Sponsors Link

15 Makanan yang Dapat Menyebabkan Kanker Paling Sering Dikonsumsi

Sponsors Link

Setiap orang pasti punya keinginan untuk tetap memiliki tubuh sehat dan bugar serta umur yang panjang, namun selalu ada penyakit serius yang mengintai apabila tidak waspada dengan menjaga pola makan sehat. Karena kanker adalah penyakit yang cukup mematikan, penyakit ini akhirnya menjadi momok bagi banyak orang. Berikut ini adalah sejumlah makanan yang dapat menyebabkan kanker apabila dikonsumsi terlalu sering atau bahkan setiap hari.

Sponsors Link

1. Daging Olahan

Ada daftar panjang produk daging olahan, seperti misalnya sosis, bacon, hot dog, dan bologna. Alasan mengapa daging olahan merupakan makanan yang bisa memicu kanker adalah karena bahan kimia yang digunakan dalam membuat daging olahan ini cukup tinggi kadarnya berikut juga garam yang berlebihan. Kedua hal tersebutlah yang mampu merusak kesehatan Anda apabila Anda mengonsumsinya terlalu rutin.

Hasil penelitian juga menunjukkan 1 dari 17 yang berpartisipasi di dalam studi meninggal dunia karena daging olahan yang dikonsumsi sebanyak 160 gram atau lebih. Intinya, daging olahan dapat meningkatkan risiko kematian dini dengan jumlah 160 gram ke atas sebesar 44 persen dalam jangka waktu 12 tahun. Risiko ini lebih besar ketimbang mereka yang mengonsumsi daging olahan hanya sekitar 20 gram atau lebih sedikit dari itu.

Penelitian yang berlangsung selama kurang lebih 13 tahun dan melibatkan banyak orang dari 10 negara di Eropa ini menunjukkan pula bahwa semua daging olahan terdapat kandungan bahan pengawet dan bahan kimia. Daging olahan memang terlihat menawan dan lebih menggugah selera, ini dikarenakan kandungan natrium nitratnya yang membuat daging menjadi lebih segar dan menarik (dikenal juga dengan sebutan karsinogen). Daging asap pun juga tidak akan baik bila dikonsumsi terlalu sering sebab memiliki efek sama mematikannya dengan asap rokok.

Jadi kalau bisa, cobalah untuk menghindari daging olahan dalam bentuk apapun karena bahan pengawetnyalah yang berbahaya bagi tubuh manusia. Daging memang menjadi lebih segar, namun tubuh manusia kemudian akan memiliki sel-sel kanker. Sebelum membeli daging olahan, cobalah untuk memeriksa label yang terdapat pada produk daging tersebut atau menanyakannya kepada penjual.

Artikel terkait :

2. Popcorn dari Microwave

Asyiknya ketika melihat biji-biji popcorn meletus-letus ketika kita memanaskannya di dalam microwave tanda bahwa sebentar lagi kita bisa langsung menyantapnya. Mungkin Anda yang sering mengemil popcorn dengan cara ini belum mengetahui bahwa walau dipanaskan di dalam microwave 1 menit saja, hal ini bisa sangat membahayakan kesehatan Anda. Hal pertama yang perlu diketahui adalah kantung-kantung popcorn itu sendiri di mana disebutkan bahwa terdapat asam perfluorooctanoic atau PFOA yang melapisi biji popcorn tersebut dan ini merupakan bahan kimia.

Bahan kimia tersebutlah yang bisa berisiko merusak kesehatan karena dianggap sebagai racun yang Anda dapat temukan di teflon. PFOA menurut penelitian University of California ada hubungannya dengan infertilitas wanita dan telah ditunjukkan bahwa paparan dari PFOA mampu meningkatkan risiko penyakit ginjal, kanker testis, penyakit pankreas, hati dan kandung kemih juga secara signifikan. Untuk cemilan yang paling aman tentu adalah buah dan sayur.

Itu tadi adalah bagian luar atau lapisan luar dari popcorn yang ternyata menyimpan bahaya cukup besar bagi tubuh. Kini, kita harus bicara tentang isinya yang rata-rata pasti mengandung minyak kedelai walaupun memang bahan yang digunakan oleh setiap produsen bakal berbeda. Selain dari minyak kedelai, terdapat banyak bahan pengawet, seperti gallate propil yang juga adalah bahan kimia.

