Sponsors Link
     Sponsors Link

Kanker Serviks Stadium 1 : Gambar, Gejala, Pemeriksaan, dan Pengobatan

ads

Apakah Anda pernah mendengar tentang kanker serviks? Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian wanita tertinggi di Indonesia. Bahaya kanker serviks menjadi sangat fatal karena pada umumnya wanita di Indonesia masih enggan untuk melakukan pemeriksaan. Selain itu banyak orang yang tidak paham mengenai kanker serviks. Mengetahui tentang kanker serviks sudah seharusnya di pahami oleh semua orang termasuk laki-laki yang sudah menjadi suami atau ayah. Dibawah  ini adalah berbagai detail tentang kanker serviks.


Apa itu Kanker serviks ?

Serviks merupakan istilah medis untuk leher rahim. Leher rahim menjadi bagian organ reproduksi yang sangat penting bagi semua wanita. Pada dasarnya organ leher rahim meliputi beberapa bagian yaitu ovarium, rahim, leher rahim dan vagina.

Ovarium memiliki tugas yang sangat penting untuk memproduksi sel telur pada wanita yang masuk dalam masa subur. Perubahan setiap siklus reproduksi wanita semuanya akan bergantung pada ovarium. Ovarium juga memiliki tugas penting dalam kehamilan dan siklus menstruasi. Setiap wanita yang normal akan memiliki dua buah ovarium yaitu pada bagian kanan dan kiri.

Sementara itu bagian leher rahim atau serviks merupakan bagian yang menghubungkan vagina ke rahim. Leher rahim atau serviks terdiri otot-otot yang sangat kuat yang bisa meregang  saat persalinan. Secara umum leher rahim atau serviks menjadi organ penting untuk memberikan jalan keluar bagi bayi yang akan lahir dan juga pintu masuk bagi sperma. Jika kita lihat, maka serviks atau leher rahim menjadi organ yang sangat vital dalam reproduksi wanita.


Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks bisa menyerang semua wanita di dunia. Pada dasarnya kanker serviks bisa menyerang wanita yang sudah masuk dalam tahap menopause, wanita yang berumur dibawah 35 tahun dan wanita dewasa yang sudah menikah.

Penyebab kanker serviks adalah sebuah virus yang bernama HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini menjadi virus yang sangat umum pada manusia, namun ada yang bisa hilang sendiri dan ada juga yang bisa menyebabkan kanker. Tipe umum HPV yang menyebabkan potensi besar kanker serviks adalah HPV nomor 16 dan 18. Meskipun ada lebih dari 20 jenis HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks namun tidak semua HPV menyebabkan kanker. Kontak melalui hubungan suami istri menjadi salah satu penyebab terbesar infeksi HPV pada wanita. Karena itu wanita yang sudah menikah harus lebih waspada terhadap resiko kanker serviks.


Mengenal Kanker Serviks Stadium 1

Kanker serviks stadium 1

Kanker serviks stadium 1A

Kanker serviks stadium 1B

Kanker serviks stadium 1B

Kanker serviks memiliki tahapan atau stadium seperti jenis kanker lain. Perbedaan stadium pada dasarnya dibedakan pada perkembangan kanker dan daerah penyebaran kanker. Wanita yang sering melakukan pemeriksaan melalui papsmear biasanya cenderung memiliki kesempatan pengobatan yang lebih besar karena jangkauan penyebaran sel kanker yang lebih kecil.

Sponsors Link

Kanker serviks stadium 1 merupakan tahapan kanker dimana sel kanker hanya berada pada bagian organ leher rahim. Dalam dunia kedokteran kanker serviks stadium 1 akan dibagi menjadi stadium 1A (1A1 dan 1A2) dan 1B (1B1 dan 1B2).

Berikut ini penjelasan tentang kanker serviks sesuai tahapan atau stadium.

  1. Stadium 1A merupakan tahap kanker dimana kanker baru saja mulai tumbuh. Sel kanker memiliki ukuran yang sangat kecil dan biasanya hanya bisa dilihat melalui pemeriksaan sel dengan mikroskop.
  2. Stadium 1A1 adalah ketika sel kanker telah berkembang dengan ukuran antara 3 – 7 mm dan menyebar ke bagian jaringan organ leher rahim.
  3. Stadium 1A2 adalah dimana sel kanker telah mencapai ukuran sekitar 3 –5 mm dan sudah muncul ke organ jaringan leher rahim.
  4. Stadium 1B merupakan indikasi dari sel kanker dengan ukuran yang lebih besar dari stadium 1A, namun tidak menyebar ke jaringan lain.
  5. Stadium 1B1 merupakan pertumbuhan kanker yang telah mencapai ukuran antara 1-3 cm.
  6. Stadium 1B2 adalah tahap kanker ketika telah mencapai ukuran lebih dari 4 cm.

