Sponsors Link

11 Pengobatan Kanker Serviks Secara Medis dan Tradisional

Sponsors Link

Menjadi momok bagi para makhluk yang dinamakan perempuan, kanker serviks adalah jenis kanker selain kanker payudara karena kanker yang cukup mengancam dengan timbul di bagian leher rahim ini dapat terjadi justru pada wanita yang berada di usia 30-45 tahun. Pada usia tersebut, wanita masih terbilang aktif secara seksual, maka sangat bahaya apabila wanita sampai mengidap penyakit ini. Leher rahim itu sendiri memiliki fungsi sebagai pintu masuk dari vagina menuju rahim dan meski kanker ini bisa saja dialami oleh wanita yang usianya di bawah 25 tahun, tetap saja usia tersebut tak begitu berisiko dibandingan wanita usia antara 30-45.

Sponsors Link

Tentu saat bicara tentang bagaimana pengobatan kanker serviks, hal ini ditentukan oleh sejumlah faktor, yaitu:

  • Faktor umur pasien.
  • Stadium kanker atau sudah seberapa parah perkembangan dan penyebaran kanker.
  • Kondisi medis lain yang penderita hadapi.
  • Adanya harapan untuk mempunyai anak.

Ini bukanlah hal mudah untuk menentukan pengobatan seperti apa yang bakal paling baik dan efektif, namun hal ini selalu bisa dikonsultasikan dengan para ahli tim medis yang menangani kita. Berikut di bawah ini kita akan membahas satu per satu rekomendasi pengobatan medis dan tradisional untuk para penderita kanker serviks. Selalu ada cara untuk pulih dan langkah pengobatan berikut dapat dicoba setelah memang kanker serviks terdeteksi lewat metode diagnosa yang ditempuh.

(Baca juga: ciri-ciri kanker serviks)

1. Operasi Pengangkatan

Untuk mengobati kanker serviks pada wanita secara medis, langkah yang akan pertama kali dokter bakal tawarkan adalah operasi pengangkatan rahim beserta kandungan. Prosedur ini yang kita kenal dengan istilah histerektomi di mana pengangkatan rahim ini akan dilanjutkan dengan membersihkan bilaterial kelenjar di bagian panggul. Sebelum kita menempuh jalur ini, kita perlu mengetahui ada beberapa macam tingkatan histerektomi seperti berikut:

  1. Histerektomi Subtotal atau Parsial – Pengangkatan rahim melalui operasi pada jenis ini akan dokter lakukan hanya pada rahim dan melalui pengangkatan ini rupanya peluang penderita untuk menderita kanker masih tergolong tinggi. Itulah yang menjadi alasan mengapa pasien harus tetap memeriksakan diri secara rutin supaya bila risiko kanker timbul kembali dapat diatasi secara lebih dini.
  2. Histerektomi secara Total – Dokter akan memutuskan untuk mengangkat rahim dan mulut rahim pada jenis operasi satu ini. Namun ovarium dan tuba falopi tak akan diangkat di tahap operasi ini.
  3. Histerektomi Total bersama Salpingi-ooforektomi Bilateral – Jenis operasi satu ini akan dokter lakukan untuk mengangkat rahim bersama dengan serviks, ovarium dan tuba falopi yang pada jenis sebelumnya tidaklah dilakukan.
  4. Histerektomi Radikal – Dokter akan mengangkat rahim penderita melalui operasi dan tak hanya rahim saja pada jenis pengangkatan kali ini, bagian atas vagina, serviks, kelenjar getah bening serta jaringan yang apda pada panggul semuanya akan diangkat. Untuk prosedurnya, operasi ini bisa dilakukan lewat vagina dan perut, namun prosedur yang dilakukan lewat alat kewanitaan biasanya berisiko lebih kecil dan pemulihan pasien juga lebih cepat.

Histerektomi adalah pengobatan medis yang cukup sering menjadi pilihan karena memang lesi kanker dapat dibersihkan dengan efektif dan untuk hasil lebih cepat penanganan medis ini boleh dipilih. Hanya saja, ada efek yang perlu menjadi pertimbangan para pasien juga, yaitu seperti mengalami gangguan ketika sedang melakukan buang air kecil setelah proses ini. Maka sebaiknya memang segala sesuatu ditanyakan lebih dulu kepada dokter, khususnya tentang akibat dari prosedur pengobatan ini bagi kesehatan di kemudian hari.

