Sponsors Link
     Sponsors Link

7 Manfaat Bayam untuk Pencegahan Kanker

ads

Bagi masyarakat dunia keberadaan bayam dalam kehidupan manusia merupakan karunia alam yang sangat bermanfaat. Manfaat bayam bagi kehidupan manusia sudah tidak diragukan lagi, kandungan gizi yang melimpah dalam bayam membuat sayuran berdaun hijau ini menjadi salah satu sumbangsih dalam mempertahankan daya tahan tubuh manusia. Terlebih beberapa penelitian mendalam mengenai bayam telah mengemukakan bahwa sayuran bayam memiliki kandungan anti-kanker atau yang lebih dikenal karotenoid.

Manfaat bayam untuk penyakit kanker telah dibuktikan dengan penelitian-penelitian yang lebih signifikan menjelaskan kandungan gizi bayam terutama karotenoid yang dapat mengurangi risiko penyakit kanker. Hal tersebut membawa kabar baik terutama untuk para pengidap kanker untuk mengkonsumsi bayam sebagai makanan sehari-hari.

Mengkonsumsi bayam untuk pencegahan kanker sangat mudah untuk dilakukan. Selain rasanya yang enak bayam juga merupakan raja sayuran dengan kandungan gizi yang melimpah. Hal itu akan memudahkan masyarakat menangkal pertumbuhan sel-sel tumor dan kanker dalam tubuh dengan mengkonsumsi bayam tanpa harus membayar mahal.

Bayam dan Sejarahnya

Saat kita dihadapkan pada kata “Popeye”, tentunya kita akan merujuk pada kata “bayam”. Karakter Popeye yang terkenal semenjak tahun 1929 ini selalu dikaitkan dengan bayam karena dia terkenal akan kekuatannya setelah mengkonsumsi bayam tersebut. Semenjak tahun 1930 hampir masyarakat dunia menyadari akan kekayaan nutrisi yang dikandung dalam bayam. Bayam menjadi salah satu fokus utama penelitian karena bayam diklasifikasikan sebagai salah satu dari “superfood” yang terbukti bisa mengatasi bahkan mengobati banyak penyakit.

Berdasarkan beberapa penelitian mengungkapkan sejarah tentang konsumsi bayam dimulai saat pemerintah Persia yang mulai mengirim bayam ke wilayah Cina sebagai bahan pokok masakan tradisional. Seiring berjalannya waktu bayam mulai dikenal pula di wilayah Spanyol dan Perancis hingga hampir seluruh negara bagian Eropa memakai bayam sebagai bahan masakan favorit yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Eropa.

Kandungan Gizi Bayam

Dewasa ini banyak para ilmuwan yang meneliti kandungan gizi dalam bayam mengingat dalam sejarah peranannya dalam meningkatkan kekuatan pada karakter Popeye. Hal itu bukan semata-mata fiksi karena pada kenyataannya para ilmuwan menemukan fakta yang sangat menarik dalam kandungan gizi pada bayam.

Bayam sejatinya memiliki nama ilmiah yakni Amaranthus spp. Dunia kesehatan telah menyebut sayuran hijau ini sebagai “superfood” bahkan “Raja Sayuran”. Hal tersebut dikarenakan kandungan gizi bayam yang sangat tinggi serta membuat sayuran ini memiliki dampak posifit dalam penyembuhan berbagai penyakit. Bayam memiliki kandungan serat yang terbilang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk mengatasi masalah pencernaan, mengatasi penyakit seperti stroke dan juga jantung.

Bayam telah terbukti menempati posisi teratas atas kekayaan kandungan nutrisinya. Raja sayuran ini pula dikenal akan kaya vitamin juga mineral. Selain itu kandungan folat dan asam oksalat dalam bayam sangat bermanfaat untuk mengobati asma, mencegah masalah mulut hingga dapat menurunkan kolesterol.