Gejala

Gejala yang muncul pada kanker serviks biasanya tidak terlalu dipikirkan oleh wanita, hal ini disebabkan karena gejala ringan yang muncul sama seperti jenis keluhan penyakit pada organ reproduksi wanita. Namun ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sehingga semua wanita harus segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri. Berikut ini gejala munculnya kanker serviks.

  1. Gejala yang paling banyak ditemukan oleh wanita adalah munculnya pendarahan seperti menstruasi namun terjadi di luar siklus menstruasi. Terkadang pendarahan yang muncul berupa gumpalan-gumpalan besar dengan warna yang lebih merah.
  2. Pendarahan yang muncul saat menjelang siklus menopause dan setelah menopause. Wanita yang mendapatkan gejala ini lebih sering lalai karena dianggap hanya bagian dari proses menopause.
  3. Pendarahan yang muncul pada saat hubungan suami istri atau hubugan intim. Pendarahan hebat juga dapat terjadi setelah hubungan seks.
  4. Gejala umum yang paling sering tidak diperhatikan wanita adalah munculnya keputihan yang dalam waktu lama dan sering menimbulkan bau yang tidak enak serta munculnya rasa sakit saat berhubungan seks.

Berbagai gejala ini memang terkadang sulit untuk diamati karena cenderung seperti masalah reproduksi wanita. Namun hal inilah yang selama ini ternyata menimbulkan potensi pertumbuhan sel kanker yang lebih besar dengan resiko yang lebih berat.

Sponsors Link

Cara Pemeriksaan

Pemeriksaan secara rutin menjadi salah satu cara yang sangat penting untuk mempelajari cara mencegah kanker serviks. Berikut ini adalah dua jenis metode deteksi dini kanker serviks.

  1. Pap Smear. Pap smear merupakan metode pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel dibagian leher rahim, setelah itu sampel akan diperiksa dengan memakai mikroskop. Jika ditemukan sel abnormal penyebab kanker dalam jumlah banyak maka bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui masalah pada leher rahim.
  2. Tes HPV. Tes ini dilakukan untuk mengetahui semua jenis HPV yang muncul pada leher rahim. Tes ini bisa mendeteksi kemungkinan seorang wanita memiliki resiko besar kanker rahim. Selain itu tes ini juga bisa dipakai untuk mengetahui kesehatan leher rahim.

Semua wanita yang sudah pernah menikah atau melakukan hubungan seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Jarak pemeriksaan pap smear untuk wanita yang sudah menikah dengan usia antara 25 – 29 tahun selama 3 tahun sekali. Sementara wanita yang sudah berumur lebih dari 35 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear selama 4 tahun sekali.

Pengobatan

Pengobatan untuk kanker serviks stadium 1 bisa dilakukan dengan melihat kondisi kanker dan potensi penyebaran kanker. Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan yang biasa dilakukan dalam dunia kedokteran.

  1. Stadium 1A2. Pengobatan untuk kanker yang telah masuk dalam stadium 1A2 dapat dilakukan dengan beberapa prosedur. Jika penderita ingin memiliki anak di masa depan maka bisa melakukan trachelectomy ( prosedur untuk mengangkat kelenjar getah bening pada bagian panggul). Jika penderita tidak ingin memiliki anak maka bisa melakukan histerektomi secara radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening pada panggul. Selain itu penderita juga harus menjalani proses radioterapi dan brachytherapy atau radiasi dalam.
  2. Pengobatan untuk kanker serviks stadium 1B2 bisa dilakukan dengan pemberikan obat-obatan kanker atau kemoterapi, radioterapi dan brachytherapy.

Metode pengobatan untuk kanker serviks stadium 1 biasanya dilakukan dengan melihat kondisi penyebaran sel kanker. Biopsi awal biasanya dilakukan pada saat operasi untuk mencegah sel kanker menyebar. Pemberikan obat-obatan melalui kemoterapi dan radioterapi biasanya dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Hal ini untuk mencegah semua sel kanker yang bisa muncul kembali.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

Post Date: Monday 16th, February 2015 / 05:29 Oleh :
Kategori : Kanker Serviks