Sponsors Link

5 Cara Mengobati Kanker Rahim : Gejala & Diagnosis

Sponsors Link

Kanker Rahim termasuk kanker yang paling sering ditemui dan menjadi momok bagi wanita. Resiko seorang wanita untuk menderita kanker rahim biasanya lebih tinggi pada saat wanita mneginjak usia 45 tahun ke atas. Namun, dalam kenyataannya saat ini semakin sering ditemui wanita muda yang mengidap kanker rahim.

Sponsors Link

Gejala Kanker Rahim

Mungkin akan cukup mudah untuk mengenali terjadinya kanker rahim pada wanita yang sudah mengalami menopause. Terjadinya pendarahan apapun dari vagina, pada wanita menopause bisa diwaspadai sebagai gejala kanker rahim. Namun, bagi wanita yang belum mengalami menopause, gejala tersebut akan sulit dikenali. Hal itu dikarenakan wanita akan sulit membedakan apakah pendarahan disebabkan oleh menstruasi atau kelainan lain di rahim. (baca Juga: Cara Pengobatan Kanker Rahim , Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks)

Akan tetapi, bukan hal yang mustahil bagi wanita untuk mengenali gejala-gejala kanker rahim. Ada beberapa  gejala kanker rahim yang paling utama. Berikut ini beberapa gejala kanker rahim yang bisa diperhatikan diwaspadai jika terjadi:

  1. Perubahan pola menstruasi

Sebaiknya Anda mulai memperhatikan, atau bahkan mencatat, pola menstruasi per bulannya. Anda harus memperhatikan berapa lama siklus mentruasi Anda dan periode menstruasi Anda. Bahkan, sebisa mungkin Anda juga memperhatikan volume darah yang biasanya keluar saat menstruasi.

Maka, jika Anda masih termasuk wanita di usia produktif, Anda harus waspada jika ada perubahan pola menstruasi Anda. Anda patut waspada jika periode menstruasi Anda berlangsung lebih lama. Atau jika ada pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi Anda, Anda bisa segera mengkonsultasikannya ke dokter kandungan.

Baca juga:

  1. Terasa nyeri yang hebat di perut bagian bawah

Rasa nyeri di perut bagian bawah memang wajar dialami saat Anda sedang dalam periode menstruasi. Namun, jika rasa nyeri yang Anda rasakan sangat hebat, apalagi jika terjadi saat Anda sedang tidak menstruasi, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Bisa jadi, rasa nyeri yang Anda rasakan merupakan tanda-tanda kanker rahim yang perlu diwaspadai.

  1. Sakit saat berhubungan seksual

Selain rasa nyeri di bagian perut atau panggul, Anda juga boleh waspada jika Anda merasa kesakitan saat melakukan hubungan seksual. Rasa nyeri atau sakit yang Anda rasakan bisa jadi merupakan ciri-ciri kanker rahim yang mungkin terjadi. Maka, segera hubungi dokter jika Anda mengalami hal ini, terutama jika rasa skait tersebut berkelanjutan.

  1. Keputihan yang abnormal

Apakah Anda memperhatikan cairan keputihan yang keluar selama ini? Keputihan normal terjadi, jika warna bening atau putih dan tidak berbau busuk. Namun, jika Anda mengamati keputihan yang terjadi berwarna kuning, cokelat atau bahkan seperti bercampur darah, Anda patut waspada ada sesuatu yang salah di rahim Anda. Terutama, jika volume keputihan yang Anda alami sangat banyak.

Baca juga:

ads

Diagnosis Kanker Rahim

Jika Anda khawatir dengan kondisi rahim Anda, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melihat kondisi Anda serta mungkin meminta Anda melakukan tes di laboratorium untuk memberi diagnosa yang lebih akurat. Hal ini dikarenakan pendarahan, rasa sakit di vagina dan gejala lain yang disebut di atas belum tentu memiliki kaitan dengan kanker rahim.

