Sponsors Link

Penyebab Keputihan Pada Kanker Serviks Paling Berbahaya

Sponsors Link

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan dan telah menyerang 15.000 orang wanita di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah pencegahan untuk menekan angka penderita kanker serviks pada wanita di Indonesia. Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang organ reproduksi wanita. Hal inilah yang menyebabkan cukup sulit untuk mendeteksi kemunculan penyakit kanker serviks, sehingga kebanyakan wanita mengetahui bahwa mereka mengidap kanker serviks ketika sudah mengalami stadium kanker serviks pada tingkat yang cukup tinggi. Pada dasarnya setiap penyakit telah menunjukkan gejala masing-masing ketika menyerang tubuh manusia, seperti gejala kanker rahim yang hampir serupa dengan kanker serviks. Salah satu gejala yang ditimbulkan oleh kanker rahim dan kanker serviks adalah keputihan. Kebanyakan wanita menganggap keputihan merupakan hal yang wajar karena memang ada banyak faktor yang menyebabkan munculnya keputihan. Salah satunya adalah faktor kelelahan. Secara normal keputihan dalam kategori aman memiliki ciri berwarna putih atau bening. Namun akan berbeda jika Anda mengalami keputihan yang berwarna kemerahan karena bercampur dengan darah.

Sponsors Link

Mengapa bisa terjadi keputihan?

Keputihan adalah suatu kondisi dimana vagina mengeluarkan cairan yang berwarna putih atau bening. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan keputihan. Salah satunya adalah pada saat memasuki masa subur dan pada saat hamil, kebanyakan wanita akan mengalami keputihan. Begitu juga ketika sedang melakukan banyak aktivitas yang berlebih, sehingga mengalami kelelahan, beberapa wanita juga akan mengalami keputihan. Pada keputihan yang memiliki ciri tertentu, maka ada banyak faktor penyebab. Mulai dari jamur, parasit, bakteri, dan juga virus. Berikut penjelasan mengapa bisa terjadi keputihan:

  1. Jamur

Jamur candida albicans merupakan jamur yang dapat menyebabkan terjadinya keputihan dan menimbulkan gatal pada sekitara vulva. Gejala yang ditimbulkan adalah keluarnya cairan berwarna putih susu kental dan berbau, serta disertai dengan rasa gatal di area vagina.

Sponsors Link

  1. Parasit

Jika Anda pernah mendengar trichomonas vaginalis merupakan jenis spesies parasit yang dapat menyerang kesehatan vagina. Jamur ini dapat menular melalui hubungan intim, perlengkapan mandi, dan penggunaan toilet umum. Infeksi yang ditimbulkan oleh spesies jamur ini ditandai dengan cairan keputihan yang berwarna kuning dan berbau anyir. Tidak menimbulkan gatal namun menimbulkan rasa nyeri di area vagina.

  1. Bakteri

Berbeda dengan parasit dan jamur. Bacterual vaginosis merupakan salah satu spesies bakteri yang menyebabkan cairan keputihan berwarna abu-abu, dan dapat menyebabkan rasa gatal pada vagina. Bakteri ini juga dapat dianggap sebagai awal gejala infeksi penyakit kelamin. Penularan yang paling umum adalah melalui hubungan intim. Oleh karena itu, jangan pernah bergonta-ganti pasangan, dan selalu gunakan kondom saat berhubungan agar tidak tertular penyakit kelamin.

  1. Virus

Berikutnya adalah keputihan yang disebabkan oleh virus. Salah satunya adalah virus human papilloma atau biasa dikenal dengan HPV. Virus ini menyerang leher rahim dan sangat mematikan. Maka dari itulah salah satu penyebab kanker serviks adalah virus HPV ini. Akibat infeksi dari virus ini, keputihan yang dialami oleh wanita ditunjukkan dengan warna yang kekuningan bahkan disertai dengan darah serta bau yang kurang sedap, seperti bau anyir. Dalam kondisi normal, keputihan sangat dipengaruhi oleh kondisi hormonal setiap wanita. Namun demikian, keputihan juga dapat diartikan sebagai respon tubuh terhadap serangan dari luar, baik berupa benda asing, jamur, bakteri, virus, dan sebagainya. Cairan yang dihasilkan oleh vagina pada dasarnya berfungsi untuk melindungi tubuh agar tidak dimasuki oleh benda asing, jamur, bakteri, virus sehingga dapat menimbulkan efek berkelanjutan yang sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan pada cairan yang ada pada vagina mengandung laktoferin yang dapat mengikat besi sehingga mampu melindungi tubuh wanita dari serangan yang merugikan. Selain itu, perlu Anda ketahui juga bahwa penelitian baru menemukan bahwa virus HPV juga dapat menyebabkan kanker kulit.

Sponsors Link

Bagaimana keputihan pada kanker serviks?

Keputihan pada kanker serviks memiliki perbedaan yang sangat menonjol dibandingkan dengan keputihan normal. Selain warna yang berbeda, keputihan dari gejala kanker serviks juga disertai dengan bau yang kurang sedap. Bau tersebut dapat berupa bau busuk dan amis. Bahkan gejala lain yang ditimbulkan adalah rasa gatal di area vagina. Jika Anda mengalami gejala keputihan seperti penjelasan dalam artikel ini, maka lebih baik Anda segera berkonsultasi dengan dokter. Keputihan yang terjadi pada kanker serviks merupakan sebuah bentuk perlindungan dari dalam tubuh untuk menangkal virus HPV yang menjadi penyebab keputihan pada kanker serviks. Namun demikian, dikarenakan cairan tersebut harus bekerja ekstra keras untuk melindungi dari berbagai hal seperti virus, dan serangan lainnya, maka pada akhirnya kandungan yang ada di dalam cairan keputihan tersebut mengalami ketidakmampuan, sehingga yang dimunculkan adalah hanya mengirimkan tanda-tanda. Perkembangan sel kanker pada setiap stadiumnya akan berbeda-beda. Semakin tidak disertai dengan langkah pengobatan dan pencegahan, maka sel kanker akan menyebar dengan cepat. Dengan mewaspadai keputihan yang Anda alami merupakan cara deteksi dini kanker serviks dan cara pencegahannya. Bagaimana cara merawat vagina? Ada beberapa cara mencegah kanker serviks selain melakukan pemeriksaan dini, yaitu dengan merawat vagina dengan benar. Berikut beberapa cara melakukan perawatan vagina:

  1. Selalu berganti celana dalam, terutama saat dalam kondisi lembab.
  2. Gunakan pembalut yang terbebas dari bahan kimia berbahaya
  3. Mencuci area vagina dengan menggunakan obat herbal
  4. Jangan terlalu sering menggunakan celana ketat, untuk menjaga sirkulasi udara area vagina.
  5. Jika gatal, cucilah vagina dengan air bersih. Jangan digaruk karena jika terjadi luka maka semakin dapat memicu terjadinya infeksi di area vagina.

Sebagai seorang wanita, tentu tidak ada salahnya untuk lebih memberikan perhatian kepada diri sendiri. Salah satunya dengan lebih mewaspadai atas terjadinya perubahan pada tubuh. Jika Anda mengalami perubahan pada cairan yang keluar dari vagina, terutama saat mengalami keputihan berlebih dengan warna dan bau yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter. Baca artikel terkait: Apakah Pil KB Menyebabkan Kanker Serviks?

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Thursday 21st, April 2016 / 09:28 Oleh :
Kategori : Kanker Serviks