Efek yang diberikan oleh bahan kimia tersebut adalah menyebabkan ruam pada kulit serta gangguan pencernaan. Popcorn memang lezat, dan paling nikmat memang jika dimakan sambil menonton film di rumah, tapi bahan kimianya dapat menjadi penyebab kanker paru-paru.

3. Minyak yang Terhidrogenasi

Banyak dari Anda yang mungkin belum tahu betul bahwa minyak terhidrogenasi itu seperti apa dan minyak jenis apa yang termasuk di dalam golongan tersebut. Minyak nabati adalah minyak yang terhidrogenasi. Minyak yang terhidrogenasi pada umumnya kerap dimanfaatkan sebagai pengawet makanan olahan. Ketika kita menyantap makanan olahan yang diawetkan menggunakan minyak jenis ini, maka membran sel di dalam tubuh kita, baik itu integritas maupun strukturnya bakal berubah.

Minyak seperti ini juga sudah mengalami proses pewarnaan agar tampil lebih menarik dan mengundang para konsumen. Informasi penting juga bahwa terdapat kadar tinggi asam lemak omega-6 di dalam semua minyak nabati dan jika seseorang mengonsumsi makanan berkandungan minyak ini secara berlebihan, risiko berbagai kanker dan penyakit jantung akan meningkat. Kelebihan asam lemak omega-6 pun tidak akan baik bagi kesehatan. Contoh penyakit kanker yang dapat muncul dan diderita adalah kanker kulit melanoma.

Daripada mendapatkan asupan omega-6 secara berlebih, beralihlah ke omega-3 dan penuhi makanan sehari-hari pencegah kanker seperti dari suplemen atau dari ikan salmon. Ketika struktur sel kita telah berubah akibat efek yang diberikan oleh minyak terhidrogenasi ini, maka kanker pun dapat timbul dan tumbuh kapan saja.

ads

4. Keripik Kentang

Untuk cemilan sehari-hari, pasti banyak orang akan memilih keripik kentang yang enak dan juga murah. Makanan ringan satu ini memang sangat sedap, dari anak-anak hingga orang tua pasti menyukai keripik kentang. Namun tahukah Anda seberapa besar bahaya yang ditawarkan oleh keripik kentang renyah ini terhadap kesehatan Anda? Tidak hanya tinggi kalori, lemak di dalam keripik kentang pun juga sangat banyak kadarnya.

Kelihatannya ringan, namun kalori dan lemaknya yang besar di dalamnya akan membantu Anda memiliki berat badan lebih. Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi 1 ons keripik kentang setiap harinya akan menyebabkan kenaikan berat badan rata-rata 1 kilogram dalam setahun. Selain memicu kenaikan berat badan, tentu kandungan lemak tak jenuh yang terdapat di dalam kentang ini bisa menjadi penyebab kolesterol tinggi.

Perlu diketahui bahwa keripik kentang adalah makanan yang dapat  menyebabkan kanker sebab sarat akan perasa buatan, bahan pengawet dan bahan pewarna di mana tingkat natrium pun juga tergolong berlebihan sehingga mampu memicu kondisi tekanan darah tinggi. Keripik kentang yang pengolahannya dengan digoreng dalam suhu tinggi jelas akan membuat tingkat kerenyahan semakin oke, namun hal ini jugalah yang memicu keripik kentang dalam menciptakan akrilamida yang masih dalam golongan karsinogen dan biasanya ditemukan pada rokok.

Keripik kentang lebih digemari oleh anak-anak dan para orang tua tentu mengira bahwa keripik kentang merupakan cemilan yang cukup baik. Bagi yang sulit bilang tidak kepada anak-anaknya, para orang tua dapat memilih keripik kentang panggang di mana kandungan lemak serta kalorinya lebih rendah daripada keripik kentang kemasan. Keripik apel serta keripik pisang panggang yang sudah dikeringkan juga bisa menjadi pengganti karena keduanya lebih sehat.

5. Makanan Kalengan

Banyak orang menyukai makanan kalengan dan pasti mempunyai stok di rumahnya karena lebih praktis dalam membantu mereka menyiapkan makan tanpa waktu lama. Tinggal membuka kalengnya, isinya bisa langsung dipanaskan atau dimasak sebentar tanpa harus mengolah sendiri. Hanya saja, tahukah Anda bahwa kebanyakan kaleng memiliki lapisan bisphenol-A atau BPA yang sudah diteliti dan terbukti mampu mengubah sel-sel otak tikus.

