapa hari atau yang dinamakan dengan sembelit. Sembelit bisa saja menjadi tanda adanya masalah di dalam pencernaan karena kurangnya asupan serat, tapi jangan sepelekan karena bisa juga ini menjadi ciri kanker usus. Akan menjadi positif apabila penderita mengalami sembelit ini bersamaan dengan gejala yang lainnya. Pada kondisi gejala sembelit, maka perut akan terasa penuh walau akan sulit dikeluarkan.

6. Adanya Benjolan di Perut

Ketika penderita mulai merasakan adanya benjolan pada bagian perut, maka itu tandanya tumor yang ada di bagian dinding usus semakin tumbuh membesar dan kondisi sudah mulai masuk ke dalam tahap serius. Bentuk benjolan yang ada di dinding usus termasuk rata dan teratur dengan tekstur yang terbilang keras. Hanya saja saat tumor terus tumbuh, maka saat menyentuhnya atau tidak, rasa sakit akan dapat dirasakan oleh penderita, terutama area yang ada di sekitar tumbuhnya tumor.

7. Anemia

Ketika penderita buang air besar yang terlalu sering dan disertai dengan keluarnya darah, maka otomatis banyak darah yang akan keluar sehingga penyakit kekurangan darah atau anemia dapat terjadi. Inilah yang membuat penderita memiliki kulit yang pucat serta merasa lemas setiap saat, tentu dikarenakan banyaknya darah yang keluar dari tubuh. Jika tidak yakin apakah Anda menderita anemia sebagai salah satu gejala dari kanker usus, berikut adalah beberapa informasi apa yang Anda alami sebagai tanda anemia:

  • Tampak pucat dan hal ini dipicu oleh kurangnya sel darah merah sehingga kulit warnanya otomatis akan berubah dan tidak seperti biasanya.
  • Lemah adalah keadaan di mana rasanya tubuh Anda akan sangat lemas karena sel darah yang jumlahnya semakin sedikit akibat terlalu banyak keluar. Tubuh yang lemas juga dipicu oleh energi yang tidak dipenuhi oleh darah merah.
  • Pusing tentu juga akan otomatis dialami ketika anemia terjadi karena kurangnya sel darah merah sehingga aliran oksigen tidak sampai ke otak sesuai yang dibutuhkan. Jadi, ketika merasa pusing, waspadalah bahwa Anda tengah mengalami anemia.

Kondisi anemia ini juga bisa disebabkan oleh : gejala kanker hati – bahaya kanker tulang belakang

8. Cepat Lelah

Cepat merasa lelah meski tidak melakukan terlalu banyak kegiatan memang harus dicurigai. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter ketika rasa lelah yang muncul disertai dengan gejala-gejala penyakit kanker usus yang lain. Kondisi tubuh yang mudah lelah juga bisa menjadi efek atau akibat dari gejala anemia.

9. Radang Usus Buntu

Kanker usus, terutama kanker usus buntu, bisa terkadi dan gejalanya adalah terjadinya radang usus buntu. Penderita akan mengalami rasa sakit atau nyeri lokal di bagian perut sebagai penanda adanya sel-sel kanker yang menginvasi.

10. Disentri

Disentri terkadang sering dikira penyakit biasa, padahal kondisi penyakit ini bisa menjadi penanda adanya kondisi penyakit yang lebih serius, seperti kanker usus. Adanya darah dan bahkan nanah ketika buang air juga dimiliki oleh kanker usus dubur dan sigmoid yang kerap dianggap sepele karena dikira hanya penyakit disentri biasa.

Gejala Penyebaran Kanker Usus

Kanker akan dapat menyebar dengan cepat, apabila tidak mendapat penanganan yang benar untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Pada stadium lanjut, penyebaran sel kanker dapat terjadi dan hal ini bisa menjangkau ke segala organ tubuh Anda dan inilah yang dinamakan kondisi metastasis. Penyebaran sel kanker dapat melalui darah atau kelenjar getah bening dan berikut adalah gejala yang diketahui:

  1. Kekentalan Darah

Penyebaran sel kanker salah satunya adalah darah dan setelah berhasil masuk ke darah, perkembangan sel-sel kanker pun akan dimulai.

  1. Penyebaran di Bagian Organ Hati

Pada stadium lanjut, akan terjadi penyebaran kanker usus di mana hal ini jelas akan terjadi di bagian rektum dan usus besar yang berasal dari hati. Saat penyebaran sudah sampai ke organ hati, masalah akan semakin serius jika penanganan medis tidak segera diberikan. Pada proses pemeriksaan screening yang Anda lakukan secara teratur terkadang sudah dapat melihat dan mengetahui adanya penyebaran kanker usus.