Bayam terkenal dengan rendah kalorinya dan kekayaannya akan nutrisi diantaranya Vitamin K, vitamin A, vitamin B2, vitamin B6, vitamin E, vitamin C, vitamin B1, vitamin B3, mangan, folat, magnesium, zat besi, kalsium, potasium, serat, selenium, zat seng, tembaga, protein, kolin, fosfor, lemak omega-3 serta asam pantotenat. Kandungan nutrisi dan vitamin dalam bayam sudah tidak diragukan lagi, terlebih bayam telah banyak memberikan kontribusi yang besar pada dunia medis mengenai pengobatan berbagai penyakit salah satunya kanker.

sponsored links

Kanker dan Perkembangannya

Dewasa ini dunia kedokteran melakukan penelitian mendalam mengenai pencegahan dan pengobatan penyakit kanker. Kemunculan penyakit kanker telah terdeteksi oleh dunia medis semenjak dahulu kala. Penyebaran penyakit ini terus meningkat mengingat gaya hidup yang tidak sehat serta mengkonsumsi makanan yang kurang baik.

Kanker sejatinya merupakan salah satu penyakit serius yang menyerang sel-sel jaringan tubuh dan ditandai dengan pertumbuhan yang kurang bahkan tidak normal. Terjadinya kanker ditandai dengan munculnya sel-sel abnormal yang dapat merusak DNA dan menular ke seluruh jaringan tubuh. Proses pertumbuhan abnormal tersebut terjadi secara bertahad dan selama itulah sel-sel tersebut merusak bagian jaringan tubuh lainnya dan menjadi sel kanker. Berdasarkan penelitian kedokteran penyakit kanker telah banyak menyebabkan kematian pada penderitanya, hal tersebut dikarenakan sel-sel kanker tersebut dengan mudah menyebar dan melumpuhkan setiap jaringan tubuh lainnya.

Berdasarkan penelitian mengenai pencegahan kanker mengungkapkan bahwa fitronutrien, mineral dan vitamin dalam bayam dapat mencegah dan meperbaiki kerusakan DNA dalam sel-sel tersebut sehingga hal tersebut akan melindungi DNA dari perkembangan kanker yang lebih besar. Selain itu senyawa bioaktif dalam bayam dapat menyumbat bahkan memblokir pertumbuhan pembuluh darah dalam sel tumor dan menghambat sel tumor tumbuh.

Peningkatan mortalitas atau angka kematian pada penderita kanker membuat banyak ilmuwan melakukan banyak penelitian dalam mengobati penyakit tersebut. Para ilmuwan dalam bidang medis telah menemukan beberapa obat medis dalam pengobatan kanker namun tidak sedikit para ilmuwan yang berfokus pada pengobatan tradisional termasuk mengkonsumsi sayuran atau buah-buahan anti-kanker. Salah satu sayuran yang dipercaya memiliki fungsi anti-kanker ialah Bayam.

Bayam dan Pengaruhnya terhadap Kanker

Peranan bayam dalam pengobatan berbagai penyakit membuat para ilmuwan medis semakin semangat dalam meneliti lebih lanjut mengenai pengaruh kandungan gizinya terhadap kehidupan manusia. Akhir-akhir ini bahkan dunia medis dikejutkan oleh penemuan molekul Glycoclycerolipids dalam bayam yang secara ilmiah molekul tersebut dapat melindungi lapisan pada saluran pencernaan dan melawan kerusakan yang berhubungan dengan peradangan dalam saluran pencernaan.

Kemampuan bayam dalam menangani penyakit kanker dibuktikan oleh kandungan nutrisi yakni vitamin A dan C dan serta folic acid, serat dan juga flavonoid-flavonoidnya. Nutrisi-nutrisi itu dapat mengurangi risiko kanker seperti kanker kulit, kanker prostat, kanker leher rahim, kanker perut juga kanker payudara. Jenis-jenis flavonoid dalam bayam tersebut diyakini telah berkontribusi dalam penanganan risiko kanker, selain itu flavonoid tersebut berfungsi sebagai anti-inflamasi. Hal tersebut telah mendorong banyak para ilmuwan kesehatan melakukan penelitian mendalam bahkan membuat ekstrak khusus yang terbuat dari flavonoid bayam.

