Sponsors Link
     Sponsors Link

9 Gejala Kanker Tiroid Paling Berbahaya dan Pengobatannya

ads

Kanker tiroid merupakan sebuah kondisi di mana sel abnormal tumbuh dan berkembang pada kelenjar tiroid. Jenis kanker ini memang tak cukup banyak terjadi dan kalaupun gejala kanker tiroid dapat diketahui lebih awal, penyembuhannya termasuk mudah. Kanker tiroid pun cenderung dialami oleh orang-orang yang usianya sudah mencapai antara 35-39 tahun.

Namun ada juga yang menyerang orang-orang lansia dengan usia 70 tahun lebih. Yang berpotensi lebih besar dalam menderita kanker tiroid 2-3 kali lipat adalah wanita ketimbang pria. Penyebab kanker tiroid paling utama pun cukup beragam, begitu juga jenisnya. Ada 4 jenis kanker tiroid yang dapat kita jumpai, yakni:

  • Karsinoma folikuler – Jenis kanker satu ini biasanya ditemukan pada 15 persen dari semua kasus. Orang-orang lansia atau manulalah yang biasanya mengalami kanker ini.
  • Karsinoma papiler – Jenis kanker ini merupakan yang paling umum karena pada 60 persen kasus, kanker inilah yang diidap oleh kebanyakan orang tersebut. Khusus jenis ini, wanita dengan usia 40 tahun ke bawahlah yang biasanya terpengaruh.
  • Karsinoma tiroid anaplastik – Jenis satu ini adalah yang terjarang dijumpai, tapi justru memiliki tingkat agresivitas paling tinggi. Kasus kanker tiroid ini hanya ada sekitar 5 persen dari kasus kanker tiroid yang pernah ada. Yang cenderung mengidap kanker ini adalah yang sudah berumur 60 tahun lebih.
  • Karsinoma medular tiroid. Jenis kanker ini bila dilihat dari seluruh kasus kanker tiroid yang ada hanya terjadi sekitar 5-8 persen. Tak kalah jarang memang dari karsinoma tiroid anaplastik, tapi kanker ini dapat menjadi penyakit genetik alias dapat diturunkan dalam satu keluarga. Hal tersebut adalah yang membuat kanker ini beda dari jenis kanker tiroid lain.

Setelah kita mengintip sedikit tentang jenis kanker tiroid, kita perlu juga melirik apa saja gejala kanker tiroid agar mampu menanganinya dari awal. Cara mencegah kanker tiroid dapat dilakukan ketika gejala diketahui di awal. Maka di bawah ini bisa disimak apa saja gejala yang harus kita waspadai agar dapat ditangani sejak dini.

(Baca juga: gejala kanker kelenjar getah bening berdasarkan jenisnya – manfaat buah nanas untuk mencegah kanker)

  1. Benjolan pada Leher

Yang paling utama di sini gejalanya adalah timbulnya benjolan secara tiba-tiba tepat di leher, biasanya pada area depan dan berada tepat di bawah jakun. Walau tidak akan terasa sakit, ini perlu diwaspadai dan terus diawasi karena merupakan tahap awal dari kanker tiroid itu sendiri. Kemungkinan orang-orang akan mengira ini hanya gondongan biasa.

Kanker tiroid pada dasarnya cukup jarang memunculkan gejala dan malah pada sebagian kasus, penderitanya tidak mengalami gejala. Bila muncul benjolan yang terasa asing di bagian leher dan ini tampak aneh, perhatikan dan waspadai untuk segera dibawa ke dokter. Rasa-rasakanlah bila ada perubahan pada leher Anda karena Anda kemungkinan tak akan dapat melihatnya.

sponsored links
  1. Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Gejala lain dari kanker tiroid adalah pembesaran pada kelenjar getah bening atau terjadi bengkak pada bagian leher. Tanda ini tidak ada kaitannya dengan nodul tiroid, namun gejala pembesaran di kelenjar getah bening perlu diwaspadai. Cobalah untuk merasakan adanya perbedaan di bawah rahang.

Pada umumnya gejala seperti ini muncul ketika Anda mengalami demam dan radang atau sakit tenggorokan. Saat infeksinya sudah hilang, kelenjar getah bening yang tadinya membesar otomatis akan ikut mengempis dan kembali normal. Bila Anda tidak demam maupun radang tenggorokan tapi muncul bengkak di bawah rahang, Anda perlu segera memeriksakan ke dokter.