Baca juga:

Maka, berikut ini dua pemeriksaan yang bisa dijalani untuk memastikan keberadaan kanker rahim:

  • Tes USG transvaginal, yaitu jenis USG yang akan memeriksa apakah ada perubahan ketebalan dinding rahim. Dengan tes USG ini, bisa dilihat apakah perubahan ketebalan dinding rahim tersebut disebabkan oleh keberadaan sel kanker atau tidak. (Baca Juga: Gejala Kanker Ginjal)
  • Tes biopsi, yaitu tes dengan mengambil sampel dinding rahim untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ada beberapa cara untuk melakukan biopsi, yaitu dengan aspirasi jarum halus, histereskopi, dan kuret. (Baca Juga: Biopsi Kanker)

Dengan melakukan tes di atas, dokter bisa melihat apakah Anda positif kanker rahim atau tidak. Jika kanker rahim dinyatakan positif, maka dokter akan memeriksa lebih lanjut tahap perkembangan kanker (stadium) kanker tersebut. Tes selanjutnya yang akan dilakukan adalah CT ScanMRI, rontgen dada, dan tes darah lengkap.

Sementara itu, untuk perkembangan kanker rahim adalah sebagai berikut:

  • Stadium 1, jika kanker masih berada di dalam rahim saja.
  • Stadium 2, jika kanker sudah menyebar hingga ke serviks atau leher rahim.
  • Stadium 3, jika kanker sudah menyebar hingga ke organ sekitar rahim, misalnya jaringan panggul.
  • Stadium 4, jika kanker sudah menyebar semakin jauh, misalnya hhingga ke organ di perut seperti usus, hati, dan lambung.

(baca Juga: Leukimia pada Anak , Tanda Awal Kanker Usus Besar)

Cara Mengobati Kanker Rahim

Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan bila seorang wanita divonis mengidap kanker rahim. Pilihan pengobatan tersebut biasanya ditawarkan sesuai tingkat keparahan atau stadium kanker yang diderita. Berikut ini beberapa pilihan metode pengobatan kanker rahim:

1. Histerektomi

Histerektomi merupakan pilihan utama yang diberikan kepada penderita kanker rahim stadium awal. Histerektomi adalah bedah pengangkatan rahim yang bertujuan untuk mengangkat juga sel kanker di rahim. Metode histerektomi yang dilakukan akan disesuaikan dengan stadium kanker rahim yang diderita. (Baca juga: Penyembuhan Kanker Serviks Berdasarkan Stadium Penderita , Jenis Makanan Pemicu Kanker Serviks)

Jika kanker rahim yang diderita adalah kanker rahim stadium 1, maka histerektomi atau operasi pengangkatan yang dilakukan akan meliputi bagian rahim, tuba falopi dan kedua ovarium. Dokter juga biasanya akan mengambil sampel noda limfa di sekitarnya untuk melihat kemungkinan apakah kanker telah menyebar ke organ lain. (Baca Juga: Manfaat Ace Maxs untuk Pengobatan Kanker Serviks)

Histerektomi yang dilakukan kepada penderita kanker rahim stadium 1 bisa berupa sayatan kecil saja, yang dikenal dengan istilah histerektomi laparoskopi. Namun, bagi penderita kanker rahim stadium 2 atau 3, tidak ada pilihan lain selain histerektomi radikal atau total. Selain akan mengangkat rahim, tuba falopi dan ovarium, histerektomi pada penderita kanker stadium 2 dan 3 akan mengangkat serviks serta vagina bagian atas.

Baca juga:

Histerektomi dianggap efektif untuk mengobati kanker rahim stadium awal. Bagi penderita kanker rahim stadium 4, operasi histerektomi hanya akan mengurangi gejala kanker yang timbul, alih-alih menyembuhkannya. Seringkali penderita kanker rahim yang menjalani histerektomi akan mengalami efek samping pasca perawatan. Efek samping tersebut berupa penurunan kualitas seksual dan hilangnya kemampuan reproduksi. Efek samping ini tentu saja akan menyebabkan penderitanya mengalami stress dan kehilangan kepercayaan diri.

