Sponsors Link
     Sponsors Link

6 Cara Penyembuhan Kanker Tiroid Secara Medis

ads

Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang berbentuk kupu-kupu terletak pada bagian depan leher. Tiroid ini memiliki fungsi untuk memproduksi hormon, mengatur metabolisme, pertumbuhan, suhu tubuh, hingga denyut jantung pada manusia. Untuk lebih jelasnya, berikut ini hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid:

  1. Triiodithyronin (T3) dan thyroxine (T4)

Dua hormon ini memiliki fungsi untuk mengatur cepat tidaknya metabolisme tubuh terjadi. Artinya, hormon triiodithyronin dan thyroxine akan mengatur seberapa cepat pembakaran kalori terjadi pada tubuh. Jika tubuh menghasilkan hormon T3 dan T4 berlebihan, maka akan berdampak tubuh menjadi sangat aktif membakar kalori. Hal ini pun berdampak berat badan Anda akan lebih cepat turun. Sebaliknya, jika kandungan hormon T3 dan T4 di tubuh kurang, maka berat badan akan lebih mudah naik karena pembakaran yang terjadi lebih lambat daripada kondisi normal.

  1. Calcitonin

Calcitonin adalah jenis hormon yang memiliki fungsi mengatur kadar kalsium dalam darah. Kalsium ini akan membantu proses pembentukan tulang dan menjaga tulang agar kuat. Tetapi di samping hormon ini, ada banyak zat lainnya yang akan juga membantu mengendalikan kadar kalsium dalam darah. Maka dari itu, hormone calcitonin seringkali dianggap tidak terlalu dibutuhkan oleh tubuh.

Kanker Tiroid

Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel yang tidak normal di dalam kelenjar tiroid. Menurut penelitian, kanker tiroid termasuk ke dalam jenis kanker yang jarang terjadi dan lebih mudah disembuhkan jika keberadaannya diketahui sejak awal.

Baca juga:

Orang-orang yang beresiko untuk menderita kanker tiroid adalah mereka yang berusia diantara 35 hingga 39 tahun, atau 70 tahun ke atas. Untuk jenis kelamin, wanita dianggap lebih mudah untuk terkena kanker tiroid dua hingga tiga kali lipat dibanding laki-laki. Anggapan ini berkaitan dengan adanya perubahan hormon akibat sistem reproduksi wanita. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan laki-laki pun akan mudah terkena kanker tiroid jika tidak menjalani gaya hidup yang sehat.

Jenis Kanker Tiroid

Kanker tiroid, yang terjadi di dalam kelenjar tiroid memiliki beberapa jenis:

  1. Karsinoma papiler

Kanker tiroid jenis karsinoma papiler adalah jenis kanker tiroid yang paling sering terjadi. 60% dari kasus kanker tiroid yang terjadi adalah kanker tiroid jenis karsinoma papiler. Biasanya karsinoma papiler diderita oleh wanita berusia kurang dari 40 tahun.

  1. Karsinoma folikuler

Karsinoma folikuler merupakan jenis kanker tiroid yang lebih jarang terjadi. Sekitar 15% dari kanker tiroid yang terjadi termasuk ke dalam jenis karsinoma folikuler. Jenis kanker tiroid yang satu ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang berusia lanjut.

  1. Karsinoma medular tiroid

Dibandingkan dua jenis kanker tiroid yang sebelumnya, karsinoma medular tiroid lebih jarang terjadi. Sekitar 5% hingga 8% dari seluruh kasus kanker tiroid merupakan karsinoma medular tiroid. Namun, berbeda dengan jenis kanker tiroid lainnya, kanker tiroid jenis ini bersifat genetik. Artinya, jika ada salah satu anggota keluarga yang menderita karsinoma medular tiroid, maka resiko anggota keluarga lain menderita jenis kanker yang sama menjadi lebih besar.

  1. Karsinoma tiroid anaplastik

Jenis kanker tiroid satu inilah yang merupakan kanker tiroid yang paling agresif. Meski kasusnya sangat jarang terjadi, namun jenis kanker tiroid ini sangat berbahaya. Kondisi karsinoma tiroid anaplastik terjadi pada 5% dari seluruh kasus kanker tiroid yang terjadi dan umumnya diderita oleh orang-orang berusia 60 tahun ke atas.