Ingat bahwa kandungan BPA pun juga rata-rata ditemukan pada saluran air, kertas temal, serta barang-barang yang terbuat dari plastik. Inilah yang bisa menyebabkan pengonsumsi makanan kaleng secara terus-menerus akan menderita kanker jika tidak dikurangi bahkan dihentikan. Sebaiknya memilih makanan yang benar-benar segar, seperti sayuran segar atau beku di mana tidak ada bahan tambahan berbahaya yang akan membuat Anda menyesal di kemudian hari.

6. Buah-buahan Non-Organik

Buah memang terkenal baik untuk kesehatan, apalagi kalau dikonsumsi bersama dengan sayuran dan juga diseimbangkan dengan olahraga. Namun kabar buruknya bagi Anda yang memilih buah-buahan non-organik, buah-buah ini justru akan memicu kanker bagi tubuh Anda ketika mengonsumsinya terlalu sering dalam porsi besar dan dalam jangka waktu panjang. Sederhana saja, hal ini dikarenakan buah non-organik telah terkontaminasi oleh pestisida yang jelas berbahaya bagi tubuh manusia.

Jenis pestisida seperti organofosfat, thiodicarb, atrazin dan bahkan pupuk nitrogen tinggi dapat terkandung di buah-buahan non-organik sehingga Anda perlu berhati-hati, terutama ketika membeli buah impor. Atrazin sendiri diketahui telah dilarang di negara-negara Eropa karena dapat membunuh rumput liar, namun efeknya sangat buruk bagi manusia di mana memengaruhi kemampuan reproduksi bisa terganggu. Sayangnya, di beberapa negara lain atrazin ini masih digunakan sehingga tidak dapat menjamin kesehatan pengonsumsi buah yang terkontaminasi zat ini.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi air yang sudah terkontaminasi atrazin, maka bayi akan lahir dengan bobot sangat rendah. Buah yang mengandung 90 persen pestisida secara positif antara lain adalah anggur, stroberi dan jeruk. Meski Anda telah mencucinya sebelum mengonsumsi, residunya tidak akan bersih 100 persen, jadi haruslah selalu cermat dalam memilih buah karena pestisida merupakan bahan kimia yang beracun tidak hanya bagi serangga tapi juga manusia.

Artikel terkait :

7. Daging Merah

Banyak orang senang mengonsumsi daging merah, dan bila dikonsumsi dalam porsi yang sangat kecil maka akan baik pada proses diet Anda, ditambah dengan konsumsi dalam frekuensi jarang. Daging sapi berjenis grass fed mengandung asam linoleat yang sebenarnya bagus untuk melawan kanker. Hanya saja, penelitian yang telah dilakukan selama 10 tahun menemukan sesuatu yang baru. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengonsumsi daging merah meski dalam jumlah kecil setiap hari akan meningkatkan risiko kematian seorang wanita sebesar 20 persen dan pria sebesar 22 persen.

Bahkan ketika Anda berpikir bahwa Anda hanya mengonsumsi hamburger dengan daging merah seperempat pon saja, risiko kanker usus besar, prostat, dan kanker payudara stadium 1 dapat dialami oleh Anda. Sebuah studi pun telah menunjukkan bagaimana mengonsumsi daging merah, apalagi jika konsumsi jangka panjang akan membuat risiko kanker usus besar meningkat. Mengurangi konsumsi daging merah akan menyelamatkan diri Anda dari risiko kanker yang telah disebutkan.

Artikel terkait : Penyebab Kanker Prostat 

8. Alkohol

Minuman beralkohol sudah jelas tidak baik bagi kesehatan tubuh karena penggunaan alkohol disebut-sebut sebagai penyebab kanker terbesar kedua setelah penggunaan tembakau. Sebuah penelitian dari Amerika menunjukkan bahwa wanita yang sudah menopause dan mengonsumsi satu gelas minuman alkohol setiap harinya dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 30 persen dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi alkohol sama sekali. Penelitian ini telah dilakukan selama kurang lebih 14 tahun terhadap lebih dari 200 ribu wanita.

