Sponsors Link

3 Perbedaan Kanker Rahim dan Kanker Leher Rahim

Sponsors Link

Banyak masyarakat yang salah paham dan mengira bahwa keganasan rahim dengan kanker leher rahim merupakan dua kanker yang sama. Padahal kedua penyakit ini memiliki asal muasal sel yang berbeda, Perbedaan ini dapat ditemukan baik dari lokasi, tingkat keganasan dan pengobatan. Berikut adalah perbedaanya. (Baca juga: Efek Kanker Rahim , Bahaya Kanker Darah)

Sponsors Link

1. Rahim dan Leher rahim

Rahim dan leher rahim adalah dua struktur pada organ kesehatan reproduksi wanita yang berhubungan, keduanya bukan merupakan nama organ yang sama. Organ reproduksi wanita terdiri dari ovarium atau indung telur, yang setiap bulannya akan mengeluarkan sel ovum atau sel telur secara bergantian antara ovarium kanan dan ovarium kiri. Sel telur tersebut akan bergulir ke dinding rahim melalui saluran yang bernama tuba falopii. Sama seperti organ yang lain ovarium juga berpotensi menjadi kanker ganas yang disebut kanker ovarium. (Baca juga: penyebab kanker ovariumgejala kanker ovarium)

  • Rahim adalah organ yang terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan paling dalam endometrium, otot polos yang disebut miometrium dan lapisan pembungkus yatu serosa. Tiap lapisan ini berpotensi menjadi penyakit dan keganasan. Pada endometrium dapat terjadi kelainan endometriosis dimana sel endometrium berada di luar rahim dan menimbulkan nyeri yang sangat. Sedangkan miometrium yang merupakan otot polos dapat menjadi tumor yang sering disebut miom. Miom ini yang sering dikira orang sebagai kanker rahim. Padahal belum tentu, miom itu bersifat ganas dan mengganggu. (Baca juga: kanker rahim endometrium ,  Kanker Rahim Stadium 1)
  • Leher rahim adalah bagian dari rahim yang paling dekat dengan vagina atau jalan lahir. Lapisannya hampir sama dengan rahim namun di sini terdapat perbedaan bentuk pada lapisan epitel antara lapisan luar leher rahim dan lapisan dalam leher rahim. Sel epitel lapisan luar adalah berbentuk pipih seperti lapisan epitel pada kulit sedangkan lapisan epitel pada lapisan leher rahim bagian dalam berbentuk kolumnar atau tabung, Pada dua lapisan ini terdapat sambungan yang disebut squamous columnar junction. Bagian ini rentan terkena virus HPV yang dapat menyebabkan kanker leher rahim. (Baca juga: jenis kanker menular – jenis kanker serviks)

2. Sifat Penyakit

  • Kanker rahim

Kanker rahim atau miom adalah tumor yang terdiri dari sel otot polos rahim yan berkembang menjadi besar. Penyebabnya biasanya adalah ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, genetik dan karsinogen. Gejala dari miom awalnya tidak bergejala. Gejala akan timbul berdasarkan ukuran miom dan letak miom tersebut. Jika ukurannya sangat besar dapat menimbulkan gejala perut membesar dan terasa padat tidak liat seperti perut normal. Jika lokasinya menempel pada pembuluh darah rahim, pasien dapat mengalami perdarahan dari jalan lahir di luar siklus menstruasi. Namun, penyakit ini biasanya merupakan penyakit yang sifatnya jinak dan tidak ganas namun dapat menimbulkan masalah berupa perdarahan dan mengganggu kehamilan dan kelahiran bagi anda yang masih usia reproduktif serta masih ingin memiliki anak. (Baca juga: Pengobatan Kanker Pankreas Stadium 4 , Gejala Awal Kanker Ovarium)

Sponsors Link

  • Kanker leher rahim

Kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papiloma Virus) pada sel leher rahim atau serviks. Penularannya melalui hubungan seksual sehingga wanita yang sudah aktif melakukan hubungan seksual disarankan untuk melakukan skrining kanker leher rahim. Awal munculnya penyakit ini tidak ada gejala sehingga peran skrining kanker leher rahim sangat besar untuk deteksi dini kasus kanker leher rahim. Sifat kanker leher rahim adalah ganas, gejala kanker leher rahim yang timbul adalah perdarahan, nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan terus menerus dari jalan lahir. Gejala ini baru muncul ketika penyakit ini sudah berkembang menjadi  kanker leher rahim stadium 3 dan kanker serviks rahim stadium 4. Kanker ganas berpotensi untuk menyebar ke organ lain dan menggangu fungsinya. Kematian biasanya terjadi pada tahap sel kanker leher rahim yang sudah menyebar karena sudah menyebabkan banyak gagal organ. Kanker leher rahim sering menyebar dan menjadi kanker tulang, kanker hati, kanker paru, kanker otak, kanker ginjal serta  kanker usus. (Baca juga: gejala kanker serviks stadium 4 , Tanda tanda Kanker Rahim)