(Baca juga: kanker kelenjar getah bening di leher)

  1. Sulit Menelan

Tiroid ada pada bagian atas trakea tenggorokan di mana bila kanker mengalami pertumbuhan dan perkembangan di bagian tersebut, maka tekanan akan muncul di bagian trakea. Otomatis dengan demikian kita akan merasa tidak nyaman saat menikmati makanan. Sulitnya menelan akan membuat kita malas makan dan minum dikarenakan terus berkembangnya kanker tiroid.

  1. Sulit Bernapas

Munculnya tekanan yang ada pada trakea karena perkembangan kanker tiroid tadi tak hanya membuat kita sulit dalam menelan. Ada kesulitan juga saat melakukan proses pernapasan di mana ini kemudian dapat menjadikan napas pendek-pendek. Bila Anda merasakan kesulitan dalam bernapas di mana terjadinya cukup sering, periksalah segera karena biasanya kanker tiroid dapat terdeteksi dari gejala ini.

(Baca juga: bahaya kanker kelenjar getah bening)

  1. Suara Serak

Diketahui bahwa kelenjar tiroid tepat berada pada bagian bawah laring atau yang kita sebut dengan kotak suara kita. Nodul tiroid yang kemungkinan adalah kanker tiroid dapat menekan pada kotak suara sehingga akan menyebabkan perubahan pada suara. Bila suara Anda mendadak berubah serak padahal tidak menderita batuk atau semacamnya, ini perlu dipertanyakan. Perubahan suara yang juga disertai dengan berbagai gejala lainnya di atas dapat menunjukkan adanya ketidakberesan. Kemungkinan paling besar memang adalah adanya kanker tiroid dan gejala ini akan memudahkan terdeteksinya kanker tersebut.

  1. Nyeri di Bagian Leher

Leher bakal terasa nyeri dengan segala tanda pembengkakan dan benjolan yang ada. Tak hanya merasa tidak nyaman ketika menelan, leher pun akan timbul rasa sakit. Rasa nyeri atau sakit biasanya menandakan bahwa sesuatu pada tubuh kita tak bekerja seperti seharusnya.

Apabila mempunyai sakit pada leher yang lewat dari seminggu tidak sembuh-sembuh juga, maka Anda patut mencurigainya. Nyeri pada leher dengan jangka waktu hingga lebih dari beberapa minggu bukanlah hal yang normal. Untuk memastikan apakah nyeri tersebut ada hubungannya dengan kanker tiroid, tentu Anda perlu ke dokter untuk didiagnosa lebih dulu supaya jelas.

Sebetulnya, kanker tiroid sendiri cukup jarang untuk menimbulkan gejala semacam ini, yakni nyeri di bagian leher. Tapi kalau misalnya nyeri pada leher terjadi bersamaan dengan gejala-gejala lainnya, Anda perlu mulai waspada. Membawa dan memeriksakan ke dokter sedari dini akan membuat penanganan juga semakin mudah karena kalau memang benar kanker, ini belum terlalu menyebar.

(Baca juga: efek kemoterapi kanker getah bening – manfaat kunyit untuk kanker)

  1. Sakit Tenggorokan

Kondisi ini ada miripnya dengan saat kita merasakan nyeri pada leher. Bila Anda tidak mengidap flu atau batuk tapi tenggorokan terasa sakit, bisa jadi ini gejala awal adanya kanker tiroid. Rasa sakit yang bertahan terlalu lama dan tidak sembuh-sembuh pun cukup mencurigakan.

Sakit pada tenggorokan yang lama sembuhnya dan disertai pula dengan beberapa gejala lain yang sudah disebutkan di atas, ini waktunya untuk memeriksakan diri. Gejala ini kemungkinan merujuk pada kanker tiroid sehingga butuh penanganan cepat. Bila diabaikan dengan mengira bahwa bisa sembuh sendiri walau lama, potensi kanker menyebar lebih cepat cukup besar.

  1. Batuk yang Konstan

Setelah mengalami kesulitan menelan dan bernapas hingga bahkan perubahan suara, terkadang batuk pun menyertai gejala-gejala tersebut. Terkadang batuk yang konstan sering dianggap batuk biasa, apalagi ditambah dengan kondisi tenggorokan yang sakit. Namun ini kemungkinan juga bukan sekadar radang tenggorokan biasa kalau ada beberapa gejala abnormal lainnya.