(baca juga : kanker hatikanker kelenjar getah bening)

Fase Perkembangan Kanker Usus

Kanker usus memiliki 4 tahapan atau tingkat keseriusan kondisi, biasanya kita menyebutnya sebagai stadium kanker usus dan berikut adalah keterangannya:

  • Stadium 1 adalah fase di mana pertumbuhan kanker terjadi pada usus besar. Penyebaran belum terjadi karena dinding usus masih menjadi penghalang.
  • Stadium 2 adalah fase di mana penyebaran kanker sudah terjadi dan mulai menginvasi seluruh dinding usus. Bahkan parahnya lagi, sel-sel kanker pada fase ini telah mampu menembus dinding usus.
  • Stadium 3 adalah fase di mana sel-sel kanker yang mengerikan telah menggerogoti kelenjar getah bening yang lokasinya paling dekat dengan usus.
  • Stadium 4 adalah fase yang paling serius dan parah di mana sel kanker jelas sudah menyebar ke mana-mana. Seluruh organ tubuh diketahui telah terserang oleh sel-sel kanker ini, termasuk bagian hati dan paru-paru.

Untuk menentukan seberapa serius atau pada fase/stadium berapa sebuah kondisi kanker usus, diagnosis atau pemeriksaan perlu dilakukan. Dokter akan dapat membantu memberikan penanganan serta obat yang benar saat telah mengetahui tingkat keparahan dari kanker usus yang diderita pasien.

Metode Diagnostik Kanker Usus

Ada beberapa metode dalam mendiagnosa kanker usus. Diagnosis jelas diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan berikut ini merupakan metode terpercaya yang kerap digunakan dalam proses diagnosis.

  1. MRI, CT atau B-Scan

Model pemeriksaan seperti ini, yaitu menggunakan B-Scan, CT atau MRI mendiagnosa kanker usus secara tidak langsung, namun pemeriksaan dilakukan pada kaitannya ukuran dan situs kanker dengan kelenjar getah bening. Akan diketahui hasilnya setelah pemeriksaan dilakukan pada bagian area jaringan kelenjar getah bening karena penyebaran sel kanker bisa terjadi melalui bagian tersebut.

  1. X-Ray

Metode diagnosis satu ini adalah memeriksa dengan cara memasukkan makanan yang berbahan barium supaya saluran pencernaan dapat diuji beserta dengan barium enema. Pengecekan ini dilakukan agar dapat mengetahui ada atau tidak adanya polip ganda dengan melihat morfologi usus dan mengamatinya melalui gambar hasil pemeriksaan X-Ray.

  1. Colok Dubur

Metode diagnosis satu ini adalah di mana dokter akan memeriksa dengan mengenakan sarung tangan, lalu menggunakan minyak yang dioleskan ke jari telunjuk serta anus. Jari telunjuk yang sudah dioles minyak akan memeriksa benjolan yang ada pada bagian anus.

  1. Endoskopi

Metode pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui dan memastikan kondisi pasien yang berkaitan dengan adanya perubahan kebiasaan buang air besar serta munculnya darah yang keluar ketika buang air besar. Kolonoskopi dan sigmoidoskopi adalah metode lain yang perlu ditempuh jika tidak ada penemuan yang menguatkan diagnosis kanker usus saat pemeriksaan dubur.

  1. Tes Darah Tinja

Darah diketahui akan mengalir bersama dengan tinja atau feses ketika penderita memiliki jaringan kanker usus. Dengan pengadan tes darah ini, bahkan sejumlah kecil komponen darah pasti akan terdeteksi di mana jika hasilnya positif dan terjadi perdarahan kronis di saluran pencernaan, maka pasien dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan berikutnya adalah untuk mengetahui keberadaan tumor tepatnya di sistem pencernaan.

Faktor Pemicu Kanker Usus

Kanker usus tentu tidak sembarang muncul dan sel-sel kanker tidak akan tumbuh tanpa adanya penyebab. Adanya sel yang ada di dalam tubuh tertentu dan terus berkembang secara tidak terkontrol adalah pemicu kanker, terutama apabila memiliki sifat yang merusak. Untuk kasus penyakit kanker usus, sel yang tumbuh itu berawal dari gumpalan sel yang terdapat pada lapisan usus bagian dalam yang kemudian menjalar dan menyebar. Tak hanya sampai di situ, sel-sel lain di dalam tubuh pun akan dihancurkan dan akhirnya menyebar ke bagian organ tubuh yang lainnya.

Lapisan usus sebenarnya pada dasarnya dan pada awalnya tidak menghasilkan sel-sel bersifat berbahaya dan justru sel-sel yang diproduksi akan sangat membantu dalam menjaga fungsi tubuh agar tetap normal. Hanya saja, apa yang menyebabkan kerusakan sel-sel tersebut belumlah diketahui dan apa yang memicunya bertransformasi menjadi sel kanker dengan pertumbuhan yang tidak dapat dikontrol.

Sponsors Link

Belum diketahuinya penyebab kanker usus secara pasti bukan lantas Anda tidak dapat mencegahnya. Beberapa faktor di bawah ini adalah yang dapat membuat risiko seseorang terserang kanker usus meningkat, sehingga patut untuk mewaspadainya.

