Sponsors Link

4 Manfaat Jengkol Untuk Kanker Paling Ampuh

Sponsors Link

Penyakit kanker berpotensi untuk menyerang siapa saja, dan seringkali gejala awal tidak disadari sehingga penyakit mematikan tersebut terlambat mendapat penanganan. Sel kanker dapat berkembang dengan pesat jika kita terlalu banyak terpapar polusi, makan makanan yang tidak sehat dan sering terpapar radiasi. Meski penyakit kanker dapat disembuhkan, kebanyakan kasus penderita kanker harus kehilangan nyawa karena penyakitnya telah memasuki stadium lanjut atau akhir. Karena itu selain tindakan pengobatan yang tepat, tindakan pencegahan yang dilakukan sebelum terkena penyakit kanker adalah hal yang paling tepat. (Baca juga: Makanan pencegah Kanker Payudara)

Sponsors Link

Banyak cara pengobatan dan pencegahan yang bisa kita lakukan dalam mengatasi sel kanker. Jika dalam dunia medis cara paling ampuh adalah dengan menjalani kemoterapi, maka dalam pengobatan tradisional obat yang digunakan justru diperoleh dari tanaman herbal. Salah satu dari sekian banyak makanan yang dapat mengatasi kanker adalah jengkol. Ya, jengkol dengan aroma menyengat dan sering dijadikan lalapan ini ternyata dipercaya dapat mengobati berbagai jenis penyakit kanker, bahkan lebih kuat dari kemoterapi.

Jengkol tidak hanya dijadikan sebagai lalapan saja, karena jengkol bisa diolah dalam berbagai masakan seperti rendang, semur , sambal dan lain-lain. Jenis sayur yang hanya dapat tumbuh di Asia Tenggara ini mengandung berbagai nutrisi seperti karbohidrat, protein, glikosida, saponin, vitamin A, vitamin B, vitamin C, fosfor, kalsium, tanin, alkaloid, steroid, dan minyak atsiri. Dengan banyaknya kandungan nutrisi tersebut, sangat wajar jika jengkol dapat membantu mengatasi penyakit kanker dan penyakit lainnya yang sangat berbahaya bagi tubuh. (Baca juga: Manfaat Brokoli Untuk Kanker)

Berikut ini manfaat jengkol dalam mengatasi penyakit kanker:

1. Jengkol Sangat Ampuh Membunuh Sel Kanker

Jengkol mengandung senyawa adriamycin, dimana senyawa tersebut oleh para ahli medis digunakan sebagai metode pengobatan kemoterapi. Uniknya jengkol hanya membunuh sel kanker yang berkembang di dalam tubuh, namun tidak menyerang sel sehat lainnya. Karena itu belakangan ini jengkol digadang-gadang sebagai bahan alami yang sangat ampuh mengatasi penyakit kanker. Namun begitu, belum ada data empiris dan bukti ilmiah yang mendukung terhadap manfaat jengkol ini.

2. Jengkol Melawan Sel Kanker Lebih Kuat daripada Kemoterapi

Jengkol juga dipercaya dapat menghancurkan hampir semua jenis sel kanker, dan yang paling terbukti adalah dapat menghilangkan tumor dan kista. Dalam penelitian yang dilakukan pada sebuah laboratorium salah satu perusahaan obat terbesar dunia, setidaknya jengkol dapat menghambat 12 jenis penyakit kanker. Terlebih lagi manfaat yang luar biasa tersebut lebih kuat dibandingkan dengan pengobatan dengan kemoterapi. Bila ini benar, maka penemuan tersebut akan menjadi harapan baru bagi para penderita kanker.

3. Jengkol Dapat Menghambat dan Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker

Jengkol tidak hanya dapat menghancurkan dan melawan sel kanker, namun juga sangat efektif dalam mencegah munculnya sel kanker, atau mencegah perkembangan sel kanker ke tingkat yang lebih parah. Bagi orang yang sehat, mengkonsumsi jengkol sama saja dengan upaya dalam mencegah tubuh terkena penyakit kanker. Senyawa kimia berupa saponin yang ada pada jengkol terbukti dapat menghambat sel kanker tumbuh dan berkembang. (Baca juga: Manfaat beras Hitam untuk Kanker)