2. Radiasi

Ada beberapa kasus kanker rahim yang diberi perawatan radiasi sebelum dilakukan operasi pengangkatan. Radiasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengecilkan sel kanker sebelum kemudian diangkat saat operasi. (Baca Juga: Bahaya Radiasi HP Menyebabkan Kanker Otak , Tahapan Operasi Kanker Otak)

Selain itu, terapi radiasi juga bisa diberikan pasca operasi untuk mencegah sel kanker tumbuh kembali. Terapi radiasi juga disarankan untuk dilakukan dengan tujuan menghambat penyebaran sel kanker ke organ lainnya,  terutama jika operasi histerektomi tidak memungkinkan untuk dilakukan kepada pasien.

3. Kemoterapi

Jika kanker yang diderita adalah kanker stadium lanjut, maka pasien akan disarankan untuk menjalani kemoterapi. Perawatan ini merupakan pilihan terakhir untuk pengobatan kanker rahim konvensional. Kemoterapi akan dilakukan secara bertahap melalui infus. Tujuan dilakukannya kemoterapi adalah untuk mencegah kanker semakin menyebar dan mengurangi gejala kanker yang terjadi. (Baca juga: Kemoterapi Kanker   Efek Kemoterapi Kanker Kelenjar Getah Bening)

Bagi pasien kanker rahim yang telah menjalani histerektomi, terutama pada pasien stadium lanjut, kemoterapi juga disarankan untuk dilakukan. Tujuannya adalah untuk menghambat kanker semakin menyebar serta mengurangi gejala kanker rahim yang dialami.

Sponsors Link

4. Imunoterapi

Imunoterapi biasanya dilakukan untuk membarengi perawatan kemoterapi atau radiasi yang dilakukan. Imunoterapi bisa meningkatkan efektivitas kemoterapi dan radiasi dengan menurunkan efek samping yang biasanya ditimbulkan dari kedua perawatan tersebut. Imunoterapi membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga pasien akan lebih kuat dalam melawan sel kanker yang menyerangnya. (Baca juga: Manfaat Lemon Untuk KankerMadu Untuk Penderita Kanker)

5. Terapi hormon

Metode berikutnya adalah terapi hormon. Terapi hormon biasanya digunakan untuk menangani kanker rahim stadium lanjut. Terapi hormon juga bisa dilakukan pada pasien kanker rahim yang telah sembuh, namun gejala kanker rahim muncul kembali. Fungsi dari terapi hormon ini adalah untuk mengecilkan tumor yang muncul dan mengendalikan gejala kanker rahim yang dialami.(Baca juga: Pil KB Menyebabkan Kanker Serviks)

Terapi hormon ini sendiri dilakukan dengan cara memberi hormon progesteron buatan melalui obat minum untuk menambah atau menggantikan hormon progesteron alami yang dihasilkan tubuh. Biasanya, terapi hormon ini akan memberi efek samping berupa bertambahnya berat badan, rasa mual, serta kram di otot tubuh.

Selain pengobatan-pengobatan secara ilmiah di atas, ada pilihan pengobatan kanker rahim lainnya. Anda mungkin tertarik untuk mencoba pengobatan herbal, misalnya dengan menggunakan manfaat daun sirsak untuk kanker serviks atau manfaat daun kelor untuk pengobatan kanker. Tidak ada salahnya, bukan, mencoba cara-cara alami tersebut? Namun, pastikan Anda mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter Anda. Hal ini untuk memastikan tidak ada efek samping yang justru mengganggu proses pengobatan yang sedang Anda jalani.

Baca juga:

Melihat banyaknya kasus kanker rahim yang ditemui belakangan ini, ada baiknya jika Anda menghindari penyebab kanker rahim sebisa mungkin. Lakukan gaya hidup sehat dan konsumsi makanan pencegah kanker rahim. Dengan begitu, Anda bisa meminimalisir resiko terkena penyakit kanker rahim.

ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Sunday 25th, December 2016 / 04:10 Oleh :
Kategori : Kanker Rahim