3. Pengobatan

  • Kanker Rahim

Pasien miom yang tidak mengalami masalah yang sangat mengganggu kualitas hidupnya biasanya tidak disarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan miom. Dokter lebih menyarankan untuk dilakukan pengangkatan organ rahim seluruhnya karena miom dapat berkembang kembali walaupun telah diangkat. Operasi pengangkatan rahim sendiri juga memiliki efek samping yaitu pada wanita yang masih berusia belum menopause, keadaan tubuh anda akan menjadi seperti wanita yang sudah menopause. Kulit anda cepat kering dan tidak halus, mudah keriput, dan cepat menderita osteoporosis atau tulang keropos. Jika anda memutuskan untuk mengangkat seluruh rahim anda, ada baiknya anda mengonsumsi makananya yang mengandung kalsium dan vitamin D serta rajin berolahraga sehingga tulang anda tetap kuat. Namun, jika tidak menimbulkan gejala yang mengganggu seperti perdarahan hebat lebih baik tidak dilakukan operasi. (Baca juga: Faktor Penyebab Kanker Serviks , Cara Mengobati Kanker Serviks)

  • Kanker leher rahim

Pengobatan kanker leher rahim tergantung dari stadiumnya. Makin dini deteksi kanker leher rahim maka semakin baik angka kesembuhannya. Pada stadium 1 dan 2 biasanya dilkukan kombinasi kemoterapi dan pembedahan. Jika ukurannya tidak terlalu besar dapat dilakukan pembedahan dulu. Terdapat bermacam- macam jenis pembedahan ada yang hanya serviks saja dan rahimnya utuh, ada yang diambil semua rahim, serviks dan vagina dan ada yang hanya menyisakan vagina atau jalan lahir saja semua itu bergantung dari pertimbangan pasien dan dokter serta sarana dan prasarana yang mendukung dilakukannya operasi. Sering kali di negara kita mengalami banyak keterbatasan sarana dan prasaran ini. (Baca juga: Ciri-ciri Kanker Kulit yang Menyerupai Jerawat , Penyebab Kanker Rahim)

Sponsors Link

Kanker leher rahim stadium 3 memiliki ukuran tumor yang besar dan sudah hampir melewati vagina sehingga dilakukan kemoterapi terlebih dahulu dan baru dilakukan pembedahan. Sedangkan kanker leher rahim stadium 4 sudah mengalami perluasan dan penyebaran ke organ lain seperti ginjal, usus, hati, otak, tulang. Pada ginjal kanker leher rahim dapat menyebabkan pembengkakan pada organ ginjal dan terjadi gagal ginjal karena urin yang tidak bisa keluar dan tertahan pada giinjal. Pada usus dapat menimbulkan gejala tinja yang berdarah sedangkan pada organ lain dapat menjadi penyakit kanker dan timbul gejala nyeri hebat dan perlu berbagai intervensi medis untuk mengurangi rasa nyeri tersebut. (Baca juga: pengobatan kanker serviks ,  Cara Mengobati Kanker Rahim)

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai perbedaan kanker rahim dan kanker leher rahim. Kedua jenis ini jelas berbeda karena lokasi, asal muasal sel, perjalanan penyakitnya dan tentu saja risiko dari kanker itu sendiri. Miom atau tumor rahim tidak terlalu mengganggu kualitas hidup hanya perlu diperhatikan jika pasien miom sedang hamil. Kehamilannya merupakan kehamilan risiko tinggi yang harus dibawah pengawasan dokter spesialis kandungan. Miom dapat mengganggu pertumbuhan janin dan proses kelahiran karena jalan lahir yang terhalan oleh daging miom. Sedangkan pasien kanker leher rahim yang sedang hamil memiliki risiko pula namun lebih pada ibunya dibandingkan dengan janinnya. Kemoterapi dan radiasi kanker leher rahim harus menunggu hingga usia janin tidak rentan mengalami kelainan akibat terapi ini sehingga menunda sang ibu untuk mendapat pengobatan kankernya. Memang, agar tidak terjadi lebih baik melakukan pencegahan dengan vaksin HPV dan skrining Pap smear atau IVA. (Baca juga: makanan pencegah kanker serviksmakanan pemicu kanker serviks)

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Saturday 06th, May 2017 / 05:29 Oleh :
Kategori : Kanker Rahim