Sponsors Link

5 Manfaat Brokoli Untuk Mencegah Kanker

Sponsors Link

Brokoli adalah salah satu jenis tanaman yang sudah sangat sering kita dengar. Warnanya yang hijau dan bentuknya yang khas membuat kita cepat mengenali jenis tanaman ini. Tanaman ini terbilang belum lama populer di Indonesia. Walaupun telah dibudidayakan sejak masa kuno Yunani, namun tanaman ini baru masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1970.

Sponsors Link

Penelitian untuk tanaman ini sudah sangat lama dilakukan. Banyak ahli gizi yang menyatakan bahwa tanaman ini mengandung banyak nutrisi dan sangat baik untuk pertumbuhan anak. Melalui hasil penelitian juga tanaman brokoli sangat baik untuk kesehatan mata, menurunkan kolesterol, mendukung program diet, mencegah dan mengobati penyakit jantung, merawan kesehatan kulit, merawat kesehatan pencernaan, dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Brokoli Untuk Kanker

Walaupun begitu apakah anda telah mengetahui manfaat penting brokoli untuk penderita kanker? Ternyata sayuran yang biasa disajikan dengan cara direbus atau dikukus ini sangat baik untuk penderita kanker. Beberapa jenis kanker yang dapat dicegah dengan mengonsumsi tanaman ini diantaranya adalah kanker kelenjar getah bening, kanker darah, kanker otakkanker serviks, dan lain sebagainya.

Sayuran hijau ini adalah salah satu makanan yang sangat direkomendasikan untuk penyembuhan penderita kanker. Selain mengonsumsi sayuran ini, ada baiknya anda juga memperhatikan daftar makanan sehari-hari pencegah kanker untuk gaya hidup yang lebih sehat. Selain itu sayuran ini juga salah satu makanan pencegah kanker otak alami.

Mengapa bisa sayuran ini memberikan banyak manfaat untuk penyembuhan penderita kanker? Mari kita simak kandungan yang terdapat pada brokoli.

1. Tinggi Serat

Tanaman hijau satu ini mengandung kalori yang sangat rendah, yaitu 34 kalori setiap 100 gram brokoli. Walaupun mengandung kalori yang sangat rendah, brokoli kaya akan serat yang sangat baik untuk pencernaan. Penderita kanker sering kali mengalami permasalahan dalam pencernaan akibat obat-obatan maupun pengaruh kanker itu sendiri. Mengonsumsi brokoli secara rutin akan membantu menyehatkan sistem pencernaan dalam tubuh. (Baca juga: Manfaat ginseng untuk pencegahan kanker)

2. Tinggi Vitamin C

Selain kaya akan serat, brokoli juga kaya akan viatamin C. Setiap 100 gram brokoli mengandung 89,2 miligram vitamin C. Tingginya vitamin C dalam sayuran hijau ini bahkan melebihi kandungan yang terdapat pada buah jeruk. Rutin mengonsumsi sayuran ini tentu akan berdampak sangat baik untuk penderita kanker. Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang akan menjaga tubuh. Vitamin C dalam dosis tinggi akan meningkatkan efek pembunuhan sel kanker pada proses kemoterapi kanker.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa vitamin C efektif dalam melawan sel kanker baik diberikan secara oral maupun suntikan. Dengan meningkatkan konsumsi brokoli, anda membantu tubuh memenuhi asupan vitamin C untuk membantu proses penyembuhan maupun mendukung proses kemoterapi.

Sponsors Link

3. Memiliki Sifat Anti kanker

Brokoli segar memiliki nutrisi nabati yang sangat melimpah. Nutrisi yang terkandung dalam brokoli sangat baik untuk mencegah dan melawan kanker. Melalui hasil penelitian dapat kita ketahui bahwa kanker memiliki berbagai senyawa yang sangat baik.

Pertama brokoli mengandung senyawa tiosioanat yang membantu liver  untuk menetralkan zat-zat beracun dalam tubuh yang kemudian dapat merusak jaringan tubuh. Selanjutnya senyawa indoles dan sulfhorapane yang berfungsi untuk membunuh sel kanker juga mengaktifkan enzim yang terdapat di dalam liver untuk memerangi zat karsinogen. Selanjutnya juga terdapat senyawa isocyanate yang berguna untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Ada juga senyawa beta-karoten cryptoxanthin, lutein, dan zea-xantin yang juga merupakan senyawa antikanker.