Sponsors Link

4. Manfaat Lainnya dari Jengkol

Jengkol tidak hanya bermanfaat dalam mengatasi penyakit kanker, namun juga sangat berkhasiat dalam mengatasi berbagai penyakit di dalam tubuh, termasuk penyakit yang berbahaya. beberapa manfaat jengkol untuk kesehatan yaitu:

  • Mencegah infeksi. Jengkol memiliki senyawa spektrum antimikroba dan antijamur, sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi di dalam tubuh yang disebabkan bakteri dan jamur. Jengkol juga bermanfaat dalam mengatasi cacing parasit yang bersarang di dalam tubuh kita.
  • Mencegah dan mengatasi anemia. Anemia bisa jadi menandakan tubuh kekurangan asupan zat besi sehingga jumlah sel darah merah pun menjadi berkurang, Anemia dapat menyebabkan kepala pusing, wajah pucat, kurang bergairah, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi. Dengan mengkonsumsi jengkol yang kaya zat besi (sekitar 4,7 gram per seratus kilonya) maka penyakit anemia bisa diatasi maupun dicegah. (Baca juga: Manfaat Kacang Almond Untuk Kanker)
  • Sebagai Antioksidan. Vitamin C dalam jengkol mampu meningkatkan imunitas tubuh, karena vitamin C dapat bermanfaat sebagai antioksidan untuk melawan senyawa radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Antioksidan dapat membuat tubuh selalu sehat dan jarang jatuh sakit.
  • Sumber protein. Tubuh membutuhkan protein untuk berfungsi dengan baik dan mengganti sel tubuh yang telah rusak. Untungnya, jengkol mengandung protein yang cukup besar, dimana dalam 100 gramnya mengandung protein saebesar 23,3 gram.
  • Menguatkan tulang. Kandungan kalsium dan fosfor dalam jengkol sangat bermanfaat dalam mebantu menguatkan tulang. Baik tulang maupun gigi akan menjadi lebih kuat dan padat, serta dapat mencegah terjadinya osteoporosis. (Baca juga: Manfaat Daun Sirsak untuk Kanker Otak)
Sponsors Link

Efek Samping Jengkol

Memang beanr jengkol dapat memberikan banyak manfaat, namun bukan berarti mengkonsumsi jengkol terlalu banyak dalam satu waktu juga akan sama manfaatnya. Justru berlebihan makan jengkol akan terkena penyakit batu ginjal, karena kandungan asam jengkolatnya yang cukup yinggi. Penumpukan asam jengkolat pada ginjal dan saluran kemih dapat mengeras hingga terbentuklah batu yang menghambat proses pengeluaran air seni. Bahkan seringkali muncul rasa nyeri yang luar biasa di sekitar perut bawah dan pinggang bila ingin buang air kecil. (Baca juga: Manfaat Ace Maxs Untuk Kanker Serviks)

Cara mengatasi Bau Pada Jengkol

Bau yang terdapat pada jengkol berasal dari asam amino yang terkandung di dalamnya. Asam amino tersebut mengandung unsur sulfur yang memang memiliki aroma khas yang menusuk. Ketika asam amino tersebut terpecah dan terurai maka akan muncul rasa bau yang menyengat. Bau ini yang menyebabkan sebagian orang enggan memakan jengkol. Selain mengurangi kepercayaan diri, bau tersebut juga dapat mengganggu orang lain. Sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan agar bau pada jengkol dapat berkurang, beberapa di antaranya yaitu:

  • Merendam jengkol dalam air bersih selama 2-3 malam sebelum diolah menjadi masakan.
  • Merebus jengkol dengan beberapa lembar daun jambu biji atau beberapa sendok kopi, dalam waktu yang cukup lama.
  • Pilih jengkol yang baik dan benar-benar tua karena semakin tua aroma menyengat pada jengkol akan semakin berkurang.

Itulah manfaat jengkol untuk kanker dan penyakit lainnya. Meski begitu, belum diketahui takaran yang pas dalam mengkonsumsi jengkol agar khasiatnya melawan sel kanker dapat terasa. Karena itu perlu konsultasi dengan ahli gizi dan tim medis untuk memastikan tindakan yang paling tepat dalam mengatasi penyakit kanker. Semoga bermanfaat. (Baca juga: Manfaat Sambiloto Untuk Kanker)

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Monday 05th, June 2017 / 05:15 Oleh :
Kategori : Pengobatan