(Baca juga: operasi kanker serviks)

ads

2. Pelvic Exenteration

Ini juga merupakan sebuah metode pengobatan medis yang biasanya dikenal dengan sebuah operasi besar dan dokter hanya akan menyarankan prosedur ini apabila kanker serviks yang sudah diangkat sebelumnya muncul kembali. Jenis operasi ini pada umumnya akan dokter lakukan kalau kanker muncul lagi di area panggul dan belum terjadi penyebaran ke daerah lainnya. Sesudah operasi, ada rekonstruksi ulang yang akan dilakukan pada bagian vagina menggunakan jaringan dan kulit yang dokter ambil dari bagian tubuh lain pasien. Bagi para wanita yang sudah menikah, hubungan intim dengan suami masih bisa dilakukan, tapi tentunya beberapa bulan sesudah menjalani operasi.

Diketahui bahwa pada prosedur pengobatan ini ada dua tahapan yang para pasien harus lewati, yakni:

  • Tahap pertama – Pengangkatan kanker akan dilakukan di waktu yang sama dengan bagian bawah usus, vagina, kandung kemih serta rektum.
  • Tahap kedua – Stoma atau dua lubang bakal dibentuk di bagian perut sehingga kotoran dan urin bisa dikeluarkan dari tubuh. Kotoran tersebut bakal dokter masukkan ke kantong colostomy atau kantong penyimpanan setelah dibuang.

(Baca juga: pembalut menyebabkan kanker serviks)

3. Radiopartikel

Pengobatan yang juga dapat menjadi pilihan adalah radiopartikel di mana dengan teknologi yang disediakan, perkembangan sel kanker akan dihambat. Sel kanker yang tak dapat bertumbuh secara leluasa otomatis tak akan mengganggu pasien ketika sedang beraktivitas setiap harinya. Pada prosedur ini, biji partikel dengan luas 1,7 cm akan digunakan dan dari biji inilah akan terpancar sinar gamma yang hanya akan mengancurkan sel kanker. Sel-sel sehat lainnya di dalam tubuh tak akan terkena dampak apapun, jadi tak perlu khawatir. Justru melalui pengobatan inilah diharapkan bahwa kegagalan dapat diminimalisir.

(Baca juga: efek vaksin kanker serviks)

4. Radioterapi Kanker Serviks

Radioterapi merupakan cara pengobatan medis lainnya yang juga sudah cukup sering dipilih dan digunakan oleh para penderita kanker serviks. Kanker serviks baik stadium awal maupun stadium akhir dapat diobati dengan prosedur pengobatan satu ini dan dengan radiasi pengion yang diberikan oleh dokter akan membunuh segala sel kanker dengan dosis yang disesuaikan pada volume tumor. Sel-sel kanker yang sedang berkembang akan menjadi rusak, bahkan pembelahan selnya pasti digagalkan oleh radioterapi sehingga tak akan menyebar dengan cepat ke bagian yang lain. Di bawah ini adalah beberapa bagian radioterapi yang disesuaikan dengan stadium kanker si penderita:

  • Radioterapi whole pelvis atau seluruh panggul.
  • Radioterapi karsinoma serviks uteri.
  • Radioterapi braciterapi.

Biasanya, dokter akan memberikan radiasi setelah menyesuaikan dengan stadium tumor, tipe tumor tersebut, luas serta ukurannya juga. Walau tergolong pengobatan medis terbaik, tetap saja ada efek samping yang wajib untuk diwaspadai, seperti misalnya adanya bagian rambut dan kulit yang berubah. Bahkan infeksi kandung kemih juga menjadi bagian dari efek samping oleh pengobatan radioterapi.

(Baca juga: penyebab keputihan pada kanker serviks)

5. Kemoterapi Kanker

Kemoterapi pun merupakan sebuah metode pengobatan kanker yang juga selalu ditempuh oleh kebanyakan penderita kanker, termasuk juga pasien kanker serviks. Kemoterapi bahkan kerap dikombinasikan dengan radioterapi demi efektivitas lebih tinggi dalam menyembuhkan kanker serviks. Khusus bagi yang sudah mengalami kanker serviks stadium 4 atau akhir, kemoterapi adalah pengobatan yang perlu ditempuh supaya penyebaran kanker dapat ditahan dan diperlambat serta agar gejala yang timbul dapat dikurangi. Inilah yang kita bisa sebut dengan istilah kemoterapi paliatif.

Kemoterapi merupakan prosedur pengobatan yang akan melawan serta membuat sel kanker hancur, tapi jelas ini tidaklah sama dengan proses operasi maupun radioterapi yang hanya memberikan dampai di bagian tubuh tertentu saja. Kemoterapi ini adalah langkah pengobatan yang bakal memberikan efek ke seluruh tubuh dan dan sel-sel kanker yang sedang berkembang akan menjadi sasaran kemoterapi. Cisplatin adalah jenis obat paling umum yang dokter biasanya berikan untuk membunuh sel kanker.

