Sponsors Link

Apakah Pil KB Menyebabkan Kanker Serviks ?

Sponsors Link

Pil KB merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang berguna untuk menunda kehamilan. Namun demikian, tidak semua perempuan yang membutuhkan alat kontrasepsi dapat menggunakan pil KB. Hal ini dikarenakan akan banyak efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan alat kontrasepsi itu sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir efek samping tersebut adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebelum memutuskan akan menggunakan alat kontrasepsi apa. Apakah pil KB, IUD spiral, IUD T, susuk dan lainnya.

Sponsors Link

Pertimbangan Pemilihan Pil KB

Salah satu pertimbangan pemilihan alat kontrasepsi adalah faktor penyakit bawaan genetik. Hal ini dikarenakan, kebanyakan penyakit yang disebabkan oleh faktor bawaan genetik sangat mudah dipengaruhi oleh kondisi hormon di dalam tubuh. Sebagai contoh ada seorang ibu yang memiliki riwayat kesehatan darah tinggi, maka dokter kandungan menyarankan untuk menggunakan IUD T. Pertimbangan tersebut dikarenakan kondisi penggunaan alat kontrasepsi akan mempengaruhi siklus hormon estrogen dan progesteron. Jika pemilihan alat kontrasepsi yang digunakan kurang tepat, maka dalam penggunaan jangka panjang dapat membahayakan penggunanya. Akibat yang ditimbulkan pun bermacam-macam, yaitu dapat memicu terjadinya berbagai macam jenis kanker, yaitu kanker serviks, kanker rahim, dan kanker payudara.

Pil KB mengandung estrogen dan progesteron, yang mana hormon-hormon tersebut berfungsi untuk mempengaruhi proses pembuahan. Ketika meminum pil KB, mulut rahim akan menghasilkan lebih banyak lendir yang membuat sel sperma tidak dapat masuk ke dalam saluran telur sehingga proses pembuahan tidak dapat terjadi. Selain itu, asupan hormon yang dikonsumsi dalam bentuk pil KB telah melakukan manipulasi pada tubuh bahwa Anda sedang hamil. Sehingga saat sel sperma masuk, sel telur tidak dilepaskan dan tidak terjadi pembuahan.

Dalam mengkonsumsi pil KB, Anda tidak bisa langsung mengkonsumsi secara asal, ada perhitungan waktu yang harus ditaati saat mengkonsumsi pil KB. Perhitungan tersebut berdasarkan siklus menstruasi pertama dan terakhir sebelumnya. Anda harus mengkonsumsi setiap hari secara rutin. Jika terjadi keterlambatan saat minum pil KB Anda harus mengulang dari awal agar pil KB dapat berfungsi secara efektif.  Meskipun demikian, pil KB juga dapat menimbulkan efek samping negatif bagi penggunanya, antara lain:

  1. Periode menstruasi tidak teratur

Penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB dapat mempengaruhi hormon. Hal inilah yang menyebabkan periode menstruasi menjadi tidak teratur. Menstruasi terjadi akibat regenerasi sel yang terdapat pada jaringan dinding rahim. Ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan gejala kanker serviks untuk memperkecil terserang penyakit kronis.

Sponsors Link

  1. Keputihan

Karena pengaruh perubahan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan organ reproduksi menghasilkan cairan lendir yang berlebih terutama di daerah vagina. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya keputihan. Pada saat mengalami keputihan, Anda harus memastikan daerah vagina bersih, dan rajin berganti celana dalam. Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai sebagai penyebab keputihan pada kanker serviks, yaitu warna cairan keputihan yang memiliki warna berbeda (coklat kemerahan) dan menimbulkan bau tidak sedap di area kewanitaan.

  1. Nyeri payudara

Payudara sangat sensitif pada perubahan hormon. Ketika mengalami peningkatan hormon progesteron, ukuran payudara cenderung semakin besar sehingga menimbulkan rasa nyeri di sekitar payudara. Payudara memiliki kaitan erat dengan hormon estrogen. Saat hormon progesteron berada dalam kadar lebih tinggi Anda perlu mewaspadai terutama jika Anda telah mengkonsumsi pil KB dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini dikarenakan kelebihan hormon progesteron dapat memperbesar kemungkinan terkena penyakit kanker payudara.

  1. Emosi tidak stabil

Pengaruh perubahan hormon membuat kondisi emosi menjadi tidak stabil. Saat mengalami menstruasi, perubahan emosi ini disebut juga dengan PMS (pre mestrual syndrome). Peningkatan dan penurunan hormon progesteron dan estrogen menstimulus otak pada sistem saraf pusat mempengaruhi hormon endorfin. Sehingga karena pengaruh hormon inilah emosi seseorang bisa berubah-ubah.

  1. Meningkatkan resiko kanker

Penggunaan pil KB yang tidak sesuai dengan aturan, dan tidak diimbangi dengan memberikan nutrisi seimbang kepada tubuh akan meningkatkan resiko kanker. Terlebih jika kurang bisa menjaga kebersihan organ kewanitaan. Pada suhu yang lembab, virus, jamur, dan bakteri sangat mudah berkembang dan menyebar. Infeksi dalam jangka waktu yang lama dapat memicu terjadinya kanker.

Sponsors Link

Selain itu, perubahan hormon akan mempengaruhi proses regenerasi sel. Jika konsumsi pil KB tidak diimbangi dengan perubahan pola hidup sehat dan memperbanyak konsumsi makanan pencegah kanker sehari-hari maka tidak menutup kemungkinan regenerasi sel tidak dapat berjalan, sehingga sel telur yang telah rusak menjadi sumber penyakit di dalam tubuh.

  1. Meningkatkan resiko hipertensi

Perubahan sistem hormon pada tubuh, secara tidak langsung dapat mempengaruhi kerja saraf yang ada pada jaringan organ, Ketika hormon progesteron memberikan stimulus kepada sistem saraf pusat, maka akan mempengaruhi peningkatan kerja saraf-saraf, sehingga aliran darah mengalir lebih cepat dan sangat berbahaya bagi saluran pembuluh darah yang sempit.

  1. Meningkatkan resiko penyakit jantung

Pada dasarnya semua orang memiliki resiko penyakit jantung. Namun demikian, ada banyak faktor penyebab, salah satunya adalah peningkatan hormon. Ketika dorongan hormon progesteron akan memberikan stimulus kepada sistem saraf untuk meningkatkan kinerjanya. Jantung yang awalnya berdetak normal dapat meningkat secara tiba-tiba, sehingga jika bagian tubuh terkait seperti pembuluh darah kurang bisa menyesuaikan, maka dapat terjadi resiko penyakit jantung.

Meskipun penggunaan pil KB memiliki efek yang kurang baik bagi keseimbangan kondisi tubuh, namun dengan konsumsi sesuai dengan aturan dan arahan dari dokter dapat menekan dampak yang mungkin ditimbulkan. Memilih alat kontrasepsi secara tepat, dan sesuai dengan kondisi tubuh, serta menggunakan sesuai aturan yang telah dianjurkan. Selain itu, selalu mawas diri terhadap perubahan kondisi tubuh. Kenali gejala kanker, dan lakukan cara deteksi dini kanker serviks agar tidak terlambat dalam memberikan penanganan.

Baca artikel terkait:

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Monday 25th, April 2016 / 14:16 Oleh :
Kategori : Kanker Serviks