Sponsors Link

Gejala Kanker Tiroid

Kelenjar tiroid yang berada pada bagian depan leher lebih mudah terdeteksi jika terdapat penyakit yang menyerangnya. Gejala utama dari kanker tiroid, misalnya, adalah tumbuhnya benjolan atau adanya pembengkakan pada bagian depan leher. Tentu hal ini akan sangat mudah untuk terdeteksi. (Baca juga: Gejala Kanker Tiroid)

Biasanya, benjolan berada pada bagian bawah jakun, pada laki-laki, atau bisa terasa jika diraba pada perempuan. Benjolan ini biasanya tidak terasa sakit dan hal inilah yang membuat penderitanya tidak menyadari adanya bahaya kanker tiroid yang menyerang. Padahal jika dibiarkan, kanker tiroid akan menjadi lebih ganas dan menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Sakit tenggorokan, yang bisa menyulitkan dalam menelan makanan atau minuman. (Baca juga: Gejala Kanker Tenggorokan)
  • Suara berubah, bisa menjadi lebih serak dan tidak kunjung membaik dalam waktu yang lama. (Baca juga: Tanda Kanker Pita Suara)
  • Leher terasa sakit, akibat kanker yang semakin meluas.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, akibat kanker tiroid yang menyebar hingga ke kelenjar getah bening di dekatnya. (Baca juga: Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening di Leher)

Meski begitu, tidak selalu munculnya benjolan atau pembengkakan pada bagian kelenjar tiroid disebabkan oleh kanker. Bisa saja, benjolan disebabkan adanya infeksi, penyakit gondok atau lainnya. Hanya sekitar 5% dari benjolan pada kelenjar tiroid disebabkan oleh kanker.

Diagnosis Kanker Tiroid

Untuk memastikan apakah gejala yang dialami berkaitan dengan kanker tiroid, maka pasien akan diminta untuk melakukan pemeriksaan berikut ini:

  • Pemeriksaan fisik

Dalam pemeriksaan ini, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga serta gejala-gejala apa yang dialami oleh pasien. Dokter akan melihat apakah benjolan atau pembengkakan yang terjadi berkaitan dengan kanker tiroid yang mungkin terjadi. Jika ada kecurigaan lebih jauh, dokter akan merujuk untuk melakukan tes berikutnya.

  • Tes fungsi tiroid

Ini merupakan jenis tes darah. Melalui tes darah ini dapat dilihat apakah pembengkakan pada leher pasien disebabkan oleh kondisi lainnya. Tes ini akan memeriksa kadar hormon tertentu dalam darah pasien dan bisa menunjukkan jika terjadi masalah kesehatan yang berkaitan dengan hipertiroidisme atau hipotiroidisme.

  • Sitologi aspirasi jarum halus

Tes ini merupakan prosedur lanjutan untuk mendiagnosis kanker tiroid. Prosedurnya akan menggunakan jarum yang sangat kecil dan memasukkannya ke benjolan di leher pasien. Jarum ini akan mengambil sel sampel yang akan diteliti dengan mikroskop. Dengan tes ini dapat diketahui apakah sel bersifat kanker atau tidak.

  • Tes pencitraan

Berikutnya, pasien akan disarankan untuk juga melakukan tes pencitraan, seperti CT Scan, ultrasound atau PET (positron emission tomography). Tes ini akan membantu dokter mendiagnosis apakah kanker yang muncul telah menyebar hingga keluar kelenjar tiroid atau belum.

  • Tes penyakit turunan

Dengan tes ini, dokter akan memeriksa secara genetik, apakah pasien memiliki gen yang meningkatkan resiko terjadinya kanker tiroid atau tidak.

sponsored links

Penyembuhan Kanker Tiroid

Jenis kanker tiroid yang diderita dapat mempengaruhi tingkat kemungkinan sembuh pasien. Kanker tiroid jenis karsinoma papiler, karsinoma folikuler dan sebagian karsinoma tiroid meduler, berpeluang lebih besar untuk dapat disembuhkan. Penanganan yang dapat diberikan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan kelenjar tiroid dan bisa juga dengan menambah perawatan radioterapi.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini beberapa langkah pengobatan untuk kesembuhan kanker tiroid:

  1. Tiroidektomi

Langkah pengobatan ini merupakan prosedur pengangkatan kelenjar tiroid, baik sebagian saja (hemitiroidektomi) atau mengangkat secara keseluruhan (tiroidektomi total). Prosedur ini dilakukan dengan mempertimbangkan jenis dan ukuran kanker yang telah berkembang.