Bila bukan karena demam atau flu, batuk yang tidak sembuh-sembuh perlu diperiksakan segera. Ada banyak kemungkinan penyakit yang berhubungan dengan batuk ini. Tapi benjolan dan bengkak di kelenjar getah bening tentu akan semakin mudah bagi Anda untuk lebih mencurigainya. Pemeriksaan atau diagnosa selagi masih awal akan membantu supaya penanganan dapat diberikan.

(Baca juga: pengobatan kanker kelenjar getah bening dan diagnosa awalnya)

  1. Nyeri di Telinga

Telinga pun dapat mengalami rasa nyeri di mana ini menjadi bagian dari gejala kanker tiroid. Biasanya rasa sakit yang dirasakan pada bagian telinga adalah efek dari rasa sakit yang ada di leher. Jadi, terjadi perambatan nyeri hingga ke bagian alat pendengaran kita. Hanya saja, gejala ini termasuk jarang dialami oleh penderita kanker tiroid.

Sponsors Link

Pengobatan Medis Kanker Tiroid

Ada sejumlah metode pengobatan medis yang biasanya dokter akan berikan kepada pasien. Tentu hal ini bakal tergantung dari sudah seberapa parah kondisi pasien tersebut.

  • Tiroidektomi – Solusi pengobatan ini dikenal juga sebagai metode pengangkatan kelenjar tiroid dengan 2 jenis, yakni tiroidektomi total serta hemitiroidektomi sebagian. Pasca operasi atau pengangkatan, pasien perlu mengambil waktu 2-3 minggu untuk istirahat dan ini akan meringakan beban di leher Anda.
  • Kemoterapi Kanker – Jenis kanker karsinoma tiroid anaplastiklah yang lebih membutuhkan prosedur pengobatan ini karena penyebarannya sudah jauh. Pada metode ini, Anda perlu mengonsumsi obat-obatan demi membasmi sel-sel kanker. Namun tentu ada beberapa efek samping yang perlu diwaspadai, seperti rambut rontok, muntah, mual, kelelahan, hilangnya nafsu makan serta tukak mulut.
  • Radioterapi Eksternal – Bagian tubuh yang terpengaruh akan mendapatkan gelombang radioaktif. Pengobatan ini bukan yang utama tapi biasanya hanya digunakan untuk mengobati kanker stadium lanjut. Pasien karsinoma tiroid anaplastiklah yang biasanya mendapatkan pengobatan ini dengan jangka waktu yang ditentukan perkembangan dan jenis kanker itu sendiri. (Baca juga: radioterapi kanker serviks)
  • Terapi Pengganti Hormon – Tubuh pasien tak lagi dapat memroduksi hormon yang mampu berperan sebagai pengatur sistem metabolisme tubuh sesudah pengobatan tiroidektomi. Maka terapi pengganti hormon akan membantu supaya hormon bisa diganti seumur hidup pasien. Bentuk pengobatannya adalah dengan pemberian tablet dan pasien perlu menempuh tes darah rutin supaya dosis dapat disesuaikan demi pemantauan kadar hormon.
  • Pengaturan Level Kalsium – Setelah kelenjar tiroid diangkat, ada kemungkinan bahwa kelenjar paratiroid dapat terpengaruh. Padahal fungsi kelenjar paratiroid ini adalah sebagai pengatur kadar kalsium yang ada pada darah kita. Letak dari kelenjar ini tak jauh dari kelenjar tiroid, maka memang perlu perawatan pengaturan kadar kalsium supaya tetap berjalan normal.
  • Iodium Radioaktif – Metode pengobatan atau perawatan ini bertujuan untuk membuat sel-sel kanker yang tersisa hancur seluruhnya. Dengan begitu, ini akan mencegah agar kanker tak kembali lagi sesudah pengangkatan kelenjar tiroid. Tapi pengobatan dengan metode ini tak dianjurkan untuk dikombinasi bersama terapi pengganti hormon atau pengobatan ini bakal tak mempan.

(Baca juga: penyebab kanker tenggorokan – manfaat bayam untuk kanker)

Demikianlah serangkaian gejala kanker tiroid yang perlu diketahui dan Anda waspadai. Pengobatan dapat dilakukan ketika gejala sudah didiagnosa dan terbukti kanker tiroid. Maka jangan ragu untuk periksa ke dokter setelah mengalami 3 atau lebih gejala tersebut.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Friday 22nd, July 2016 / 05:29 Oleh :
Kategori : Kanker Tiroid