Telah ditemukan bukti bahwa pengonsumsi alkohol secara berlebihan akan menderita kanker hati, usus, rektum serta mulut juga. Untuk mendapatkan kesehatan dan menjauhkan diri dari risiko kanker, jauhi minuman beralkohol. Anda sebenarnya masih dapat menikmati segelas anggur yang menemani makan malam Anda, namun pastikan bahwa Anda tidak meminum lebih dari satu gelas serta tidak mengonsumsinya setiap hari supaya tubuh tetap sehat.

Artikel terkait :

9. Pemanis Buatan

Banyak orang menggunakan pemanis buatan karena mereka harus menghindari gula, entah dalam rangka diet atau karena menurunkan kadar gula darah disebabkan menderita diabetes. Menurut sejumlah penelitian, justru mengonsumsi pemanis buatan secara teratur dengan mencampurkannya ke kopi, soda atau minuman lain bisa menaikkan berat badan. Pemanis buatan ini juga tidak begitu menolong orang yang menderita diabetes.

Pemanis buatan juga malah membuat penderita diabetes lebih sulit dalam mengontrol kadar gula darah. Lebih dari itu, pemanis buatan dapat memicu kanker karena adanya bahan kimia di dalamnya, seperti aspartam. Aspartam ini dapat memecah di dalam tubuh yang akan berubah menjadi racun dan berisiko menyebabkan kanker, terutama gejala awal kanker otak.

10. Gula Halus

Sadar atau tidak, gula halus adalah makanan yang menjadi favorit sel-sel kanker dan mampu membuat mereka tumbuh lebih cepat. Hal ini ditemukan pertama kali oleh German Otto Warburg, seorang peraih Nobel di bidang kedokteran di tahun 1931 dan dari penelitiannyalah menunjukkan bahwa tumor dan kanker memanfatakan gula untuk memberi makan sel-sel mereka sendiri sehingga ukurannya dapat menjadi lebih besar.

Untuk perkembangbiakan mereka secara lebih cepat, sel-sel kanker akan memilih makanan yang kaya akan fruktosa, termasuk sirup jagung fruktosa tinggi. Itulah alasan mengapa, makanan-makanan yang menggunakan gula halus dalam pengolahannya, seperti sereal, saus, jus, soda, kue kering, pai, serta kue lainnya sangat nikmat namun tidak aman untuk kesehatan tubuh. Hal tersebut juga merupakan alasan mengapa risiko kanker dapat meningkat.

Artikel terkait :

Sponsors Link

11. Tepung Putih

Anda pasti telah mendengar kabar bahwa tepung putih bukan lagi sebuah bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi berlebihan. Karena tepung putih banyak dan masih sering digunakan dalam pembuatan makanan, mungkin seberapa besar dampak buruknya belumlah terlalu diketahui. Kebanyakan pabrik di zaman sekarang membuat tepung putih dengan gas klor kimia agar warnanya menjadi putih  sehingga hal ini tidak lagi alami.

Terdapatnya gas klorin di dalam tepung putih tentu bukanlah hal yang baik karena bisa mengiritasi dan bahkan berisiko kematian. Makanan olahan pasti menggunakan tepung putih dan ketika mengonsumsi makanan olahan tersebut secara sering, tingginya kadar glikemik di dalam tepung putih akan membuat gula darah dan insulin meningkat cepat. Bukan hanya dapat menaikkan risiko diabetes, melainkan sel-sel kanker pun akan tersebar secara lebih mudah. Maka, buatlah sel kanker kelaparan dengan menjauhi tepung putih.

12. Makanan yang Diasap, Diasamkan dan Asin

Pengolahan makanan yang menggunakan nitrit atau nitrat yang berperan sebagai pengawet serta mencerahkan warna daging dapat meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk kanker. Nitrat sendiri memang diketahui tidaklah menyebabkan kanker, namun pada kondisi tertentu, ada perubahan yang dapat terjadi pada bahan kimia ini setelah berada di dalam tubuh Anda, yaitu menjadi komposit N-nitroso. Hasil perubahan inilah yang justru dapat membuat risiko kanker menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Makanan yang diasap, seperti kacang atau daging memang sangat nikmat dan Anda pun pasti tidak akan dapat menolaknya. Namun dengan konsumsi berlebih, makanan tersebut akan mampu menghasilkan karsinogen yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Jenis daging olahan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seperti salami, bologna, sosis dan bacon sangat tinggi kadar garam dan lemak. Telah terbukti bahwa makanan-makanan ini justru bisa membuat risiko kanker kolorektal meningkat.