Penelitian Mendalam Manfaat Bayam untuk Kanker

Berdasarkan penelitian mendalam perkembangan sel kanker serta pertumbuhannya dapat berpengaruh pada bagian tubuh lainnya. Senyawa bioaktif dalam bayam dipercaya dapat mengurangi risiko kanker. Selain itu penelitian mengenai glyconutrients dalam bayam mengarah pada cara kerja bayam dalam melindungi DNA dan menghambat munculnya sel tumor dan kanker. Nutrisi yang terkandung dalam bayam dapat menghambat pertumbuhan jaringan tumor dan kanker. Selain itu untuk penderita yang telah dinyatakan mengidap penyakin kanker dapat mengonsumsi bayam guna untuk mengurangi aktifitas pertumbuhan tumor dan kanker. Berikut merupakan manfaat bayam untuk beberapa jenis kanker:

1. Kanker Prostat

Penelitian mengenai pengaruh positif bayam terhadap penyakit kanker telah dikemukakan. Dalam beberapa penelitian menyebutkan bahwa bayam memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam mengatasi kanker terutama dalam kanker prostat di antara sayuran hijau seperti brokoli, kubis, kembang kol, sawi, lobak hijau dan bahkan kangkung. Penelitian tersebut menyatakan bahwa karotenoid atau anti-kanker dalam bayam menempati posisi terbanyak dibandingkan dengan sayuran lainnya.

2. Kanker Ovarium

Selain fungsi untuk mengatasi kanker prostat, bayam dipercaya dapat melindungi tubuh dari kemungkinan risiko kanker ovarium. Bayam mengandung kaempferol flavonoid yang berfungsi dan berperan penting dalam mengurangi risiko kanker ovarium. Ada beberapa jenis makanan yang tinggi akan kaempferol yakni teh, blueberry dan lain sebagainya.

Baca Artikel: Kanker Ovarium

3. Kanker Payudara

Ada banyak jenis kanker yang dapat diatasi dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau. Salah satunya adalah kanker prostat. Bayam dikenal kaya akan karotenoid yakni neoxanthin yang dapat berpengaruh melindungi sel kanker prostat. Di samping itu para peneliti dalam bidang kesehatan telah mengemukakan bahwa kandungan karoten dan vitamin A dalam bayam sangat tinggi yang berpengaruh pada risiko kanker payudara.

Baca Artikel: 36 Makanan Pencegah Kanker Payudara

4. Kanker Perut

Kandungan flavonoid dalam bayam telah terbukti dapat melindungi tubuh dari sel-sel kanker perut. Nutrisi lainnya seperti vitamin A dan C sert folic acid dalam bayam juga bekerja melawan radikal bebas yang memicu pertumbuhan sel kanker.

5. Kanker Usus Besar

Kanker usus besar merupakan kanker yang menyerang sistem pencernaan terakhir dan banyak faktor yang dapat menstimulasi pertumbuhan sel kanker usus besar ini yakni pola makan yang tidak sehat. Berdasarkan penelitian mengenai pencegahan dan pengobatan kanker usus besar, bayam merupakan menjadi “top list” dalam mengatasi jenis kanker ini. Beta-karoten dalam bayam merupakan antioksidan kuat yang mampu melindungi tubuh dari kanker jenis ini. Beta-karoten dalam bayam bekerja dengan melindungi daya tahan tubuh dari radikal bebas.

6. Kanker Kulit

Kanker kulit muncul ditandai dengan bintik-bintik serta benjolan merah pada permukaan kulit. Berdasarkan penelitian, salah satu makanan yang dapat dijadikan asupan untuk penderita kanker kulit ialah bayam. Bayam memiliki kandungan zat besi yang tinggi selain itu antioksidan dalam bayam bermanfaat dalam mencegah dan melindungi dari kanker kulit.

Baca artikel: 9 pengobatan kanker kulit dan perawatannya

7. Adenokarsinoma Esofagus (Kanker Kerongkongan)

Kanker esofagus merupakan kanker yang menyerang pada setial sel jaringan kerongkongan. Beberapa penelitian menganjurkan untuk mengkonsumi bayam untuk pencegaha kanker jenis ini. Lutein dalam bayam diyakini dapat berkontribusi dalam pencegahan kanker esofagus ini karena lutein dalam bayam juga sudah terbukti baik untuk penanganan uterus kulit, darah serta hati.

Beberapa ahli kanker menyebut penyakit kanker sebagai penyakit “radikal bebas” dan mereka telah melakukan penelitian mendalam terhadap kandungan bayam serta menyimpulkan bahwa vitamin-antioksidan dalam bayam seperti vitamin C dan E dapat menurunkan risiko kanker dengan mengendalikan kadar radikal bebasnya. Oleh karenanya bayam disebut juga sebagain sayuran anti-radikal bebas.