Baca juga:

Seorang pasien yang menjalani pengobatan ini akan disarankan untuk beristirahat selama 2-3 minggu pasca operasi. Hal ini bertujuan untuk menghindari aktivitas yang bisa memberi beban pada bagian leher pasien.

  1. Terapi pengganti hormon

Terapi ini dilakukan dengan tujuan mengganti hormon yang tidak lagi bisa diproduksi setelah dilakukan prosedur operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Untuk melakukannya, pasien akan diminta untuk mengkonsumsi obat pengganti hormon seumur hidupnya. Selain itu, pasien disarankan untuk secara rutin memeriksakan darahnya, dengan tujuan memantau kadar hormon dan menyesuaikan dosis obat supaya sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

  1. Pengaturan kadar kalsium

Pada beberapa pasien yang telah melakukan prosedur tiroidektomi, kelenjar paratiroid yang berfungsi mengatur kadar kalsium bisa terpengaruh dengan diangkatnya kelenjar tiroid. Akibatnya, kadar kalsium di dalam tubuh bisa menjadi tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu, diperlukan perawatan untuk mengatur kadar kalsium dalam tubuh. (Baca juga: Gejala Kanker Tulang)

  1. Perawatan iodium radioaktif

Perawatan iodium radioaktif ini memiliki tujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa setelah operasi dan mencegah kemunculannya kembali. Namun, pengobatan ini tidak bisa dikombinasikan dengan terapi penggantian hormon karena bisa mengurangi tingkat efektivitasnya. Selain itu, pasien juga harus mengurangi konsumsi iodium karena juga bisa menurunkan efektivitas perawatan ini.

Pasien yang menjalani perawatan iodium radioaktif disarankan untuk menghindari makanan laut, produk olahan susu, obat batuk, serta garam laut. Sebaliknya, pasien disarankan untuk mengkonsumsi daging, buah-buahan dan sayuran, serta nasi yang memiliki kandungan iodium rendah. Wanita hamil sebaiknya menghindari perawatan ini karena bisa mempengaruhi pertumbuhan janin.

Baca juga:

Efek samping yang terjadi dari perawatan ini adalah penurunan tingkat kesuburan. Bagi wanita mungkin tidak memberi efek buruk terlalu banyak, namun tidak begitu pada pria. Efek samping lainnya yang mungkin terjadi adalah rasa mual, mulut kering, mata kering, hingga perubahan pada indera perasa dan penciuman.

  1. Radioterapi eksternal

Prosedur ini akan memanfaatkan gelombang radioaktif dan mengarahkannya ke bagian tubuh yang terpengaruh sel kanker. Biasanya, radioterapi eksternal digunakan untuk mengatasi kanker tiroid tingkat lanjut atau karsinoma anaplastik. Jangka waktu untuk melakukan perawatan ini bergantung pada jenis kanker dan tingkat perkembangannya.

Efek samping yang bisa terjadi dari perawatan radioterapi eksternal adalah mulut kering, rasa mual, muntah, dan kelelahan pada pasien.

Baca juga:

  1. Kemoterapi

Prosedur kemoterapi biasanya hanya dilakukan jika kanker tiroid dengan jenis karsinoma anaplastik sudah menyebar hingga ke bagian tubuh lainnya. Pasien akan mengkonsumsi obat kemoterapi yang sangat kuat untuk membunuh sel-sel kanker di tubuh. Kemoterapi mungkin tidak bisa menyembuhkan kanker yang terjadi, tapi bisa membantu meredakan gejala dan memperlambat pertumbuhannya.

Baca juga:

Pasien yang telah menjalani pengobatan kanker tiroid, harus terus memantau kesehatan tubuhnya. Hal ini dikarenakan kanker bisa kembali lagi, bahkan setelah diangkat melalui operasi. Untuk itu, pasien mungkin akan tetap disarankan melakukan tes fungsi tiroid secara berkelanjutan.

Tetap jaga kesehatan, ya!

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Thursday 12th, January 2017 / 06:12 Oleh :
Kategori : Kanker Tiroid