Sponsors Link

5 Cara Pengobatan Kanker Usus Besar – Diagnosa dan Pencegahannya

ads

Usus besar adalah organ tubuh yang memiliki peran yang sangat penting untuk sistem pencernaan manusia. Fungsi utama dari usus besar adalah menyerap air dari feses. Selain itu, usus besar juga berfungsi menyimpan dan membuang sisa makanan serta mengurangi jumlah bakteri. Fungsi usus yang menjadi tempat sisa makanan ini membuat usus rentan terserang penyakit, apalagi jika makanan yang masuk tidak memiliki kualitas yang baik. Salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi usus adalah kanker usus.

Kanker usus merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemui, terutama pada orang yang berusia lanjut, yaitu 50 tahun atau lebih. Pada pria, kanker usus besar merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita. Bahkan, menempati urutan ketiga setelah kanker prostat dan kanker paru-paru. Sedangkan, pada wanita kanker usus besar juga menempati urutan ketiga kanker yang sering diderita, setelah kanker payudara dan paru-paru.

Baca juga:

Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel kanker ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum. Kanker usus besar biasanya ditemukan di persimpangan antara rektum dan sigmoid. Biasanya, kanker usus besar diawali dengan pertumbuhan sel yang tidak ganas atau adenoma. Di awal pertumbuhan sel ini, akan terbentuk polip atau sel yang tumbuhnya sangat cepat.

Gejala Kanker Usus Besar

Kanker usus besar tidak menunjukkan tanda-tanda apapun di awal tumbuhnya. Seringkali, adenoma yang terbentuk di stadium awal kanker usus besar tidak menunjukkan gejala apapun sehingga keberadaannya tidak terdeteksi hingga waktu yang cukup lama. Namun, jika dibiarkan dia akan semakin berkembang dan menyebar hingga ke seluruh bagian usus besar. Untuk itu, perlu ada kesadaran diri pada orang-orang beresiko kanker usus besar.

Baca juga:

Dengan adanya kesadaran diri dan kesediaan untuk rutin melakukan tes untuk deteksi awal, dengan melakukan tes darah samar. Tes ini seharusnya dilakukan bahkan sebelum terasa gejala apapun, agar dapat ditemukan adanya polip prakanker yang sedang tumbuh di usus. Polip prakanker adalah pertumbuhan yang tidak normal pada usus besar atau rektum yang dapat segera diangkat sebelum terjadi perubahan menjadi kanker. Biasanya deteksi dini ini disarankan bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas, atau seseorang yang memiliki riwayat kanker usus.

Baca juga:

Namun, jika deteksi dini tidak dilakukan dan polip terus berkembang menjadi kanker, gejala kanker usus besar pun akan terasa. Berikut ini beberapa gejala kanker usus besar yang dapat diketahui:

  • Tinja berdarah, dimana darahnya berwarna merah terang atau gelap. Biasanya keluarnya darah ini tidak disertai rasa sakit.
  • Perut terasa nyeri dan pencernaan terganggu. Misalnya, akan terasa rasa sakit di perut yang sangat, mengalami diare, atau sebaliknya akan mengalami sembelit.
  • Pola buang air besar yang tidak menentu, seperti diare secara tiba-tiba yang kemudian akan menjadi sembelit yang tiba-tiba.
  • Bentuk tinja berubah, diakibatkan adanya sel kanker yang mengganggu saluran pengeluaran tinja.
  • Berat badan turun drastis dan anemia akibat banyaknya darah yang keluar bersama tinja.
  • Bisul di anus yang tidak kunjung sembuh dan terasa nyeri.
  • Sakit kuning, yang menandakan kanker sudah bermetastasis ke organ hati.
Sponsors Link

Diagnosa Kanker Usus Besar

Gejala-gejala di atas mungkin belum tentu disebabkan oleh keberadaan sel kanker di usus besar. Untuk itu, ada beberapa metode yang digunakan untuk memastikan apakah gejala yang dialami pasien berhubungan dengan kanker usus atau tidak. Berikut ini beberapa cara untuk memastikan keberadaan kanker usus besar:

  1. Rectal examination

Merupakan proses pemeriksaan dimana dokter meraba daerah rectum untuk memeriksa keberadaan benjolan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberi pelumas untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien. (Baca juga: Kanker Usus Besar : Pengertian, Ciri, Penyebab, Dan Diagnosanya)

  1. Fecal occult blood test

Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi apakah ada darah terbawa di tinja. Hiperplasia jaringan usus besar bisa menyebabkan kebocoran darah yang akan terbawa oleh tinja. Jika pemeriksaan ini dinyatakan positif, itu artinya ada pendarahan yang terjadi di sistem pencernaan. Pasien akan sangat dianjurkan untuk melanjutkan pemeriksaan dan memastikan keberadaan tumor atau kanker di usus besar.

  1. X-ray

X-ray adalah pemeriksaan dengan memanfaatkan barium meal examination dan barium enema. Dengan pemeriksaan ini, dokter bisa mendapatkan gambaran morfologi usus besar dan mengetahui keberadaan polip di usus besar. (Baca juga: Ciri Kanker Usus 12 Jari)

  1. Endoskopi

Jika pada pemeriksaan sebelumnya ditemukan adanya darah dalam tinja atau ada perubahaan kebiasaan buang air besar, kolonoskopi harus dilakukan untuk menemukan segala jenis lesi di usus besar. Hasil abnormal pada rectal examination juga akan mengarahkan pasien untuk menjalani pemeriksaan ini.

  1. USG, CT Scan atau MRI

Pemeriksaan ini memang tidak bisa secara langsung mendiagnosa keberadaan sel kanker. Namun, pemeriksaan USG, CT Scan atau MRI bisa memberi gambaran mengenai letak, bentuk, ukuran dan kondisi jaringan di sekitar sel kanker. Hal ini perlu dilakukan untuk menganalisis operasi atau pengobatan yang perlu diberikan kepada pasien kanker usus besar.

  1. Biopsi

Biopsi sangat dibutuhkan untuk mendiagnosa secara lebih pasti keberadaan sel kanker. Dengan biopsi, dokter bisa memastikan adanya pertumbuhan sel kanker di jaringan yang diperiksa atau penyebarannya ke jaringan di sekitarnya.

Stadium Kanker Usus Besar

Pengobatan kanker usus besar sangat ditentukan oleh stadium kanker yang sedang dialami. Selain itu, probabilitas hidup pasien juga bisa tergantung dari stadium kanker saat diberi perawatan pertama kali. Berikut ini stadium kanker usus besar yang bisa diketahui:

  • Stadium 0, dimana sel-sel abnormal dapat ditemukan di dinding usus besar dan belum menyebar. Stadium ini juga bisa disebut carcinoma in situ.
  • Stadium 1, dimana tumor sudah mulai tumbuh di dinding usus besar dan menginvasi bagian submukosa.
  • Stadium 2, tumor sudah memasuki dinding usus besar lebih dalam dan dapat menyebar ke organ lain di sekitarnya. Namun, di stadium ini tumor masih belum memasuki kelenjar getah bening.
  • Stadium 3, kanker sudah mulai masuk ke kelenjar getah bening, namun belum menyebar ke organ lainnya.
  • Stadium 4, kanker sudah mulai menyebar ke organ lain seperti paru-paru, hati, lambung, bahkan ovarium.

Baca juga:

Cara Pengobatan Kanker Usus Besar

Jika pasien sudah divonis menderita kanker usus besar, maka dokter akan menganalisis tingkat perkembangan sel kanker, atau stadium kanker yang dialami. Diagnosa dokter tersebut akan menentukan pengobatan apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi, atau bahkan menghilangkan sel kanker yang sedang tumbuh. Berikut ini cara pengobatan kanker usus besar yang bisa dilakukan :

sponsored links
  1. Operasi

Operasi merupakan penanganan yang paling sering digunakan untuk mengobati kanker usus besar. Sebagian pasien kanker usus besar, khususnya yang masih memasuki stadium awal, memilih operasi sebagai pengobatan kanker yang dideritanya. Dengan operasi, sel kanker bisa diangkat dan meningkatkan kemungkinan pasien untuk sembuh total. Namun, hal ini hanya berlaku jika sel kanker masih terlokalisir dan belum menyebar ke organ tubuh yang lain.