Senyawa yang terdapat pada brokoli mendukung penyembuhan penderita kanker. Hingga ahli kesehatan di Amerika menyarankan untuk mengonsumsi brokoli minimal dua kali dalam seminggu. Hal ini telah dibuktikan dengan uji laboratorium selama bertahun-tahun di Universitas Ohio State University.

4. Kandungan Vitamin K

Beberapa penderita kanker mengalami luka pada bagian kulit yang sulit kering. Keberadaan vitamin K adalah untuk membekukan darah pada saat terdapat jaringan tubuh yang luka. Vitamin K juga dapat membantu menghentikan pendarahan. Vitamin K juga memdorong kinerja obat anti kanker yang diberikan. Dalam 100 gram brokoli terdapat 200 mcg vitamin K. Dengan semakin banyak mengonsumsi brokoli berarti anda turut mendukung proses kesembuhan pasca kemoterapi atau masa penyembuhan. (Baca juga: Manfaat bayam untuk kanker)

5. Menormalkan Gula Darah

Brokoli adalah salah satu tanaman yang aman dan disarankan untuk dikonsumsi untuk anda yang ingin diet gula. Brokoli memiliki kandungan kromium dan mineral yang tinggi sehingga dapat berperan dalam mengontrol insulin gula darah. Bagi seorang penderita kanker, gula adalah musuh yang harus diwaspadai. Gula merupakan pupuk utama bagi sel kanker. Sel kanker membutuhkan banyak glukosa atau gula untuk terus tumbuh. Selain

membutuhkan gula untuk tumbuh, sel kanker sendiri memiliki kemampuan memproduksi banyak glukosa untuk terus berkembang.  Brokoli yang memiliki kemampuan mengontrol kadar insulin dalam darah membantu dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.

Penderita kanker harus berhati-hati dengan makanan manis, bahkan nasi yang tinggi akan glukosa. Salah satu cara untuk mengontrol kadar gula dalam tubuh anda adalah dengan rutin mengonsumsi brokoli.

Sponsors Link

Ciri-Ciri Brokoli yang Baik

Manfaat yang ingin anda dapatkan tentunya harus didukung juga dengan mengonsumsi makanan yang berkualitas. Brokoli yang sudah tidak segar atau sudah tidak layak makan tentu tidak akan memberikan dampak yang maksimal. Brokoli yang baik dikonsumsi adalah brokoli yang segar. Kenali ciri-ciri brokoli yang segar dengan memperhatikan hal berikut:

  1. Brokoli yang segar memiliki aroma yang khas. Jika tercium bau tengik dapat dipastikan brokoli sudah mulai busuk.
  2. Anda bisa menekan tangkai brokoli menggunakan kedua jari anda. Brokoli yang segar memiliki tangkai yang kuat dan kokoh. Sementara brokoli yang sudah tidak segar memiliki tangkai yang layu dan mudah penyok.
  3. Anda dapat mengetahui kesegaran brokoli melalui warnanya. Brokoli yang baik memiliki warna hijau tua. Apabila warna brokoli sudah cenderung hijau pudar atau bahkan menguning, mungkin masih layak konsumsi namun nutrisi yang dikandung sudah berkurang.

Mengolah Brokoli

Tanaman hijau segar ini sebenarnya tidak perlu terlalu banyak diberi perlakuan untuk kemudian dikonsumsi. Namun bagaimana cara mengolah sayuran ini agar berfungsi dengan maksimal? Sebenarnya sangat sederhana.

  1. Sebelum anda memotong atau memasaknya, cuci terlebih dahulu dengan air bersih yang mengalir. Jangan direndam atau dicuci dalam air terlalu lama karena akan melarutkan nutrisi bahkan mempercepat proses pembusukan sayuran. Anda juga tidak perlu menggunakan air hangat untuk mencuci, cukup dengan air biasa.
  2. Setelah brokoli dicuci, anda bisa memotongnya lalu langsung dimakan.
  3. Anda bisa mengolah dengan cara direbus atau dikukus selama kurang lebih 5 menit pada air yang sudah mendidih.

Pengolahan brokoli dengan cara dikukus lebih direkomendasikan. Melalui penelitian di Italia, brokoli yang dikukus mengandung lebih banyak zat karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan. pengolahan brokoli juga bisa dikombinasikan dengan tanaman obat kanker. Bagi penderita kanker tidak direkomendasikan mengonsumsi brokoli dengan cara digoreng.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Wednesday 01st, June 2016 / 06:01 Oleh :
Kategori : Pencegahan