Walau demikian, dokter terkadang tetap mengombinasikan beberapa obat dan untuk pasien yang memutuskan untuk rawat jalan, pemberian kemoterapi adalah melalui infus. Setelah pengobatan lewat infus sesuai dosis sudah diterima, maka pasien boleh pulang. Namun pada saat menempuh pengobatan ini, penderita perlu melakukan tes darah di mana tujuannya adalah untuk mengetahui apakah kesehatan ginjal baik-baik saja karena tubuh secara terus-menerus dimasukkan obat.

Seperti halnya radioterapi, kemoterapi juga dikenal memberikan efek-efek samping yang cukup mengganggu, seperti:

  • Tubuh cepat merasa lelah.
  • Menurunnya nafsu makan.
  • Perut mual yang diikuti dengan muntah.
  • Mulut terserang sariawan.
  • Berkurangnya jumlah sel darah yang mengakibatkan sesak napas dan tubuh lemas. Hal ini bakal membuat kondisi tubuh menjadi sangat gampang terkena infeksi oleh sebab kekurangan sel darah putih.
  • Kerontokan rambut yang memang sudah tergolong efek samping umum, tapi rambut bakal tumbuh kembali dalam waktu 3-6 bulan sehabis pasien selesai kemoterapi. Hanya saja, tak semua pengobatan kemoterapi akan membuat rambut rontok.

(Baca juga: pil kb menyebabkan kanker serviks)

6. Daun Sirsak

Pilihan pengobatan secara tradisional bisa dijatuhkan pada daun sirsak di mana bahan alami ini tak hanya ampuh mengobati kanker serviks, tapi juga jenis kanker lainnya, asam urat, rematik, nyeri sendi, hipertensi, bisul serta penyakit eksim. Untuk menggunakan bahan ini secara efektif, ada 2 cara yang kiranya dapat menginspirasi, yaitu:

Cara 1: Ambil saja daun sirsak mudah sebanyak 3 lembar dan daun sirsak ini bisa direbus selama 20 menit yang kemudian airnya dapat disaring sebelum akhirnya diminum. Tunggu saja sampai hangat atau dingin sebelum meminumnya.

Cara 2: Siapkan daun sirsak tua 10 lembar saja yang kemudian dapat dicuci lebih dulu sehingga bersih dari kotoran yang menempel (cuci dengan air hangat lebih baik). Lalu, baru dilanjutkan dengan semua daun direbus menjadi satu di sebuah wadah yang sudah dituang dengan air 3 gelas. Tunggulah sampai mendidih dan hanya tersisa 1 gelas. Air rebusan dapat dibiarkan dingin, baru air disaring dan dikonsumsi 2 kali per hari masing-masing 1 gelas.

Pengobatan dengan daun sirsak ini bisa coba dilakukan setiap hari dalam waktu 2 minggu berturut-turut, baru selanjutnya periksakan kondisi tubuh kembali. Hal ini diperlukan agar dapat diketahui tingkat efektivitas dari daun sirsak dalam mengobati kanker serviks.

(Baca: manfaat daun sirsak untuk kanker serviks)

Sponsors Link

7. Tapak Dara

Di dalam tapak dara ada kandungan-kandungan baik yang dinamakan vinblastin dan vinkristin di mana sangat baik untuk melawan dan membunuh sel-sel kanker. Bila tertarik untuk mencoba pengobatan tradisional menggunakan bahan alami ini, buktikan bahwa tapak dara pun mampu menyembuhkan kanker serviks.

Caranya: Penggunaan tapak dara ini perlu kita campur dengan gula merah, kulit kayu pulasari, dan buah adas di mana semuanya kemudian masih harus direbus bersama air 3 gelas. Air rebusan bisa disaring sesudah mendidih, dan airnya dapat dikonsumsi dalam keadaan hangat yang akan mampu memberikan hasil terbaik untuk kesehatan serviks. Ramuan tradisional ini dapat dikonsumsi sehari 3 kali setengah gelas masing-masing.

(Baca juga: waspadai bahaya kanker serviks)

8. Sarang Semut Papua

Bahan ini bukan lantas sarang semut betulan yang bisa ditemukan di Papua, melainkan ini adalah nama sejenis tanaman herbal yang memang dapat kita peroleh di penghujung timur negara kita. Baik itu tumor maupun kanker, tanaman ini mampu melawannya tanpa efek samping berbahaya bagi tubuh. Ini dikarenakan dari sarang semut ini kita akan memperoleh antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas.