Bahkan acar sebagai lalapan yang sedap pun tidak seharusnya dikonsumsi secara berlebih karena kandungan garamnya yang begitu tinggi. Risiko kanker kolorektal juga disebut-sebut memiliki tingkat keseriusan lebih tinggi, ditambah juga risiko kanker perut. Rata-rata risiko kanker perut ini lebih besar di negara Jepang karena di sana terkenal akan diet tradisionalnya melalui makanan yang melalui proses pengasapan dan pengasinan.

13. Salmon dari Peternakan

Ikan salmon adalah ikan yang menyehatkan dan kita semua tahu itu karena adanya kandungan omega-3 yang baik untuk tubuh dan otak. Namun tidak semua ikan salmon dapat Anda konsumsi sebab sebagian ikan salmon, terutama yang dari peternakan, dapat memicu kanker apabila dikonsumsi. Ikan salmon yang ada di peternakan kemungkinan besar telah terkontaminasi oleh bahan kimia, karsinogen, antibiotik dan pestisida.

Para peternak salmon akan memberi makan ikan-ikan salmon dengan bahan kimia yang otomatis dapat membuat daging mereka kelihatan lebih merah dan menarik. Padahal seharusnya warna kemerahan pada ikan salmon terjadi secara alami dan bukannya dibuat. Bahkan ikan salmon dari peternakan juga diketahui memiliki kandungan omega-3 yang lebih sedikit.

Ditunjukkan juga oleh sebuah studi bahwa beternak salmon berisiko mengandung merkuri, PCB serta dioxin penyebab kanker berkadar tinggi. Oleh karena itulah, penting bagi Anda untuk menghindari membeli ikan salmon dari peternakan atau membeli yang sudah kalengan. Atau, cobalah ketika berbelanja ikan salmon, cek secara detil label ikan salmon agar mendapatkan ikan salmon yang terbaik.

14. Minuman Bersoda

Soda adalah jenis sumber makanan atau minuman yang sama sekali tidak memberikan kalori dan bahkan akan sarat dengan gula. Efek dari soda sendiri adalah membuat pengonsumsinya mengalami kenaikan berat badan. Meminum soda sama dengan meminum jumlah besar gula sehingga akan terjadi peningkatan kadar gula darah yang cukup drastis nantinya sehingga memicu resistensi insulin dan peradangan.

Kanker pun dapat dipicu oleh soda karena bahan-bahan kimia yang terdapat di dalamnya serta pewarna buatan yang akan membahayakan kesehatan tubuh. Bahkan diketahui pula bahwa soda dapat menjadi penyebab penyakit refluks gastro-esofagus di mana terjadi kebocoran pada bagian lambung dan sampai ke bagian kerongkongan. Hal ini bukan hanya akan menimbulkan rasa sakit, namun juga rasa terbakar dari esofagus tersebut dari asam lambung.

15. Makanan Diet

Jika Anda tengah dalam proses diet atau sedang merencanakan untuk melakukan diet, makanan khusus diet yang bukan alami lebih baik dihindari karena akan buruk bagi kesehatan. Ketika mendengar makanan diet, tentu yang ada di benak kita adalah makanan bergizi yang akan memenuhi asupan nutrisi tubuh kita secara lebih baik supaya dapat membantu mencapai berat ideal. Makanan kemasan yang dicap sebagai makanan rendah lemak, termasuk minuman soda nol kalori atau soda diet tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap penurunan berat badan Anda.

Percaya atau tidak, telah dibuktikan bahwa makanan maupun minuman diet mengandung aspartame secara umum dan aspartame ini adalah bahan kimia yang tidak hanya akan memicu kanker. Penyakit lainnya yang dapat disebabkan oleh aspartame ini adalah penyakit jantung dan kecacatan saat lahir. Seluruh makanan diet yang prosesnya melalui kimia dengan bahan super halus, pewarna buatan, perasa dan juga kadar natrium berlebihan adalah yang paling bahaya walau memang pada dasarnya makanan ini kemudian menjadi sangat enak disantap.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Thursday 01st, September 2016 / 04:19 Oleh :
Kategori : Penyebab