Baca juga:

  1. Radioterapi

Radioterapi bermanfaat untuk menurunkan resiko sel kanker tumbuh kembali. Biasanya, radioterapi dilakukan sesudah operasi kanker usus besar dilakukan. Meski begitu, radioterapi memiliki efek samping tertentu pada pasien, seperti kelelahan, rambut rontok, dan lain sebagainya. (Baca juga: Radioterapi Kanker Serviks : Proses, Cara dan Efek Sampingnya)

  1. Kemoterapi

Selain radioterapi, kemoterapi juga bisa dilakukan sebelum operasi kanker usus besar. Kemoterapi berguna untuk menghambat perumbuhan sel kanker baru dan membunuh sel kanker yang sudah tumbuh. Namun, kekurangannya terletak pada efek samping kemoterapi, seperti rasa mual, lelah, sariawan, rambut rontok dan lain-lain. Hal ini tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien. (Baca juga: Kemoterapi Kanker : Efek Samping dan Sejarah)

  1. Imunoterapi

Imunoterapi disarankan untuk dilakukan sebagai pendamping kemoterapi dan radioterapi yang dilakukan. Dengan imunoterapi, pasien bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan kualitas hidup pasien. Imunoterapi juga bisa membantu mengurangi efek samping yang dihasilkan dari kemoterapi dan radioterapi yang dilakukan sebelumnya.

  1. Terapi adjuvan

Terapi adjuvan merupakan cara baru untuk mengobati kanker, khususnya kanker stadium 3. Sebenarnya terapi adjuvan merupakan pengembangan dari kemoterapi, dimana terapi ini diberikan setelah tindakan operasi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa setelah operasi. Berbeda dengan kemoterapi biasa yang menggunakan infus, terapi adjuvan bisa diberikan dengan oral/obat minum, sehingga pasien dapat melakukannya sendiri di rumah.

Cara Mencegah Kanker Usus Besar

  • Hindari makanan berlemak, tinggi protein dan tinggi kalori. Sebaiknya, Anda memperbanyak makanan yang mengandung serat, mineral, dan vitamin sehingga usus mudah melakukan pencernaan makanan. Buah dan sayuran sangat disarankan untuk mencegah terjadinya kanker usus besar. (Baca juga: Daftar Makanan Sehari-Hari Pencegah Kanker)
  • Hindari obesitas. Usahakan untuk mempertahankan Indeks Massa Tubuh antara 18,5 – 25,0 kg/m2. Tubuh yang terlalu gemuk atau terlalu kurus akan lebih mudah untuk terserng berbagai penyakit.
  • Rutin berolahraga, untuk membuat organ tubuh lebih aktif bekerja dan daya tahan tubuh meningkat. Olahraga diketahui bisa membantu memperlancar jalannya proses pencernaan di tubuh. Anda mungkin bisa lebih banyak berjalan, naik tangga atau jika memiliki cukup waktu bergabung di klub kebugaran.
  • Hindari kebiasaan merokok. Telah diketahui secara umum, kanker mengandung banyak sekali zat yang berdampak buruk bagi tubuh. Rokok, bahkan bisa menyebabkan tumbuhnya sel kanker di tubuh manusia, termasuk di usus. (Baca juga: Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks)
  • Rutin melakukan tes darah samar, terutama bagi Anda ang berusia 40 tahun ke atas. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini terjadinya pertumbuhan sel kanker di tubuh Anda.

Kanker usus besar memang sangat berkaitan erat dengan gaya hidup yang Anda jalani. Maka dari itu, untuk mencegahnya, Anda harus menjalani hidup sehat. Lakukan banyak aktivitas fisik, konsumsi makanan yang sehat dan hindari kebiasaan buruk yang mengganggu kesehatan, seperti merokok dan meminum alkohol.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Thursday 29th, December 2016 / 08:13 Oleh :
Kategori : Kanker Usus