Sponsors Link

Konsumsi Bayam untuk Menurunkan Risiko Kanker

Mengkonsumsi bayam telah terbukti oleh para ahli dapat menurunkan risiko kanker karena kekayaan nutrisinya. Fitonutrisi dalam bayam merupakan senyawa bioaktif yang terpercaya dapat menangkal pertumbuhan sel kanker. Selain itu beberapa studi mengenai kanker telah mengemukakan bahwa fitonutrien dalam bayam dapat menurunkan risiko kanker serviks, kanker usus besar, kanker prostat, kanker payudara serta adenokarsinoma esofagus.

Bayam merupakan sayuran nomor satu yang direkomendasikan untuk dikonsumi saat kita hendak melakukan diet melawan kanker. Para ahli merekomendasikan asupan minimal 2 ½ cangkir sayuran terutama bayam dan buah setiap hari. Ada banyak cara mengkonsumsi bayam saat kita melakukan diet kanker. Berikut merupakan cara agar Anda dapat mengkonsumi bayam sebagai makanan diet:

  • Bayam dikombinasikan dengan salad merupakan pilihan yang tepat mengingat cara ini merupakan cara yang baik untuk mempertahankan kandungan gizi yang utuh pada bayam tanpa proses dimasak. Pilihlah bayam dengan daun yang masih hijau dan segar. Hindari untuk memakan daun bayam yang sudah sedikit membusuk atau rusak dan memiliki warna kuning. Anda bisa menjadikan daun bayam ini sebagai salah satu salad. Mengkonsumsi bayam sebagai salad dipercaya sangat baik untuk tubuh karena kandungan nutrisi dalam bayam akan tidak berkurang.
  • Bayam dapat dijadikan sebagai lauk (ditumis atau dikukus dengan bahan rempah-rempah lainnya). Selain dijadikan untuk salad, bayam juga baik untuk dimasak atau ditumis dengan bahan rempah-rempah lainnya seperti bawang merah dan putih. Sebelum memasaknya terlebih dahulu harus dicuci. Cucilah dengan bersih setelah itu potong-potong namun jangan terlalu kecil karena hal itu akan mengurangi kandungan nutrisinya. Saat memasaknya pun hal yang harus diperhatikan ialah waktu memasaknya. Jangan memasaknya terlalu lama karena hal itu pula akan mengurangi jumlah nutrisi yang terkandung dalam bayam.
  • Bayam juga dapat dikombinasikan dengan Artichoke serta sayuran lainnya dan dijadikan tumis, namun dalam proses memasaknya jangan terlalu lama. Hal tersebut untuk menghindari hilangnya kandungan gizi dalam bayam karena proses pemasakan yang lama.
  • Bayam dapat pula dikombinasikan ke Lasagna Diet. Bagi Anda yang sedang melakukan Lasagna Diet, akan jauh lebih baik mengkombinasikan bayam dalam diet tersebut. Hal tesebut akan sangat berfungsi untuk mencegah tumbuhnya sel-sel kanker dalam tubuh.

Efek Samping Bayam

Manfaat sayur bayam untuk kesehatan sudah tidak diragukan lagi karena kandungan gizinya yang sangat baik. Namun dari segudang manfaat yang terkandung dalam bayam, ada beberapa efek samping yang ditimbulkan dari bayam itu sendiri. Efek samping utama terletak pada racun yang dibawa oleh bayam jika dipanaskan lagi yakni fe2+ dapat menjadi racun jika teroksidasi dengan fe3+. Oleh karenanya mengkonsumsi bayam cukup satu kali masak tanpa harus dipanaskan lagi. Ketahanan sayu bayam yang sudah dimasak tidak lebih dari 4 jam.

Bahaya lain akan terjadi jika penderita rematik dan asam urat mengkonsumsi sayur bayam. Karena kandungan purin dalam bayam sangat tinggi dan hal itu akan menyebabkan rasa ngilu yang berlebihan bagi penderita rematik dan asam urat. Oleh karena itu, mengkonsumsi sayur bayam tidak dianjurkan bagi penderita rematik dan asam urat.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Thursday 26th, May 2016 / 05:01 Oleh :
Kategori : Pencegahan