Kandungan anti kanker di dalam tanaman ini juga bakal menolong agar pertumbuhan sel kanker berhenti. Bahkan sikluas pembelahan sel pun akan dihambat serta sistem kekebalan tubuh akan otomatis meningkat. Air rebusan sarang semut dapat dibuat dan diminum setiap hari hingga paling tidak 6 bulan secara terus-menerus sambil terus melakukan pemeriksaan. Buktikan sendiri bahwa bahan tradisional ini mampu memberikan hasil terbaik untuk menyembuhkan kanker serviks dengan membunuh setiap sel kanker secara total.

(Baca juga: penyembuhan kanker serviks berdasarkan stadium penderita)

9. Daun Belimbing

Bagi yang di rumah memiliki tanaman belimbing, tak hanya buahnya saja yang bisa dinikmati, tapi bagian daunnya pun bisa dijadikan obat untuk para penderita kanker serviks. Bahkan ada sejumlah jenis daun lainnya yang dapat kita kombinasikan dengan daun belimbig supaya hasil penyembuhan kanker serviks lebih total.

Caranya : Cukup dengan menyiapkan daun belimbing ½ genggam saja bersama dengan daun bayam merah ½ genggam juga, daun cermai muda ½ genggam, daun pepaya muda ½ lembar, ditambah juga dengan madu 2 sendok makan dan wortel berukuran 2 jari, kita bisa memulai membuat ramuannya. Setelah semua bahan yang perlu dicuci sudah dibersihkan, masukkan ke dalam panci yang disusul dengan penuangan ½ gelas air matang. Gilinglah lebih dulu seluruh bahan sampai benar-benar halus, lalu air boleh disaring dan ditambah dengan madu. Mengonsumsinya sehari sekali 1 gelas secara rutin akan sangat membantu para penderita kanker serviks pulih secara alami.

(Baca juga: gejala kanker serviks stadium 2)

10. Kunyit Putih

Tak hanya untuk kanker serviks, para penderita batuk berdarah, bau mulut, gangguan pencernaan, sakit gigi, masuk angin, serta keputihan juga bisa memanfaatkan kunyit putih. Di dalam kunyit putih ini ada antioksidan, RIP atau Ribosome Inacting Protein, serta anti-curcumin yang ketiganya memang dikenal efektif dalam mengobati tumor, kanker, ambeien, asam urat, serangan jantung, bisul, jerawat, darah tinggi, amandel, stroke, serta nyeri haid.

Kunyit putih juga sangat berguna bila kita ingin memanfaatkannya sebagai penurun kolesterol tinggi. Air rebusan kunyit putih termasuk sangat ampuh untuk mengatasi kanker serviks, hanya saja lebih dianjurkan untuk berkonsultasi dengan pakar pengobatan herbal untuk mengetahui efek samping dan dampak dari kunyit putih ini.

(Baca juga: pengaruh rokok terhadap kanker serviks)

11. Keladi Tikus

Ini juga merupakan nama sebuah tanaman yang masih masuk dalam golongan talas. Khasiatnya juga sangat terpercaya dalam membunuh sel-sel kanker berbahaya. Sel kanker serviks yang tengah berkembang pun akan dihentikan sewaktu kita mengonsumsi ramuan berbahan tanaman keladi tikus ini. Karena kandungan pada tanaman ini sama dengan yang kita jumpai pada kunyit, putih, maka sudah bisa dipastikan bahwa obat alami ini juga patut diandalkan.

Caranya: Sediakan tanaman keladi tikus sebanyak 50 gram yang kemudian bisa direndam selama 30 menit. Lanjutkan dengan menggosoknya secara pelan-pelan dalam rangka membersihkannya dari kotoran. Bubuhkanlah hingga hasilnya halus baru selanjutnya bisa diperas dan ditambah dengan madu ½ sendok makan, aduklah hingga tercampur dengan sempurna. Air perasan dapat dikonsumsi sehari 3 kali dan sebaiknya setelah diperas langsung diminum saat itu juga karena apabila disimpan untuk konsumsi lain waktu akan mengurangi khasiatnya.

(Baca juga: makanan pencegah kanker serviks)

Demikianlah rekomendasi pengobatan kanker serviks baik secara medis maupun alami atau tradisional yang dapat ditentukan oleh penderita. Khusus untuk mengobati kanker serviks pada penderita yang tengah hamil, usia kehamilan dan stadium kanker akan menentukan pengobatan terbaik. Biasanya, pengobatan akan diberikan setelah melahirkan karena bila melakukan pengobatan semasa hamil malah justru akan memicu kelahiran bayi prematur atau malah mengakibatkan keguguran.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Sunday 19th, June 2016 / 07:30 Oleh :
Kategori : Kanker Serviks