  1. Radang Usus

Penyakit Crohn serta Ulcerative Colitis kerap menandai penyakit radang usus dan kondisi di mana usus mengalami peradangan juga dapat menjadi penyebab kanker usus. Risiko perkembangan kanker kolorektal akhirnya menjadi meningkat oleh karena dua kondisi tersebut. Semakin besarnya kesempatan terserang kanker kolorektal ditandai dengan semakin lamanya waktu Anda menderita kondisi radang usus sehingga hal ini patut diwaspadai.

  1. Genetika

Dalam beberapa penelitian, para ahli menyatakan bahwa kasus kanker usus sekitar 25 persen berkemungkinan disebabkan oleh adanya faktor genetik. Kaitan genetik ini cukup mengejutkan dan contoh dari penyebab genetik yang paling sering ditemukan pada kanker usus adalah HNPCC atau kanker kolorektal non-poliposis herediter dan FAP atau familial adenomatosa poliposis.

  1. Umur

Faktor umur bisa menjadi salah satu kemungkinan terbesar yang meningkatkan risiko kanker usus walaupun tidak secara langsung. Namun, ketika seseorang sudah menginjak usia 50 tahu ke atas, polip dimiliki oleh satu dari empat orang yang tandanya peningkatan risiko kanker pun dapat terjadi.

  1. Diet Berlebihan

Menurunkan berat badan agar memiliki tubuh indah dengan berat tubuh ideal memang idaman setiap wanita, maupun pria. Namun risiko kanker usus dapat meningkat ketika Anda melakukan metode diet yang kurang tepat. Nutrisi sel usus dapat terancam berkurang sehingga usus tidak lagi mendapat perlindungan dari usus dalam melawan radikal bebas.

  1. Merokok

Kebanyakan orang tahu bahwa merokok itu berbahaya dan kebanyakan hanya mengetahui bahwa merokok dapat memicu kanker paru-paru yang padahal juga bisa menaikkan risiko terkena kanker usus. Ratusan bahan kimia ada di dalam rokok sehingga tidak baik untuk kesehatan usus. Tubuh yang mendapatkan bahan-bahan kimia maka akan memberikan pengaruh buruk bagi pertumbuhan sel-sel yang baik, khususnya organ usus dengan fungsinya sebagai pusat masuk dan tercernanya makanan.

Menurut beberapa penelitian, sebagian besar dari orang yang menderita kanker usus mengaku bahwa mereka memiliki kebiasaan merokok alias mereka adalah perokok aktif. Menjauhi kebiasaan merokok sekitar 5 bulan saja akan membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada organ usus. Menjauhkan diri dari rokok sebagai seorang yang sudah kecanduan memang sulit, namun tidak ada yang mustahil dengan niat yang besar.

Baca juga : Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks

  1. Makanan Manis dan Berlemak

Tentu saja apa yang kita makan, bila tidak hati-hati maka akan meningkatkan risiko terkena kanker, termasuk kanker usus. Makanan jelas menjadi salah satu faktor peningkat risiko kanker usus utama, terutama makanan tidak sehat yang dikonsumsi secara sering dan dalam kadar yang banyak. Makanan yang berlemak atau berkolesterol tinggi, makanan mengandung toksin dan karbon, serta makanan dengan lemak jenuh, kadar gula tinggi dan garam akan otomatis menaikkan risiko kerusakan usus yang bakal terjadi secara perlahan.

  1. Makanan Instan

Pola hidup instan rupanya termasuk di dalam faktor peningkat risiko kanker usus, seperti misalnya mengonsumsi makanan dan minuman instan yang dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya proses pengolahan makanan instan saja yang dipermasalahkan di sini, melainkan juga kemasan setiap makanan instan. Kemasan makanan yang menggunakan sterofoam, plastik, serta bahan kaleng tampak umum, namun ada zat-zat kimia berbahaya yang terkandung pada kemasan yang pada suhu panas akan otomatis bercampur dengan makanan.

Baca juga : Makanan Penyebab Kanker Yang Dimakan Setiap Hari

  1. Kurang Berolahraga

Kurangnya aktivitas tubuh juga memiliki efek tinggi terhadap naiknya risiko kanker usus. Seperti yang banyak orang telah ketahui, berolahraga sama dengan menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar, yang artinya juga mampu membuat sel antibodi tercipta dengan kekuatan lebih dalam melawan radikal bebas, bakteri serta virus penyebab kerusakan usus. Kegiatan olahraga yang dilakukan paling tidak satu minggu 2 kali akan membantu menghalangi masuknya segala bakteri dan virus ke dalam usus.

  1. Alkohol

Minuman beralkohol dikatakan baik untuk menjaga kestabilan arteri jantung asal dengan porsi yang tepat dan tidak berlebihan. Sementara meminum alkohol sebagai kebiasaan ditambah dengan kadar yang banyak akan membuat fungsi sel usus melemah. Terdapat senyawa bersifat kasar di dalam alkohol yang bila masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan peradangan usus, bahkan juga bisa memicu iritasi dalam.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Monday 23rd, May 2016 / 09:54 Oleh :
Kategori : Kanker Usus